ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(70)


__ADS_3

"Hai semuanya terima kasih sudah datang! Hari ini kami berdua akan mengumumkan pertunangan kami, dan aku ingin kalian yang hadir disini sekaligus menjadi saksi lamaran aku," kata Anggara mengumumkan semua yang hadir bersorak sorai saat Anggara memberikan kotak cincin yang terbuat dari kristal juga. Prita memfoto bentuk cincin yang diberikan pada Merlin dan sangat senang.


"Kamu terlalu percaya diri dengan siapa kamu berhadapan,"kata Rita yang Ney enggan menatapnya baginya Rita sendiri adalah musuh yang harus dia waspadai. "Sebelum menyangka kamu lebih baik, sebaiknya kamu sering berkaca dan bertanya pada diri sendiri apa kamu pantas menjadi pendamping Gara? Aku sudah sering bilang coba untuk mempercantik diri kamu dengan sholat dan dandan tapi yah... sudahlah. Selamat menikmati pertunjukkannya, ini sebagai pembelajaran buat kamu sendiri. Untuk lebih meniatkan hati kamu dengan seseorang," kata Rita yang kemudian berlalu mencari makan dan bergabung dengan Prita.


"Aku belum kalah!" Kata Ney kemudian meski dia merasa kalau tidak ada kesempatan banyak melawan Merlin. Ney tahu banget kalau dia seharusnya berhenti bersikap semua lelaki akan menunduk padanya. Kalau sebenarnya dia sudah sangat salah melangkah, seharusnya dari awal dia tidak menuruti egonya sendiri dan tetap berpegang bahwa Dinslah lelaki untuknya.


"Kemudian, aku ingin memperkenalkan pada kalian teman aku yang selalu memberikan saran terbaik untuk rancangan rumah yang aku sedang buat. Masuk!" Mereka semua menantikan orang yang hadir di depan mereka dan ... Dins! Ney kaget bukan main melihatnya begitu juga Rita. Ney langsung mengWA Rita dengan marah.


"OH JADI INI YA PERMAINAN KAMU! KAMU SENGAJA YA!"


"HEH! ITU BUKAN PERMAINAN AKU TAPI MEREKA! MANA AKU TAHU GARA BERTEMAN DENGAN DINS! Makanya jadi perempuan itu jangan plin plan apalagi gampangan!" Balas Rita tidak kalah seru.


Ney ingin segera keluar ruangan tapi melihat semua pintu aula tertutup rapat, yang dimana rencana mereka berdua berhasil ingin mempermalukan Ney. Ney geram sekali dan tidak tahu harus berbuat apa, sebenarnya bukan untuk mempermalukannya tapi membuat pelajaran.


"Namanya Sadinsa Muhray, aku bertemu dia sewaktu membuat rancangan di sebuah cafe, dia yang mengkritik desainku. Dan yah akhirnya aku sering bertanya padanya soal semua. Oh iya bro, kamu datang sendiri? Katanya sudah comeback dengan mantan," kata Anggara yang membuat Ney tampak panas dingin. Dia bingung apa yang harus dikatakan nanti sudah pastinya dia akan disuruh naik ke atas.


"Siapa pacarnya? Kasihan banget sendirian, aku saja. Aku juga datang sendiri," yang disambut wuuh oleh teman - temannya.


"Nama pacarnya siapa sih? Kenalin dong. Tenang aku kan sudah punya," dari nada Anggara sepertinya dia sudah tahu siapa pacarnya Dins.


"Ney," kata Dins mengumumkan lewat mikenya. Sontak nama itu membuat kaget beberapa teman Anggara dan Merlin, tidak dengan mereka berdua.


"Itu bukan?" Tunjuk salah satu temannya. Dins memandangi ke arah yang ditunjuk dan kaget.


"Tapi pacarku bilang dia ada urusan tidak mungkin dia ada di...kok kamu ada disini?!" Kata Dins yang terkejut tapi sepertinya langsung menyadari sesuatu.


"Tenang bro, aku yang undang dia kesini karena ternyata dia itu temannya dari teman aku. Mungkin kamu kenal Rita. Anggap saja ini kejutan dari aku ya," Anggara memukul punggung Dins yang membuat Dins tertawa.


"Wah gila lu! Aku kira pacar aku kesini mau cari pacar lain hahahaha," sontak semua orang yang ada disana langsung berbisik - bisik membuat Ney sangat malu.


"Ayo Ney maju kesini! Ini babang tampanmu sudah hadir juga! Pasti senang kaan," kata Gara dengan sangat puas begitu juga Merlin yang tertawa terang - terangan kalau berhasil dia membalasnya. Ney lalu maju dengan menutup wajahnya dengan satu tangan.


"Ngapain kamu tutup wajah segala? Goda pacar orang saja tidak tahu malu," kata teman mereka.

__ADS_1


Akhirnya Ney naik ke atas panggung dengan muka yang merah dan Dins memegang tangannya dengan erat. Dan acara pun dimulai, tidak ada disko tenang saja hanya dansa sederhana. Merlin dan Anggara bergabung lalu menyapa Rita dan Prita dan memeluk mereka. "Sudah kan terbalas?" Tanya Rita.


"Bonus untuk kamu juga, Ri," kata Merlin sambil berdansa.


"Semoga dia kapok!" kata Gara.


"Kejam sih tapi dia lebih kejam lagi untuk perlakuannya ke kamu. Jadi jangan merasa bersalah ya," lanjut Merlin. Tampaknya mungkin Dins tahu karena Anggara pasti menceritakannya dan memang begitu. Dari kejauhan mereka berempat memperhatikan Ney dan Dins yang agak bertengkar dan Ney menangis meminta kesempatan maaf untuknya. Dins tampak kecewa berat tapi langsung memeluknya dan dari kata - kata yang keluar dari mulutnya, dia bilang "Tolong kali ini setialah padaku,"


'Please, sis with Dins not with anyone else again ( Tolonglah, sis dengan Dins jangan dengan orang lain lagi )' pikir Rita dalam hati. Lalu Alex menchat, "Aku mohon maafkan semua yang aku lakukan sama kamu. Aku curhat pada ibuku dan aku dimarahi semarahnya oleh ibuku. Beliau bilang, aku tidak mengerti malah terus membuat masalah dengan orang lain. Aku banyak membicarakan soal Ney dan kamu, kata ibuku kamu hanya sedang mencoba menguji seberapa setianya teman kamu karena kamu peduli. Maaf kalau aku terlalu menjudge kamu selalu salah. Tapi aku juga berharap semoga teman kamu bisa setia,"


Beberapa hari setelah pertunangan Gara, Ney dan Rita tidak berkontak mungkin ada seminggu. Mungkin saja Ney merasa malu karena telah dipermalukan langsung oleh Gara. Rita tidak masalah, dia masih asyik chat dengan Alex yang mengetahui tentang Anggara.


"Teman lelaki kamu menakutkan," katanya.


"Hahaha kamu membaca pikiran dia ya. Benar - benar no manners at all,"


"Iya. Kata dia kalau ketahuan aku mempermainkan kamu atau menyakiti kamu, dia akan mencari aku. Happy je,"


"Kamu pandai berkelahi?" Tanya Rita.


"Kalau begitu kenapa harus takut menghadapi temanku?" Tanya Rita tidak mengerti.


"Tidak ah. Sebisa mungkin lebih baik aku menghindar,"


"Kenapa?" Pancing Rita.


"Ya buat apa?" Tanyanya lagi.


"Ya kenapa? Kamu harus beri alasan," kata Rita memaksa.


"......." jawabnya.


"Kamu seperti yang ketakutan padahal kamu kan orangnya sok jago dan sombong,"

__ADS_1


"Nanti aku kena marah," jawabnya.


"Sama siapa? Tumben takut kena marah biasanya kan kamu tukang berontak. Kamu pasti menyembunyikan sesuatu ya?" Tanya Rita membuat Alex ketakutan.


"Jangan dipancing dong kamu selalu begitu kalau sudah penasaran semua jawaban pasti gampang kamu dapatkan," kata Alex.


"Kapan - kapan aku pasti pancing kamu," Rita tersenyum puas membuat Alex pucat.


"Pancing ikan saja," ya seperti itulah percakapan mereka. Selesai dengan menguji Ney, mungkin akan ada menguji dengan Alex karena dia punya banyak rahasia. Lalu tanpa terduga, Arnila menghampiri Rita.


"Ney cerita dia bertemu Dins di pesta pertunangan teman kamu?" Tanya Arnila dalam WA.


Rita lalu menceritakan semuanya. "Astagfirullah! Ney berbuat begitu!? Pantesan aku bertanya dia sedang down banget katanya Dins marah - marah sama dia,"


"Ya atuhlah seperti biasa sudah punya Dins, kenapa juga lirik yang lain. Temanku memang sengaja sih menguji dia juga ternyata seperti yang diduga, Ney beranggapan dia lebih istimewa dibandingkan pacarnya,"


"Hahaha aduuh... " kata Arnila. "Aku juga bingung dia itu hidupnya kenapa sih harus dibuat rumit,"


"Dia ada cerita ke kamu?" Tanya Rita.


"Cuma bilang kalau tidak menyangka teman kamu dan kamu mempermainkan dia. Aku juga sudah bilang jangan main api lagi apalagi ternyata Dins kenal teman kamu,"


"Didengarkan? Pastinya tidak sih," jawab Rita. "Aku juga tidak menduga, Nil pasti itu membuat Ney syok berat, ternyata Dins sudah ajak dia duluan tapi dia beralasan ada keperluan lain," cerita Rita pada Arnila.


"Wah, itu sih krisis ternyata keperluan itu dia datang ke undangannya teman kamu,"


"Berani banget sih teman kamu itu, Nil. Sama sekali tidak ada rasa takut kena karma," kata Rita.


"Tidak tahu, aku juga heran. Rasa malunya juga sepertinya sudah tidak ada. Dins bertanya sama Ney soal keseriusannya berumah tangga sama dia kalau sampai sekarang saja dia seperti berusaha mencari lelaki lain," kata Arnila membuat Rita kaget.


"Ha!? Terus bagaimana? Apa kata Ney?" Serius juga ya kalau sampai menikah nanti, Ney tidak tobat sudah pasti rumah tangganya hancur total.


"Dia lagi rehat. Kata Dins pikir ulang saja dulu, kalau sifat dia masih selingkuh saja lebih baik tidak usah sampai Ney benar - benar bisa setia! Menurut kamu bagaimana?"

__ADS_1


"Menurut aku sih tidak akan sembuh deh. Itu datangnya dari diri sendiri dia, Nil bukan dari suruhan kita asalkan kita harus hati - hati takutnya dia ajak kamu yang sebentar lagi menikah untuk melakukan hal yang salah," kata Rita.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2