
"Kita mau muterin Bandung. Kenapa? Mau ikut?" Tanya Rita. Melihat Diana dan Komariah antusias mengangguk karena mereka penasaran mau lihat Ney itu seperti apa?
"Tidak ah. Kalau aku gabung tidak ada teman mengobrol," kata Ney yang jelas masih merajuk.
"Ya ajak Arnila dong teman kamu satu - satunya yang punya kan cuma dia," kata Rita yang menurutnya memang hanya dia saja yang dia tahu.
Tidak ada jawaban lagi dari Ney saat itu. Lalu Diana dapat WA yang akhirnya diputuskan mereka semua akan bertemu di Ciwalk.
"Temannya dia hanya satu?" Tanya Diana dengan bahasa mulutnya.
Rita mengangguk. Mereka kemudian memahami sesuatu yang tidak Rita ketahui. Pantas saja kalau teman dekatnya hany punya satu entah dari kapan juga. Tapi memang aneh...
"Oh iya kita mau ke Ciwalk. Sudah dulu ya angkotnya lagi jalan, aku kalau bicara sambil naik angkot suka pusing," Rita lalu mematikan ponselnya.
"Kamu tidak merasa aneh, Rita. Dia temannya hanya punya satu? Sejak kapan?" Tanya Diana.
"Memangnya kenapa?" Tanya Rita.
"Ya pantas saja sih dia gituin kamu tanpa perasaan," kata Komariah dengan wajah yang tampaknya jelas akan sesuatu.
"Contohnya kita ya. Bisa jadi kita tidak punya teman sewaktu SD, SMP, SMA, atau saat kuliah. Tapi kalau kuliah sih biasanya ada hanya tidak dekat. Tapi kalau misalkan kamu, Rita temannya misal salah satu dari kita, dari kamu SMP sampai kerja, itu aneh tahu! Itu tidak normal berarti ada yang salah sama kepribadian kamu," kata Diana.
"Iya juga ya, selain aku pasti kalian juga punya teman lain kan?" Tanya Rita.
"Iya dong. Tapi yang paling pengertian cuma kamu, kita juga bisa memilih mana teman yang oke dengan yang tidak. Soal teman kamu yang hanya punya satu, itu aneh!" Kata Komariah setuju.
"Manusia berkembang dan tumbuh, kita juga. Teman dari waktu ke waktu pasti bertambah. Kamu suka main game sampai punya grup dengan mereka kan, selain kita pasti kamu punya sahabat juga sewaktu SMA. Itu normal! Apalagi kalau sahabat kamu bertambah. Ney sadar tidak sih kalau pribadi dia aneh?" Tanya Diana pada Rita.
"Sepertinya tidak ada kesadaran ya. Aku saja heran sudah tidak bertemu dia dulu setahun pas ketemu, temannya ya itu saja," kata Rita.
"Kami pernah nanya?" Tanya Diana yang penasaran.
"Pernah dong. Aku kan penasaran juga, 'Teman kamu masa sih hanya Arnila saja? Tidak ada yang lain? Aku saja punya banyak,' aku bilang begitu," kata Rita sambil memainkan kancing roknya.
"Terus jawabannya apa?" tanya Komariah.
"Diem saja. Dia seperti kaget waktu aku bilang aku punya banyak teman. Memangnya kenapa ya?" Tanya Rita bingung.
__ADS_1
"Ey," kata Diana yang menepuk dahinya. Komariah tertawa - tawa.
"Ya artinya dia tidak menyangka kalau kamu punya banyak teman. Pasti mikirnya dia, kamu sama dengan Ney itu. Makanya kaget. Temannya balas apa?" Tanya Komariah yang masih tertawa.
"Waktu Ney didepan, temannya bilang 'Yang masih kuat sama dia hanya aku dan kamu saja, orang lain tidak ada yang mau dekat sama dia. Harusnya dia bersyukur kamu dan aku yang masih mau main sama dia, yang lain sudah tidak ada. Dia itu tukang masalah,' begitu," kata Rita masih ingat dengan yang dikatakan Arnila.
"Nah itu! Aku tadi dengar suaranya saja sudah kesal ditambah dengar kamu di bully sama dia dengan alasan yang ambigu," kata Diana cemberut. Tampak sekali dia seperi mau meledak.
Di sisi Ney, dia mendengar kalimat terakhir Rita menuju Ciwalk. Dipikir - pikir dia memang tidak ada kegiatan, ke rumah Rita pun malah yang ada bertemu dengan adiknya. Berantakan lah sudah rencananya tapi dia berpikir lagi dan memutuskan untuk ke Ciwalk juga, tidak peduli kalau Rita nanti menyindirnya. Dan dia juga penasaran seperti bagaimana sih tampang teman - temannya Rita yang tampaknya dia banggakan. Pastinya jauh dari status sosialnya Rita dan dirinya. Toh dia dan Rita saja, dirinya yang lebih tinggi.
Ney berpendapat pasti teman - temannya juga tidak jauh dari kelakuan Rita dan cara berpakaiannya. Dengan penuh percaya diri, dia menaiki angkot yang menuju ke Ciwalk. Dia berpakaian menggunakan rok tapi sampai lutut saja, rok jeans dan mengenakan sepatu barunya berwarna mencolok tidak sesuai bajunya. Tampilan wajah seperti biasanya yang penuh dengan bedak putih memenuhi mukanya. Entah itu bagaimana cara dia memakainya, memang ada spons bedak yang mirip bunga putih besar tapi kan harusnya dibenahi lagi. Memakai lipstik juga heran, sama sekali tidak rapih, karena ada yang keluar jalur, bibirnya tipis banget kalau Rita lihat seperti tidak punya bibir.
Sesampainya di Ciwalk mereka bertiga turun dan berjalan dengan penuh tawa, ternyata angkot yang ditumpangi Ney juga sampai tapi beberapa angkot di depan Rita. Ney sudah melihat Rita dan kedua temannya, ternyata mereka modis! Semua dugaan Ney pun berantakan, apalagi mereka seperti seragam penampilannya tapi dia menyoroti pakaian yang dipakai Diana.
"Dia pasti kesini?" Tanya Kokom yang bertugas membayar ongkos.
"Lihat saja," kata Rita singkat.
"Sudah tahu banget ya kebiasaan dia tapi masalahnya dia sendiri tidak kenal kamu dengan baik. Sudahlahhhh..." kata Diana kesal sambil menggaruk kepalanya.
"Kamu masih kan chat sama Alex? Sayang banget, ganteng!" Kata Komariah. Sayang banget kalau hubungan Rita hancur karena tuh makhluk satu.
"Masih," jawab Rita yang membetulkan tasnya.
Dari kejauhan Ney melihat mereka bertiga berjalan berdekatan tanpa ada celah, kadang melihat Rita yang tertawa ceria bersama keduanya, dan Rita menarik leher kedua sahabatnya itu dan berjalan miring - miring. Tapi akhirnya Rita dijitak oleh keduanya karena mereka hampir menendang tong sampah. Dia tidak suka melihat penampakan seperti itu, Dia melihat Rita yang tampak seenaknya dengan mereka berdua dan menyinyir melihatnya lalu mengibaskan rambutnya yang lurus dan memandang tajam ke arah Rita.
"Jangan cerita lagi deh sama itu orang, dia sepertinya hanya ingin dengar soal Alex saja. Aduh, Rita!" Kata Komariah yang hampir menendang tong sampah dan menjitaknya.
"Jalan yang benar saja deh! Nanti celana jeans ku kotor noh," kata Diana yang menjitak Rita.
Rita tertawa melihat mereka berdua. "Iya deh. Coba yang lain sudah sampai belum?"
"Iya, Rita. Orangnya tidak suka kamu bahagia tampaknya tapi kalau kita sih happy bangetlah akhirnya tidak jomblo kamu," kata Komariah yang langsung berjalan menyamping oleh Rita. "Ieu budak!"
Diana tertawa melihatnya sambil memeriksa ponselnya. Masih belum ada pesan yang masuk lagi dan ikut bergabung soal Alex. "Berteman saja dulu masa langsung nikah?"
"Hahaha iyalah! Mumet sama dia tuh," kata Rita yang juga memegang kedua tangan Diana dan Komariah.
__ADS_1
Ney yang melihatnya nampak... sesak, dia mengibaskan tangannya😂😂. Padahal Rita sama sekali tidak tahu kalau Ney sudah datang juga hanya mereka berjarak jauh dan diam - diam Ney memperhatikan hubungan kedua orang itu. Ney melihat gaya berpakaian Diana, dia tahu betul soal merk barang mewah dan ya! Tas yang dipakai Diana adalah tas branded mewah. Tas berwarna krem dengan kancing berwarna keemasan tampak matching dengan bajunya. Ney mencari - cari tas yang dipakainya dan takjub dengan harganya.
Sepatu Diana juga bukan sepatu dengan harga biasa. Sepatu Sneaker berwarna putih ternyata seharga ratusan, wewlah! Ney banyak sekali yang menyoroti apapun yang dipakai oleh Diana dan melirik Rita, 'Kok bisa si Rita berteman sama orang kaya? Padahal dia biasa saja bahkan penampilannya sama sekali tidak okey. Mana dia juga bisa mendapatkan hati Alex, apa sih istimewanya Rita? Kok mau - maunya dia berteman dengan orang miskin?' Pikir Ney dengan wajah yang tidak terima! Dia memikirkan bagaimana caranya supaya Diana dan Komariah berpindah ke sisi dia dan sudah tahu caranya. JRENG JREEENG...
Mereka bertiga lalu menunggu teman yang lain, seketika Rita melihat sosok makhluk yang tidak diundang meski tadi sudah diajak. "Tuh kan, itu tuh orangnya," bisik Rita ke mereka berdua.
Mereka lalu berbalik dan melihat perempuan yang berjalan ke arah mereka. Ney tampak berjalan sambil menunduk, tentu saja penampilannya tidak luput dari Diana dan Komariah, tampak menahan tawa melihat wajahnya Ney yang penuh bedak. Lalu merasa penampilannya agak aneh, mereka berdua menurunkan salah satu alis matanya.
"Lho, katanya tidak akan datang?" Tanya Rita kedua tangannya memegang tas ranselnya.
Ney lalu menatapi Rita, pasti kan Rita mengomentari kedatangannya. Dengan gaya yang salah tingkah, dia memandang Rita dengan baik. "Siapa yang bilang aku tidak mau datang?"
"Mereka juga dengar kok kamu bilang apa. Oh iya kenalkan ini Ney teman semasa SMP sih. Ini Diana, ini Komariah mereka berdua teman dekatku yang satu jurusan dan satu kelas juga," kata Rita. Mereka lalu saling berkenalan dengan tingkah laku yang sopan Ney memperkenalkan diri. Diana dan Komariah dua - duanya sama - sama berjilbab panjang sampai dada. Tapi dengan gaya yang gaul bukan hijaber ya. Penampilan baju mereka modis meski berbeda gaya, Rita dengan long dress berwarna pink fuchsia dan motif berbunga besar dengan sedikit pita pada pinggangnya. Seirama dengan warna kerudungnya.
Diana berpakaian kemeja dengan ada hiasan seperti sayap di kanan kiri, bajunya sampai pantat tapi kedua sayap itulah yang menutup kemolekan badannya, celana panjang jeans berwarna biru. Inilah yang Ney lihat dari belakang ternyata orangnya cantik banget! Terdapat lesung pipit, berkulit sawo matang. Komariah berpakaian setelan berwarna biru turquoise dengan bunga - bunga kecil berwarna putih. Kerudung berwarna putih dengan terdapat bunga kecil di setiap pinggirannya tapi Ney lebih tertarik pada Diana dan Diana bisa melihat itu.
Ney menatap mereka semua dengan tampilan wajah yang sama, sama - sama sederhana tidak banyak warna dan berpikir tatanan kosmetik mereka pucat tapi alami terutama bibir mereka semuanya berwarna sama yaitu pink. Dia agak malu dengan tampilan dandanannya tapi Rita hanya diam saja.
"Terus kamu mau kemana lagi tidak mungkin kan hanya disini saja?" Tanya Ney memecah keheningan. Komariah sih jangan tanya sudah kesal juga dia tapi kalau Diana masih bisa menahan.
"Kita mau jalan - jalan dulu aku kan sudah bilang," jawab Rita yang kaget bisa juga dia bicara dengan nada sopan. Tapi cuma ke mereka berdua saja.
"Ikut saja daripada kamu sendirian datang kesini karena mau ikut juga kan," kata Diana tersenyum. Ney lebih suka dengan Diana, yalaaah... Rita malas meliriknya begitu juga dengan Komariah. Diana juga malas karena menurutnya dia tertarik dengan barang yang dia punya. Sudah tahu juga tipe teman macam itu seperti apa.
"Iya deh aku ikut kalau kamu ajak," kata Ney dengan nada manis.
Diana tersenyum tanpa hati terlihat jelas lalu melirik mereka berdua yang berubah datar. Mereka menahan tawa melihatnya untungnya Ney sedang memasukkan ponselnya. Kemudian mereka mengobrol sambil duduk di lantai sebelahnya kebun bunga yang tidak boleh diinjak. Diana dan Komariah penasaran juga mengenai Ney. Rita memandangi Ney yang agaknya agak sungkan, itu adalah kode bahwa sepertinya Ney ingin mengatakan sesuatu.
Posisi duduknya pun hanya ingin dekat dengan Diana. Diana? Ogah banget😂😂😂. Akhirnya Ney, Diana, Komariah lalu Rita. Mereka berempat mengobrol dengan seru tapi kebanyakan Diana berbicara dengan Rita, Ney pun hanya mendengus kesal karena dirinya sama sekali tidak diperhatikan.
"Eh, aku mau pipis nih. Sebentar ya aku ke toilet dulu," kata Rita yang langsung pergi. Sambil melirik memberi kode pada mereka berdua, mereka mengangguk.
"Kita tunggu ya," kata mereka bersamaan. Ney melihatnya merupakan kesempatan emas untuk mewawancarai mereka berdua.
"Kalian sudah lama ya kenal dengan Rita?" Tanya Ney yang ingin memulai serangannya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1