
"HOAAAAAHMMM," Kata Rita berselonjoran di teras rumahnya hari itu.
Siang hari yang cerah saat semua beban kuliahnya telah selesai kini, dia hanya menunggu urusan sidang saja yang akan dilakukan 2 minggu lagi. Kuliah libur, ujian tidak ada, praktek mengajar pun sukses, kuliah sidang lumayanlah dan terakhir perjuangannya mempertahankan isi skripsi.
"Kamu tidak akan kemana-mana?" Tanya Ibunya yang juga bersantai di teras.
"Kemana ya? Mau ke kosannya Diana paling," kata Rita melihat atap rumahnya.
"Kamu masih berteman sama yang namanya Ney? Ibu tidak suka sama dia," kata ibunya tiba-tiba.
"Wajarlah ibu tidak suka, Prita sama teteh juga sama. Kasihannya lebih banyak yang tidak suka daripada suka," kata Rita berpikir.
"Itu karena kepribadiannya. Kalau yang Prita lihat seperti tidak normal. Beberapa menit seperti baik tapi menit kemudian seperti orang jahat, anehlah. Jangan terlalu dekat," kata Prita yang duduk sambil memakan apel.
"Siapa juga yang mau dekat orang dia sendiri kepedean mengekor," kata Rita yang lalu menceritakan soal pengalamannya berlarian dengan Diana.
"Waduh! Sampai segitunya. Aneh ya Bu, harusnya dia mengerti kalau tandanya begitu Rita sudah tidak mau dekat-dekat," kata Prita menatap ibunya.
"Karena dia butuh kalau kata ibu sih sebenarnya dia tidak ada niatan berteman sama kamu. Tapi sepertinya ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa lepas dari kamu. Yahhh muka badak begitu sih Rita susah lepas kecuali kamu tidak ada kontak lagi," kata ibunya.
"Tapi untuk apa, Bu? Memangnya Rita artis? Buat apa mengekor sampai sebegitunya," kata Prita merinding.
Rita juga tidak mengerti lalu teringat foto dirinya dengan adiknya Prita yang diajarkan memakan sushi. Dia masukkan dalam akun Pacebuknya dan diberi Caption : Sushi pertama. Beberapa detik banyaklah komentar di akunnya.
"Wah, cieee akhirnya kamu mencoba makan sushi," kata pengguna akun lain, kita sebut saja A ya.
"Iya nih pengalaman sekali. Terkezut sekali saya memakannya tapi enak, sebagian ada yang tidak saya sukai," balas Rita sambil senyum.
"Bagaimana? Bagaimana?" Tanya B antusias.
"Hancur, aneh tapi enak. Bagaimana coba menjelaskannya?" Tanya Rita membuat semuanya tertawa karena mengirimkan emot tawa.
"Kamu suka sushi yang mana?" Tanya Linda.
"Suka yang ada nasinya saja dan ada daging ikan yang matang," jawab Rita yang tidak tahu namanya.
"Oh maksudnya ikan Salmon kali ya tidak masuk dalam kategori makanan enak hahahaha. Kamu suka telur ikannya?" Tanya Melinda.
"Hoeeeeeekkkk!" Kata Rita ditambah emoji muntah.
Mereka yang komentar mengirimkan emoji tertawa yang banyak. Prita juga ada dan menertawakan komentar semuanya.
Di lain pihak, Ney yang juga sedang rebahan di kasur menikmati hari-hari senggangnya membuka akun dan membaca notif dari update status Rita yang baru. Dia penasaran dan membukanya dengan menganga, Rita sedang memperlihatkan foto dirinya memakan sushi pertama kali.
__ADS_1
"Jadi dia beneran ke tempat sushi?" Tanyanya ke diri sendiri. Wajahnya cemberut menatapnya apalagi dia pergi kesana berdua dengan adiknya, ingin sekali dia mendatanginya.
Dengan perasaan kecewa Ney juga ikut berkomentar dengan pedas. "Oh, jadi kamu ke restoran sushi? Pantasan kamu tidak mau ajak aku ternyata ke restoran mewah, itu kan harganya mahal-mahal. Memangnya kamu mampu bayarnya?" Isi dari komentar Ney.
"Rita, ini menyebalkan sekali sih si kak Ney ikut-ikutan mulu kalau tiap kali Rita update status," kata Prita membacanya bikin bete.
"Iya memang. Terus isinya seperti menyindir kita orang miskin mungkin dia kaget kalau aku mampu makan sushi. Biarkan saja semuanya juga sudah terbiasa," kata Rita.
Ya memang sudah terbiasa dengan kedatangannya sampai-sanpai tidak ada yang mengikuti komentarnya. Membuat komennya tenggelam dengan komen lainnya, alhasil membuat Ney marah-marah sendiri.
"Itu yang di Jalan Abecede bukan sih?" Tanya Annisa muncul.
"Iya iya disitu. Pernah kesana, Cha?" Tanya Rita.
"Oh, pernah tapi kena tolak mereka hahahaha!" Balas Annisa.
Rita kaget kenapa bisa ditolak ya? Prita juga lupa menjelaskan mau ditanyakan, orangnya malah sudah masuk rumah karena ada telepon.
"Lho? Kenapa? Kok bisa sih?" Tanya Rita penasaran.
Ney menunggu balasan Rita atau yang lainnya tapi nihil mereka benar-benar melewatkan komennya yang memang tidak ada maknanya sama sekali.
"Itu kan restorannya khusus Rita, hanya untuk pemula sushi seperti kamu. Kamu kan sama sekali belum pernah nah jadi mereka semacam memperkenalkan sushi dari Jepang. Produknya asli untuk yang memang suka atau yang sudah pernah makan tidak akan diterima masuk," jelas Annisa.
"Oh, jadi begitu iya benar juga sih waktu aku kesana tuh banyak sekali yang mencicipi," balas Rita ternyata begitu latar restonya.
"Wah, kamu baru makan sushi? Kemana saja selama ini, orang sudah banyak yang mencoba sushi terus kamu baru tahu hahaha. Oh iya ya aku lupa kamu kan lebih suka makanan pinggiran jalan ya. Yah kalau begitu sih bukan standar kamu," balas Ney lagi kali ini lebih panjang untuk menarik perhatiannya. Ney tahu sekali kalau Rita mudah keluar emosinya.
"Aku baru tahu informasi itu, Cha. Restonya juga sepi aku kira mau bangkrut, aku kan sering lewat situ kalau pulang dari sekolah waktu SMP," kata Rita yang bete dan tidak terpancing.
"Ah, aku juga kena tolak yang ada di Jakarta tapinya. Ternyata sebelum kita boleh memasuki resto mereka, kita akan diwawancarai dulu dan syaratnya banyak sekali, dari pengetahuan soal sushi dan macamnya, lalu bahan apa saja yang kita atau pelanggan lain tahu. Lalu yang datang kesana juga pemula yang harus ada pembimbingnya dan itu tidak sembarangan orang," jelas C panjang lebar yang membuat komen Ney tertutup lagi.
"Kok pilih-pilih pelanggan?" Tanya Diana yang muncul. Diana tentunya sudah pernah mencoba karena memang menyukai hal berbau Jepang.
"Ya karena yang tahu kita suka apa, rasa kan hanya anggota keluarga dan mereka lebih merekomendasikan tempatnya dari orang di dalam keluarga begitu. Memang gila deh hanya untuk makan saja aturannya ketat. Kamu sama siapa kesananya?" Tanya Annisa.
Ney menyerah karena tidak bisa lagi masuk ke dalam celah, dia juga akhirnya membaca semua komennya. Ney sudah pernah semenjak dia masih kecil, ibunya sudah memperkenalkannya dengan makanan Asia dan Barat. Dia merasa lebih hebat tapi kenapa Rita tidak mau dia temani? Dia lebih tahu tentang semuanya.
"Aku dengan adikku ke sananya. Dia kan punya pacarnya yang agak sering makan begituan," kata Rita.
"Wah! Hahaha jadi mengajarkan kakaknya nih? Pacar, teman dekat atau bahkan sahabat sekalipun tidak akan digubris oleh orang-orang sana. Kesel tapi alasannya masuk diakal," kata C.
"Apa tuh?" Tanya Rita penasaran.
__ADS_1
"Misal ya kamu baru kenal sushi yang mengenalkan pacar kamu. Saat makan pasti akan teracuni oleh wajah pacar sendiri jadi kata mereka rasa sushi yang asli akan terasa sama saja karena kita senang makan bersama pacar hahahaha!" kata Annisa.
"Wahahaha ngakak! Tapi iya sih benar juga. Khusus pemula harus dengan keluarga adik atau kak atau ibu dan ayah. Kalau dengan mereka kita jadi tahu rasanya sendiri. Lebih suka sushi yang mana," kata Linda.
"Mahal tidak sih disana?" Tanya Komariah. Dia juga belum pernah tapi mau dengan siapa? Kalau Rita, dia baru tahu.
"Lumayan, Kom. Kalau yang di Jakarta bagaimana?" Tanya Rita ke Annisa.
"Ya sama. Mahal itu yang salmon, ikura dengan makanan laut begitu. Kalau di atas ya telur, kepiting, udang. Lumayan murah. Tapi kan menu yang menegangkan yang paling terkenal ya yang mahal itu," jelas Annisa membuat Komariah tidak banyak komentar.
"Disana itu mahal sekali lho harganya aku jadi heran kok bisa sih kamu berani makan di tempat mahal? Di ITB kan ada juga cafe yang menawarkan sushi untuk pemula. Kalau disana, itu pas sekali dengan isi dompet kamu yang pas-pasan," kata Ney ikut nimbrung lagi.
Lama-lama ada juga yang berkomentar sehubungan dengan isi Ney. "Ih, siapa sih dia? Setiap kakak ini update status pasti selalu ada saja komennya tapi isinya kosong semua. Blok saja deh menurut aku kak komennya lebih ke menghina berasa situ kaya apa ya? Tidak level deh chat sama kita," balas orang lain yang kesal.
Ney langsung terdiam gerakan jemarinya saat beberapa orang setuju menyarankan Rita untuk di blok. Rita memang bisa saja membloknya tapi Ney percaya tidak akan dia lakukan itu tapi mungkin?
"Hahaha biarkan sajalah kan bisa dilewati, dia mah memang begitu orangnya tidak jelas kalau memberikan komentar. Kalau tidak suka blok saja di kolom komen masing-masing ya atau kalian lewati anggap saja ada akun kosong," saran Rita.
"Akun kosong?!" Seru Ney. Tapi akhirnya dia berhenti memberikan komen takutnya Rita benar-benar memblok dirinya.
"Iya mahal makanya aku menawarkan ke adikku bayarannya dibagi dua kan dia makan takoyaki juga, tidak enak soalnya sushinya banyak yang aku tolak lanjut makan," kata Rita.
"Oh, Prita yang membayari, iya memang sushi jenis begitu mahal, Rita," kata Diana.
"Aku suka inarizushi, Rita kamu makan itu tidak?" Tanya Arnila ikut juga.
"Kulit tahu ya? Memang enak kecuali yang bagian daging mentahnya," kata Rita membalas.
"Aku juga tidak suka bagian yang mentah. Kebanyakan lidah Indonesia lebih senang yang matang ya," kata Arnila membalas lagi.
Ney yang membalasnya cemberut kenapa Arnila dibalas, sedangkan punya dia tidak? "Aduh, kenapa punya Arnila dibalas aku tidak ya? Pilih kasih gitu ya?" Ketik Ney di komen Rita.
"Iyalah, irang dia masuk tema nah kamu balas komennya ke gunung padahal kita bahas apa," dibalas dengan yang lainnya.
"Rita, Kita chat di WA saja tidak enak nanti pasti dia akan buat onar di komentar status kamu," kata Arnila memberikan peringatan.
"Ah, masa sih sampai dia berbuat onar," kata Rita tidak percaya.
"Aku kan paling lama kenal sama dia. Memang begitu lama kelamaan dia akan membuat semuanya bubar dan mereka akan ribut parah. Lihat deh di akun dia yang debat tuh banyak akhirnya banyak yang memblok dia hanya tidak sadar. Dia itu haus perhatian," jelas Arnila.
Akhirnya daripada akunnya jadi masalah, mereka pindah chat di dalam WA. Untungnya setelah Ney berkata begitu tidak ada satupun yang membalas, entah mereka memblok komennya atau bagaimana. Syukurlah.
Bersambung ...
__ADS_1