
"Bicara dengan kamu kadang sangat aneh," kata Rita.
"Why?" Tanya Alex heran.
"Kamu senang memberi ceramah sepertinya kamu punya banyak ilmu,"
"Iya dong. Aku hafal semua isi ayat Al Qur'an," wah! Serius? Pikir Rita. Mungkinkah... mungkinkah kalau Alex itu sebenarnya bukan anak Billion sembarangan?
"Semua surat di dalamnya kamu hafal? Bohong!" Tebak Rita ingin tahu bagaimana responnya tapi dalam hatinya Alex berkisah tidak ada kebohongan.
"Kamu ini! Memang aku hafal semuanya sampai ayatnya juga. Aku tidak bohong. Sungguh," kata Alex yang berusaha meyakinkan Rita. Lalu Rita ingat kalaupun dia berbohong, biarlah dia terima balasannya nanti.
"Juz 30 kamu hafal?" Tanya Rita karena berhubung dia mencari calon yang bisa hafal juz 30 meskipun dirinya tidak bisa hahahaha..
"Sangat!" Antusias Alex membuat Rita senang.
"WOW!" kata Rita meski hanya membaca kalau memang Alex pelafal Al Qur'an, pantas saja dia agak sombong. Tapi bukannya yang sudah tahu ilmu Allah SWT, dirinya akan lebih rendah hati ya??
"Kamu kalau nanti menikah, apa ada syarat untuk suamimu?" Tanya Alex tiba - tiba.
"Iya dong. Dia harus hafal juz 30 untuk maharnya tapi kalau tidak bisa cukup melantunkan semua surat An Nisa," kata Rita.
"Ada apa dengan surat An Nisa?" Tanyanya.
"Karena surat An Nisa kan kebanyakan isinya untuk perempuan. Yang bisa hafal semua ayat dari 1 sampai habis pasti romantis orangnya!" Rita senyum - senyum sendiri mengatakannya.
"Oh begitu. Apa kamu hafal juz 30 atau surat An Nisa? Karena sepertinya buat kamu itu sangat berharga,"
"Semuanya aku tidak bisa hehehe. Itu buat calon saja, aku sih yang biasa saja hehehe,"
"..............." jawab Alex entah sepertinya dia sedang menertawakan Rita dengan keinginannya yang terlalu ketinggian. Yah kali saja ada yang bisa kan.
"Kamu hafal surat pendek saja?"
"Iya,"
"Berapa surat yang kamu hafal?" Tanya Alex. Sudah tentu Rita tahu dia pasti bertanya soal itu, jangan malu Rita! Jujur saja!
"Tiga,"
__ADS_1
"..........." jawab Alex.
"Surat Al Ikhlas, An Nas dan Al Falaq,"
"............."
"Apaaaa dari tadi balasnya titik - titik mulu. Itu kan lebih baik daripada tidak hafal satu surat pun, itu baru memalukan masih bisa hidup juga!" Rita membela dirinya sendiri sebenarnya dia juga sangat malu mengakuinya. Merasa tidak pantas setelah tahu kalau Alex seorang Hafidzh.
"No coment ( tidak ada komentar ). Kamu berikan syarat untuk calon suami kamu juz 30 tapi kamu sendiri hanya hafal 3 surat?!" Pasti dia menertawakan.
"Tertawa saja kalau kamu mau atau ejek saja tidak apa - apa kok. Dan soal syarat kan terserah aku," jawab Rita.
"Kamu perempuan mahal ya. Aku yakin banyak lelaki yang sulit mendapatkan kamu,"
"Iyalah. Coba kamu cari deh mana ada perempuan yang semasa hidupnya dari SD sampai usia 30an masih menjomblo? Ngenes pula! Aku sedari kecil sudah meniatkan tidak ingin pacaran dan kalau bisa Allah pertemukan aku dengan lelaki yang siap jadi suami. Disaat perempuan seusiaku terburu - buru sibuk mencari lelaki atau sibuk naksir sana sini, aku sih perbanyak baca buku meski komik juga. Disaat mereka buka aurat mereka, aku menjaganya untuk yang layak melihatnya dan juga menjaga lingkungan pertemanan. Apa kamu lihat ada yang seperti itu?" Tanya Rita.
"Oh begitu, iya juga ya. Aku melihat lingkungan kamu selalu baik dan kamu juga selalu menjaga diri berada di manapun. Apa kamu bisa menjaga mata dan hati juga untuk suami kamu nanti?" Tanya Alex bertanya lebih mendalam.
"Lho, aku kan Jones masa kenal sama aku, kamu masih belum tahu sih!"
"Apa itu Jones? Indiana Jones?" Rita tertawa seru membacanya.
"Jomblo Ngenes," sekarang kebalik Alex yang tertawa sangat keras. Dia mengirimkan banyak emoji tawa yang super banyak. "In sha Allah kalau dianya juga bisa menjaga mata dan hatinya. Tapi kalau tidak bisa, ya sudah semoga ada penggantinya buat aku,"
"Maksudnya yang sudah ternoda seperti kamu?" Tanya Rita.
"Aku merasa sangat bersalah sekali kamu bilang begitu,"
"Terima saja nasibmu suruh siapa kamu sampai senakal itu?"
"Tidak bisa ya kalau kamu lupakan. Anggap aku biasa begitu," Rita membayangkan mulutnya yang seperti anak kecil yang merajuk.
"Aku usahakan tapi jangan sampai lupa kelakuan kamu. Nanti pasti ada penebusannya. Kalau suamiku seperti kamu sudah tidak perjaka lagi, ya mau bagaimana lagi? Aku bisa memilih? Asalkan dia selalu bisa menjaga hatinya hanya untuk aku nanti ya tidak apa - apa. Mungkin,"
"Aku bisa! Aku tidak akan mencari istri lain, akan selalu menerima kamu!" Rita hanya menghela nafas. Masa iya sih jodohku sama Alex? Pikirnya.
"Kenapa sih kamu bisa kehilangan perjaka kamu semudah itu? Kamu kan agamanya Islam bagus banget lagi ilmu yang sudah kamu dapatkan, sayang banget sampai bernoda," kata Rita penasaran hal apa yang dialami Alex semasa remaja dulu?
"Yah gejolak kawula muda. Kamu tahu kan orang kaya selalu diberi ujian pada uang dan harta, ya itu terjadi denganku. Sudah biasa remaja selalu penasaran dengan banyak hal lalu mencoba ini itu yang menyesalnya belakangan. Ayahku punya banyak uang dan aku menghabiskan ratusan juta dengan berpesta. Termasuk hmmmm pesta esek - esek, mabuk sampai 2 hari, ya begitulah. Sampai aku kehilangan milikku yang berharga, yah dan aku sangat menyesal setelah bertemu dengan kamu. Kalau saja dulu aku tahu akan bertemu dengan kamu, aku pasti bisa lebih bertahan saat kecewa pada ayahku. Maaf ya," Alex menambahkan emoji menangis yang dikirimkan pada Rita.
__ADS_1
Rita menghela nafas lagi harus bagaimana lagi? Perjaka dia sudah hilang yang penting sekarang dia sudah bertobat, berarti sudah berlalu sekitar 2 tahun dan itu baru! WAH... Rita menepuk dahinya, ini adalah ujian beratnya termasuk ujian saat Rita harus menghadapi Ney dan Arnila.
"Lalu apa ada penyesalan yang terdalam atau kamu beranggapan 'karena sudah terjadi aku pasti di terima oleh Rita'?" Tebak Rita kalau memang iya begitu, Rita memutuskan untuk mundur seribu langkah dan memikirkan kembali untuk dekat pada Alex. Takutnya Alex hanya di kepala saja menyesalinya bukan dari hati.
"Ya penyesalan terdalamlah karena yang aku lihat kamu masih perawan dan benar - benar menjaga sekali keperawananmu, sempat aku menyerah saja karena aku sendiri sudah seperti ini. Kasihan juga ke kamunya lalu aku mencoba bertanya sama kamu apa kamu mau menerima aku yang sudah rusak. Tapi kalau tidak terima ya sudah tidak apa - apa meski aku sedih,"
"Itu seperti kamu merajuk agar aku menerima kamu. Apa kamu punya niat memaksa agar aku bisa menerima?"
"No! No of course I don't want to force you to accept me ( tidak! Tidak tentu saja aku tidak mau memaksa kamu untuk menerimaku ). Aku ingin bertanya pada kamu," kata Alex. Dia dari tadi juga bertanya kenapa harus minta ijin segala?
"Bayar!" Jawab Rita.
"Kejam!" Jawab Alex.
"Kamu kan khorang khayah banyak uang. Bayar!" Kata Rita sambil tertawa.
"Gitu amat sih,"
"Mau nanya apa? Dari tadi juga kamu nanya tanpa meminta ijin," kata Rita keheranan.
"Oh iya ya hehehe... aku sudah banyak cerita mengenai kebobrokan aku, tapi kenapa kamu tidak?" Rita tidak mengerti apa maksudnya.
"Maksudnya?" Tanya Rita.
"Yang kamu alami," kata Alex. Rita langsung terdiam.
"Yang mana ya?" Tanya Rita berhati - hati mengingat dan selintas datang ingatan yang tidak mau Rita ingat.
"Sepertinya ada memori yang kamu hilangkan atau mungkin memang sengaja kamu ingin dianggap suci,"
"Apa sih? Coba jelaskan," pinta Rita kalau memang "bagian" yang itu di maksud Alex, pasti Rita ceritakan.
"Aku melihat kamu pernah Making Love dengan Jin! Mengaku atau kamu benar - benar tidak tahu?!" Tanya Alex yang tampaknya tidak sabar.
"WHAAAAAT!?" Teriak Rita dalam inbox yang membuat Alex kaget, benar menurut dugaan Alex kalau Rita memang menghilangkan ingatan itu.
"So? Tell me please. I never leaving you, I promise. You can accept my past mistakes so do I to you ( Jadi? Tolong ceritakan. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku berjanji. Kamu bisa menerima kesalahanku di masa lalu jadi aku akan lakukan sama kepadamu juga ),"
"I don't know! ( aku tidak tahu! )," jawab Rita karena memang dia tidak tahu karena memang ingatan itu terpendam di dalam.
__ADS_1
"Berarti kamu menghilangkan ingatan itu ya. Mau aku munculkan lagi? Aku tahu itu pasti kenangan terburuk kamu tapi aku ingin tahu kisahnya bagaimana. Aku tidak akan membuat kamu merasa terintimidasi karena kita sama meski bedanya, aku merasakan dengan secara fisik dan asli," jelas Alex yang membuat Rita berusaha memunculkan kembali kejadian itu.
BERSAMBUNG ...