
Happy Reading.
Malam itu Dion menyeret Joice untuk ikut bersamanya menemui kedua orang tua pria itu. Dion sangat tidak setuju dengan adanya perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya bersama dengan Mitha, wanita yang sudah cukup dia kenal karena mereka pernah kuliah di kampus yang sama.
Mitha adalah wanita yang berasal dari keluarga yang sangat kaya, ayahnya memiliki perusahaan tambang, berbeda dengan dirinya yang hanya berasal dari keluarga biasa.
Sebenarnya keluarga Dion juga bukan keluarga biasa sih, ayahnya Dion mantan Bupati dan sekarang menjabat sebagai salah satu anggota dewan.
Namun Dion lebih suka menjadi sekretaris di perusahaan Abraham Grup karena memang dia tidak suka harus terjun ke masyarakat untuk menjadi anggota dewan seperti ayahnya.
"Dion!! Lepas! Lo apa-apaan sih!" Joice menarik tangannya.
Saat ini mereka sudah berada di depan rumah orang tua Dion. Tentu saja Dion akan mengatakan kepada keluarganya terutama kedua orang tuanya bahwa dia tidak mau dijodohkan dengan Mitha.
"Joice, please! Kali ini aja lo nurut sama gue!"
Wanita itu menatap Dion dengan tatapan yang dingin, "kenapa gue harus nurut sama elo dan kenapa lo bawa gue ke rumah orang tua lo, Dion? ingat, jangan melewati batas, kita ini bukan siapa-siapa lagi dan kamu tidak berhak mengatur ku!"
Bagai disambar petir di siang bolong, tubuh Dion langsung terasa kaku, mendengar semua ucapan Joice yang menurutnya memang benar.
Dia bukanlah siapa-siapa bagi Wanita yang sekarang ada di hadapannya ini, meskipun cinta Dion terhadap Joice sangatlah besar, tetapi wanita itu sudah mengatakan kepadanya bahwa Dion tidak boleh melewati batas.
Luruh sudah tekat hati Dion untuk menjadikan Joice sebagai pasangannya dan dia bawa ke hadapan orang tuanya agar mereka membatalkan perjodohan itu.
Perjodohan dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya hanya karena kedua orang tua mereka bersahabat. Niat hati ingin membawa wanita yang dia cintai dan mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia memiliki seorang kekasih, tetapi nyatanya wanita yang dia pilih rela melepaskan genggaman tangan Dion karena wanita memilih pergi lagi dari sisinya.
"Kita gak bisa bersama, gue gak pantas untuk bisa masuk ke dalam keluarga besar lo," ucap Joice yang semakin memundurkan langkahnya menjauhi Dion.
"Enggak Joice, lo pantas!!" Joice langsung mengangkat tangannya tanda untuk menyuruh Dion berhenti berucap.
"Sory, Dion! Gue pergi!" Joice membalikkan tubuhnya dan berjalan sedikit cepat keluar dari pintu gerbang rumah orang tua Dion.
Wanita itu langsung menghentikan taksi dan segera pergi dari tempat tersebut.
Lagi-lagi Dion sudah salah melangkah dengan menyeret Joice ke sini, ke rumah orang tuanya.
Sepertinya dengan keputusan Joice yang benar-benar tidak mau kembali padanya membuat Dion membulatkan tekad.
'Aku akan menerima perjodohan ini, meskipun tidak ada rasa cinta untuk Mitha, tapi wanita yang ku cintai sama sekali tidak mau ku perjuangan kan!'
*****
Akhirnya hari ini adalah hari dimana diadakan acara resepsi pernikahan Fara dan Keill, di mana resepsi itu di adakan di aula perusahaan yang lumayan cukup besar dan bisa menampung ribuan orang yang hadir malam ini.
Acaranya begitu meriah dan seluruh undangan dari berbagai kalangan bisnis, kolega dan juga sahabat, serta keluarga besar turut serta hadir untuk memberikan ucapan selamat untuk kedua pengantin.
Fara memakai gaun pengantin muslimah rancangan Ibu mertuanya, dengan desain khusus yang membuatnya terlihat sangat cantik dan mempesona.
__ADS_1
Keill juga terlihat begitu tampan, memakai setelan jas yang juga dirancang oleh Mama nya sendiri.
Sambutan meriah dari MC menyambut kedatangan kedua mempelai ke atas panggung, di mana sudah terdapat pelaminan yang didesain mewah dan glamor.
"Hadirin dan undangan semuanya yang kami hormati, kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kehadiran bapak-bapak dan Ibu-ibu pada malam ini. Terima kasih untuk semua tamu yang hadir, di sini saya menyampaikan bahwa saya sangat bahagia dengan istri saya, maaf karena baru bisa mengadakan resepsi pernikahan sekarang, yang jelas saya sangat mencintai istri saya begitu pun sebaliknya, terima kasih!"
Semuanya nampak bertepuk tangan dengan antusias.
Setelah penyambutan tadi semuanya langsung larut dalam jamuan pesta makan-makan.
Beberapa dari keluarga besar nampak sudah berkumpul dan berdatangan.
Vera dan Jimmy nampak begitu serasi dengan datang berdua. Tante Nita, Om Nathan serta Vero sudah lebih dulu hadir di tempat itu.
Yuni dan para karyawan yang lain naik ke atas panggung untuk bersalaman dengan kedua mempelai.
"Bu Fara, cantik sekali!" ucap Yuni yang memakai bahasa formal.
"Makasih Mbak, biasa ajalah, gak usah manggil 'Bu!'"
"Ya enggak bisa donk, bu, apalagi ada pak Keill tuh, nanti saya dipecat kalau sampai lancang!" Bisik Yuni yang masih di dengar oleh Keill.
"Saya tidak akan marah, karena kamu adalah sahabat istri saya, terima kasih Yuni, jangan sungkan kalau istri saya nanti mengajak kamu ke rumah kami," ucap Keill tersenyum.
Yuni langsung sumringah, "wah, makasih banyak, Pak!"
kemudian Fara melihat Dion datang bersama dengan seorang wanita cantik berambut hitam panjang. Tubuhnya ramping bak model, dan juga parasnya yang begitu ayu.
Dion berjalan mendekati mempelai untuk memberi selamat.
"Bapak Keill dan Ibu Fara, selamat untuk pernikahannya, semoga langgeng," ucap Dion.
"Sama-sama Dion, dan ini siapa?" tanya Keill yang akhirnya penasaran karena tidak biasanya Dion mau membawa pasangan.
"Dia Mitha Nugroho, anaknya Bapak Nugroho Dirut PT. Airline," jawab Dion memperkenalkan wanita yang di bawanya.
Fara benar-benar terkesima melihat penampilan wanita yang saat ini tengah menjabat tangan nya.
"Anda ini siapa nya pak Dion? Maaf kepo, hehe," Fara tersenyum lebar mengurangi rasa canggung karena tiba-tiba kedua orang didepannya ini terlihat menegang.
"Saya, ehmm- Saha ..."
"Calon tunangannya saya, Bu Fara!" Dion yang menjawab.
Fara menatap keduanya bergantian dan hanya ber oh ria.
Tentu saja Keill juga terkejut mendengar pernyataan dari Dion, bukankah yang mereka ketahui selama ini Dion kembali mengejar Joice? Tapi kenapa dengan mudahnya pria itu menerima wanita lain dalam hidupnya?
__ADS_1
****
Acara malam itu akhirnya berakhir, Fara merasa tubuhnya sangat lemah, wanita itu segera di bawa pulang karena terlihat wajahnya yang begitu pucat.
Keill membawa tubuh Fara ke dalam kamar dan membaringkannya dengan hati-hati di atas ranjang, Fara begitu lemah.
Tidak lama setelah itu Vera datang bersama Jimmy untuk memeriksa keadaan Fara.
"Gimana keadaan istri gue?" Keill yang paling panik.
Vera tersenyum memandang Jimmy, kemudian menatap Keill dengan menaik turunkan alisnya.
"Sepertinya gue bakalan punya calon ponakan nih, tapi mendingan besok dibawa ke rumah sakit untuk langsung diperiksa," jawab Vera.
"Calon ponakan? diperiksa di rumah sakit? Sebenarnya istri gue sakit apa?" tanya Keill penasaran.
Mama Rara, Papa Aris dan Ibu Lia masuk ke dalam kamar untuk melihat kondisi Fara.
"Alhamdulillah, lo bakal jadi Bapak Keill, karena Fara sedang hamil," jawab Vera yang membuat semua orang di sana langsung terkejut.
"Alhamdulillah ya Allah!!!"
Keill terharu dan matanya sudah berkaca-kaca, pria itu langsung memeluk istrinya yang masih sangat lemah itu.
"Terima kasih, sayang, terima kasih!" Fara hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
Sungguh dia juga merasa sangat bahagia dan speechless karena tidak menyangka bahwa dirinya sudah hamil.
"Selamat ya, untuk kalian berdua!" para orang tua memberi selamat.
Terlihat pancaran bahagia di wajah mereka semua, kini lengkap sudah kebahagiaan Keill dan Fara. Sungguh tidak pernah mereka bayangkan jika akhirnya mereka sama-sama bisa bersama dengan cinta sejati mereka di masa lalu.
Pasangan paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki.
Selesai
Terima kasih untuk semua reader setiaku 🥰 saya berpikir bahwa kisah ini harus segera ending karena tidak mau bikin konflik lagi yang jelas Keill dan Fara sudah bahagia.
Nantikan kisah selanjutnya, yaitu kisah Dion dan Mitha yang menjalani pernikahan rumit. Insyaallah Bulan Desember.
Selama menunggu kisah Dion dan Mitha, akak reader bisa mampir ke karya othor yang lain
❤️ Istri 1 triliun
❤️ Bukan Cinta Pengganti
__ADS_1