
"Ok toh tidak akan sampai hamil juga kan," kata Rita yang berpikir biasa saja.
Alex tertawa terlihat jelas kalau Rita sebenarnya takut. Sayang sekali tapi hal itu yang membuat Alex semakin menyayanginya. Dia juga tahu kalau Rita memang bukan sembarang perempuan yang sudah biasa dia temui.
"Yah kan imajinasi jadi tenang saja. Aku tahu fantasi liar kamu sangat hebat suatu keuntungan untukku supaya bisa mengeluarkan cairan tanpa perlu melakukannya. Cukup membayangkan kita melakukannya, membuat aku puas. Kita mulai lagi ya. Wanna more?" Tanya Alex yang masih tertawa.
"Sudah ah! Pusing tahu! Kita mengobrol yang lain saja, bagian ini lebih baik kamu lakukan kalau sudah menikah saja," kata Rita yang memang sudah bosan.
"Ahhh sial kenapa harus bertemu kamunya setelah aku banyak makan racun? Coba sudah lama sebelum ketemu mantan. Mainnya pasti seru hahahaha," kata Alex agak menyesal.
"Sekarang pasti sudah punya Alfarizki Junior tuh," kata Rita.
"Satu tim futsal. Hahahaha uhhhh aku serius gemas sama kamu ingin memeluk dan mencumbu kamu. Please ya give your lips just that, pleaseeee," kata Alex memohon. Seakan dia haus dengan bibir Rita yang belum pernah tersentuh bibir mana pun.
"Ih kamu aneh permintaannya baru kenal sudah banyak minta," kata Rita baru kali ini dia mengalaminya.
"Ayolaaah hanya kissing saja," kata Alex memohon.
"Aku tidak yakin deh biasanya berawal kissing merembet ke yang lain," kata Rita.
"Ya kalau kamu mau..." kata Alex.
"Idih! Hmmmm ya oke deh kissing saja ya hanya sampai situ tapi tidak bisa lebih dari itu!" Kata Rita.
Alex bersorak. "Tubuh kamu istimewa tapi bibir tidak?" Tanyanya.
"Tidak," jawab Rita langsung.
"Kenapa?" Tanya Alex heran.
"Karena bibirku sering aku pakai mencumbu," kata Rita membuat Alex bangkit duduk dari kasurnya.
"WHAAAAT!?!? HOW COULD YOU...!" Seru Alex yang agak marah. Bagaimana bisa hijab lalu sering mencumbu. "Jadi hijab kamu itu kamu gunakan sebagai kedok. I KNOW IT!" Seru Alex geram sekali, dia mondar mandir sambil marah-marah.
"Kenapa ai kamu? Kamu makan pakai apa? ANSWER!" Teriak Rita.
Alex yang membacanya kemudian terdiam, dia lupa kalau Rita sangat polos jadi dengan ragu dia menjawab. "Ya dengan piring laa kamu ini bodoh ya," katanya.
"Bukan bego, pakai mulut laa! Piring itu alatnya memangnya aku nanya nama alat? BACA YANG BENAR! IDIOT!" Seru Rita membuat Alex bengong.
"Errr...." kata Alex yang otaknya berhenti berjalan.
"Aku punya kelinci kalau sayang dia aku suka cumbu kepalanya karena aku sayang. Aku juga suka mencumbu lipstik, lip balm. Kalau bibirku berharga, aku tidak akan menggunakannya dalam bentuk apapun. PIKIIIIRRRRR makanya otak jangan sering dipakai yang mesum, diajak mikir ringan jadi tidak menyambung. RESE! Sana goyang sendiri lu!" Marah Rita.
__ADS_1
"OALAAA MAAAAAFFF!! Aku kira... maafkaaaaaan RITAAAA๐ญ๐ญ๐ญ!" Seru Alex yang akhirnya tersadar.
"Benar kamu serius mengaku salah?" Tanya Rita kesal.
"Iyaaaa aku berlutut minta maaf nih," katanya yang memang sedang berlutut sambil kedua matanya mengeluarkan air mata.
Bayangkan ya mantan playboy pernah begituan tapi aslinya anak cengeng dan manja๐๐๐aneh sekali.
"Ya sudah aku maafkan. Baca dulu aku kan belum selesai," kata Rita sudah tidak marah lagi.
"๐๐Habisnya aku kan sudah sering tertipu jadi..." kata Alex sedih sekali.
"๐๐๐," kata Rita tidak bisa berkomentar apapun.
"Tapi janji ya kamu mau memberikan bibir kamu untukku nanti kalau kita bertemu. Hanya bibir saja hehehe ๐๐," kata Alex yang masih ingat.
"Iya iya kenapa sih apa pentingnya juga bibir? Toh kamu sudah sering makan bibir orang," kata Rita merasa aneh.
Bagi Alex bibir Rita sangat istimewa apalagi dia menerawang Rita bibirnya sama sekali tidak pernah dia pakai untuk kalimat jelek. Kecuali kalau orang seperti dirinya yang dia hadapi. Dulu sekali Rita rajin melafalkan Al Qur'an, ucapannya sering dia gunakan untuk mendukung orang atau teman yang butuh bantuan. Lisannya sama sekali tidak pernah mengeluarkan ucapan minus kecuali kalau sudah tidak tertahankan.
Alex juga melihat dari foto bibirnya Rita masih tersegel karena masih segar meskipun usianya sekarang memasuki 30+. Itulah yang membuat Alex penasaran, juga dia tahu daya imajinasi Rita Unlimited. Yang lebih membuat Alex tertarik mengenai pernyataan Rita yang sama sekali belum pernah melakukan zina. Yah tampak jelas bajwa perkataannya jujur karena tidak mengerti soal posisi gaya hubungan intim. Berbeda dengan perempuan yang pura-pura.
"Kamu selalu buat aku penasaran sih. Dan menurutku bibir kamu sangat berharga kalau kamu tahu, setiap ucapan kamu bisa membuat orang lain bangkit," kata Alex.
"Itu apalagi makanya aku bilang ingin tubuhmu kan. Karena... kamu itu dari ujung rambut sampai ujung kaki sangat berharga dan aku ingin memiliki kamu semuanya. Hanya buat aku. Inginnya," kata Alex. Dia sadar Rita terlalu bagus untuknya tapi tidak memungkiri kalau dirinya ingin Rita hanya untuknya seorang.
"Dasar!" Kata Rita.
"Nanti bertemu aku tidak akan pernah melepaskan kamu, mau kamu seperti apapun bentuknya. Lihat saja nanti," kata Alex.
"Apa iya? Aku tidak mau terlalu pede. Terserah Allah saja. Sudah keluar cairannya?" Tanya Rita penasaran salahnya juga malah diajak mengobrol.
"Sudah hehehe," kata Alex malu-malu. Hanpir saja dia lupa sekarang sudah memakai baju yang lengkap.
"Bagus deh. Hanya imajinasi saja tapi sudah heboh ya," kata Rita mendengus.
"Iya iya astagaaa ini semuanya imajinasi laa bantu aku mengeluarkan cairan. Kamu juga tahu kan hanya baca kalimat dari kamu saja, aku langsung memuncak. Aneh sekali kalau dari kalimat saja sudah begini apalagi kalau nanti prakteknya," kata Alex keheranan. Baru kali ini dia tidak perlu bersusah payah mencari perempuan hanya untuk mengeluarkan cairan.
"Masa sih? Kamu bohong ah memangnya mantanmu tidak ada yang bisa?" Tanya Rita agak ragu.
"TIDAK ADA. Serius! Makanya aku aneh kamu punya daya tarik sehebat ini," kata Alex.
"Kalau betulan, bisa buat kamu lebih puas atau kesusahan?" Tanya Rita.
__ADS_1
"Puas sekali laa bisa aku minta sehari 6x hehehe," kata Alex mengakui.
"Gila! Jadi... lanjut?" Tanya Rita.
"Kita sudah saja deh, aku juga merasa tidak enak kalau begini terus. Maaf ya kamu jadi pelampiasanku," kata Alex menyesal.
"Hufff, kalau memang menyesal kenapa kamu tidak hentikan? Aku juga merasa tidak benar melakukanbya meski imajinasi," kata Rita yang akhirnya lega.
"Iyyyuuuhh mandi sana!" Kata Rita agak merinding juga.
"Hahaha iya sebentar ya," kata Alex yang kemudian melangkah ke kamar mandi. Dia sangat puas! Hanya Rita yang mampu membuat gairahnya keluar tanpa dia minta. Dia mencuci rambutnya dengan gaya yang keren.
Keluar kamar mandi lalu Alex memakaikan baju yang lain, karena belum makan dia sudah meminta pada pelayan untuk mengantarkan makanan. Setelahnya dia rebahan mengingat kejadian tadi entah kenapa membuatnya malu.
"Kenapa aku lakukan itu ya? Pasti Rita merasa tidak enak. Iyalah, dia kan berhijab astaga begonya aku! Harusnya aku tidak egois, tidak memikirkan hanya hasrat aku saja tapi juga memikirkan keadaan Rita," kata Alex yang terus menyalahkan dirinya.
Kalau begini, apanya yang tobat? Sama saja mengajak Rita untuk berzina meskipun hanya imajinasi. Makan malam datang dengan dibawakan oleh pelayan muda. Dia tentu saja malu memandangi tuannya yang habis mandi.
"Makan malamnya silakan," katanya menaruh di tempat lain.
Alex kelaparan karena kegiatan tadi. Dia makan dengan lahap dan menyadari pelayan muda itu menunggunya. "Kamu bisa meninggalkan ini disini nanti kalau sudah, saya panggil. Daripada kamu menunggu disini lama," kata Alex.
"Tidak apa, Tuan. Saya disuruh menunggu Tuan selesai makan. Biar saya tuangkan jusnya," kata pelayan muda itu dengan cekatan.
Alex tidak banyak bicara lagi menurutnya pelayan itu tengah memandanginya dengan tatapan memerah. Memang Alex terlihat gagah, seksi dan super ganteng apalagi setelah mandi. Pelayan muda itu menggigit bibir bawahnya, pikirannya pasti melayang. Mimpi apa dia mendapat majikan Tuan Muda yang tampannya tiada bandingan.
Alex tahu tatapan macam apa itu, pelayan itu pastinya berharap digoda olehnya tapi Alex sudah lama tidak mau melakukannya, apalagi sekarang dia merasa bersalah pada Rita. Ponselnya berbunyi ada pesan dari Rita, sayangnya dia agak jauh dari kasurnya.
"Tolong ambilkan bimbit ( ponsel ) saya," kata Alex menunjuk ke kasur.
Pelayan itu berjalan ke kasur tanpa sengaja dia melihat siapa yang menyapanya. Dengan terkejut mengetahui Rita masih ada di kontaknya, tapi bagaimana bisa? Kali ini dia mendapatkan nama aslinya.
"Tuan, Nona ini kenalan Anda?" Tanyanya penasaran.
"Ah iya, saya kenalan sama dia tahun lalu. Kenapa?" Tanya Alex tanpa memandanginya dan mengambil ponselnya.
"Menurut saya Tuan harus berhati-hati, wanita ini tidak baik meski dia memakai tudung ( hijab )," kata pelayan itu.
"Terima kasih," kata Alex.
Pelayan itu tersenyum bangga sudah berbuat yang benar. "Sama-sama, Tuan," katanya berdiri lagi di sampingnya.
"Tapi masalahnya saya yang paling tahu dia seperti apa dan selama kenal dia, sayalah yang nakal. Dia selalu membimbing dan menasehati saya. Jadi kamu jangan coba mencampuri hidup saya. Terutama... menghapus kontak dia," kata Alex menatap tajam ke arahnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG ...