ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(137)


__ADS_3

"Terakhir mau buat apa?" Tanya Ray yang antusias meski itu artinya putaran terakhir.


"Yang manis ya. Namanya Oreo Regal Cheesecake!" Kata Rita dengan gembira. Begitu juga Prita karena dia penggemar cheesecake.


"ASYIK!!!" Semua keluarganya bersorak bersamaan.


"Kalau oreonya ada sisa, Dryan minta ya!"


"Siap! Tapi tidak janji ya bisa bersisa atau tidak," jawab Rita menghitung semuanya.


"Kan dibuat kue ada kemungkinan tidak bersisa, yan," kata Prita yang juga memperkirakan dengan jumlah cup yang mereka sudah beli.


"Ya sudah tidak apa - apa yang penting nanti bisa makan banyak!" Kata Dryan sambil menjilati mulutnya sendiri membayangkan dessert oreo.


"Tunggu ya yang terakhir adalah dessert. Besok mau bawa 8 saja, karena cair kan takut kalau di paketkan meleber ke mana - mana. Ayo, Pri!"


"Siap, komandan!"


...OREO REGAL CHEESECAKE...


Bahan: 20 keping biskuit Oreo


20 keping biskuit Regal


4 sdm margarin, lelehkan


Cream Cheese secukupnya


20 cup kecil


Keju cheddar, parut


Cara Membuat:


Pisahkan biskuit oreo dengan krimnya,


Hancurkan biskuit Oreo dan Regal sampai halus,


Tambahkan lelehan margarin pada Oreo dan Regal yang sudah dihancurkan, aduk.


Siapkan cup, masukkan Oreo yang sudah dihancurkan ke dalam cup, ratakan.


Tuangkan cream cheese lalu masukkan Regal. Lakukan seterusnya sampai cup habis.


Taburi keju parut di atasnya, dinginkan 30 menit di dalam kulkas.


"Selesai!! Mudah kan?" Tanya Rita ke arah Prita.


"Banget!" Jawabnya yang takjub dengan kerja mereka.


"Sudah selesai? Mana?" Tanya ketiga keponakan yang masuk ke dapur.

__ADS_1


"Nanti ya tunggu 30 menit lalu kita makan bersama!" Kata Rita yang sedang sibuk memasukkan semua cup ke dalam freezer.


"ASYIK!!!" Teriak mereka semua dan semuanya menunggu 30 menit. Selama menunggu, keponakannya tidak sabar dan terus membuka kulkas.


"Hei! Kalau dibuka terus kita menunggunya jadi lebih lama! Nonton tv dulu sana!" Kata ibunya sambil mengusir mereka dari dalam dapur.


Ibu dan bapaknya masih menikmati dumpling sedangkan kakak dan suaminya memakan crabstick. Prita dan Rita sih ya semuanya sambil mengobrol banyak hal. 30 menit akhirnya tiba dan mereka sudah menunggu di depan kulkas, semua orang menggelengkan kepala dan ibu kemudian membuka kulkasnya.


"Ini buat kalian, kita makan bersama," kata ibu.


"Ateu buat berapa?" Tanya Dryan yang tidak bisa melihat kedalam freezer karena badannya masih pendek.


"Kenapa? Mau tambah? Banyaaak banget pokoknya," mereka bertiga nyengir.


"Nanti kalau sudah habis boleh ambil lagi. Sekarang makan dulu yang ini," kata Rita sambil menarik mereka semua ke sofa.


Mereka mengangguk bersamaan dan membawa oreo regalnya masing - masing lalu duduk di sofa.


"Wih! Berhasil semua! Hmmm yummy..." kata teteh mereka yang mencoba memakannya dan sangat puas.


"Iya dong. Keren kan," kata Rita menyombongkan diri.


"Teman kamu mah aneh. Kamu bisa masak bukannya senang bisa jadi saling berbagi malah disangka merebut," kata ibunya sambil sibuk menjilat sendok.


Rita hanya mengangguk, adik dan kakaknya baru tahu soal itu.


"Wah serius? Yang waktu itu kamu kenalkan bukan? Yang orangnya aneh?" Tanya kakaknya mengingat - ingat.


"Memangnya aneh?" Tanya Rita yang tidak mengerti.


Adik dan kakaknya menepuk dahinya, Rita benar - benar sama sekali tidak peka terhadap satu temannya itu.


"Aneh! Kamu juga aneh, memang kamu tidak bisa lihat dia itu aslinya bagaimana? Hmmm bagaimana ya bilangnya? Susah juga supaya kamu mengerti. Oh! Bukan tipe teman yang baik deh," kata tetehnya menjentikkan jarinya. Tetehnya berusaha sebaik mungkin mencari kalimat agar Rita bisa mengerti karena Rita orangnya kurang peka.


"Teteh lihat apa sih?" Tanya Rita.


Tetehnya Rita, Rin memiliki kemampuan dia bisa melihat seseorang tapi hanya dalam mimpinya. Siapapun orang yang sedang dekat dengan salah satu anggota keluarganya pasti dia selalu tahu dan bisa lihat hantu juga. Sampai latar belakang orang juga teteh bisa tahu. Kemampuannya sangat luar biasa hanya teteh sudah menyadarinya sejak SMP. Kadang tetehnya bertanya pada Rita soal yang aneh terjadi dalam rumahnya, apa dia bisa melihat "mereka". Tetehnya yakin Rita juga memiliki kemampuan tapi masih tersembunyi dan sebagian ada yang sudah terbuka, tapi melihat kelakuan Rita sepertinya belum sadar. Mungkinkah dari ketahuannya kemampuan Rita yang lebih besar itu membuat kakaknya menjadi sinis? Wallahu alam.


"Aneh bangetlah pokoknya. Keluarganya juga dalam lingkarannya, tidak biasa. Seperti ada perdukunan ilmu hitam gitu, semacam itulah. Dia bisa membaca pikiran kamu atau orang - orang tapi kemampuannya malah disalahin aturan. Kalau dia menerawang apapun kamu jangan sampai percaya," kata tetehnya.


"Wah, memangnya dia bisa menerawang?" Tanya Prita.


"Kok tahu?" Tanya Rita kebingungan.


"Tahu dong. Tapi penerawangannya salah semua dan dia membalikkan yang dia lihat harusnya A, sama dia dibalikkan jadi E. Itu kan menyalahi aturan entah tujuan apa yang dia punya. Penerawangannya itu tidak mutlak karena kemampuan yang dia punya hasil pengajaran Bapaknya deh,"


"Hah? Bukan turunan atau langsung dari pemberian Allah SWT?" Tanya Rita terkejut. Soal kakaknya tidak mungkin berbohong.


"Ah, kamu! Jangan mengada - ada!" Kata ibunya yang memakan lagi oreo regalnya.


"Ih, beneran bu! Teteh lihat banget itu mereka buat lingkaran. Aneh sih, mereka Islam kan? Tapi yang teteh lihat sewaktu bayi, teman kamu sudah dikasih wejangan gitu. Seperti ada upacara tengahnya ada dukun kelas berat. Makanya aneh, dari kecilnya juga lebih sering bicara sendiri dia," kakaknya lalu ambil crabstick lagi.

__ADS_1


"Aku kurang tahu sih masa kecilnya tapi kata ibunya dia pernah mengalami bully sama teman terdekatnya. Apa itu karena kemampuan dia, teh?" Tanya Rita.


"Iya. Karena dia suka bicara yang aneh yang dia lihat kebanyakan halusinasi ada yang rusak di otaknya. Kasihan sih tapi kalau kamu dekat sedikit saja, dia pasti buat masalah ke kamu. Apalagi kalau kamu misalkan ya kenal seorang lelaki tampan, bernegara bukan Indonesia, habis!" Kakaknya menatap tajam ke arah Rita. Dia yakin Rita sedang dekat dengan seorang lelaki berkebangsaan Malaysia tapi tetehnya juga tahu, jangan sampai ibunya tahu.


Rita membalasnya dengan tatapan wajah yang datar. "Hohoho," jawab Rita.


"Namanya..." Rita lalu memotong sambil berbisik,


"Tidak ada dessert lagi," kata Rita dengan wajah datar.


Tetehnya langsung bereaksi seakan lupa ingatan saat ibunya menanyakan kebenarannya.


"Duh, kurang zat manis nih. Teteh mau ambil lagi ya dessert nya," sambil berlari menuju dapur.


Prita tertawa cekikikan tahu diancam makanan lebih berbahaya daripada diancam yang lain. Karena memang lezat sekali dessertnya.


"Memang ada?" Tanya ibunya ke arah Rita.


"Banyaaaakkk." Jawab Rita yang tidak peduli.


"Pokoknya kata teteh sih kamu jangan dekat banget sama Ney. Dia parah total orangnya tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan. Kalau nanti dia bicara soal kamu yang jelek, itu mah ke diri sendiri. Karena dia tidak suka kepribadian yang kamu miliki dan dia sangat iri. Enaaak teteh bawa ya boleh ke rumah hehehe," katanya sambil membungkus beberapa dessert dan makanan lainnya.


"Di jaman seperti sekarang masih ada saja hal seperti itu?" Tanya Prita yang miris.


"Yah, itu ada buktinya. Kata teteh sih, sudah cukup deh kamu jangan terlalu dekat sama dia. Siapapun yang dekat dengan teman kamu itu, akan selalu mendapat masalah. Dia suka buat banyak masalah dengan siapapun ya bukan hanya kamu saja. Mereka berlima dengan sahabat kamu di perkuliahan sudah cukuplah. Pertahankan mereka saja, dia tidak penting,"


"atuh, dengar apa kata teteh nih kamu aneh masih saja bertahan padahal sudah sering disakiti," kata ibunya.


Rita hanya terdiam sambil memakan kuenya. Ketiga keponakannya yang sudah habis minta ijin untuk ambil lagi lalu Bapak mengambilkannya.


"Tapi kan Bapaknya diberikan kedudukan tinggi masa iya sih sampai ke dukun segala?" Tanya Rita yang sangat aneh. Sudah dapat posisi tinggi kenapa masih harus ke dukun?


"Ah, tetap saja, Ri mau dikasih tempat tinggi, banyak uang bisa saja kan punya ilmu hitam untuk mempertahankan semuanya. Teman kamu suka sholat?" Tanya tetehnya lagi.


"Tidak," Jawaban Rita membuat semuanya memandangi dia.


"Serius?" Tanya Prita yang tidak percaya.


"Rita kan yang paling sering main ke rumahnya dan lihat secara langsung, Ney seperti apa. Otomatis kami akan tahu semua meski dia tidak mau, apalagi kamu orangnya sensitif pasti ketahuan,"


"Seriuslah. Dia jarang mengerjakan sholat lima waktu tapi tajin sholat Tahajud," jelas Rita.


"Wahahaha parah banget! Yang wajib jarang dikerjakan, yang sunah malah rajin. Salah! Kamu tahu kan?" Tanya kakaknya. Rita mengangguk iyalah! Mana kuliah di lingkungan Islami juga.


"Sudah kasih tahu Ney?" Tanya ibunya.


"Miliaran kali!" Jawab Rita.


Ketika ia melaksanakan sholat Sunnah, berarti ia lebih mementingkan kesunnahan daripada kewajiban dan hal itu jelas tidak diperbolehkan. Bahkan menurut Imam Zarkasyi, sholat sunnah yang ia lakukan dihukumi tidak sah.


Rasulullah bersabda, "Pertama kali yang diwajibkan atas umatku adalah sholat lima waktu, pertama yang terangkat dari amal mereka juga sholat lima waktu, dan yang akan ditanya dari amal mereka adalah sholat lima waktu."

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2