
"Yang aku lihat ya kamu akan mengalami kecelakaan mobil. Besok kamu mau mengajar kan?" Tanya Ney tanpa mempedulikan kekesalannya pada Rita yang pastinya dia sebisa mungkin menahannya. Menurut perasaan Rita, kalau Arnila dan Rita sendiri sudah bertanya soal kemampuannya, dia akan kembali merasa terangkat karena artinya mereka berdua penasaran dan akhirnya akan percaya.
"Setiap hari juga aku pergi mengajar," jawab Rita yang tidak sabar apa sih yang dia lihat dari kemampuan Jin Junnya itu?
"Iya dalam perjalanan pergi menuju ke tempat mengajar itu, kamu akan mengalami kecelakaan. Angkot yang kamu tumpangi itu akan meledak bannya lalu supir banting setir dan menabrak sesuatu, dan kamu akan terluka parah!" Kata Ney sepertinya dia antusias ya pada penerawangan Palsunya itu.
"Astagfirullah!" Seru Arnila. "Penglihatan kamu kok soal musibah terus sih? Yakin itu yang kamu lihat? Bukan kamu yang buat mengada - ada?" Tanyanya yang kurang yakin. Kenapa ya? Apa Arnila menduga sesuatu?
"100% itu akan terjadi! Lebih baik kalau mau aman sih jangan mengajar dulu saja supaya kamu terhindar dari musibah itu. Bilang saja kamu sakit jadi kamu bisa punya banyak waktu lebih chat bersama Alex kan kalian berdua sama - sama bekerja kan jadi waktu untuk mengobrol pasti kurang,"
Ooohohohoh jadi begitu alasannyaaa Rita hanya tertawa membaca komen Ney dan menggelengkan kepala. Woh woh woh saran yang parah banget, apa gunanya hanya untuk menghindari musibah lantas harus berbohong untuk tidak mengajar? Pastinya dia ingin mendapatkan soal kisah mengenai Alex. Tidak semudah itu, Ferguson!
"Tidak aku akan tetap mengajar sayanglah gajiku sudah naik diberi bonus lebih sama kepala sekolah masa hanya penglihatan kamu saja aku harus menyerah? Lagipula Alex sama sekali tidak keberatan kalau kita sama - sama bekerja, waktu mengobrol juga sudah ada jadwalnya. Dia tidak mau mengganggu aku soal bekerja," kata Rita.
"Wah, baguslah Rita! Yang paling top ya kalau Alex orangnya pengertian. Meski kalian saling sibuk tapi masih bisa meluangkan waktu," kata Arnila.
"Iya dong!" Rita senang dengan tanggapan Arnila yang menurutnya Arnila lebih normal daripada Ney. Menyarankan sesuatu hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Kalau memang harus terjadi ya terjadi saja!
"Demi gaji!" Kata Arnila.
"Aku sudah lelah mengajar, berangkat pagi pulang siang, lalu menyiapkan materi mengajar dan tugas buat anak - anak, aku akan terus mengajar dengan rajin meski monoton," Rita bersemangat karena terbayang uang 2 juta bila nanti diberi gaji.
"Ya penting sih uang juga tapi apa kamu tidak takut? Kalau kecelakaan kan kamu mungkin lama tidak bisa chat sama Alex. Bisa - bisa dia cari yang lain lho," kata Ney.
"Tidak apa - apa. Kun Fayakun, yang terjadi pasti terjadi. Kalau dia berpindah tempat selesai sampai disini jalanku dengan dia. Mudah kan. Dia bukan milik aku, aku juga bukan milik dia. Dia mau cari yang lain yang lebih selalu ada on time, ya silakan. Memangnya aku siapanya dia," Benar kan!?
"Iya juga ya siapa yang bisa menghalangi takdir dan musibah?" Tanya Arnila berpikir buat apa takut soal itu.
"Betul! Ada lagi?" Tanya Rita pada Ney.
"Terus setelah kecelakaan pas kamu sembuh, kamu jatuh ke selokan," kata Neh. Wah ini mah penglihatan dia kok jelek terus ya? Memang terlihat jelas kalau dia tidak mau melihat yang bahagia terjadi pada Rita.
"Wah! Kena musibah lagi? Itu doa kamu sepertinya deh," tebak Arnila.
"Tidak kok! Memang begitu yang terjadi!" Ney membela dirinya sendiri. Entah benar atau tidak, Rita tetap tidak gentar menghadapi esok hari kalau benar, ya istigfar saja deh!
__ADS_1
Rita enggan menimpali semua yang dikatakan Ney. Dia sangat kelelahan menghadapi Ney yang tidak mau hilang kesempatannya untuk membuat masalah. Rita kemudian berpindah ke tempat Alex yang sudah menunggunya.
"Sudah dirumah?" Tanya Alex.
"Sudah. Maaf ya Ney chat heboh sih,"
"About? ( tentang? )" Tanyanya heran.
"Your Past ( masa lalu kamu )," jawab Rita.
"Hah!? Dari mana dia tahu tentang aku!?" Alex kaget mengetahui Ney bisa tahu masa lalunya.
"Entahlaaah aku tidak mau tahu juga paling "teman"nya lagi," jawab Rita sekenanya.
"But who? ( tapi siapa? )" Tanya Alex dengan penuh keheranan sampai Ney bisa tahu semua masa lalunya. Itu orang memang kurang ajar dia memberitahu semuanya tentangku tanpa perlu padahal aku sendiri yang nanti akan menceritakannya nya bila waktunya tiba! Sial! Pikir Alex dengan sangat marah.
"I don't know. Temannya bisa jadi Jin Jun, dia kan sangat mengagungkan teman tak kasat matanya,"
"Masa sih dia percaya info dari mereka? Itu kan Jin?" Tanya Alex tidak percaya.
"Astagfirullah! Iya aku tahu seperti apa jadinya lalu sepertinya ada yang ingin kamu tanyakan," kata Alex yang kembali tenang tapi pasti kepikiran sih.
"Aku mau tahu bagaimana menurut kamu. Dia melihat sesuatu soal penglihatan gitu,"
"Oh ya? Apa yang dia lihat?" Tanya Alex.
"Dia bilang besok aku akan mengalami kecelakaan dalam perjalanan mengajar. Mobil angkot yang kutumpangi meledak bannya lalu supir banting setir dan menabrak," kata Rita sambil menunggu balasan dari Alex. Kira - kira bagaimana ya tanggapannya? Apa memang akan kejadian seperti itu atau ...
"Kemudian aku tebak dia bilang kamu terluka parah," kata Alex.
"Tepat!" Kata Rita. Kali ini menurut Rita dia menduga bukan membaca isi hati Rita. Karena kosong sih hahahaha...
"Lalu?"
"Lalu setelah sembuh aku akan tercebur ke dalam selokan," jawab Rita.
__ADS_1
"HAH!? Bagaimana bisa dia memberitahumu apa yang kamu alami selalu soal musibah?!" Bahkan Alex saja bertanya - tanya semuanya soal musibah dan bukan hal yang menuju kebaikan. Ada apa dengan anak itu?
"Jangan tanya. Kamu kan bisa menerawang juga, apa betul aku akan mengalami kecelakaan dan musibah berturut - turut?" Sebenarnya ada perasaan takut soal apa yang Ney katakan meski kebanyakan bohong kata Arnila. Tapi tetap saja Rita tidak mau takut hanya soal hal sepele baginya yang lebih menakutkan hanyalah balasan dari Allah SWT.
"Menurut kalau itu benar bagaimana?" Tanya Alex beberapa saat setelah dia hening.
"Kun Fayakun," jawab Rita.
"Good, girl. Berserah diri dan pasrah. Ya Allah aku tidak menyangka bagaimana mungkin dia memberitahumu soal kecelakaan berturut? Dalam penglihatanku kamu akan baik - baik saja. Kamu ikhlas bila itu terjadi kan, ya sudah tidak perlu takut. Aku yakin kamu tidak gentar setelah tahu kan? Kamu masih ingat dengan saran aku soal Ney?" Tanya Alex ingin tahu apa Rita masih ingat sarannya.
"Jangan terlalu percaya pada kata - kata Ney,"
"Satu lagi?" Tanya Alex.
"Jangan melakukan apa yang dia suruh," jawab Rita.
"Good job you still remember it ( kerja bagus kamu masih mengingatnya ). Tidak semua perkataannya bisa kamu percayai. JANGAN kamu percayai, kamu pasti sudah tahu dia seperti apa aslinya. Menurut aku keterlaluan sekali dia mendoakan kamu yang jelek seperti itu!"
"Tapi Arnila bertanya apa mungkin itu doanya, Ney bilang bukan dia asli penglihatan dia,"
"Don't trust her! ( jangan percaya dia ). Penglihatan baik yang datangnya dari Allah pasti menuju kebaikan, apa yang dia lihat ada kemungkinan harapan dia sendiri atau info dari jin. Yang aku lihat, in sha allah murni harapan untuk kamu agar maju,"
hal itu membuat Rita senang dan tersenyum pada kata - kata Alex. Untunglah dia bertanya pada Alex soal itu.
"Memangnya kalau diberi penerawangan tidak bisa seenaknya? Seperti mengubah yang dia lihat baik lalu dia menyampaikannya menjadi buruk," soal ini Rita sama sekali tidak tahu seperti apa teorinya.
"Itu ada resiko tersendiri. Allah SWT kan tidak gratis memberikan kemampuan sesuatu pada manusia, pasti ada resikonya dan kalau sampai menyalahi aturan seperti yang dilakukan Ney, ada akibat yang besar," jelas Alex.
"Apa tuh?" Tanya Rita.
"I don't know but I'm sure she will take it someday ( aku tidak tahu tapi aku yakin dia akan mengalaminya suatu hari nanti )," kata Alex. Seram juga ya kalau ada balasannya. "Sebenarnya kan penerawangan itu tidak boleh hukumnya,"
'Haram kan," kata Rita.
"Iya karena tidak ada seorang pun yang ada di langit dan bumi kecuali Allah SWT yang Maha Mengetahui, perkara ghaib tapi seperti aku yang bisa lihat itu, bukan keinginan aku tapi berasal dari Allah. Wallahu alam," kata Alex menjelaskan.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...