ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(321)


__ADS_3

"Memang sih lebih baik yang terlihat daripada yang tersembunyi. Tapi kita tahu yang sudah terlihat semuanya sudah diketahui nah kalau yang tersembunyi?" Tanya putri yang lain membuat Tania berpikir lagi. Benar juga sih.


"Tersembunyi bisa jadi sebagai permata yang lebih berharga dari yang terlihat," kata Tania dengan senyuman penuh bijaksana. Jantungnya berdegup kencang, mungkinkah dia karena siapapun sama sekali tidak ada yang tahu mengenai kesukaannya kepada Alex. Tapi tetap stay cool as woman, karena usianya dia harus menjaga julukannya di hadapan banyak orang.


Alex tersenyum mendengarnya, kakaknya kemudian menyenggol pinggangnya dengan keras sehingga membuat Alex lumayan kesakitan. Ameera nampak tersenyum kecut, semua keluarga sudah tahu mengenai Ameera dan Ojon makanya agak aneh sekarang dia dengan Alex? Ojon? Nampaknya ada sesuatu yang terjadi ada kemungkinan puan Indo itu memang benar adanya. Tapi mereka tidak berani mengungkapkannya apalagi ada Tania yang usianya jauh di atas mereka semua.


"Aku juga permata yang berharga kok yang tak ternilai harganya," kata Ameera secara tiba - tiba memandangi mereka semua. Alex dan yang lainnya memandangi Ameera lalu tertawa bersama.


"Iya juga benar itu. Ameera kan jarang sekali terlihat semenjak lulus sekolah SMA. Kabarnya setelah 2 tahun begajulan, kamu tobat dan kembali ke rumah. Sekarang lihat penampilannya benar - benar layaknya Keluarga Permata sesuai namanya," kata sepupunya yang baru bergabung.


Mereka saling berpelukan dan mengobrol dengan yang lainnya. "Dulunya begajulan sekarang berubah jadi angsa ya kamu," kata sepupunya yang melihat dandanan Ameera meski masih tetap ada sifat begajulannya.


"Lalu Ameera apa kamu akan menikah dengan Alex?" Tanya A penasaran. Tania yang anggun memakan es krim, terhentikan lalu memandang ke arah Ameera. 'Apa!? Ameera dengan Alex?' Pikirnya memandangi Alex. Tapi melihat reaksi Alex, dia tampak biasa saja tidak seperti Ameera yang genit.


"Iyalah pasti dengan siapa lagi kan? Yang dari Indo lebih baik lupakan saja nih ada yang lebih cantik. Ameera kan kita semua sudah tahu ya dan dia memang suka Alex dari dulu," kata C sambil memegang rambut Ameera yang dibuat bergelombang.


"Katakan pada saya, itu tidak benar," katanya sedikit berbisik pada Alex.


Alex menghela nafas, "Saya butuh dia sebagai pengganti kabar yang beredar. Awak pasti baca kan apa yang disebarkan oleh orang bernama EXO itu,"


Setelahnya Tania mengerti, Alex memang tidak bisa berbohong kepadanya karena dia sangat menghormati Tania. Kadang Alex sering bercerita kepadanya kalau pada kakaknya sudah tidak mempan. Meskipun sama usia dengan kakaknya, Jasmine tapi entah kenapa Alex seperti ada rasa segan hanya kepadanya.


"Tapi kenapa harus Ameera?" Tanya Tania lagi.


"Itu kebetulan my mom datang ke rumahnya lalu menanyakan soal perjodohan. Aku tidak bisa menghindar lagi dan sekaligus aku memang ada misi dengannya. Sampai berita itu tenggelam, kontraknya berakhir. Saya takde rasa padanya," jelas Alex merendahkan suaranya.


Tania mengangguk mengerti sekarang sambil memperhatikan Ameera, Tania meminum teh hijaunya. "Jadi begitu, saya mengerti." Tandanya, dia masih ada kesempatan.


"Wah, aku sih berharap bisa ya dengan paman Alex saja habis cantik banget sih. Aku bisa pamer dan membanggakan bibi Ameera pada semua teman," kata sepupu yang paling kecil.

__ADS_1


Ameera memeluk sepupu Alex itu banyak juga keponakan kecil yang menyukai Ameera karena parasnya Korea. Semuanya lalu bersorak tapi tidak dengan Alex dia menatap Ameera tanda tanya dan dia mengedipkan sebelah matanya yang cantik.


"Tampaknya mulai ada drama baru nih." Bisik kakaknya pada Alex.


"Ameera, beli cincin tunangan dan menikah di toko keluargaku saja nanti aku kasih diskon 50% meskipun kamu juga punya tapi tokoku ada barang baru lho," kata Tania sambil menyerahkan buku kumpulan cincin milik tokonya. Mereka semua membelalakkan matanya melihat banyak cincin yang baru saja tiba termasuk Alex. Tania membagikan bukunya itu kepada semua orang eh hanya sekumpulan remaja.


Ameera berbinar - binar melihat semua contoh cincin yang baru datang itu. Alex juga tampak terkagum begitu pula kakaknya. Alex melirik Ameera yang tampaknya mau membelinya entah dia akan meminta padanya atau uangnya sendiri. Ameera sendiri sudah bisa menangkap arti pandangan Alex, dia lalu mengirimkan pesan singkat padanya.


'Untuk tunanganku, Ojon. Tenang saja, aku tidak berminat mencuri kamu dari perempuan Indonesia itu.' Isi dari pesan yang Ameera kirim padanya.


Tanpa Alex sadari dia lupa kalau sudah berteman dengan Ameera dan Ameera membuat postingan yang tentunya saja tampak juga di akun Alex. Tentunya hal itu dapat dilihat oleh Ney, dia tampak kaget sekali melihat postingan terbaru pada akun Alex.


"Nila! Lu lihat deh postingan di wallnya Alex! Cepat! Darurat!" Kata Ney yang heboh sendiri.


Dengan malas Arnila membacanya namun dia juga penasaran ada apa sih membuat Ney heboh sendiri? Kalau sudah soal Alex sih... lumayan kaget tapi toh tampaknya Rita juga tidak kaget.


"Hmmm sepertinya mereka mulai berjalan sendiri - sendiri, sudahlah kita jangan mengganggu mereka berdua lagi. Kamu juga jangan mulai ganggu Rita di Pacebuk nya. Buat malu!" Kata Arnila memperingatkan Ney. Tapi namanya juga Ney mana mempan dia diperingati seperti itu harus kena siraman air lava dulu baru berhenti.


"Hei! Kamu jangan suka asal menuduh begitu! Kita tidak boleh bertindak gegabah, kalau memang ada masalah pun apa wajibnya cerita?" Tanya Arnila pasti ini Ney mulai rese.


"Lho, aku kan teman dekatnya, Nila. Ya aku berhak dong diberitahu kalau ada masalah sama mereka," kata Ney merasa penting.


"Teman dekat macam apa yang lebih berpihak pada orang asing? Kamu sendiri lho yang berkali - kali melakukan kesalahan membuat dia jauh sama kita. Sekarang ada masalah saja bukannya kasih solusi kamu malah menyalahkan dia. Apa kabar dengan sahabatnya ya?" Tanya Arnila.


Ney keki membaca jawaban WA dari Arnila. Tapi sebagian tidak salah juga...


"Coba kamu pikir baik - baik kapan Rita pernah cerita lagi soal masalahnya saat kamu hanya bisa menyalahkan segalanya? Jangan terlalu banyak berharap kamu itu bukan teman baiknya," kata Arnila memberitahukan kenyataan yang dia lihat.


"Aku tidak peduli ya apa kata kamu, Nil. Bilang saja kamu iri kan karena aku lebih kenal Rita dan bukan kamu. Kamu bukan temannya dia jadi sepertinya kamu deh yang jangan banyak bacot sama gue," kata Ney kesal. Dalam pikirannya menyebalkan sekali Arnila nih sok banget kasih ceramah.

__ADS_1


"Gue ga peduli sama sekali soal lu teman gue atau Rita bukan teman gue. Hanya gue mau kasih tahu saja sudah cukup lu ikut campur urusan Rita. Ingat ya kenapa Rita meminta bantuan lu sejak awal bukan karena dia butuh bantuan lu untuk dia dan Alex. Tapi hanya sebatas penerjemah tapi lu malah kelewat batas. Sekarang sudah bukan wilayah kamu lagi, kalau mereka ada masalah apalagi kalau tidak cerita. Finish!" Kata Arnila dia tak peduli mau didengarkan atau tidak.


Tapi Ney tidak perduli dan dia kemudian berusaha chat Rita tapi tidak jadi karena pasti Rita tidak akan menjawabnya. Yah, kalau tidak dijawab apa yang dikatakan oleh Arnila kan tepat ya. Tapi memang dasar Ney yang kurang peka dengan keadaan. Daripada meneruskan chat di WA, Ney memposting foto Alex dengan Ameera di Pacebuk nya Rita. Maksudnya agar Rita cepat membalasnya tentu saja sedikitnya Ney sengaja agar semua orang melihat kelakuan Alex seperti apa. Yah sekitaran itulah ingin mempermalukan Rita juga karena dia sangat iri dengan yang Rita dapat.


Otomatis setelah terpasang 5 detik kemudian tampaknya komen dari temannya Rita, teman kuliahnya.


"Apaan nih? Wah, gebetannya Rita tuh. Nih orang tidak ada kapoknya ya sengaja pasang postingan seperti ini," kata Icha yang secara kebetulan terdapat kiriman posting dari yang bernama Ney. Tentu saja bukan hanya Icha saja tapi semua teman - teman Rita yang terganggu dengan postingan temannya itu.


"Siapa tuh?" Tanya Melinda yang baru aktif sepertinya.


"Kabogohna Rita yeuh!" kata sambut teman lain yang sudah tahu.


Lama kelamaan semakin ramai yang memberi komentar dan tak sedikit memberikan Thump Up. Ney tentu saja tersenyum perhatiannya berhasil membuat semua orang mengomentari. dia sendiri pun tentunya membaca semua komen teman Rita setiap 1 detik dia refresh agar komen yang baru bisa dia baca. Namun lama yang dia harapkan komentar miring kepada Rita tidak nampak, dia kesal sambil mengepalkan tangan kirinya.


"Temenan tahu!" Jawab Rita muncul menjawab semuanya sambil tertawa. Rita juga sadar betul apa maksud Ney dengan mempublikasikannya namun semua temannya seakan tak perduli dengan yang diharapkan oleh Ney.


"Dia lagi makan malam ya dengan saudara - saudaranya. Tampaknya keluar besar semua lalu berkelas juga. Nih yang mempublikasikannya apa hubungannya ya?" Tanya Tamada keheranan. Ney kok tampaknya memang senang ikut campur dan buat masalah bagi Rita.


Sebelum Ney mau membalas, sudah ada yang menerobos siapa lagi kalau bukan Linda. "Tampaknya dia suka mengekori kecengan Rita deh. Kemana saja dia sendiri ikut seperti ekor kucing. Yang diliriknya Rita kenapa dia yang heboh ya? Super kepo sih nampaknya,"


Ney langsung menghentikan aksinya untuk membalas komentar. Beberapa temannya menyindir dirinya yang selalu mau tahu tapi pasti Rita akan membelanya. Dia yakin itu.


"Hahaha kok tahu sih Lin? Dia memang begitu tapi sudahnya dia malah menyalahkan. Aneh kan sudah ketahuan malah lempar sembunyi tangan, malas aku sama dia juga," kata Rita yang dibaca oleh Ney. Dia terkejut bukannya membela dirinya malah membuat pernyataan memang dia begitu. Apalagi Rita juga membeberkan soal dirinya yang selalu bermain aman.


"Wah, Rita itu tidak baik banget orangnya kalau sampai lempar kesalahan ke kamu. Block aja! Supaya dia sadar kesalahannya eh jangan... jangan kamu terima lagi. Masa teman kelakuannya begitu sih?" Tanya Aan teman semasa dirinya kuliah di D2.


"Iya. Mana dia juga sudah hina kamu di depan kita semua sekarang dia posting seperti ini. Aku yakin sih dia punya niat jelek asli sama kamu. Entah sengaja atau tidak, kita sangat tidak suka sama teman kamu tuh satu. Parah banget. Mbak Diana kurang seru menamparnya," celetuk Icha yang berani mengungkapkan langsung.


Rita, Ney dan Arnila kaget bukan main terbeberlah semua kenyataannya yang membuat kolom komentar semakin seru. Ney tidak berani berkomentar, dia takut ternyata semua temannya malah semakin berkobar mengumandangkan ketidaksukaan mereka kepadanya. Bukannya memancing emosi Rita malah mengobarkan api yang lalu. Apalagi muncul tanggapan dari orang lain juga. Wah habis dia!

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2