ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(76)


__ADS_3

"Nooo, saat kenal kamu, aku memutuskan untuk tobat dan tidak mengulang itu," tolak Alex yang sepertinya dia jujur.


"Kamu masih suka minum alkohol?" Tanya Rita sambil memicingkan matanya.


"..... kadang," jawabnya yang membuat Rita kesal.


"Janganlah, jantung kamu itu bagai kaca buat apa kamu rajin minum alkohol? Mau bunuh diri? Sana!"


"Kamu kok begitu? Kamu tidak suka ya?" Tanya Alex pasti sambil manyun mulutnya.


"Mana ada perempuan normal yang suka dengan lelaki peminum? Hanya perempuan yang otaknya sudah keriput saja yang suka! Tapi terserah kamu saja sih asal tidak mengajak aku minum. Tapi kalau kamu mau lebih kenal aku, lebih baik mulai hidup sehat," kata Rita memperingatkannya. Siapa juga yang mau kenalan dekat dengan seorang pemabuk? Bisa - bisa nanti terkena efeknya.


"Baiklah. Aku akan berhenti minum - minum," katanya dengan mantap. Apa bisa ya? Kan tidak mungkin dalam sehari dia bisa langsung berhenti.


"Kamu suka bercinta jugakah?" Tanya Rita karena yah orang kaya biasanya kalau sudah gampang tebar uang, pastinya tebal hormon juga kan. Seperti di film - film..


"........ eh?!" Jawab Alex entah pura - pura bego atau memang dia bego.


"Sampai sekarang kamu masih melakukan hubungan intim?"


"Kenapa kamu sampai bertanya seperti itu!?" Tanya Alex yang panik.


"Kamu kan begajulan apalagi anak billion biasanya lingkungannya seputar alkohol, pesta, making love, apa lagi? Jadi aku tanya karena pasti kamu juga lakukan itu kan,"


"Ya ampuuuuun! Apa kamu tidak merasa malu menanyakannya?" Mungkin Alex heran ya kok bisa Rita bertanya tanpa ragu?


"Yang malu kan kamu kalau masih melakukannya kenapa harus aku? Jawab! Lagian itu pertanyaan normal, kalau kamu malu berarti kamu ada perasaan sangaaat bersalah," jelas Rita.


"Tentu saja tidak! Itu aku lakukan hanya kalau melakukan pekerjaan sampai stres,"


"Ya berarti kamu masih akan melakukannya kan. Jujur deh! Aku malas tahu kamu memang pembohong, banyak menyembunyikan sesuatu padahal terbuka saja!" Tegas Rita yang sepertinya membuat Alex serba salah.


"......... waktu awal kenal kamu, aku berada di Singapura ada wanita yang mengajakku makan malam lalu menjurus ke menginap semalam di tempatku tapi aku tolak kok!" Alex meyakinkan Rita, yang Alex rasa kini Rita semakin turun minat berteman dengannya.


"Kenapa?" Tanya Rita yang turun minatnya 1 poin.


"Karena aku pikir aku mulai berteman dengan kamu dan aku ingin berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Mungkin kamu bisa membawaku ke lingkungan yang kamu punya,"


"Aku kan hanya berteman bukan menjadi istri kamu. Masih mau main hubungan intim juga silakan saja," kata Rita dengan cuek karena dia sadar dunia Alex berada sangat jauh berbeda dengan dunianya. Tapi kalau keinginan Alex menjadi lebih baik dari sebelumnya memang ada di dalam benak Rita.


"Tidak. Oh, jangan membuat aku semakin merasa bersalah, aku sudah tobat. Aku ingin menjadi lelaki yang baik dan aku sungguh melihat kita menjadi lebih dekat nanti," kata Alex.


"Tapi aku tidak mau sama kamu yang pecandu hubungan intim!" Kata Rita. Ya Allah jauhkan dia dariku kalau dia memiliki niat tidak baik pada ujungnya! Pikir Rita dan dia yakin Alex pasti bisa membaca doa dalam hatinya.

__ADS_1


"Bukaaaan! Aku bukan pecandu hubungan intim! Ya Allaaah maafkan aku di masa laluku sekarang aku benar - benar dalam posisi sulit meyakinkan kamu kalau aku bukan lelaki seperti itu. Huhuhu tolong percayalah aku akan ubah kebiasaanku itu. Sekarang aku akan mulai belajar kalau stres karena pekerjaan lebih baik balap mobil saja,"


"Balap mobil juga jangan!" Kata Rita yang membayangkan kondisi jantungnya.


"Lalu ngapain? Itu untuk menaikkan adrenalinku," jelas Alex. Yah, kalau jantungnya normal sih mau jadi pembalap juga silakan saja tapi bagai kaca? Kok dia tidak cemas ya?


"Nanti kecelakaan!"


"Tidak akan aku sangat mahir kok dalam balapan mobil. Dan selalu jadi juara 1!" Katanya dengan riang.


"Mau bertaruh?" Tanya Rita. Dia mendapatkan perasaan kalau akan terjadi sesuatu pada Alex saat dia balap mobil. Tapi memang kalau belum pernah kejadian pasti sulit memberitahunya jadi satu - satunya cara adalah Alex harus mengalaminya dulu.


"Apa!?" Balas Alex terkejut. Sampai bertaruh apa sih maunya perempuan ini? Pikir Alex. Tapi dia orangnya tidak suka kalah jadi pasti menerima tantangan dari Rita.


"Nanti kamu balap mobil dan akan mengalami kecelakaan. Kalau aku yang menang, kamu tidak boleh melakukan: balap mobil, hubungan intim, merokok dan minum alkohol. Dare?" Tantang Rita.


"Kok begitu!?!? Fine, kalau aku yang menang, aku akan lakukan apapun yang kusuka!" Tandasnya pastiii dia akan bilang begitu. Baiklah, pertaruhan akan dimulai siapakah yang akan menang? Hohohoho..


"Ok! Lalu apa enak?" Tanya Rita.


"Enak maksudnya kemana?" Tanya Alex kebingungan kadang memang Rita selalu tiba - tiba bertanya dengan tema yang berbeda.


"Hubungan intim," jawab Rita.


"Kamu belum pernah melakukannya? Sama sekali!? Kulit dengan kulit, oh iya kamu kan pernahnya secara mimpi dengan jin ya," menyebalkan sekali membalasnya!


"Oh iya!" kata Alex.


"Jadi bagaimana?" Tanya Rita penasaran.


"Aduh, jangan bertanya nanti saja kalau kamu sudah menikah," jawab Alex yah, sulit menjelaskan seperti apa rasanya. "Kamu akan ketagihan dan suami kamu pasti akan senang,"


"Sakitkah? Banyak yang bilang sakit makanya keluar darah," kata Rita yang ngeri membayangkannya.


".......... pokoknya..... nanti saja. Susah kalau diterangkan secara teorinya! Aku hanya bisa menjelaskan saat melakukannya," kata Alex.


"Ditanya kok begitu jawabannya? Kulit dengan kulit lalu apa?" Asli Rita sama sekali tidak mengerti. Kalau kulit dengan kulit, Rita selalu bersalaman dengan banyak orang apa rasanya seperti itu?


"Ya bagaimana lagi? Aduuuh susah! Rasanya macam - macam semua perempuan yang mengalaminya. Ada yang suka lebih kasar saat melakukannya, atau yang lembut, pelan. Ya begitu!" Kata Alex menerangkan. Padahal dia yang sudah pernah mengalami tapi merasa malu menjawabnya. "Haruskah kita membahas ini? Kamu bukan tipe perempuan nakal yang aku lihat. Atau kamu penasaran ingin mencobanya dengan aku?" Tanya Alex.


"Idih! Dosa yang keterima! Nanti sama suami supaya banyak dapat pahala. Suruh siapa kamu dulu begitu! Lelah bekerja, hubungan intim. Marah - marah, hubungan intim. Terus?" Tanya Rita yang mulai marah sendiri.


"Hahaha tidak selalu soal hubungan intim. Kalau dipaksa ya sakit, tapi aku akan pelan - pelan kalau kamu mau denganku hehehe aku tahu kamu pasti ingin kan," bohong kalau Rita tidak mau digerayangi ya secara asli dan dengan kulit yang asli tapi itu nanti kalau sudah menikah dengan yang lebih halal.

__ADS_1


"Tentunya mana mungkin aku tolak,"


"I'm so glad ( aku sangat senang ),"


"Bohong banget kalau aku bilang tidak mau itu. Kalau sudah menikah kan jadi wajib hukumnya menyenangkan aku dan SUAMI. Buat apa aku menyenangkan kamu yang bukan siapanya aku?" Kata Rita membuat Alex gemes.


"Hmmm harus jadi suami dulu ya. Tapi kamu membuatku jadi penasaran," kata Alex.


"Mulai nih pikiran mesum bule yang biasanya keluar!" Kata Rita mulai hati - hati.


"Tidaklaaah itu normal ya aku sebagai lelaki. Kebanyakan aku mencicipinya yang sudah pernah juga,"


"Kamu akan menerima istri kamu kalau dia juga tidak perawan?" Tanya Rita.


"Ya aku akan menerima seperti apapun kondisinya karena aku juga tidak sempurna kan. Karena perempuan yang pernah begitu juga mungkin lebih cocok denganku yang sudah rusak,"


"Segel rusak ya,"


"Ya," jawab Alex dengan singkat. Pasti sih tidak kerasa enak saat tahu dirinya sudah rusak luar dalam.


"Semoga kamu mendapatkan perempuan yang kamu inginkan!"


"Yang mana?" Tanya Alex.


"Tidak perawan,"


"Jahat! Maksudnya bukan begitu ya meski aku akan menerimanya tapi..." katanya terpotong.


"Are you crying? ( apa kamu menangis? )" Tanya Rita.


"Sedikit. Kamu terus membuatku merasa bersalah,"


"Ya bagus. Berarti kamu mengakui dan merasa bersalah daripada orang yang kebal. Dulunya minus tapi dia tidak merasa bersalah. Menurut kamu mana yang lebih baik?"


"Jadi aku hebat?"


"Kamu hebat berjiwa besar mengakui kesalahan kamu yang lalu terus merasa tidak enak kepadaku. Kemudian kamu bertobat, bagiku itu hebat! Lupakan yang lalu anggap jadi pembelajaran saja, menyesalinya juga toh sudah terjadi kan,"


"Aku tidak menyesal sudah mengenal kamu!"


"Kalau menyesal, kamu pasti pergi dan mencari yang lain kan," kata Rita.


"Tentu saja! Tapi tidak akan kulakukan. Berbicara dengan kamu lebih seru daripada berhubungan intim,"

__ADS_1


"Kamu bilang lebih menerima yang nasibnya sama dengan kamu jadi kamu tidak mau mendapatkan jodoh yang perawan?" Tanya Rita yang masa iya ya?


BERSAMBUNG....


__ADS_2