
"Aku tidak meragukan keberadaan Allah SWT, siapa yang bilang begitu?" Ney membelok mempertahankan dirinya sendiri. Bertanya begitu, menjawab begitu sungguh anak ini membuat Rita menggelengkan kepala.
"Ya kamu! Kelakuan kamu, kalau kamu orang yang beriman, Al Qur'an dan kehadiran Allah SWT itu selalu dipercaya keberadaannya dan Al Qur'an adalah panduan manusia seumur hidup. Yang kamu butuhkan hanya Allah SWT yang bisa mengabulkan permintaan kamu saja, kamu tidak butuh Al Qur'an, pantas hidup kamu berantakan! Apapun yang kamu capai itu hanya sementara," kata Rita dengan kesal. Baru pulang kerja sudah harus menghadapi orang seperti Ney, sangat mengikis energi dan otak!
"Kamu suka sholat wajib tidak?" Tanya Rita. Rita tahu banget sejak SMP, Ney tidak pernah menampakkan dia sering sholat wajib. Saat Rita menanyakannya, dia lebih suka mengerjakan sholat tahajud. Tapi kan sholat tahajud terjadi kalau waktu siang, kita tidak mengerjakan dosa. Lah dia bagaimana prosesnya ya?? Apalagi harus tidur dulu.
"Aku rajin mengerjakan tahajud," jawab Ney yang alhasil ya masih sama. Dia tidak mengerjakan yang wajibnya.
"Hanya tahajud saja? Yang wajibnya?" Tanya Arnila.
"Buat apa? Tidak mendatangkan efek apapun. Lebih mantap itu ya tahajud, sholat cuma dua rakaat tapi permintaan bisa langsung terkabul. Kalau ada yang lebih baik kenapa harus melakukan yang sudah?" Tanyanya seenak jidat dia. Hmmm benar juga dia tidak pernah berubah nanti kalau sudah menikah bagaimana ya? Apa dia bisa berubah atau sama saja?
"Hanya tahajud? Sholat lima waktu tidak dikerjakan? Kamu dari awal kita kenal masih seperti itu!?" Tanya Arnila yang masih tidak percaya. Lho? Berarti memang begitu ya dia. Rita menepuk dahinya dan angkat tangan kalau ternyata ya masih sama saja.
"Pantas permohonan kamu terkabulnya dalam waktu yang pendek. Menurut aku memang aneh sih kok cepat banget ya kamu tahajud tadi malam, eh terkabul hari ini," kata Rita.
"Hebat kan! Jadi buat apa kita harus sholat wajib? Aku sih memilih sholat yang lebih banyak untungnya hanya dua rakaat saja!" Kata Ney dengan nada gembira.
"Tahajud itu Sunnah lho apa gunanya kamu rajin sholat Sunnah kalau yang wajib tidak pernah dikerjakan?" Tanya Rita heran banget sama pemikirannya. Dia benar - benar tidak tahu efek dari sholat wajib seperti apa daripada sholat Sunnah.
"Begini menurut aku sholat wajib itu tidak perlu kenapa? Kita dapat rejeki saja memangnya itu dari Allah? Ya bukan! Itu kan kita sendiri yang usaha, untuk apa kita harus capek - capek menyembahNya? Enak saja!" Tandas Ney yang membuat geram Arnila dan Rita. Wah! Parah total nih anak sampai berpikir begitu. Rita penasaran apa dia benar - benar tidak tahu atau sengaja pura - pura agar mendapat perhatian sih?
"Ih, kamu parah habis! Hati - hati Allah itu Maha Melihat! Jangan sompral kalau bicara!" Kata Arnila mengingatkan.
"Iya aku setuju! Sombong amat," balas Rita.
"Halah! Memangnya kamu pernah lihat rupa Allah SWT seperti apa!?" Tantang Ney.
"Pernah. Kamu tidak tahu kan," jawab Rita. Jujur memang pernah Cahaya terang saat dirinya mengalami sleep apnea.
__ADS_1
Arnila dan Ney terkejut membacanya. "Ya mana aku tahu kalau kamu pernah melihatnya. Kamu sepertinya banyak mengalami hal luar biasa jarang banget kamu cerita sama aku,"
"Tidak ada gunanya cerita sama kamu juga! Aku malas lebih baik cerita sama orang yang punya ilmu contoh Alex," kata Rita.
"Senang ya kamu bicara sama Alex," kata Ney yang sepertinya nyinyir.
"Pastilah. Dia punya banyak ilmu jadi aku bisa banyak bertanya. Lebih nyambung bicara dengan yang berilmu daripada yang tidak apalagi dia lebih senang mengerjakan sholat Sunnah daripada wajib!" Kata Rita menyindir Ney.
"Maksudnya ke siapa itu!?" Ney tampak kesal.
"Entahlah. Ke siapa saja yang merasa gitu. Orang beriman itu selalu yakin Allah SWT ada beserta prajuritnya. Kenapa? Allah SWT itu dekat sekali lho dengan kita, sekali kami meragu ya sudah kamu sudah bukan Umatnya Dia. Oke, kamu bilang rejeki itu bukan dari Allah SWT, terus ayah kamu dapat pekerjaan dari siapa?" Tanya Rita ingin tahu seperti apa responnya.
"Ya ayah gue dapat pekerjaan dari usahanyalah," kata Ney yang mulai naik emosinya.
"Ide usahanya itu dari siapa?" Tanya Rita lagi membuat Ney pusing tujuh keliling.
"Ya dari bosnyalah kamu kenapa sih? Seperti memancing sesuatu," Dugaannya tepat tapi dia masih juga tidak sadar maksud Rita.
"Ya dari .... " Ney berpikir dari siapa bos ayahnya bisa menerima ayahnya bekerja di tempatnya sekarang.
"Dari Allah SWT!" Jawab Arnila tiba - tiba.
"Kenapa bisa?" Tanya Ney.
"Karena Allah SWT menggerakkan hati bos ayah kamu untuk menerimanya sebagai pegawainya!" Jawab Arnila.
"Iya! Manusia itu ya di dunia ini tugasnya hanya menjalankan apa - ala yang Allah SWT putuskan. Aku banyak membaca soal ini ternyata begitu soal aku yang chat lagi sama kalian juga itu dari kehrndsk Allah SWT, bukan aku. Karena Dialah yang menggerakkan hati aku untuk membuka chat sama kalian lagi, kalau aku menolak itu juga kehendak Alah SWT bukan aku. Rejeki nih, dari mana asalnya rejeki kalau bukan Allah SWT?" Tanya Rita.
"Kamu sepertinya banyak belajar ya. Tahu banyak hal," kata Arnila.
__ADS_1
"Aku senang mencari ilmu. Apapun termasuk yang menurut kita tabu ya seperti ilmu bercinta, you knowlah. Karena kita kan selalu butuh ilmu hidup di dunia tidak yang sok tahu. Kita tidak dapat rejeki kalau Allah SWT tidak memberi. Saat diberi rejeki, kamu bilang bukan dari Dia tapi saat kamu tidak mendapat rejeki, menyalahkan,"
"Namanya juga manusia, Rita," kata Arnila.
"Iya! Kamu bekerja karena berusaha? Itu juga karena Allah menggerakkan hati kamu, Ney. Tapi kamu bilang itu usaha kamu sendiri, Okelah. Kalau begitu kamu tidak perlu rajin tahajud dong. Kamu mengerjakan tahajud sudah tentu butuh Allah SWT untuk ikut campur kan," Rita membuat Ney tidak berkutik lagi.
"Oh benar juga kata Rita, Ney. Kamu kan berpikir itu usaha kamu kalau begitu kenapa harus sholat tahajud? Ga adil dong kamu bilang bukan dari Allah SWT," Arnila ikut menimpali. Pastinya Arnila juga senyum - senyum membaca komentar Rita dan lagi - lagi Ney tidak membalas.
"Lah iya betul itu. Kalau aku sih butuh Allah SWT ya, aku tidak bisa hidup tanpa menyembahnya. Beda ya sama kamu, Ney yang sombong usaha sendiri kata kamu tapi rajin sholat tahajud hahahaha... sangat lucu!" kata Rita agak mengolok - olok Ney.
"Ketawa saja," kata Arnila.
"Ya ini ketawa. Sudah sajalah kamu tidak perlu punya agama, orang Jepang saja tidak punya agama karena tidak percaya adanya Tuhan. Tapi tetap menyembah matahari untuk meminta keinginan. Allah SWT itu kan banyak bentuknya sampai namanya ya yang penting satu: Menyembah. Terus kenapa kamu rajin sholat tahajud? Kamu kalau punya permintaan ya usaha saja sendiri buat apa meminta bantuan Allah SWT segala? Lucu tahu!" Rita tertawa kembali mengingat apa yang Ney katakan tadi.
"Dins juga tidak pernah melakukan sholat katanya buat apa? Orang dia yang bekerja dapat gajinya ya karena usaha dia sendiri," kata Ney. Rita kaget masa iya sih Dins jarang sholat? Wah, jodoh itu memang misterius. Rita mengakui Allah SWT itu sangat hebat banget dalam memasangkan manusia, tapi kenapa Rita mendapatkan tipe orang seperti Alex ya?
"Masa sih Dins juga jarang sholat? Aneh banget deh sepintar itu," kata Rita tidak percaya.
"Iya memang Dins pernah bilang hal yang sama seperti Ney, aku menduga sih Ney setuju. Dia kan begitu," japri Arnila ke Rita.
"Wah sudah ini sih jodoh sepertinya, Nil," balas Rita. Lalu berpindah ke grup. "Ya kamu jangan ikut - ikutan yang salah dong. Masa iya kamu jadi paten tidak sholat hanya karena Dins juga bilang begitu? Harus ada pembedanya dong," kata Rita yang keberatan tapi yah pasti tidak didengar.
"Ya aku kan tidak ikutan sama dia pas saja dia juga begitu,"
"Jodoh sepertinya," kata Arnila.
"Yah Dins tidak pernah sholat jangan - jangan puasa juga tidak pernah?" Tanya Rita ingin tahu.
"Kata dia sih kan sedang sibuk kerja dan butuh banyak tenaga kalau puasa, nanti dia harus berhenti dulu buat sholat sedangkan dia dikejar target. Alex juga aku yakin begitu," kata Ney.
__ADS_1
"Tidak, Alex selalu mengerjakan sholat kalau sudah waktunya ya dia berhenti bekerja. Dia juga sering mengingatkan aku sholat dari shubuh sampai isya kalau bisa tambah mengaji. Fix kalian jodoh aku setuju apa kata Arnila. Sama - sama diluar nalar sih," kata Rita yang sudah angkat tangan soal Nep dan Dins.
BERSAMBUNG ...