ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(293)


__ADS_3

...KATIE SKY - MONSTERS...


...I see your monsters...


...I see your pain...


...Tell me your problems...


...l'll chase them away...


...l'll be your lighthouse...


...l'll make it okay ...


...When l see your monsters...


...l'll stand there so brave...


...And chase them all away...


"Syukurlah. Ya siapa tahu kan kamu cerita seperti tahun lalu itu," kata Alex yang hatinya mulai tenang. Kalau memang ragu kenapa juga dia harus panik?


"Iya memang aku cerita tapi tidak terlalu banyak dan mereka marah setelah apa yang terjadi denganku. Tapi mereka juga ingin tahu pasti kalau bertemu kenapa kamu sampai melakukan itu. Kalau Ney kan mereka sudah bertemu ya dan memang kurang ajar omongannya," kata Rita teringat lagi minggu lalu itu.


"Yea, I know. Aku ada di sana juga kan dan tidak menyangka dia akan mengatakan hal itu pada mereka. Buat apa coba? Kamu memang harus jaga jarak dengan dia kalau kamu tidak mau terlibat di dalamnya, dia itu aneh sekali dan memang kalian tidak cocok sih. Aku juga heran," Alex berpikir mengenai Ney entah apa yang ada di benaknya sampai melakukan menyebarkan kejelekan Rita. Apa dia ingin menguji teman - temannya? Well, dia saja seperti itu pada Rita sekarang dia tahu bagaimana rasanya.


"Sama seperti kamu ya yang aku lihat seperti berusaha mengadu domba," kata Rita langsung mengarah.


...A cup of coffee still steaming...


...Staring back at me, it's blacker than the night...


...Ay, l'm awake but still sleeping...


...l keep telling myself l'll be alright ( l won't )...


Alex menghela nafas, dia juga seperti itu pada awalnya namun, dia punya niatan lain kenapa dia melakukan itu pada Rita.


"Sorry. Someday, you will know why l do that. Meski terpaksa, meski aku tahu kamu akan sangat membenciku tapi kamu akan melihat maksudku. That my risk, I already thinking about it," kata Alex. Meski waktunya lama bagi Rita untuk memahami semuanya tapi itu akan datang meski Alex juga tahu soal dia dan Ney tidak akan lagi sama.


"???? Kamu tidak bisa menjelaskannya sekarang? Ribet banget sih hidup kamu," kata Rita yang memijat dahinya.


"🙄🙄supaya kamu belajar sesuatu meskipun lama sadarnya. Kamu lemot sih!" Kata Alex tertawa.


...And l know it can't get worse than today ...


...Sitting here and she's trying to rehearse what to say...


...See, she's in the bathroom hoping l'm not in earshot...


...While she's getting used...


"HEI! Kalau tidak suka, kamu bisa pergi kapan saja aku tidak memaksa kamu untuk tinggal," kata Rita manyun.


"Hahahaha tapi aku bisa bertahan #SabarAlex aku selalu gunakan ini," katanya memberitahukan Rita.


"Tagar apaan tuh? Hahahaha seperti penyelamatan binatang langka," kata Rita tertawa.


"Aku kan memang langka. Playboy insaf," kata Alex yang menertawakan dirinya sendiri.


"Bahahahaha!! Aneh banget! Kalau begitu apa kamu juga tahu kalau pacarnya Ney putus selama setahun? Kasihan juga sih setiap ada masalah , selalu pacarnya yang mengatasi," kata Rita berpikir tapi kasihan juga Dins selama berhubungan dengan Ney.


...To the sound of a teardrop, splash it hits the tile...


...And l know it's been awhile since you seen me...


...Smile and laugh like l used to ...


...l've been since it happened...


...Just take me to the past...


...Cause l just can't imagine losing you ( too ) ...


...l can't explain this so l'll keep it all inside...


...Wear my pain, but its masked by my pride...


"Buat apa kamu kasihan pada mereka? Kamu sendiri tidak merasa kasihan pada diri sendiri? Selama ini, Ney banyak sekali memanfaatkan kamu hanya kamu memang... kurang sadar. Biarkan saja dia merasakan akibat dari perbuatannya sendiri. Aku juga merasa tidak enak berbuat sesuatu sama kamu tapi tidak bisa membereskannya. Malah jadinya kami yang membereskan keadaan," kata Alex yang menghela nafas. Masih saja dia merasa bersalah sudah melakukan banyak hal pada Rita.


"Ini jadi pembelajaran juga ya kalau kamu merasa tidak mampu menangani sampai akhir, jangan coba - coba membuat masalah. Aku juga sudah lelah sama dengan Dins, masalah Ney terlalu besar dan aku tidak akan pernah bisa bertahan sama dia jadi kamu tidak perlu repot ikut campur. Okay?" Tanya Rita memperingati Alex lagi.


"Sure! Aku sadar, cara mengatasi kita berdua terhadap masalah itu berbeda sekali. Aku tidak akan lagi ikut campur urusan kamu, mau kamu bagaimana dengan Ney atau yang lainnya terserah. Tapi kalau soal aku ya aku harus ikut, sekarang kan soal Ney kamu bisa pecahkan sendiri," kata Alex dengan mantap.


"Benar ya jangan ikut campur atau sok tahu lagi. Yang tahu dia bagaimana hanya aku meski tidak tahu apa yang kamu baca dalam isi hatinya. Kenapa sih dia sampai melakukan itu sama aku padahal kan masih ada cara lain," kata Rita tidak mengerti.


...She came to hold me and she cried...

__ADS_1


...Told me this as she stared into my eyes, said...


...I see your monsters...


...I see your pain...


...Tell me your problems...


...l'll chase them away...


...l'll be your lighthouse...


...l'll make it okay ...


...When l see your monsters...


...l'll stand there so brave...


...And chase them all away...


"Hmmmm nanti juga kamu akan tahu dia punya niat apa dan kamu akan sadar kenapa aku begitu. Aku juga heran sih awalnya memang sengaja ya aku mengaduk kalian bertiga, aku ingin tahu siapa yang palsu dan selama ini aku salah menanggapi kamu. Arnila bilang kok aku percaya saja sama kamu, Rita sedangkan Ney sama sekali tidak pernah berkata seperti yang dikatakan Arnila. Terus kamu juga salah dengan arti kata Buddy, jadi membuat aku salah paham juga," kata Alex tertawa.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Jawab Rita.


"Malah tertawa. Pikir dong memang awal salah itu kamu tahu! Masa kamu tidak tahu artinya sih? Jadi jangan salahkan kalau aku jadinya salah paham semuanya," kata Alex yang kesal.


"Yaaaa aku kira itu artinya teman biasa. Aku baca suatu percakapan di game, artinya teman," kata Rita.


"Game apa? Berarti yang mengatakannya bisa jadi idiot juga. Malah kamu ikuti juga," kata Alex yang merenggangkan pinggangnya.


"Pacarnya Ney sudah punya yang lain. Kamu tahu?" Tanya Alex.


"Oh ya? Tidak tahu. Lalu Dins sama dia akan menikah?" Tanya Rita penasaran.


...l can't you won't like what you see...


...If you were in my head and had to hear my pleas ...


...It's like l can't believe this is happening to me...


...And could someone please...


"Lihat saja nanti apa akan dengan Ney atau dengan wanita lain, dia juga sama saja lho lebih liar dari aku hehehe," kata Alex yang sudah melihat kelakuannya.


"Eeeehhh... Dins? Serius? Jangan - jangan sama pacar barunya juga?" Tanya Rita tidak percaya. Apa Ney tahu ya? Ah, buat apa juga beritahu dia.


"Hmmmm," kata Rita yang mengerti akan keadaannya Alex.


"Anyway sudah lama juga ya," kata Alex mencairkan suasana.


"Apa?" Tanya Rita tidak mengerti.


...You'll never see and never check...


...But l guess its easy for you to leave me...


...But believe me...


...See this isn't something that l'ma just forget...


...l would trade it all for one more minute...


...Don't you see l really need you to talk to...


...l'm still sitting here wondering who did it...


...While l'm staring out our front door...


"Bisa mengobrol panjang lagi selama ini kan kamu sibuk kuliah lalu bekerja. Jadi bagaimana keadaan kamu? Kamu dikeluarkan?" Tanya Alex senang.


"Iya juga ya, seperti sudah lama tidak berbicara lagi dengan kamu. Yah, sekarang aku punya banyak waktu untuk sementara waktu aku tidak akan melamar kerja dulu, kuliah S1 mulai tahun depan. Yah pastilah dikeluarkan. Oh iya soal rekan kerjaku bagaimana?" Tanya Rita penasaran.


"Nih," Alex mengirimkan bukti percakapan.


...Knowing you'll never walk through...


...Said you'd come right back...


...And now you're gone like that...


...A blank stare as l stand so alone...


...And know you're never coming home ( damn )...


...I see your monsters...


...I see your pain...

__ADS_1


...Tell me your problems...


...l'll chase them away...


...l'll be your lighthouse...


...l'll make it okay ...


...When l see your monsters...


...l'll stand there so brave...


...And chase them all away...


"Hai, nama kamu Alex ya perkenalkan aku Asma, aku ini teman paling dekatnya Rita. Salam kenal ya," ( tanggal 4 Januari ).


"Kamu lagi apa sih? Kok chat aku tidak kamu balas? Aku mau kenalan sama kamu lho. Balas dong!" ( tanggal 5 Januari ).


"Eh, kamu kok mau sih kenalan sama Rita? Sama aku saja, aku ini lulusan Madrasah Tarbiyah lho aku juga jago menghafal Al Qur'an. Rita itu sama sekali tidak bisa mengaji heran kok kamu mau sih sama perempuan seperti itu," ( tanggal 6 Januari ).


"Hari ini aku senang banget akhirnya aku terpilih menjadi guru tetap! Hei Alex nanti kita ketemuan yuk! Tapi jangan dengan Rita, kita berdua saja ya. Aku jamin kamu tidak akan menyesal setelah kita bertemu," ( tanggal 7 Januari ).


"Wow! Mirip seseorang ya," kata Rita yang membacanya sambil menyengir.


"Dia terus menerus mengirimkan chat padaku. Aku kesal! Tapi sudah terbiasa sih," kata Alex yang terus mengirimkan apa yang Asma katakan.


"Aku ini tipe yang cocok sama kamu. Serius! Aku cantik lho kamu mau lihat? Aku lebih cantik dari Rita dan putih banget nanti deh kamu lihat aku langsung daripada pakai foto ya," ( tanggal 8 Januari ).


"Memangnya dia cantik? Lebih dari kamu?" Tanya Alex.


"Aku ada foto waktu kita semua foto bersama. Kamu lihat saja," kata Rita lalu mengirimkan satu lembar foto bersama itu.


Alex melihatnya dan terkejut. Kulitnya hitam legam tapi tidak sangat hitam, dia juga berkerudung hanya gaya berfotonya sama sekali jelek. Dari wajahnya dia sangat percaya diri sekali, saat yang lain bergaya kalem hanya dia sendiri yang di luar batas gaya dan agak menjijikkan.


"Bukannya maksud menghina tapi memang dia super kepedean, aku lihat dia sama seperti Ney kalau mereka bertemu bagaimana ya?" Tanya Rita yang tertawa melihat foto itu.


...l got a heart made of fools gold...


...Got me feeling so cold ...


...You keep chipping away ...


...All the promises that l told...


...Felt like l was on those...


...They keep slipping away...


...l want nobody else ...


...But its hard to get to know me...


Alex tertawa keras menatap foto itu lalu membayangkan mereka bertemu, merinding sekali apalagi semua isi chat dari Asma itu membuatnya mual. Apalagi sampai harus dihinggapi orang seperti dirinya akan lebih memalukan dirinya.


"Tapi dia memang sering merebut jam kerja aku sampai kena peringatan juga. Yang paling parah memang dia," kata Rita.


"Guru yang lainnya juga nampaknya ada iri sama kamu ya," kata Alex.


Lalu Rita menceritakan tentang bagaimana mereka mengambil ide karyanya dan membuat Rita terkena sanksi karena mereka bilang, kalau dirinya menyontek hasil karya mereka. Akhirnya selama seminggu, Rita dibebani banyak tugas sampai dia menangis kemudian bertengkar hebat juga dengan Alex dan Ney, dia sampai memakan mie samyang yang pedasnya luar biasa. Rita berharap Alex mau mendengar ceritanya tapi malah membawa masalah lain, saat itu dirinya sudah sangat down dan butuh istirahat.


"Oh... itu sebabnya kamu menghilang beberapa hari. Kenapa kamu tidak cerita?" Tanya Alex merasa tidak enak.


"Cerita? Kamu mau dengar? Selama ini kalau aku cerita kamu selalu menyalahkan tidak ada bedanya dengan Ney. Ada solusi? Kamu juga membuang aku begitu saja dengan bilang "Aku sibuk. Tolong mengerti!" Menurut kamu, aku harus maksa bercerita? Seperti kamu?" Tanya Rita mengingatkan Alex seperti apa dia memperlakukannya.


Alex diam selama ini memang itu yang selalu dia ucapkan padanya dan pada setiap orang, membuat yang lain juga menghindarinya.


"Aku tahu banget kamu sibuk tapi tolong dong baca dulu aku cuma butuh waktu kurang dari 5 menit. Makanya cerita ke kamu pun tidak ada gunanya, kamu cuma bisa menyalahkan pasti begitu juga kan dengan Kayla. Kalau nanti kamu punya istri lalu sibuk, kamu akan buang dia juga?" Tanya Rita.


"Dia pasti mengerti kalau aku memang sibuk bekerja," kata Alex.


"Iya pasti mengerti. Dan dia juga mengerti satu hal," kata Rita.


"Apa?" Tanya Alex penasaran.


"Kalau kamu ada sebagai suami hanya untuk memenuhi nafsu kamu sendiri dan hanya ada untuk menghasilkan uang. Jangan salahkan ya kalau istri kamu mulai ada perhatian sama lelaki lain yang selalu ada untuknya dan mau mendengarkan keluh kesahnya," kata Rita kesal.


"Jangaaaaaannnn begitu banget sih kamu berdoanya," kata Alex yang cemas apa maksudnya Rita punya gebetan lain?


"Tau ah dari kondisi kamu ya begitu jangan salahkan keadaan. Kamu sendiri yang berbuat ulah, ya ini sih peringatan saja. Jangan ego sendiri, kamu ingin dimengerti apa orang lain selalu kamu mengerti? Terus soal Asma bagaimana? Dia ada kisah lagi?" Tanya Rita.


"Ada yang terakhir nih. Aku tidak membalas diamkan dia saja terus sampai sekarang," kata Alex mengirimkan lagi. Lalu dia memikirkan apa yang Rita ketikkan untuknya, memang dia kurang bisa mengerti keadaan orang lain. Egonya paling tinggi begitu juga kepada orang tuanya.


"Aku dikeluarkan. Kamu kok diam terus sih? Hibur aku dong. Aku ingin kamu hibur aku, tolong dong."


Itu adalah chat Asma yang terakhir setelahnya tidak ada lagi. Rita menggelengkan kepalanya Alex benar - benar sama sekali tidak membalasnya. Padahal Alex sendiri pernah cerita kalau dirinya sama sekali tidak pernah mempermasalahkan fisik atau warna kulit. Tapi Rita mengambil kesimpulan dia hanya ingin mendapatkan orang yang sesuai kriterianya seperti sifat yang semuanya baik.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2