ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(226)


__ADS_3

"Aku baru tahu kalau kamu tidak tahan cokelat. Ney tahu?" Tanya Arnila.


"Hahaha mana ada dia tahu orang dia tidak perduli soal orang lain juga," kata Rita yang memakan satu cokelatnya.


"Hmmm kalau kamu kasih tahu?" Tanya Arnila.


"Hal sederhana ya kalau teman kalian benar - benar ingin kenal Rita atau pun kamu tidak perlu memberitahu apa yang kalian suka, yang tidak, kalau dia benar - benar ingin lebih mengenal seharusnya seiring waktu keluar bareng, dia pasti tahu. Kalau selama itu dia baru tahu kalian bagaimana, ya harus dipertanyakan. Itu menurut saya," kata Syakieb yang ikut bergabung.


"Tuh setuju deh sama pendapatnya Pak Syakieb," kata Rita.


"Iya juga ya. Lagian dia lebih terbuka sama aku tapi tertutup sama Rita. Menurut Pak Syakieb kenapa dia membedakan kita? Rita bilang kalau ke dia, Ney selalu banyak bohong tapi ke saya ceritanya jujur," kata Arnila yang memang kesannya aneh.


"Rita pasti tahu alasannya kan. Dia punya banyak teman jadi kamu coba tanya saja pada Rita. Saya yakin dia punya jawabannya," kata Syakieb sambil menunjuk pada Rita.


"Kamu kan punya banyak teman juga, Arnila. Teman se geng kamu dulu seperti apa kalau kamu sedang dalam masa sulit?" Tanya Rita penasaran.


"Kasusnya sama seperti kamu sih, Rita. Tapi apa Ney tahu kalau kamu punya grup yang lain juga?" Tanya Arnila yang pernah melihat isi ponsel Rita.


"Aku tidak pernah beritahu, lagian buat apa? Bukan urusan dia kali. kamu atau aku punya grup lain, ya itu kan wajar. Dalam berteman mana mungkin kita hanya punya satu. Betul tidak, Pak? Dia pasti lihatlah isi grup WA ku ada berapa, bukan sama kalian saja," kata Rita.


"Kalau kamu dibatasi dalam hal berteman menurut pendapat saya, lebih baik jaga jarak. Tindakan Rita sudah bagus tinggal kamu. Kamu sekarang masih seperti bimbang ya tapi itu pilihan kamu sih mau jaga jarak dan menjauh atau tetap tinggal tapi disakiti terus. Ayo dimakan kue buatan istri saya enak lho," Syakieb menawarkan.


"Dia itu disebut Frenemy. Kamu cari deh itu di Gugel," kata Rita yang minum tehnya lagi.


"Baiklah, kalian bisa pecahkan itu nanti di beda tempat ya. Saya nau menawarkan mungkin kalian berminat membeli perhiasan?" Tanya Syakieb yang membuka sekotak besar perhiasan emas.


"WOW!" Teriak mereka berdua saat melihat isi perhiasan itu.


"Ini perhiasan yang KATANYA diberikan ke Ney ya?" Tanya Rita.


"Iya. Tapi itu hanya sebagai pengujian saja. Silakan bisa dicoba pakai siapa tahu kalian berminat, saya beri harga yang murah!" Katanya sambil tersenyum. Ternyata Syakieb sangat lihai dan hafal mengenai banyak perhiasan. Rita mencoba cincin bertahta permata yang berwarna hijau dan terlihat cocok sekali di tangannya.


"Cocok lho! Ayo beli! Berapa ini?" Tanya Arnila.


"Rp 125.000 saja. Murah kan," Kata Syakieb. Mereka berdua berdecak kagum. Memang murah sih apalagi Rita memiliki tabungan.


"Tidak suka ah gayanya. Ada tidak yang cincinnya bentuk love sebagian gitu? Atau bentuk bunga tapi bukan full bunga," kata Rita membuat Syakieb bengong.


"Maksudnya?" Syakieb tidak mengerti.


"Nih seperti ini.. tapi emas. Sebentar,"



"Wihhh serius kamu cari ini?" Tanya Arnila takjub.

__ADS_1


"Ya kalau ada. Lucu saja sih. Ada?" Tanya Rita memperlihatkannya pada Syakieb.


"Wooow. Kamu suka ini? Hmmm saya harus mencarinya dulu. Kalau ada, akan saya beritahukan. Boleh saya simpan fotonya?" Tanya Syakieb. Tugas baru dia akan mencoba mencarinya.


"Di Gugel banyak kok fotonya hehehe tapi Emas. ini kan putih," kata Rita. Yah kalau tidak ada ya sudahlah.


"Ohohoho baiklah," kata Syakieb menuliskan misi baru lalu dilaporkannya pada Alex.


"Rita! Ada mahkota lho! Cobain!" Kata Arnila mengambil mahkota bunga tersebut.


"WOOW! Sampai mahkota juga ada!" Rita antusias melihatnya. Syakieb menjelaskan bahwa ada berbagai macam jenis ukuran kepala, yang ada disitu hanyalah contoh saja.


Istrinya yang mendengarkan hanya menggelengkan kepala, menawarkan perhiasan emas kepada remaja berusia 25 tahun mana mungkin mereka memiliki uang yang cukup untuk membelinya. Kalaupun ada yang sanggup beli mana mungkin dipakai untuk mereka, terlalu mencolok paling untuk hadiah. Rita kemudian memakai mahkota bunga itu dan sangat pas sekali, Syakieb pun terkesima melihatnya sampai keceplosan.


"QUEEN!?" Syakieb lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mereka berdua tertawa bersama karena menganggap apa yang Syakieb ucapkan lucu.


"HAHAHA Nih coba Arnila. Bagus juga kan," kata Rita sambil memberikan mahkotanya pada Arnila.


"Tapi lebih bagus kalau dipakainya pakai jilbab ya. Aku jadi kepikiran mau pakai juga, Ri," kata Arnila tersenyum depan cermin.


"Ya coba saja dulu bertahap. Aku juga begitu, lepas tutup lepas tutup waktu SMA akhirnya ya tutup deh. Hai, Queen!" Kata Rita sambil melambaikan tangan.


"Rita, apa kamu bisa memakai lagi mahkotanya?" Tanya Syakieb. Istrinya dibalik tembok langsung mendengar curiga. 'Mau apa suamiku minta fotonya?' Pikirnya dengan cemburu.


"Hmmm boleh," kata Rita meski agak aneh. Rita menaruh mahkotanya di kepala Rita.


"Aku tidak bisa bergaya, Nil," kata Rita bingung.


Arnila menghela nafas. "Coba bergaya seperti ini," lalu Arnila melihat sekelilingnya dan melihat terdapat tongkat dengan hiasan bola besar diujungnya. "Nih coba pakai ini,"


Setelah Rita bergaya sambil memegang tongkat tersebut, Syakieb tampak terkejut tapi Rita tidak ambil pusing. Dengan tersenyum tanpa memperlihatkan giginya, Syakieb yang melihatnya tampak berbeda. Bukan karena silau dengan penampilan Rita tapi mahkota yang bertengger di kepala Rita sangat pas serta tongkat yang hanya untuk menambah pose, membuatnya tampak seperti seorang Ratu. Syakieb merasa melihat aura besar yang keluar dari diri Rita, hanya dirinya yang bisa merasakan.



"Nih sudah. Tongkat buat apa ini, bola kristalnya besar banget!" Kata Rita penasaran. Apa Syakieb juga seorang tukang sulap ya?


"Iya juga. Kita simpan saja lagi ya," Arnila lalu menaruh itu kembali ke tempatnya semula. Mereka lalu kembali duduk dan Arnila memakan cokelat bagiannya dengan senang.


Sosok besar yang dilihat Syakieb buka lah jin tapi aura milik Rita yang besar bersinar agak redup, sepertinya karena terhalang Jin kampret yang menempeli Rita. Syakieb ternyata bisa melihat aura yang dimiliki seseorang dan Rita agak terhambat, Syakieb ingin sekali menolong tapi dia tidak bisa karena kalau dilakukan Tuannya akan sangat marah. Syakieb lalu mengirimkan hasil fotonya pada ponsel Alex dengan komentar tambahan, "The Next Queen?"


Sementara itu di tempat Alex, dia tengah sibuk menyiapkan kertas dokumen untuk ayahnya. Dia menyimpan ponselnya di atas meja kerjanya lalu keluar untuk rapat. Beberapa menit kemudian, ibunya datang untuk tinggal disana beberapa menit lalu melihat ponsel Alex yang tertinggal.


"Ya ampun dia lupa membawa ponselnya." Sesaat ibunya lalu membuka ponsel Alex yang meski harus memakai foto dirinya, ibunya lebih pintar. Akhirnya terbuka dan melihat kiriman foto dari Syakieb. Ibunya melihat foto Rita dengan memakai mahkota dan hiasan tongkat, kedua matanya melebar lalu menghapus foto itu dan memindahkannya ke ponselnya. Lalu menaruhnya kembali di atas meja. Chat dari Syakieb pun ibunya hapus permanen. 😱😱


"Eh, sudah jam segini, Rita. Ney chat aku kapan selesainya?" Tanya Arnila yang menutup ponselnya.

__ADS_1


"Oh ya sudah yuk. Kita terlalu lama disini. Urusan kita sudah selesai ya, tolong maklumi salah satu kelakuan teman kami yang sepertinya dia sangat menyukai perhiasan ini sampai lupa mengembalikannya. Maaf juga sudah menyusahkan," kata Rita sambil menundukkan kepalanya. Syakieb juga membalasnya.


"Oh sudah biasa," katanya.


"Rita, cokelatnya jangan sampai kamu keluarkan ya pokoknya kalau Ney sampai tahu, dia pasti akan terus meminta - minta. Sudah cukuplah kamu bagi ke kita berdua ini," Arnila mengingatkan.


Rita mengangguk akhirnya mereka pamit kepada Syakieb dan istrinya lalu berjalan menuju keluar gerbang. Istrinya memegang tangan suaminya. "Tadi kamu meminta Rita untuk berfoto buat apa?"


"Jangan cemburu. Aku kirim pada Alex bukti laporan," jawabnya sambil memperhatikan keduanya keluar.


"Rita bukan tipe Alex. Apa tidak akan apa - apa ya? Khawatir anak itu tidak akan kuat bertahan dengan Tuan kamu," kata Istrinya.


"Benar juga. Dia pasti akan kesulitan masalahnya Alex sangat keras kepala. Kalau ada berita Alex dengan yang lain berarti Rita sudah menyerah. Selama ini tidak ada yang bisa bertahan lama dengan anak itu. Tapi aku dengar sudah 2 tahun mereka masih kontak jadi... semoga kali ini terus," kata Syakieb yang lalu maju untuk menutup gerbangnya.


"Aku kasihan pada perempuannya harus berhadapan dengan Alex," kata istrinya sambil membelai punggung suaminya.


"Mau bagaimana lagi? Tuhan yang mengatur hati mereka berdua. Aku rasa mereka saling menarik," katanya sambil tersenyum.


"Lalu proyek jualan perhiasan kamu bagaimana?" Tanya istrinya sambil tertawa.


"Yah, begitu deh. Hanya Rita menanyakan tentang bentuk perhiasan yang sedang dia cari," suaminya lalu memberikan ponselnya kepada istri.


Istrinya membuka dan mendapati foto perhiasan yang Rita cari. Dia berdecak kagum, perempuan itu memang tahu barang mewah. "Kamu yakin ada?"


"Aku akan mencarinya," kata suaminya yang berdiri di samping istrinya.


"Mewah sekali. Kalau memang ada, aku mau juga ya. Sebelum pergi kita 'main' dulu ya," manja istrinya yang lalu digendong oleh suaminya.


"Kalau begini seperti menggendong anak perempuan," kata Syakieb tertawa keras.


Sesudahnya istrinya langsung memukul kepalanya dengan keras dan mereka berdua terjatuh karena Syakieb terpeleset licinnya lantai. Untungnya kepala istrinya terkena keset yang super tebal dan Syakieb terkejut melihatnya.


Kita bahas dulu tadi Frenemies alias friend-enemies seperti apa sih? Intinya sih sama saja seperti Friend Fake. Nah ini gaya teman seperti itu buanyaaakkk ya kalau kalian masih hidup pasti ada yang pernah punya teman seperti ini nih. Teman tapi Musuh bukan Teman tapi Mesra ya. Salah satunya Author alami seperti ciri Ney dalam novel ini.


Ini benar - benar bisa dibedakan dengan teman baik, teman dekat atau sahabat. Pokoknya kelihatan banget deh kalau kalian pembaca punyabteman seperti ini sebaiknya hati - hati karena di masa mendatang, kelemahan kalian akan dia gunakan sebagai senjata untuk menjatuhkan kalian. Itu karena mereka iri dan insecure sama diri kalian. Dia akan menyusup sebagai teman kamu tapi dengan membawa kebusukan.


Pertama. Awalnya pasti dia akan sangat terbuka padamu. Dia akan menceritakan semua tentang dirinya secara INSTAN, kalau teman normal kita pasti bertahap ya mengenal dia seperti apa. Tapi ini INSTAN ya kemungkinan dia sedang menjebak perhatian kamu. Dia melakukan itu agar kamu lengah dan mau terbuka terutama rahasia yang kamu punya ( ini nih hati - hati ya untung Rita selalu tertutup soal rahasia ). Untuk kasus Rita di episode entah yang mana terlalu banyak juga πŸ˜†πŸ˜†Ney tanpa merasa bersalah mengungkapkan rahasia terbesar dalam hidup Rita yaitu aibnya yang ternyata pernah ditiduri jin kampret.


Kedua. Dia menginginkan perhatianmu saja. Nah ini kealami sama Rita waktu SMP. Seorang frenemy menginginkan semua perhatian dan waktumu. Dia ingin mengisolasi diri kamu agar kamu tidak punya teman selain dirinya. Ketika mereka menusukmu dari belakang, kamu tidak akan punya teman lagi untuk kembali. Nah ini jelas banget ya, orang normal temannya punya teman lain ya dia senanglah toh dia juga punya teman lain. Bukan langsung menjelekkan di belakang lalu saat kamu sendiri, dialah yang akan mencap sebagai teman yang selalu ada buat kamu tapi niatnya ya tidak baik. Lalu akan mengangkat harga dirinya karena kamu membutuhkannya. Jangan ya Friend, kamu itu berharga daripada yang Fake.


Ketiga. Dia selalu bermain sisi jahat. Frenemy tidak akan selalu mendukung pendapat kamu ia selalu muncul dia saat kamu gagal melakukan sesuatu. Musuh tapi berkedok teman akan menyabotase pikiranmu dengan mengatakan berbagai alasan jahat yang membuatmu gagal, dan kamu jadi penurut dengannya. Kenapa Author selalu berbicara soal Ney? Karena dia adalah pengalaman hidup Author yang ingin membagi kisah. Pengalaman pahit. Teman tapi Musuh dalam konteks yang jelas banget! Rita awalnya menurut banget sama Ney tapi kelamaan kok terasa aneh? Apa yang dia katakan mengenai pendapat seseorang salah semuanya. Untungnya teman Rita mengerti siapa biang keroknya dan memang Rita sudah sangat mengenal teman - temannya itu sebagai pejuang saat dia susah atau bahagia.


Keempat. Dia selalu punya motif tersembunyi. Dia / mereka bukan teman kamu. Dia ingin mendapatkan sesuatu darimu, kalau kamu merasa dimanfaatkan perasaan itu bisa saja benar. Jadi, jangan lupa dengarkan apa kata hatimu kalau kamu bimbang. Ney mengklaim ingin membantu Rita karena dia ingin Rita membalasnya dengan sesuatu. Ini parah total!


Kelima. Mereka senang dengan drama. Bukan drakor ya ataupun yang lain maksudnya mereka senang menciptakan konflik dan drama dengan memulai sesuatu yang buruk atau menggali keburukan siapapun. Mereka selalu marah dengan seseorang agar kamu berada di sisinya. Frenemy juga akan menciptakan skenario palsu agar kamu bertengkar dengan orang lain. Ini kasus ketika Ney memaksa Rita untuk mengatakan sesuatu pada Alex yang akhirnya Rita dan Alex bertengkar, bisa dikatakan Ney seorang Frenemy sejati. Tapi sejak itu juga Alex ingin Rita jauh dari Ney karena dia memang sumber masalahnya.

__ADS_1


Keenam. Dia senang untuk tahu semua keburukan yang ada pada kamu atau orang yang sedang dekat denganmu. Ney selalu ingin membuka rahasia yang Rita punya ataupun Alex, sayangnya insting Rita tajam dan dia tidak pernah mau mengatakan apa yang menjadi kelemahan Alex atau dirinya. Rita sendiri sudah mengerti kalau Ney selalu memakainya untuk dijadikan sebuah senjata untuk melawan dirinya atau dia akan mulai menyebarkan itu ke semua orang. Pokoknya dia bagaikan Ular tapi bloon sih menyangka Rita bodoh padahal dia pintar membuat jebakan.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2