ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
4


__ADS_3

Karomah adalah anugerah dari Allah, yan secara bahasa berarti kehormatan atau kemuliaan. Selain itu, karomah adalah kejadian luar biasa di luar logika dan kemampuan manusia biasa, terjadi pada diri seseorang yang berpangkat Wali.


Ney : "HAH!? Tapi kan kalau Wali dimana-mana laki-laki bukan perempuan,"


Arfa : "Terserah Tuhan kan toh dia pemilik semesta ini. Kita manusia biasa harus bagaimana? Teruskan baca,"


Karomah bisa juga berbuah Ujian. Karomah bisa juga disebut sebagai Ujian. Saat hamba yang bersangkutan berubah menjadi sombong, maka karomah yang diterimanya itu menjadi Istidraj.


Ney yang membaca kata terakhir berpikir Rita sudah berubah jadi sombong sejak awal kenal namun ditepis oleh Arfa.


Arfa : "Dia sama sekali tidak pernah sombong mungkin itulah yang membuat Tuhannya tertarik. Dia juga tidak tahu soal anugerah ini, Ney. Apapun yang Rita ini punya, dia akan tetap bersikap rendah hati pada siapapun. Jadi kamu jangan mencap dia sombong atau angkuh dulu, biasanya dikenal begitu sebelum kenal dia,"


Ney : "Istidraj itu apa sih, Fa?"


Arfa : "Bukannya kamu yang lebih tahu itu apa? Masa sih kamu agama Islam tapi tidak tahu Istidraj?"


Ney : "Ya memang aku tidak tahulah. Memangnya itu penting sampai harus tahu segala?"


Arfa : "Nih, ca jangan sampai kamu seperti dia. Jauh dari agama sampai buat dia jadi manusia paling bodoh. Masa Istidraj tidak tahu? Kamu harus hati-hati dengan nikmat dunia karena ini. Kamu harus buka mata dan menjadi lebih waspada bila mengalami ciri-cirinya,"


Istidraj menurut ayat QS. Al-An'am ayat 44 diartikan sebagai dikeluarkannya dari garis lurus kebenaran tanpa disadari. Allah swt memperlakukan apa yang dia kehendaki, dibukakan segala pintu, hingga orang tersebut lupa diri.


Arfa : "Maksudnya kalau kata aku Tuhan kamu memberikan apapun yang kamu inginkan ***** bengek kenikmatan dunia. Seperti doa langsung dikabulkan saat itu juga, ini paling gawat sih. Bukan artinya kamu sangat dekat dia tapi Tuhan kamu itu mengabulkan sesuka hati keinginan kamu. Sampai kamu lupa mengenai kenikmatan yang real,"


Ney bersikap jutek dan tidak peduli pada penjelasan Arfa. Ciri orang seperti ini yang berbahaya, diberi tahu soal bahaya Istidraj tidak peduli.


Orang memberitahukan kebenaran, tidak didengar atau tiba-tiba dia jadi panas. Banyak setan dalam dirinya jadi pasti menolak soal ayat-ayat. Berbeda kalau dia diajak bicara soal ghaib, luar biasa semangatnya.


Ney terpaksa membaca lagi karena dipaksa. Meskipun dia membacanya, ada perasaan bergemuruh. Dia serasa ingin membanting ponselnya itu tapi tidak berani karena harganya puluhan juta.


Ibaratnya tidak ingat bahwa sesudah panas pasti ada hujan, sesudah lautan tenang gelombang pasti datang. Mereka dibiarkan berbuat maksiat dengan hawa nafsunya hingga tersesat jauh. Lalu siksaan Allah datang sekonyong-konyong.


Ney : "Jadi menurut kamu soal aku yang permintaannya mudah dikabulkan, itu tidak wajar?"


Arfa : "Iya, karena lebih enak itu ya yang berproses bukan instan makanya itulah sebabnya membuat kamu super egois ke orang lain. Karena merasa Tuhan kamu itu dekat padahal sebenarnya ada sesuatu lho. Kamu jarang sakit, itu harus dipertanyakan, sesuatu yang kamu inginkan cepat dapat,"


Ney tidak mau lagi berdebat kusir dengan Arfa. Tapi dia masih membaca kelanjutannya.


Istidraj itu dalam Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali mengartikan Pembiaran. Istidraj merupakan peringatan keras dari Allah swt.


Arfa : "Kamu dengar nih ya. Istidraj adalah pemberian kesenangan untuk orang-orang yang dimurkai Allah swt agar mereka terus menerus lalai. Hingga pada suatu ketika semua kesenangan itu di cabut oleh Allah swt. Mereka akan termangu dalam penyesalan yang terlambat. Mirip kisah kamu sama Rita ini ya,"


Ney : "Maksud kamu apa sih!? Sengaja ya? Pasti kamu senang kan tahu cerita aku,"


Arfa tidak peduli lagi dia teruskan membaca, dia tahu kalau Ney sering merasa panas bila mendengar kebenaran dari ayat kitab. Pantas sering kepanasan bila Rita mulai mengaji, makanya dia akan selalu mengganggu Rita agar tidak selesai. Sama persis dengan kerjaannya syeton terkutuk.


Orang mukmin akan merasa takut dengan Istidraj, yaitu kenikmatan semu yang mereka ketahui adalah murkanya Allah swt. Namun sebaliknya, orang-orang yang tidak beriman akan beranggapan bahwa kesenangan yang mereka peroleh merupakan sesuatu yang layak didapatkan.


Arfa : "Kamu sekali ya ini ciri-cirinya,"


Ney : "Iya dong,"


Arfa : "Termasuk ke orang-orang yang tidak beriman,"


Ney kesal sekali pada Arfa yang langsung mendengus lalu tertawa keras.


Arfa : "Nih, ada yang serunya dengarkan deh,"


Ney : "Apa?" ( penasaran )


Arfa : "Biasanya, istidraj diberikan kepada orang-orang yang mati hatinya. Mereka adalah orang-orang yang tidak merasa bersedih atas ketaatan yang ditinggalkan dan tidak menyesal atas kemaksiatan yang terus dilakukan. Kamu sekali ya, tidak pernah melakukan doa, mengaji jarang, bicaranya ilmu agama tapi isinya kotor,"

__ADS_1


Ney : "Kamu yaaaaa!!"


Arfa : "Jadi itulah yang membedakan circle kamu dan Rita. Dia manusia normal takut pada istidraj makanya dia selalu berusaha mengerjakan sholat meskipun masih bolong. Tapi kamu yang parah Anti Islam ya,"


Ney : "Kapan aku pernah melakukan kemaksiatan? Tidak pernah!"


Arfa : "Selingkuh kan maksiat. Kamu cium bibir orang lain selain suami sendiri menurutmu apa. Berapa kali kamu bertemu yang bukan mahram? Kamu sehat?"


Pernyataan itu membuat Ney tidak bisa berkutik. Mau nangis, Arfa sudah tahu itu senjatanya. Jadi Ney hanya mendengus dan tertawa tipis.


Arfa juga tahu bahwa apapun yang dijelaskan tidak akan di dengarkan kecuali sesuatu yang memang ingin dia dengar. Dia juga merinding membaca penjelasan itu apalagi di bagian Matinya Hati.


Arfa : "Bagian ini sudah selesai. Kamu kembali baca soal Karomah supaya mengerti alasan kamu tidak mungkin cocok sama dia. Bukan soal kekuatannya yang harus kamu tahu,"


Ney menarik nafas dan terus membaca, masih ada rasa cemburu yang besar di hatinya. Kecemburuan pada Rita yang menurutnya norak dan Nerd. Ternyata dianugerahkan suatu kemampuan yang murni tapi dirinya hanya biasa saja.


Bila karomah malah menebalkan iman dan melahirkan kerendahan hati, maka Allah angkat derajatnya.


Arfa : "Berbeda dengan Wali yang sesungguhnya tentu melebihi dari manusia biasa. Kalau teman kamu itu hanya Allah yang tahu alasannya, kalau kata aku sih alasannya ya sesuai dengan kegiatan dia sehari-hari,"


Ney masih membaca toh dia kepo juga se-istimewa apa sih?


Arfa : "Wali itu lebih spesial lagi, Ney. Mereka menjauhi segala kemaksiatan bersamaan dengan selalu bertaubat. Manusia tobat kalau sudah kejadian parah kan, ya mereka berbeda. Wali disini di jelaskan belum bisa sejajar dengan Nabi yang terjaga. Karena mereka belum sepenuhnya mampu meninggalkan maksiat,"


Ney : "Jadi rita ini manusia biasa kan? Bukan Wali?"


Arfa : "Ya memang bukan! Dia masih manusia biasa, Ney hanyaaa karena dia senang melantunkan dzikir,ayat-ayat apapun mungkin yaa dia dapat gelar tersebut,"


Ney : "Kalau begitu semua orang juga dapat dong. Jadi dia bukan termasuk istimewa,"


Arfa : "Kado seperti ini tuh jarang Ney. Kalau kamu kepo, tanya deh Tuhan kamu. Aku sih hanya berpendapat nih perempuan keren sekali! Beruntung kalau ada orang jadi teman dekatnya, karena dia mudah sekali mendoakan orang dengan jalan baik,"


Ney tidak percaya dia hanya terdiam. Hanya dengan berdoa? Kok rasanya tidak adil ya.


Arfa : "Dia disayang. Karena apapun masalah, musibah yang terjadi sama dia. Plus musibah dari kamu, dia tetap berpegang hanya pada Tuhannya, bukan yang lain. Ujiannya berat memang kamu, keluarganya, laki-laki asing itu, tetap dia berpegangan hanya pada Tuhannya,"


Ney : "Aku baca nih ya, 'Syekh Abdul Qadir memiliki karomah bisa menghidupkan orang yang audah meninggal,' Lalu Rita punya kemampuan apa?"


Arfa tidak menjawab dia sedang konsentrasi dan mendapatkan sesuatu. Wajah yang agak penuh tanda tanya bagi Ney.


Arfa : "Aku tidak tahu, itu diluar batas aku. Aku bukan Paranormal tingkat tinggi. Ada banyak orang yang memiliki Karomah yang beraneka ragam di dunia ini termasuk Rita,"


Ney : "Kamu tahu dimana aku bisa menemukan paranormal tertinggi ini? Aku ingin tahu, Fa berikan nomornya saja,"


Arfa : "Sori, aku tidak ijinkan. Kalau aku menyadari ini, sudah tentu mereka juga sudah tahu. Kamu tidak perlu mencari tahu soal keistimewaan Rita. Lebih baik kamu tobat dan hentikan mempelajari ilmu hitam,"


Ney agak tersinggung menurutnya Arfa tidak pantas mengatakan hal itu. Toh Ney bersikap bahwa kemampuannya juga diberikan oleh Allah swt.


Arfa : "Kamu yang belajar dari ilmu orang, Ney. Rita tidak, jadi memang sangat berbeda. Meskipun begitu, Rita itu ramah dan baik sekali, sayang kalau kamu malah menjauhi orang seperti dia. Dia bisa membimbing kamu jadi lebih baik, kenapa tidak suka?"


Ney tidak menjawab. Arfa membaca tentang karomah dan ternyata ada 2 jenis karomah. Ney juga membacanya, dia tahu Rita memang pernah berkata bahwa dia sedang fokus mengejar akhirat bukan dunia.


Ada dua jenis Karomah :



Karomah Hakiki ( al-karamat al-haqiqiyah )



Mudahnya menebalnya iman, hidup secara zuhud ( berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat materil atau kemewahan duniawi ) dan menyukai kehidupan ukhrawi atau mementingkan akhirat.

__ADS_1


Ia bersungguh-sungguh melakukan amalan-amalan dengan maksud meningkatkan iman. Lalu memantapkan hidup dengan Zuhud dan memburu manfaat ukhrawi.



Karomah Tak Hakiki ( al-karamat ash-shuriyyah )



Mudahnya, jalan cepat seolah dapat melipat bumi . Serta mendapatkan berita ghaib dari langit. Seraya mengetahui suatu peristiwa sebelum terjadi.


Maka orang tersebut telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Karena ini berarti orang tersebut mengejar hal duniawi dalam ibadah kepada Allah swt.


Karomah tak hakiki adalah karomah yang hanya kelihatannya saja bersifat duniawi.


Arfa : "Kamu itu ciri yang kedua,"


Ney tidak peduli apa komentar Arfa, menurutnya sudah sewajarnya semua keinginan dia di kabulkan toh karena dia rajin sholat tahajud.


Arfa : "Sholat lima waktu adalah tiang pondasi dari sholat apapun. Jadi sia-sia kalau kamu melaksanakan solat tahajud tanpa dibarengi sholat wajib. Memang semua permintaan dikabulkan, tapi biasanya dalam jangka waktu yang pendek,"


Ney : "Dari kapan sih dia punya kemampuan itu?"


Arfa : "Dari lahir,"


Ney : "Sejak bayi!? Kan dia belum bisa berdoa, Fa! Mustahil! Oh iya aku sering lho lihat dia mengucapkan sesuatu, aku yakin itu pasti ada hubungannya dengan ghaib. Percaya deh sama aku,"


Arfa : ( heran ) "Anti sekali aku percaya sama kamu, tukang sesat. Ogah sekali! Kamu berhenti ya jangan terlalu suudzon sama orang, Ney. Dia jauh dari pikiran negatif kamu,"


Ney : "Soalnya dia... sama sekali tidak pernah cerita ke aku soal itu. Jadi kan aku merasa tidak dihargai,"


Arfa : "Bulshit lah omongan kamu. Kalau dia tidak jelaskan apa-apa itu karena dia menjaga, tidak mau jadi sombong kalau mengakui. Lalu apa juga pentingnya dia cerita kemampuannya? Kamu juga akan merasa panas dan merasa tersaingi, ya dia malas,"


Ney agak manyun.


Arfa : "Seharusnya kamu cepat hentikan saat tahu dia tersakiti, kamu sebarkan hal itu di grup kalian bertiga. Aku mengerti rasa sakit dia bagaimana. Semua manusia ya pasti punya sesuatu yang mereka jaga dan bukan tugas kamu, mengungkapkan semuanya termasuk pada Arnila. Picik sekali tahu tidak kamu itu, aku setuju sih kamu tidak cocok jadi teman dia,"


Ney : "Aku kan... ingin dia bicara jujur saja. Kita pasti mengerti kok,"


Arfa : "Aku tidak yakin sih kalau kamu. Arnila sih, pasti bisa lebih mengerti. Apa kamu merasakan sakit Rita saat kamu secara sengaja dukung orang lain? Mengerti mananya kamu? Kalau kamu lihat dia tidak menjaga, itu tandanya kamu cukup jaga rahasia itu,"


Ney terdiam. Kedua tangannya gemetaran lagi, rasa bersalah namun enggan mengakui.


Arfa : "Kamu mau dihargai? Hargai orang lain dulu baru kamu. Kamu bilang ke semua orang tidak peka, kamu sendiri? Peka tidak saat dia merasa sakit? Kamu harus berpikir apa yang kamu nyatakan, bila orangnya tidak menjawab, ya hentikan. Jangan seperti anak kecil harus diberitahu,"


Ney masih enggan menjawab, rasa sebal masih menggerogoti dirinya. Sekarang semua sudah tidak mungkin diulang.


Arfa : "Bagi dia, kamu itu duri yang harus dibuang, Ney,"


Ney : "Dia tahu yang buang aku. Dia yang keterlaluan!"


Arfa : "Kamu yang pertama membuang dia seenaknya saat kamu memiliki teman yang lebih dari dia. Kamu yang seenaknya tendang dia saat kamu tidak membutuhkannya. Semua yang kenal, kamu perlakukan seperti itu pantas kan kalau sekarang menolak dekat?"


Ney ingat dulu saat memiliki kekasih tampan ( ya lumayan ) dan punya teman baru, Rita dia hempas begitu saja. Tanpa ada kabar, Rita mencarinya. Lalu saat dia bermasalah dengan teman barunya, menari Rita dan dia diejek begitu saja.


Rita juga sempat meninggalkannya dan enggan mendengarkan masalah dia. Ney mencari Arnila, juga sama perlakuannya. Akhirnya dia marah-marah tetap saja mereka berdua enggan mendengarkan.


Arfa : "Kamu itu bermasalah dengan diri kamu sendiri. Mereka selalu kamu paksa mendengarkan cerita keluhan kamu, apa kamu tahu saat itu mereka berdua sedang mendapatkan musibah? Terpaksa tersenyum saat dalam hati mereka sedih,"


Ney diam.


Arfa : "Kamu tidak pernah ada untuk mereka. Sampai sekarang kamu malah terus Playing Victim. Kamu itu sangat memalukan!"

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2