
"Tapi aku benar - benar ingin menjadi teman baik kalian! Kalian pasti bisa membimbing aku jadi lebih baik lagi," kata Ney beralasan.
"Haduh, maaf deh ya kamu dengan Rita saja, kamu tusuk dia dibelakangnya padahal dia yang kita lihat orang yang sangat baik," kata Siti yang kesannya kalau Ney memang pintar membuat strategi untuk mencari musuh.
"Iya kamu bisa saja hanya di mulut bisa menjadi teman baik tapi aku yakin kalau kamu tidak suka, dibelakang pasti kamu menjelekkan kami," kata Komariah.
"Tidak. Aku tidak akan begitu lagi ya tadi aku beritahu kalian begitu supaya jangan mudah percaya saja. Dia baik di luarnya saja," kata Ney menjelaskan. Baginya tingkah lakunya itu tidak salah toh hanya agar mereka sadar siapa Rita itu. Entah dia menguji mereka juga atau bukan tapi yang pasti mereka memang tidak menyukainya sedari awal.
"Tuh kan mulai lagi. Sudahlah yang bisa membimbing kamu lebih baik itu hanya Allah SWT, rajin beribadah saja ya," kata Rita yang pastinya masih dianggap sebagai Diana.
"Rita juga bisa kok membimbing kamu jadi lebih baik, kamu yang bilang juga kalau Rita sahabat kamu tapi masa sih kamu kelakuannya ternyata seperti musuh?" Tanya Linda yang memang tidak percaya pada perkataannya tadi siang.
"Iya betul itu seperti yang aku lihat memang kamu bermulut manis tapi isinya busuk!" Kata Komariah yang langsung terus terang.
Ney membaca semua komentar itu sambil menggigiti kuku jempolnya. Kebanyakan mereka berinisiatif pada Rita toh bagia dia sendiri juga menganggap Rita teman dekatnya. Tapi dia enggan dengan Rita karena merasa tidak cocok dan Rita seperti menyombongkan diri kepadanya.
"Yang bisa membuat kamu jadi lebih baik yang pertama adalah kesadaran dan dari niat kamu, Ney. Mau kamu minta tolong pada siapapun, kalau niat kamunya hanya agar mereka menjauhi Rita sih tidak akan ada gunanya," kata Rita membuat seolah dirinya adalah orang lain dan Ney sampai percaya kalau dia adalah Diana.
Sesaat Ney merasa aneh dengan cara bicara "Diana" ini dia merasa itu adalah Rita. Kalau memang iya, secara tidak langsung Ney memang memiliki niat tidak baik padanya. Dia mengerem perkataannya dan ingin melihat lebih lanjut untuk mempertegas dugaannya.
"Betul! Kamu mau menikah ternyata ya kamu bisa lebih baik kalau saat menikah, hormat dan tunduk pada suami kamu. Dan berhentilah menghina orang lain di hadapan orang yang baru kenal, itu akan membuat kamu memiliki banyak musuh," kata Diana yang asli.
"Jadi kamu bagaimana sih niatnya masuk grup?" Tanya Annisa yang sudah malas bertele - tele.
"Oh iya, aku memang mau minta maaf tapi kan lebih baik kalau bertemu saja," kata Ney yang tetap ingin bertemu lagi dengan mereka.
"Kamu meminta maaf untuk SEMUA orang?" Tanya Komariah ingin meyakinkan Ney. Semua termasuk Rita juga kan.
"Iya semua! Aku benar - benar minta maaf. Aku memang nyaman kok berteman dengan kalian semua," kata Ney.
"Termasuk dengan Rita juga?" Tanya Diana yang asli, dia tentu saja terus penasaran soal bagaimana perasaan Ney pada Rita.
Ney tidak menjawabnya saat Diana menanyakan soal Rita. Dia tidak memperdulikan apanyang Diana asli katakan. "Aku sekarang sedang dalam perjalan menuju rumahku di Jakarta, ada sedikit masalah. Kalian mau kan selalu mendukung aku dan menyemangati kalau aku sedang terpuruk," katanya yang memohon.
Diana memang sengaja selalu menyangkut pautkan Rita karena dia memang tidak suka kalau hanya Rita saja yang dia tidak pedulikan. Rasa heran dan aneh berada di benak mereka semua semudah itu dia berkata teman dekat Rita tapi sama sekali tidak ada penyesalan setelah Ney membullynya. Dan sekarang Ney meminta - minta agar pertemanannya mereka terima? Aneh sekali caranya membuat teman.
Keadaan itu lalu menjadi hening tidak ada seorang pun dari mereka yang membalas. Begitu juga tidak ada yang chat di grup baru mereka, mereka masing - masing rebahan dan berpikir kalau ternyata dia mau jadi teman mereka saat dianya sendiri ada kesulitan. Melihat Rita yang selalu punya masalah mereka tak pernah lihat ada kehadiran Ney. Dari wajah Ney juga tidak ada rasa hangat kearah Rita.
"Maaf ya tapi aku tidak terlalu kenal siapa kamu. Aku doakan semoga lancar saja urusannya. Masalahnya aku sama sekali tidak merasa nyaman sama kamu. Maaf ya." Kata Linda yang kemudian off. Karena dari tandanya yang tadinya ada bulatan hijau, sekarang menjadi hitam, itu artinya Linda sudah tidak mengaktifkan lagi nomor lamanya itu.
Dan itu akhirnya diikuti oleh yang lainnya, bukannya tidak sopan tapi bodo amat deh! ππ "Oh semoga urusannya cepat selesai ya. Hmmm aku harus berpikir banyak waktu deh kalau soal itu." Kata Siti yang juga off.
"Aku? Tidak mau ah kamu teman yang hobinya bully teman sendiri." Kata Komariah yang Off juga.
__ADS_1
"Matakna tong jadi hobi resep nyeuri hatekeun batur teu ngeunah pan pas maneh rek jadi babaturan urang ( Makanya jangan jadi hobi senang membuat sakit hati orang tidak enak kan waktu kamu mau jadi teman kami ). Off ah." Kata Tamada.
"Maaf ya sahabat dan teman aku cukup Rita dan yang lainnya. Kamu cari orang lain saja, aku tidak berminat berteman sama kamu," kata Diana yang asli off.
Ney membeku diam di tempat setelah membaca termasuk apa yang di katakan oleh Diana. Kalau begitu... orang yang kata Kokom itu Diana jangan - jangan ....
"Hadapi masalah kamu dengan tegar. Terasa kan bagaimana rasanya saat tidak ada seorangpun yang mau mensupport kamu di saat kamu kesulitan? Seperti itulah perasaanku. "Maaf" kamu aku terima meski ternyata harus orang lain dulu yang bertanya. Tapi aku juga memang harus mulai jaga jarak dengan kamu. Kamu tampaknya tidak sadar ya dengan nomor ponsel aku yang ini. Kelihatannya aku berhasil ya menjadi Diana yang palsu sampai kamu tidak sadar sama sekali." Kata Rita yang kemudian off juga.
"Rita! Bukan begitu..." Ney mengirim lalu dia melihat semua anggota dalam grup itu sudah Left. Yang tersisa hanya Ney seorang diri dalam grup yang tidak ada seorangpun memperhatikannya.
Ternyata Rita ada dalam grup itu kemudian Ney memeriksa lagi nomor Rita yang dia simpan dalam Notenya benar saja itu memang nomor Rita yang sudah tidak aktif lagi. Dia salah tingkah melihat Rita membaca semua yang dikatakannya, termasuk memutuskan untuk menjauhinya. Langsung saja dia merasa dunianya memang sudah hancur sekaligus. Selama ini dia menyembunyikan segala kebenarannya dan lewat teman - temannya sekarang Rita tahu kebenarannya. Ney memang care tapi juga tidak peduli bagaimana perasaan Rita saat tahu kalau Ney memiliki niat menjatuhkannya.
Semuanya langsung tidak aktif lagi di grup lama itu. Ney kembali terpuruk saat dia mencoba menghubungi semua nomor yang tertera di grup itu dan ternyata sudah tidak terdaftar lagi. Dia melemparkan ponselnya dan mulai menangis kembali, dirinya sekarang benar sendirian semua orang menolak menjadi temannya. Zayn dan Dins hanya hening sambil memutarkan radio yang mengeluarkan berbagai macam lagu. Mereka sudah pusing soal Ney yang memang selalu membuat onar tapi tidak sadar apa yang dia lakukan sebenarnya salah. Tidak ada seorang pun yang mampu memberitahunya atau mengubah kelakuannya pada setiap orang. Mungkin Alex bisa karena ternyata dia lebih menurut pada orang yang memiliki banyak uang dan kekuasaan. Haruskah Rita seperti itu dulu?
Hmmm tidak, teman yang sebenarnya seharusnya tidak memandang status apapun dan mereka bisa saling menghormati satu sama lainnya. Dirumah Rita, dia sedang rebahan punggungnya sakit dan tertidur sebentar. 10 menit kemudian Rita mendengar nada dering dan ternyata Alex yang meneleponnya, sekedar membangunkannya kalau dia ingin sekali berbicara.
"Hey!" Sambut Alex.
"Hei!" Jawab Rita yang akhirnya bangun. Alex tahu pasti cape sekali setelah mengerjakan tugas lalu menghadapi Ney dan akhirnya bisa istirahat. Tapi Alex juga ingin mengobrol dengannya jadi dia memaksa untuk membangunkannya.
"You tired?" Tanyanya.
"Little. Tapi sudah tidur sebentar kok. Sebentar," kata Rita yang kemudian mengganti bajunya dengan baju tidur.
"Ganti baju pakai piyama. Mau lihat?" Tanya Rita yang menggodanya.
"πππtak nanti tidak mau berhenti," katanya sambil tertawa.
"Jangan sih, badanku kurus tidak enak dilihatnya," kata Rita yang langsung melemparkan dirinya ke kasur.
"Saya tak memandang fisik kok yang penting bisa memenuhi layanan di ranjang hehehe," kata Alex.
"Hmmm... kalau begitu kenapa tidak dengan Ney? Dia bilang dia punya segalanya yang kamu mau termasuk bodynya tuh," kata Rita memancing Alex.
"No, terlalu murahan," kata Alex yang memandang dirinya dengan harga tinggi.
"Halah! Mantan kamu saja semuanya murahan. Minta hubungan badan padahal belum resmi jadi istri. Preeeetttt! Kamu juga murahan, langsung mau ditawarin seperti itu. Aku juga tidak minat dengan lelaki murahan," kata Rita yang mengingatkan.
"πππππ," balas Alex.
Rita tertawa. "Makanya jangan seperti itu bilangnya kan bisa dengan 'Aku tidak suka' atau 'Bukan tipeku'. Kalau kamu bilang begitu memang lupa kamu pernah lakukan apa dulu?"
"ππππ. Iya maaf aku salah. Bukan tipekuπππ," kata Alex kemudian.
__ADS_1
"Nah, begitu dong. Ingat kelakuan kamu di masa lalu jangan jadi sombong. Karena tidak sebanding hahahahahaha!" Kata Rita.
"Jahat amat. Iya iya aku salah deh. Maaf. Lalu kamu sedang apa?" Tanya Alex yang sedang tersenyum pada Rita.
"Lagi makan cemilan. Mau?" Tanya Rita yang mengirimkan foto cemilannya yang banyak. Ada Cimory, Cadbury, Cheetos, Oreo, keripik singkong yang pedas, susu kotak, dan masih banyak lagi.
"YA ALLAAAAH...!! Kamu bisa memakan itu semua?! Nampak enak ya," Kata Alex nyatanya dia menggigit jarinya melihat semua cemilan yang dipunya Rita.
"Bisa dong meski kurus, aku bisa makan lebih banyak. Cacingan mungkin ya," kata Rita.
Alex tertawa membacanya tapi dia memang iri sekali pada Rita padahal uang yang dimilikinya sama sekali jauh dari Alex tapi tampak sekali Rita senang. "But thats not healthy ( tapi itu tidak sehat ),"
"Halah! Bullshit! Tidak ada orang yang hidup di dunia ini yang bisa lepas dari micin. Aku yakin kamu juga begitu. Bicara begitu sepertinya kamu tidak boleh makan yang micin ya?" Tanya Rita yang sibuk mengunyah dan meminum Cimory.
"ππkalau ketahuan, my mom pasti marah. Makanya sulit kalau di sini, tapi kalau aku tinggal dengan kakakku makan apa saja bisa!" Kata Alex yang senang.
"Ya sudah tinggal saja dengan kakak kamu. Rudet amat," kata Rita. Oh iya ya dia belum pernah kenal dengan kakaknya itu.
"Nanti aku jauh sama my mom," kata Alex. Yang secara otomatis kemudian dia menghapusnya sayang Rita sudah keburu baca.
"Hmmm sekarang aku tahu sifat kamu yang lainnya," kata Rita tertawa.
"Apa tuh?" Tanyanya penasaran.
"Mother Complex. Kamu tidak bisa jauh - jauh dari ibu sendiri, aku kira itu terjadi sama perempuan bukan lelaki tapi beda kasusnya sama kamu ya," kata Rita membuat Alex terdiam.
'Oh ****! She read it!' Alex menepuk dahinya. Dia bersiap pasti Rita juga akan menertawainya, perempuan yang lain juga begitu eh semua orang yang sudah tahu, akan heboh menertawainya. Alex menundukkan kepalanya dalam mejanya tidak mau tahu kalau Rita akan tertawa keras. Dulu dia sangat malu sekali setelah semua orang tahu kalau dirinya tidak bisa jauh dari ibunya sendiri. Dan di bully juga oleh teman - temannya pantas jadi minus di karakter kelakuannya.
"Ya wajar sih," kata Rita.
Dengan takut Alex membaca balasannya Rita dan melihat, ternyata di luar dugaan! "Wajar?"
"Karena sejak bayi kamu selalu dengan ibu kamu kan karena kondisi psikis kamu, kalau ada apa - apa juga ibu kamu pasti yang pertama maju. Yaa wajar sih kalau kamu mother complex, kalau kumat kan penyakitnya yang kasih tameng ya ibu kamu juga. Memang kebayang sih kalau kamu jauh," kata Rita yang mengerti.
Alex merasa lega dan ngplong membacanya. Ternyata Rita berbeda dan dia mengerti alasannya. Alex tersenyum bahagia baru kali ini hanya Rita saja yang mampu menjelaskan situasinya. "Dulu aku harus menahan malu banyak orang yang menertawakan hidupku. Mereka tidak merasakan bagaimana jadinya aku yang hidup harus selalu bergantung pada alat, itulah kenapa aku menjadi super nakal. Karena ketidakmampuanku yang bisa berdiri sendiri lalu jantungku yang kata kamu bilang seperti kaca, bisa hancur kapan sajaπππ," kata Alex yang membuat Rita miris sekali padanya.
"Sekarang hancur tidak sewaktu aku buat kamu koma?" Tanya Rita.
"Tidak sih," kata Alex.
"Koma berapa hari? Bandingkan saat aku belum kenal kamu dan sekarang kenal kamu," kata Rita penasaran.
"Sebelum kamu ada aku bisa koma selama 4 bulan. Setelah kenal kamu memang aneh sih, aku koma paling lama sebulan paling cepat hanya 3 hari," kata Alex. Dia menyadari saat kehadiran Rita, saat dia koma pun menurun tapi saat jauh dari Rita, komanya pun jadi lama. Apa ada kaitannya ya? Karena itu juga Alex tidak bisa menjauh dari Rita sebisa mungkin dia ingin dekat dengannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...