
"Anyway, kamu memang jago banget ya buat karangannya sampai bikin aku puas dua kali," kata Alex yang sedang senam karen kemarin sudah sampai puas kenikmatannya.
"Mau lagi? Sudah malam kan," kata Rita tapi dia juga kelelahan.
Alex menggigiti bibir bawahnya dan memang dia masih ingin lagi kalau Rita bisa. Tapi tampaknya Rita kelelahan apalagi dia menghadapai banyak rintangan hari ini. Jadi dia tidak mau membuat Rita pingsan, mungkin lain kali ya di episode lain hehehe...
"Kapan - kapan lagi saja, aku tahu kamu kecapean kan pasti tadi pagi sampai sore ini, kamu banyak menghadapi seseorang," kata Alex sangat tahu meskipun pekerjaannya pun sudah menumpuk menunggu disentuh olehnya.
"Iya ih.. Soal siapanya kamu pasti tahu kan," kata Rita.
"Kalau saja bisa bertemu secara asli, aku akan lebih senang menyambut bibir kamu," kata Alex yang sangat ingin bertemu dengan Rita tapi keadaannya yang masih belum memperbolehkan mereka bertemu.
...~~ Cieeee Authornya saja belum bertemu pemeran tokoh utamanya masa iya mendahului isi novelnya? HAHAHA sabar ya Pembaca... ~~...
"Hayooo sebenarnya masih ingin ya? Tapi masalahnya aku sedang tidak antusias untuk mengarangnya," kata Rita dengan malas dan rebahan di kasur. Dia juga memakan keripik setan itu dengan nikmat, baru habis 3 bungkus.
"Hehehe iya sih. Aku membayangkan kamu terus, kalau nanti bertemu aku boleh ya kiss kamu," kata Alex sambil malu - malu. Nih orang benar - benar deh sampai pesan seperti itu tapi tidak apa - apa, kenyataannya entah akan seperti apa hihihihi.
"Aku bukan pacar kamu lho. Berani banget, apa kamu seperti itu sama semua perempuan? Patut sekali aku mempersiapkan raket listrik deh!" Kata Rita, dia memang was - was jadinya berhubung Alex menurutnya memang agak mesum.
"NOOO! Serius. Baru kamu seorang," Alex panik pastinya Rita berpikir memang dia seorang mesum sejati.
"Benar? Awas saja ya kalau kamu bohong. Nanti bertemu pasti terjadi sesuatu," kata Rita mengancam. Apa benar baru sama dia seorang dia begitu?
"Ya jujur saja deh kamu yang kedua. Pertama yang sudah meninggal tapi hanya kiss saja," kata Alex mengakui daripada dia terkena efek ancaman Rita.
"Tuh kan. Gila deh. Setelah you kiss me, lalu aku pukul kamu pakai raket!" Kata Rita.
"๐ญ๐ญ๐ญ๐ญkasihanilah wajahku ini masa kena pukulan juga?" Tanya Alex yang merana memikirkannya.
"Ada sih yang tidak mungkin kamu terkena pukulan. Melakukannya tidak berdosa pula," kata Rita nyengir.
Alex terkejut. Ada? Seriuslah? "Sure. How?" Tanyanya ingin tahu.
"Married me," kata Rita sambil senyum - senyum. ingin tahu seperti apakah responnya.
Alex tertawa keras membacanya, benar juga ya ada juga cara yang lebih aman tapi Alex penasaran apakah Rita hanya ingin tahu reaksinya saja? "You want with me?"
"Aku kan hanya bilang ada cara lain kan yang tidak berdosa kalau kamu sedang ingin dan rebahan aman. Alex apa wajah kamu memerah saat membacanya?" Tanya Rita sambil tertawa.
"๐๐๐," balasnya tanpa ada kalimat lain.
__ADS_1
Sontak Rita memegang perutnya menahan tawa sambil tersedak bumbu keripik setan lalu secepatnya meminum Cimory Yoghurt ( Iklan ) karena telinganya seperti mengeluarkan asap! ๐๐
"Tapi jangan deh kalau kamu hanya menikah untuk kebutuhan 'Adik' kamu saja. Kalau menikah hanya karena horny bentuk badan wanita sih lebih baik kamu cari perempuan jalanan dan jangan menikah. Aku sih ingin ada yang mencintaiku tulus luar dalam," kata Rita.
"Aku juga begitu maksudnya ingin ada seorang wanita yang mencintaiku luar dalam. Jadi bagaimana?" Tanya Alex.
"Maksudnya bagaimana? Menikah? Kamu mau sama siapa?" Tanya Rita mengira Alex menanyakan soal itu.
"๐๐bukan. Itu... kalau nanti kita bertemu apa aku boleh kissing?" Tanya Alex. Nih orang ya harus diapain coba ya supaya mengerti.
"Kissing aspal boleh boleh saja kok," kata Rita tertawa.
"Bibirku terlalu berharga untuk mencium aspal. Ini hanya diperuntukkan untuk manusia," jawab Alex.
"Kalau aku menolak bagaimana?" Tanya Rita yang memang mereka tuh apalah..?
"Aku punya banyak cara agar dapat kiss dari kamu," kata Alex menyengir dengan jahil.
"Pasti seperti kamu panggil nama aku, terus tiba - tiba kamu kiss bibir aku kan? Sedetik tapi bagi kamu berarti," tebak Rita.
"......... why you know laaa. Pasti dari film kan," kata Alex sebal sepertinya semua trik yang dia punya.
"Damn! Sepertinya caraku yang biasa tidak akan bisa dihadapan kamu ya? Atau kamu mau memilih aku meledak?" Tanya Alex dengan jalan lain.
"Meledak atau aku tampol lebih keras? Yang mana? Kamu berani meledak di depan publik? Warga Indonesia akan beramai - ramai menghajar kamu!" Kata Rita sedikit mengancam.
"Yang benar sajaaaaaa....๐ญ๐ญ๐ญ. Hanya kiss tapi sulit sekali sih hanya kamu saja baru kali ini sampai harus mendaki dulu?" Tanya Alex yang frustasi. Tapi justru itulah yang dia sukai dari Rita, berbeda dengan wanita yang ditemuinya yang langsung mengijinkan dia bertindak. Tapi Rita... dia akan menghadapi peralatan olahraga yang dia punya kalau macam - macam.
"Yakin kanu bisa kissing?" Tanya Rita, dia lupa kalau Alex ahlinya dalam hal itu.
"Eh?? Are you forgot?" Tanya Alex membaca pertanyaan Rita.
"Apa? Lupa apa ya? Aku kan tanya. Meski bibir kamu lebar ada juga orang yang bingung kalau mau mencium perempuan," kata Rita merasa aneh.
"EH?? Kamu benar - benar lupa? Aku kan dulu Playboy," kata Alex yang malah mengingatkan. Bodoh memang๐๐..
"Kamu pure bodoh ya," kata Rita menepuk dahinya.
"Kenapa sih?" Tanya Alex yang makin bodoh.
"Kamu ingin aku melupakan kamu yang jelek tapi kamu malah mengingatkan. Asli bodoh banget!" Kata Rita dengan ekspresi datar.
__ADS_1
"HAHAHAHAHA I FORGOTTTT!!" Teriak Alex yang baru sadar. Padahal Rita benar - benar lupa akan pekerjaan masa lalunya Alex tapi malah tidak percaya dan malah mengingatkan.
"Nanti kalau kamu mendapati aku lupa lagi siapa kamu di masa lalu, kalau kamu merasa itu yang terbaik jangan diingatkan kecuali kalau kamu ingin selalu diingat olehku seperti apa kamu dulu, terserah. Kalau aku sampai lupa, artinya itu sudah tidak berarti lagi. Bisa - bisanya malah kamu sendiri yang mengingatkan," kata Rita yang tidak mengerti.
Alex masih tertawa dan menyumpahi dirinya sendiri yang ternyata Rita benar gampang pelupa. Begitu juga Rita, bayangkan malam - malam mereka masih saja chat dan tertawa. Di sisi lain Ney menerawang dan melihat kalau Rita masih saja chat dengan Alex tapi sedikit pun Rita tidak pernah lagi menceritakannya. Kehilangan? NO. Ney hanya menjadi kekurangan informasi lagi, mau bertanya pun Rita tidak menjawabnya.
"Rita, kamu masih chat sama Alex jam segini?"
"Sudah jam 1 lho memangnya besok kamu tidak mengajar?"
"Cih, kok gue tidak dipedulikan sih? WOI! Punya gebetan saja teman dibuang!"
"RITA!!"
Begitulah. Ney chat berkali - kali pun, Rita tidak pernah membalasnya dia sudah terlalu asyik chat dengan Alex sampai saling menggoda. Ya ampun kapan ya mereka bisa dipertemukan agar tidak ada lagi kesalahpahaman. Meskipun banyak sekali rintangan dan ujian yang akan Rita hadapi bersama dengan Alex. Ney sangat kesal tapi dia juga menyadari sewaktu pendekatan dengan Syakieb, dia juga melemparkan mereka berdua begitu saja. Meski begitu, ternyata mereka senang - senang saja Ney tidak ada di sekitaran mereka. Tidak ada kabar mereka padanya, tidak ada yang penasaran bagaimana Ney atau apapun.
Malah sekarang saat dirinya tidak mendapatkan cerita atau kabar dari Rita, dia sendiri yang heboh! Seperti kehilangan tapi bukan karena kesepian hanya tidak ada lagi orang yang bisa memberinya informasi terkait Alex. Orang kalau memang benar punya niat ikhlas membantu temannya, bukan dia yang kepo melainkan temannya. Lagipula dari caranya membantu Rita juga sudah salah. Lalu masih saja terus memaksa kalau dia sudah banyak membantu, soal jurig - jurig pun atau soal Sixth Sense, Rita paling malas membahasnya.
Kalau dengan Ney, Rita merasa masuk ke dunia perkolotan๐๐๐. Karena isinya tentang pendapat dia, soal Alex yang status keluarganya tinggi - tinggi, penglihatan dia, dia dia dan dia. Malas kan? Memangnya hidup semuanya tentang dia? Entah apa yang merasuki otaknya saat dia menceritakan seperti apa Alex. Dita tahu temannya penakut tapi dia terus menakut - nakutinya, ya tidak salah juga kan kalau pada akhirnya semua orang memilih menjauh daripada dekat dia.
Rita melihatnya tapi membiarkannya, sekarang waktunya dia dan Alex. Besok rita tidak ada jadwal jadi bisa bersantai, Ney berencana akan ke rumahnya yah dengan misi selingan sih. Tapi chatnya pun sama sekali tidak dibalas, dia ragu untuk datang ke rumahnya Rita.
"Sepertinya Ney chat kamu ya?" Tanya Alex. Dia melihat di inboxnya Ney menanyakan soal Rita.
"Ada tapi biarkan saja. Dia chat kamu ya?" Tebak Rita. Itu mah sudah pasti karena Alex pernah menghubunginya tapi pasti Alex lupa mematikan inboxnya makanya Ney bisa menghubunginya.
"Tahu saja, iya dia bertanya apa aki sedang chat dengan Rita. Kamu mau aku menjawab apa?" Tanya Alex menunggu.
"Pastilah tahu. Dia kan senjatanya kamu, kamu satu - satunya orang yang akan selalu membela dia. Ah, aku malas chat sama dia. Balas saja 'Iya jangan ganggu. Rita malas chat sama kamu, sekarang waktunya chat dengan Alex. Waktuku terbuang percuma chat sama kamu!' Begitu saja," kata Rita. Alex tersenyum dan menyampaikan hal itu lalu mematikan inbox ke Ney. Alex memang tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk Ney yang berusaha mencari informasi.
Ney lalu menunggu dan membaca balasan Alex. Dia kaget ternyata pesan itu ditujukan dari Rita untuknya. Setelah itu tidak ada tambahan apapun dari Alex dan Ney juga tidak bisa membalasnya. Ney melemparkan ponselnya ke lantai dan kesal lalu menidurkan dirinya dan terlelap begitu saja. Besok dia pasti akan datang ke rumahnya dan meminta penjelasan.
"Sudah aku kirim. Kamu tidak mau chat dia?" Tanya Alex.
"Mau buat aku marah? Aku membalas perlakuan dia yang membuang aku saat dia tengah pendekatan ke paman kamu. Bagaimana rasanya? Entah dia sadar sama perilakunya atau tidak. Kamu tidak mau chat sama aku karena aku menolak Ney?" Tanya Rita yang sudah siap akan tidur.
"Tidak. Aku senang kita mengobrol karena waktu kita sedikit kan. Besok kamu kerja?" Tanya Alex sedih.
"Besok aku libur hehehe.. sekarang aku punya jadwal libur karena ada guru baru, jadi mulai sekarang akan kena Shift. Aku juga merasa kita chatnya sedikit ya meski sudah banyak episode," kata Rita senyum. Keadaan rumah sudah sepi makanya Rita menahan tawanya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1