ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(336)


__ADS_3

"Kalau kita perhatikan dia downnya karena terlalu lembut ya gerakannya, makanya saya sarankan ke dia kalau lagi rehat shift, lihat cara kerja pegawai lain. Kamu tiru cara kerja mereka, pasti berkurang lelahnya," kata karyawan A sambil membersihkan kursi.


"Rita mau ikuti? Dia itu kan susah menerima saran orang lain," kata Ney sambil memperhatikan dia bekerja.


"Tidak kok dia sangat menerima saran dan kritik. Lihat saja saat kamu kerja disini, kemampuannya semakin baik kan ya begitu hasilnya. Sepertinya kamu salah menilai dia deh," kata A dengan tatapan yang aneh pada Ney.


'Masa sih? Setahu aku dia kalau diberi tahu atau saran apapun selalu melawan deh. Kok semua yang aku tahu berbeda ya?' Pikir Ney yang masih belum percaya tapi melihat orang - orang disini semuanya sama, apa selama ini dia yang salah?


"Aku sudah kenal dia bertahun - tahun masa sampai salah menilai?" Tanya Ney kepadanya.


"Ya berarti itu kamu yang salah melihat kepribadiannya. Mungkiiiin kamu lebih suka melihat yang jelek lalu kamu tempelkan itu pada pemikiran kamu padahal Rita baik banget orangnya. Aneh banget sih kalau kami sudah lama kenal tapi yang kamu lihat jelek - jeleknya, itu justru patut dipertanyakan," kata A yang kemudian berlalu pergi dengan temannya.


Yang lainnya setuju, mereka baru kenal Rita selama 3 bulan memang tidak ada masalah. "Ada yang membuat kamu iri ya makanya kamu hanya bisa melihat jeleknya saja?" Tanya karyawan lain yang juga sedang istirahat.


Ney tidak menjawab. Tapi dari diamnya itu terjawab sudah. Kalau bukan pasti membantah kan. Ney malah sibuk mengelupaskan kulit kayu yang sudah mulai lapuk. Untungnya kayu itu memang sudah tidak terpakai.


"Sepertinya begitu," jawab Yen kepadanya sambil berbisik pada temannya.


"Dia belajar dengan cepat hanya 2 hari besoknya sudah seperti orang baru saja tapi tidak disangka fisiknya ternyata malah berbanding terbalik dengan tekadnya. Kalau sampai muntah darah apa dia memaksakan diri ya?" Tanya Boni sambil termenung.


"Bukan kok, dia memang senang kan kerja disini kata Bos, soal kuliah dan tugasnya yang menumpuk lalu dia juga kan bekerja dari subuh sampai jam 4 memang lumayan berat," kata Aura yang tiba - tiba datang.


"Tapi dia masih bekerja disini kalau sudah sembuh?" Tanya Ney yang ingin tahu.


"Masih dong kontraknya masih lama dia disini. Kamu tidak menjenguk dia? Kamu kan temannya," kata Aura memandangi Ney.


"Iya nanti saja sekarang kan lagi parah - parahnya biar dia rehat dulu saja," kata Ney dengan ragu akankah dirinya menjenguknya atau lebih baik berlatih?


"Kalau kamu mau, kita bareng saja ke rumahnya sekitar hari ke 6 saya, bos dan Sona mau datang ke rumahnya," kata Aura.

__ADS_1


"Aku sendiri saja, Mbak. Sekalian pulang dari tempat kuliah langsung ke rumahnya," katanya yang menolak pergi bersama.


"Ya sudah kalau begitu. Oh iya nanti ada kemungkinan kita tidak bisa masuk kerja karena ada keperluan tapi kalian bekerja seperti biasanya ya. Jangan lengah!" Kata Aura dengan semangat.


"Siap!" Kata mereka semua. Ney mendengarnya dan berpikir dia akan lebih bisa santai lagi saat bekerja nanti pastinya Apollo juga tidak ada. Ternyata ada bagusnya juga Rita sakit.


Oke, kita kembali ke tempat Rita yang masih sakit. Alhasil selama beberapa hari dia tidak bisa memegang ponselnya dan sama sekali tidak bisa memikirkan apapun. Kepalanya pun berputar - putar karena vertigo juga untungnya dia sudah tidak muntah lagi. Keponakannya selalu siap membantu apapun supaya Rita cepat sembuh, tentunya mereka meminta ijin untuk minta cemilan yang masih ada sedikit dalam lemarinya.


"Ambil saja. Nanti biar enin yang bilang soalnya Ateu sedang tak bisa bicara." Kata ibunya Rita menyilakan mereka mengambil semua cemilan. Rita memang lupa tidak mengisi lagi karena sangat sibuk.


Rita hanya bisa mendengar apa yang mereka katakan dan yah, menyerah tidak apa - apa biar mereka saja yang habiskan sisanya. Demamnya pun masih belum bisa turun banyak dan hanya bisa berbaring saja. Makan pun agak susah hanya bisa menelan air minum, untungnya dokter memberikan serbuk vitamin. Alex pun datang karena masih cemas dia juga sedih tidak bisa membantu menurunkan demam Rita dengan kemampuan yang dimilikinya. Sakit yamg dideritanya memang harus sembuh dengan sendirinya tidak bisa dibantu oleh siapapun.


Oke kita tinggalkan saja ya cerita soal Rita karena dia sedang sakit jadi Author tidak banyak menceritakan mengenainya. Jadi kita pindah saja kepada Tuan Alex yang sedang kebingungan. Rohnya sudah kembali ke tubuh aslinya karena tidak bisa berbuat banyak untuk Rita. Dia juga menyesal sekali karena sudah membentak lalu mengatakan punya pasangan lain, ternyata maksud Rita saat itu membuatnya lepas kendali secara lebay. Sekarang dia tersisa sangat menyesali semuanya apalagi saat tahu Rita sedang sakit parah dan dirinya tidak ada di sisinya.


Alex memandang langit dan berdoa semoga Rita secepatnya sembuh dan ceria lagi. Meskipun tidak berkontak lagi, tapi dia selalu datang menjenguk Rita. Dan dia memang tidak dengan siapapun. Alex terlalu berlebihan dalam berpikir Rita bermaksud untuk berpisah dengannya ( padahal tidak ada status juga sih ). Cekot - cekot party kalau dengan Alex mikirnya kejauhan juga sampai akhirnya kumaha anjeun weh! ( Bagaimana kamu saja ).


Ameera lalu datang sambil membawakan makanan dan minuman. Melihat Alex yang tengah melamun sepertinya membuatnya penasaran sedang memikirkan soal apa. "Ada apa?"


"Siapa?" Tanya Ameera penasaran.


"Seseorang. Aku jadi bingung, bagaimana ya?" Tanya Alex meragu.


Ameera cemburu sebegitu perhatiannya Alex kepada perempuan Indonesia itu sehingga membuatnya ragu memilih siapa. "Perempuan dari Indonesia itu ya? Bingung kenapa?"


"Iya.. hmm harus pilih yang mana," kata Alex yang tidak sadar.


"Kamu lebay ya. Dari dulu juga seperti itu kalau punya pacar 4 saja bingung pilih yang mana padahal semuanya hanya mau wang ( uang ) kamu saja. Kamu yakin yang ini suka kamu bukan karena wang?" Tanya Ameera yang sangat ingin tahu. Seperti apa sih sosoknya?


"Eh? Kok kamu begitu??? 😤😤. Yang ini tulus aku yakin!" Kata Alex dengan semangat.

__ADS_1


Ameera semakin cemburu, dia sesak dalam hatinya. Mereka menjalani hubungan palsu itu sudah 2 bulan memang lambat laun berita soal Rita mulai tenggelam. Apalagi nampak Alex pun tertarik pada Ameera tapi... entah kenapa Ameera merasakan Alex mulai berubah lagi. Ameera sudah tahu soal keistimewaan Alex sedari kecil dia memiliki kemampuan di luar nalarnya. Lalu apa yang dilihatnya sampai terlihat sangat sedih?


"Lalu kenapa kamu sedih?" Tanya Ameera.


"Dia sakit keras," kata Alex menunduk melihat rumput yang bergoyang namun sayang rumputnya sudah memendek karena dipotong jadi tidak ada yang bergoyang.


Ameera terdiam, pantas Alex nampak sedih sekali. "Kamu sedih karena itu? Kenapa kan baru kenal?"


"Yaaa... aku sedih tidak ada di sisinya saat dia sakit separah itu. Kamu tahu, dia sampai muntah darah karena terlalu memaksakan kerja sambilan lalu kuliah juga. Mungkin maksud perkataan dia bulan lalu itu adalah dia ingin fokus pada pekerjaannya tapi aku malah..." kata Alex yang kedua matanya kini berkaca - kaca tapi menahannya air itu keluar.


Ameera tampak iba sekali dengan Alex. Dan dia memang bodoh sih sebenarnya mantan Playboy tapi menjadi bodoh karena satu perempuan yang bahkan belum pernah dia temui. Ini adakah salah satu keanehan dari tujuh keanehan dalam keluarga Alfarizki.


"Kamu memang bodoh sih aslinya," kata Ameera membuat Alex buyar kesedihannya.


"Berisik!" Kata Alex kesal.


"Lalu? Kamu mau mulai lagi sama dia?" Tanya Ameera yang enggan rela melepaskan Alex untuk perempuan itu.


"Ya tentu saja. Setelah berita ini menghilang, aku akan kembali padanya. Dia butuh aku," kata Alex sok tahu padahal Rita tanpa Alex hidup saja dia.


"Lalu aku... hmmm beritanya muncul yang baru lho. Kamu tidak tahu?" Kata Ameera memunculkan alasan baru agar Alex benar - benar jatuh cinta lagi kepadanya.


Alex memandangi Ameera. "Benarkah? Tapi aku tidak mendengar kabar lain selain yang kemarin,"


"Iya. Ada lagi fotonya.. foto perempuan itu hampir terbeber. Kamu..." kata Ameera yang terputus dengan gebrakan tinju tangan besarnya Alex ke lantai.


"SIAL!! Siapa sih EXO itu!? Apa maunya dia!?" Teriak Alex sangat geram.


Ameera tersenyum menang dengan begini Alex akan lebih lama berada di sisinya. Sambil makan cemilan, Ameera tidak mengangkat telepon dari Ojon. Memang sih selama 2 bulan ini tampak sekali Alex menikmati saat bersama Ameera, dia sampai lupa mengenai Rita dunianya teralihkan bersama Ameera. Bahkan saat Ameera menginginkan Permen Awan alias arum manis, Alex membelikan untuknya dan mereka memakannya berdua sambil membicarakan mengenai film yang mereka tonton.

__ADS_1


Saat itu Ameera melihat dari sinar mata Alex, dia sangat menikmati kebersamaan dengannya bahkan mendadak Alex mendekatkan dirinya kepada Ameera saat beberapa paparoti mendekatinya. Seolah Alex tidak ingin mereka menyentuh Ameera dan hal itu yang membuatnya berdebar meski tidak diijinkan. Dan hampir juga mereka kissing saat keduanya membalikkan wajah mereka ke hadapan masing - masing. Saat Ameera maju untuk menyambutnya, Alex berkata 'Maaf'.


BERSAMBUNG...


__ADS_2