ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
487


__ADS_3

"Sabar ya Teh, jin peyot tampaknya tidak mau keluar," kata Ua agak sebal.


Setiap kali ditarik, dia akan selalu memegang leher Rita sehingga menyebabkan Rita serak terasa seperti dicekik. Dan jin itu tahu kalau mereka tidak akan mungkin memaksanya keluar.


Koko bete. "Jangan-jangan dia sengaja memegang erat di lehernya Teteh?" Tanya Koko yang berbicara di atas kepala Rita.


Ua Mori mengiyakan. Kemudian mereka mengubah posisi, Koko berada di depan dan memegang dahi Rita lalu Ua Mori di belakangnya memegang punggung.


Rita merasa ada hawa panas keluar dari kedua tangan Ua Mori. Tentunya hawa itu mengganggu Rita dan berusaha mengusir.


"Mulai tuh mulai kepanasan ya nin. Sok keluar saja jangan ditahan terus saja dibelakang Teteh. Malu sudah tua ih masa harus manja?" Tanya Ua.


Tangan Rita berhenti bergerak, dalam kesadaran lain Rita agak fokus dan melihat nenek tua yang tertawa sambil menahan bacaan doa.


"Hm? Apa itu ya?" Kata Rita dalam kesadaran yang terpisah.


Nenek itu meringkuk seperti sedang kebelet menahan. Rita menghampiri lalu tiba-tiba sosoknya menghilang, Rita kebingungan. Ternyata Ua Mori yang membuat pandangannya ditutup.


"Teh, kenapa dihampiri?" Tanya Ua keheranan.


Koko mendengarnya juga ikut aneh.


"Ua ya? Bisa Rita lihat itu nenek?" Tanya Rita yang masih terpejam.


"Bisa sih tapi untuk apa?" Tanya Ua masih heran.


"Dibuka saja dulu," kata Rita. Lalu dalam kesadaran terlihat lagi dan nenek itu berhadapan dengan Rita tapi tidak dekat.


Wajahnya mengerikan. Keriput dan kulitnya kering darah hitam mengalir dari wajahnya dan mulut. Sebenarnya sih itu nenek sudah mulai terkoyak.


Yang mereka berdua lihat, Rita sama sekali tidak takut. Saat Nenek itu membuka matanya, "Ri.." katanya menyambut.


Di saat yang bersamaan tiba-tiba... DUAK!!


Rita menendang wajah nenek peyot itu sampai darah hitam muncrat. Koko dan Ua terdiam lalu tertawa melihatnya.


Jin peyot itu memegangi pipinya lalu menatap Rita dan berteriak lalu menyerang. Saat itulah Koko dan Ua panik, namun tidak dengan Rita yang langsung menggoyangkan badannya dengan omelan.


"Jadi kamu yang membuat saya susah selama ini!? Gara-gara kamu buat Alex koma, saya yang disalahkan! Apa kamu merasakan sakitnya seperti apa? Kamu yang lakukan, saya yang kena hinaan!! Nenek macam apa yang hanya mendiami saya dengan alih kebaikan? BULSHIT!" Teriak Rita dalam kesadarannya.


Si nenek hanya terdiam saat Rita terus mengoceh bagaimana sakitnya gara-gara masalah yang dia buat. Nenek itu kebingungan selama ini dia lakukan itu karena tidak suka.


"Orang yang saya sukai kamu juga yang membuatnya pergi! Dimana rasa sayang kamu!? Semua jin sama saja harus dimusnahkan!! MUSNAH! KELUAR KAMU DARI BADAN SAYA! Jangan mengira kamu bisa seenaknya lagi, setelah ini giliran mu yang merasakan Neraka!!" Kata Rita melepaskan dan menendang perutnya.


Wajah Rita tampak marah sekali dan mendengus. Nenek itu kemudian berteriak meski tidak ada suara dan Ua Mori secepatnya membawa Rita menjauh.


"Lanjut. Wow, Rita membuat jin peyot itu semakin marah," kata Ua menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Akhirnya Rita merasa lega sekali semenjak awal ruqyah memang ingin berkata sesuatu tapi suaranya entah kenapa tidak bisa keluar.


Koko mulai membaca Ayat Kursi sebanyak 3x dan Rita merasakan kepanasan, sekilas tampak nenek yang berteriak kesakitan apalagi harus menanggung sakit di hajar Rita.


Koko mulai bersiap dengan aba-aba dari Ua Mori.


"Teruskan saja kalau ada apa-apa pun jangan berhenti," kata Ua agak cemas setelahnya jin peyot itu mulai menyerang.


"Tapi nanti Tetehnya.." kata Koko.


"Tidak apa-apa, Ko teruskan saja. Tidak akan ada pertolongan lagi untuk jin reyot minus attitude. RIta lepas kok apapun yang terjadi, ya kun fayakun," kata Rita dengan mantap dan duduk dengan tegap.


"Siaplah kalau begitu. Lemas kan saja ya," kata Koko yang juga bersemangat.


"Nah, kalau begini enak jadinya Teh," kata Ua senyum.


Saat semuanya kembali menyerang, tanpa peringatan tangan kiri memukul keras tangan Koko.


"OWH!" Jerit Koko tapi ditahan tidak dilepaskan.


"Tahan Ko! Teruskan, Teteh nya juga sudah tidak membantu. Ua blok energi punya Teteh jadi sekarang dia tidak punya pegangan apa-apa. Keluar, nini!" Kata Ua Mori yang sekarang mulai leluasa berusaha menangkapnya.


Lagi-lagi Rita batuk dan nafasnya seperti tercekik tapi dia bangkit lagi dan juga berusaha mendorong nini keluar dari badannya.


"Bagus Teh, dorong terus," kata Koko dengan keringat yang banyak keluar dari kepala dan badannya.


Koko terus lanjutkan baca surat Al Imron ayat 1-10. Tangan kiri mencengkeram tangan Koko dengan keras, menyebabkan koko juga menahan sakitnya.


"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" Jeritan keras itu keluar dari dalam mulut Rita. Sangat panjang dan terus begitu 5 detik, mereka berempat bertahan sampai akhirnya tubuh Rita lunglai.


"Sudah, lepaskan saja. Saya tidak apa-apa," kata Koko ke kedua temannya yang wajahnya memerah antara takut dan kesal.


Mereka kembali ke tempat mereka semula, menangis karena sebegini parahnya yang mereka alami.


Bagaimana rasanya? Aneh dan melelahkan itu yang Rita rasakan. Ua membelai punggung Rita yang juga agak kepayahan.


"Bagus ini sudah ada kemajuan. Sampai energi Rita juga setengah," kata Ua yang memeriksa.


"Aduh, pusing. Ternyata jelek sekali jin nya rugi lah ditempeli lama sama begituan," kata Rita ngos-ngosan.


"Hahaha iya memang buruk rupa. Dia munculnya kalau Teteh bicara sama lawan jenis. Tapi aneh ya kok dia menjelma jadi nenek-nenek?" Tanya Ua agak aneh.


"HAHAY kena tendangan di muka sama perut harga dirinya rusak itu. Tampaknya kesal sekali Teh," kata Koko lalu minum dan memeriksa tangannya.


"Siapa sih yang tidak kesal. Aku suka laki-laki lolos terus. Lah si Alex kena banting, koma. Sekarang giliran dia dong dibanting sama banyak orang. Hih, capek juga ya," kata Rita minum air.


"Iya memang begitu kalau ruqyah tergantung dari jin yang bermasalahnya. Terus Teteh juga lega ya sekarang bisa komentar ngomel-ngomel," kata Ua yang teringat sampai jin nya hanya bengong.

__ADS_1


Rita menarik nafas dan mengeluarkan lagi.


"Sok rehat dulu," kata Koko.


"Mana tangannya?" Tanya Ua Mori.


Ada memar dan bekas cakaran. Rita melihat tangan kirinya, terasa lemas tidak berdaya. Takutnya ada kulit atau darah Koko tapi tidak ada apa-apa.


Memar itu seketika menghilang, mereka berdua melirik Rita yang masih sibuk dengan tangannya dan tambah minum. Mereka bernafas lega Rita tidak melihat kemampuan Ua dalam menyembuhkan luka.


"Aku pikir akan ada darah atau kulit Koko tapi bersih ya," kata Rita menatap Koko.


"Semacam ilusi Teh. Kalau Teteh yang lihatnya tangan ya bersih tapi yang pe ruqyah seperti kami, ya itu tangannya si nini yang keluar. Tangan Teteh perantara untungnya belum berhasil menguasai tubuh Teteh," kata Ua sangat lega.


Di rasa energinya kembali, Rita semangat lagi. Ua mampu melihatnya dan menghela nafas.


"Energi Teteh cepat kembali lagi hanya karena minum," kata Ua menggeleng.


"Siap lagi Teh?" Tanya Koko yang merenggangkan badannya.


Alex kesal sekali karena Koko melakukan itu kan.. terlihat otot tangannya tapi tidak ada pikiran apapun dalam kepala Rita. Jadi memang Alex Lebay!


"Ayo," kata Rita semangat.


Dalam posisi tadi lagi kali ini koko di kiri dan Ua kanan.


"Teh, jangan dipaksa keluar sekarang mah soalnya jin peyot sudah agak merasa sakit hati. Teteh tugasnya sekarang baca Al Fatihah dalam hati dan fokus. Dorong nini pelan saja nanti Ua yang tangkap," jelas Ua.


Rita mengangguk mengerti setidaknya dendamnya sudah dia lancarkan tadi.


Koko memulai lagi dan seperti biasa Rita merasakan lehernya tersekat tapi dia sudah enggan membantu. Tangan kiri Rita kembali memukul tangan Koko kemudian Rita tahu dia menyerang agar Koko teralihkan.


Jadi tangan kanan Rita yang kanan memegang tangan kirinya supaya tidak melawan. Ua melihat itu.


"Teteh di kanan, Teteh berusaha tangan kirinya tidak memukul lagi. Sok nih dilawan 3 orang, kamu bisa apa," kata Ua Mori girang.


Karena akhirnya tangan kanan disentil, yang kiri mengejar posisi Ua dan Koko terus melancarkan doanya. Tangan itu terus mengejar Ua, dan Ua juga harus berpindah-pindah tempat.


Rita semakin kesal dan akhirnya, "KELUAR NINI SIALAAAAANNNN!!!" Teriak Rita sangat kesal.


Koko dan Ua tertawa mendengar Rita berteriak sekarang kendali Nini sudah tidak ada, apalagi Rita membentak kesal. Tangan kirinya kini lemas lunglai.


Setelah itu Koko terhenti dan Ua juga, mereka keheranan.


"Kok tidak ada ya?" Tanya Ua Mori mencari ke seluruh badan.


"Iya. Kok hilang ya?" Tanya Koko mencari juga.

__ADS_1


Rita buka mata dia juga terasa biasa saja tapi kan ruqyah belum beres kalau belum menemukan jin nya. Lalu kemanakah si nini?


Bersambung ..


__ADS_2