
Meski Alex tetap bersikukuh agar Rita tidak meninggalkan Ney begitu saja menurut Rita sepertinya nanti akan terjadi sesuatu pada dirinya dan Ney tapi itu masih menjadi misteri.
"Janji ya kamu tidak akan meninggalkan Ney seperti apapun keadaannya," ketik Alex.
"Kenapa sih kamu Memaksa banget ya aku harus dekat sama dia di saat semua orang menyarankan aku harus lebih jauh dari dia?" Tanya Rita yang sebenarnya sudah bosan banget baca chat seperti itu.
"Ya dari penglihatan aku sih kamu akan meninggalkan dia. Kamu tidak tahu betapa sakitnya itu," kata Alex.
"Oh kamu tahu ya rasa sakit?" Tanya Rita yang mulai gemas.
"Tahulah setiap hari aku menahan rasa sakit,"
"Kalau begitu kamu tahu juga dong betapa sakitnya dikhianati dia ikut kamu membully aku lalu menjelekkan aku hanya karena aku harus setipe sama kamu? Tahu kamu? Dan apa kamu tahu sakitnya aku yang sudah kamu geprek lalu kamu masih chat sama aku, dan berharap lebih?" Tanya Rita yang kedua tangannya sudah bergetar menahan amarah. Alex sepertinya sudah melupakan hal yang menurutnya sepele tapi tidak bagi Rita. Ney juga sama seperti Alex. Makanya tidak heran Rita ingin sekali menampar kedua irang itu sekerasnya.
Alex tidak membalas tapi dia menunjukkan dengan emoji penuh penyesalan. "ππmaafkan,"
"Asal kamu tahu saja ya sampai kapan pun yang kalian lakukan padaku akan selalu membekas sampai aku mati. Karena itu menjadi peristiwa pertama dalam hidup aku. Buat kamu, tunggu saja pembalasanku! Soal aku yang jangan meninggalkan Ney, maaf saja ya aku tidak bisa menjanjikan apa - apa, hanya aku yang tahu apa yang baik untukku dengan yang tidak. Kamu tidak perlu merasa harus ikut campur. Masalah yang kamu buat saja, tidak bisa kamu atasi kan malah semuanya jadi hancur," kata Rita dengan panjang lebar, dia mulai bete lagi kejadian tahun lalu membuatnya menjadi trauma.
"Aku benar - benar bodoh melakukan hal itu padahal aku sadar aku ini bukan siapa - siapa kamu dan bukan maksudku membuat teman - teman kamu mengikuti aku," kata Alex dia salah perhitungan, salah langkah. Tahu banget kalau Rita tidak seperti kebanyakan perempuan yang dia temui. Rita kurang peka terhadap apapun, dan dia hanya ingin Rita terlihat sempurna dimata keluarganya. Itulah kesalahan terbesarnya, memaksakan kehendak orang. Dan Rita sangat tidak suka itu.
"Halah! Itu alasan kami saja agar tidak dipersalahkan. Bagaimana kecewanya aku melihat dan membaca bagaimana kamu menghina aku dan malah Ney juga ikut memanasi. Harusnya kamu tahu dong teman yang baik itu bagaimana. Kalau kamu merasa Ney keluar jalur, ya kami ingatkan! Bukannya terus saja kamu membully aku. Jadi jangan salahkan ya kalau nanti aku sama sekali tidak menganggap kamu ada," Rita super kesaaal dia ingin sekali menyudahi kontak ini dengan Alex dan dengan Ney, mereka sangat membebani Rita.
"Aku cuma ingin kami mengerti saja. Tapi aku sadar yang kuperbuat ternyata keluar jalur. Aku sudah memberitahu Ney untuk selalu mendengarkan dan jangan membuat pertengkaran rapi sepertinya tidak didengarkan," Alex agak kecewa apa yang dia pikirkan ternyata tidak sesuai ekspektasinya.
"Makanya jadi orang jangan terlalu sok tahu. Kamu berpikir punya banyak uang, kekuasaan besar, anak jenius tapi ingat ya Allah SWT adalah penguasa alam semesta. Jangan sok tahu deh apalagi kamu memaksa aku harus ini harus itu, sifat diubah dari nol. Seperti kamu wakil Allah SWT saja," Rita mendengus. Amarahnya mereda lambat laun.
__ADS_1
"Tapi kamu memaksa aku untuk jangan minum alkohol, jangan party, jangan berhubungan intim. Itu memaksa pula. Menurut kamu itu adil tidak sih?" Tanya Alex sambil manyun.
"Ya itu untuk kebaikan mengubah kebiasaan jelek. Yah jeleklah mana ada hal seperti itu kebiasaan baik? Aku heran kamu itu dari bayi sudah dicap jantungnya cacat tapi kok bisa ya melakukan semua itu, pantaslah kamu sering koma. Kamu suka bersyukur tidak sih?" Tanya Rita.
"Kadang - kadang. Kenapa?" Tanya Alex.
"Kamu ya harus banget berucap syukur. Hidup kamu tuh emejing banget ya sudah banyak melakukan zina, melakukan yang haram tapi masiiiih saja diberi kesempatan. Orang lain mah malah banyak yang dicabut. HARUS! Hargai pemberian Allah SWT sama kamu jangan sampai Dia bosan sama kamu!"
"Memangnya Allah SWT bisa bosan? Kalau sampai bosan bagaimana?" Tanya Alex. Ini entah dia memang bodoh atau dia sedang tes Rita nih.
"Ya bisa laa memangnya kamu pikir Allah SWT itu seperti kamu? Kaku! Sekarang saja kita ini suatu hiburan nyata ya bagiNya. Allah SWT mengerjai kita berdua untuk bertemu mungkin karena Allah SWT sudah merasa bosan, kebanyakan umatNya ya gitu - gitu saja. Mungkin Allah SWT berpikir 'bagaimana ya kalau orang yang kurang peka ini dihadapkan dengan lelaki kurang ajar yang bodohnya kebangetan'. Allah SWT itu kan unik. Aku saja heran kenapa harus kenalannya sama orang bodoh seperti kamu!" Kata Rita.
"Kamu....!!!" Kata Alex yang marah tapi juga tertawa bersamaan. Tapi dia sadar kalau dirinya terlalu angkuh, terlalu sok, terlalu beranggapan lebih tinggi dari orang lain. Lalu dihadapkan oleh seseorang yang memandang segalanya hanyalah milik Allah SWT. Perempuan pula masalahnya, orang yang tidak pernah menganggap dirinya spesial atau merasa tinggi tapi terlalu merendahkan sampai temannya sendiri tidak sadar sering menginjaknya.
"Nanti kamu kena hukumannya kalau memutuskan silahturahim. Nanti itu akan berbalik ke kamu, kamu akan ditolak entah oleh saudara aku atau orang lain. Bagaimana?" Tanya Alex mengingatkan.
"Tidak apa - apa itu hak mereka kok. Aku tidak memaksa mereka harus benar - benar menerima aku. Kalau mereka berpikir aku jahat, atau aku tidak selevel mereka, apapun yang jadi alasan mereka tidak mau dekat ya biarkan! Memangnya di dunia ini hanya mereka saja yang hidup? SMA juga aku pernah kok ditolak sama murid disana karena tidak nyambung soal pikiran, ya sudah. Tidak apa, aku masih punya banyak teman yang dekat. Memangnya kamu pikir aku atau kamu harus selalu diterima semua orang? Ya tidak lah. Tidak diwajibkan siapapun harus menerima kita untuk jadi teman," kata Rita dia mengibaskan kedua tangannya yang saat ini sepertinya dia harus selalu mengetik panjang - panjang. Tidak lupa Rita minum jusnya dan juga makan.
"Oh... kamu terbuka ya pikirannya bisa menerima apapun yang terburuk sekaligus yang terbaik. Aku banyak ditolak orang," kata Alex yang senyumannya mengembang membuat ibunya terheran, dia membicarakan apa saja sih.
"Mungkin karena peringai kamu itu. Kamu kan sok - sok apalah itu. Senang cari musuh ya, sepertinya kamu juga senang banget menjadikan aku sebagai musuh kamu," tebak Rita.
Alex membalas "ππ" artinya tebakan Rita tepat sasaran. "Kenapa laa kamu selalu tahu itu? Sepertinya aku merasa terjebak terus,"
"Bagus dong itu bisa meminimalisir kan pembalasan aku sama kamu nanti. Atau kamu mau lebih baik aku sumpahin kamu?" Tanya Rita yang mulai sadis emojinya.
__ADS_1
"JANGAAAAAN!!πππ" Jawab Alex. "Aku kan sudah minta maaf masa tidak kamu terima?"
"Masalahnya terlalu kena ke hati utama dan akan sulit menyembuhkannya. Jadi terima saja nasib kamu sampai aku bisa sembuh dan melupakannya," kata Rita yang memang merasa masih belum cukup sembuh.
"Kasihan banget aku nih. Sudah sering koma, sudah sering kena hukuman juga masih terus berlanjut ini? Ya Allah maafkan aku! πππbanyak menyiakan semuanya termasuk orang - orang yang dulu dekat sampai mantan - mantanku juga. Hukumannya benar - benar disekaliguskan. Hukuman terbesarku adalah dihadapkan dengan yang tidak peka sama sekaliπππ," kata Alex yang sudah sedih sekali.
"Woi! Yang seperti itu buat apa kamu ceritakan disini? Sambil sholat tuh nangisnya! Kamu sengaja ya supaya aku tidak membalas? Jangan buat alasan ya. Pembalasanku akan selalu menunggu kamu kalau ketemu, just prepare accept ur bad destiny!" Rita lalu tertawa mengerikan dalam kamarnya. Prita datang melihat kakaknya kenapa sih tertawanya bisa sekeras itu.
"Ketawa apaan sih? Keras banget!" Kata Prita yang menyembulkan kepalanya.
"Lagi nonton nih seru!" Jawab Rita menunjukkan ponselnya.
"Oh." Katanya terus menutup kembali pintu kamar kakaknya.
"ππππππ jangan kejam ya. Aku kan sudah minta maaf jadi kan sudah 90% jadi masa hukumannya di permudah ya," Alex memohon.
"Enak saja 90% kamu yang seenaknya hina aku, seenaknya juga menetapkan pakai persenan! Bagus kamu sudah minta maaf tapi itu masih kurang," kata Rita.
"Memangnya sudah berapa persen?" Tanya Alex yang takut - takut.
"Baru 5%. Masih sisa banyak. Hitung sajalah," jawab Rita yang terus tertawa ngakak. Rasakan pembalasanku nanti! Pikir Rita dengan jahat.
"ππππ," jawab Alex.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1