ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(136)


__ADS_3

Ibu, bapak dan adiknya menunggu masakan buatan Rita, kemampuan memasaknya sudah tidak diragukan lagi apalagi Rita selalu berlatih dengan membuat berbagai makanan atau masakan. Dan sekarang saatnya level Rita naik ke level yang lumayan sulit tentu saja dibantu dengan adiknya, Prita. Saat sedang bersiap memasak dan memotong, datanglah kakaknya Rita yaitu, Rin beserta suami dan ketiga anak lelakinya.


"Lagi apa kamu?" Tanya kakaknya dengan wajah sinis.


"Sedang apa kira - kira? Ada bahan - bahan terus, pisau, talenan, ada wajah jugaaa," jawab Prita dengan wajah yang datar.


"Oh masak hahaha aku kira lagi mau nyanyi,"


Kemudian datanglah ibu dan mereka mengecup tangan ibu.


"Rita mau buat sesuatu untuk besok. Ada piknik. Yuk masuk!" Ajak ibu sambil memeluk anak kakak yang paling besar.


"Untung kita kesini ya, Bun," kata anak yang paling besar yaitu Ray.


"Benar juga. Yakin Rita bisa masak?" Tanyanya lagi. Rita mencibir mendengarnya. Kakaknya memang seperti itu agak sinis apalagi kalau tahu Rita belanja menggunakan uangnya.


"Ish, Teteh nih tak tahu rupanya. Selama ini makanan buatan Rita, cuamiiik banget!" Kata Prita sambil mengacungkan jempolnya.


Kakaknya hanya memanyunkan mulutnya mendengar perkataan Prita. "Kenapa teteh tidak pernah dikasih tahu?"


"Kan kamu selalu menolak hanya buat cicip juga jadi ya jangan banyak protes dong. Sekarang kemampuan Rita sudah bisa diacungkan jempol justru rugi lho kalau masih nolak,"


"Ah, Bunda! Kenapa sih tidak mau icip? Harusnya kalau Bunda tidak mau, kita saja ateu!" Kata Dryan dan Anotte. Bunda mereka langsung kesal mendengarnya setengahnya menyesal karena selama ini akibat terlalu menyepelekan kemampuan adiknya, dia melewatkan banyak makanan enak.


"Memangnya pasti enak? Baru juga belajar masak kan," kata Rin sambil memperhatikan bahan yang sudah mereka siapkan.


Ibunya lalu menyikut pinggang anak pertamanya dan memarahinya. "Enak lho. Rugi kamu kalau sekarang tidak makan,"


"Biarkan sajalah, Bu kalau sudah jadi juga siapa juga yang mau kasih buat teteh? Bikin saja sendiri!" Kata Rita dengan nada yang marah.


"Ateu Ray mau! Ray tunggu ya," kata anam pertamanya yang langsung duduk manis di sofa.


"Kalau tidak enak mau dimakan juga?" Tanya Rita memandang Ray yang menatapnya.


"Iya mau! Kan ateu sudah susah - susah buat. Kalau tidak enak kan proses menuju enak," Ray anak kakaknya yang pertama memang sangat pengertian dari ibunya. Dengan tatapan sinis, kakaknya langsung diam lalu pergi ke ruang keluarga.


"Hayo! Jangan minta ya," kata ibu sambil tertawa.


"Kok gitu? Maaf deh, Rita. Teteh juga mau kan penasaran habis kata Prita enak banget. Sekarang apapun yang kamu buat, teteh juga mau. Mau enak atau tidak tapi pasti enak kan?" Tanya kakaknya yang dijawab dengan wajah datar dari ibu, adik dan Rita sendiri.


Mereka semua kecuali Prita duduk sabar menunggu Rita selesai. Lalu Prita sudah mulai memisahkan bahan yang akan pertama diolah. Okay! Rita akan memasak cemilan yang disebut Cheeseperity Chicken.


"Hari ini koki Rita akan memasak cemilan bernama Cheeseperity Chicken, para juri dan penonton silakan duduk dengan manis. Sambil menunggu kalian bisa menonton tv atau menyiram tanaman," Prita mengumumkan pengumuman yang disambut tepuk tangan.


"Kalian semua dilarang masuk ke dalam dapur karena pasti akan ikut mencolek adonan atau mencuri makanan yang sudah jadi. Jadi harap sabar menunggu apalagi untuk kalian bertiga." Rita menunjuk ke arah tiga keponakannya yang lalu semuanya tertawa.


...CHEESEPERITY CHICKEN...


Bahan : 250 g ayam cincang


100 g udang cincang


2 sdm tepung sagu


1 butir telur


1 sdm minyak wijen


1 sdm kecap ikan


1/2 sdt garam, gula, merica

__ADS_1


Penyedap secukupnya


1 batang daun bawang


4 siung bawang putih


50 lbr kulit pangsit ( sekalian buat besok


dan dipaket )


Toping : Keju kraft slice atau Anchor Cheese sliced


Parutan wortel


Daun bawang


Cara Membuat :


Isian : Bawang putih, udang, ayam cincang, telur,


batang daun bawang, kecap ikan, minyak


wijen, garam, gula, penyedap, merica dan


keju. Blender semuanya 1/2 halus, lalu


masukkan tepung sagu


Ambil 1 lembar kulit pangsit, beri 1 sdm Isian yang sudah dibuat dan potongan keju diatasnya. Beri toping keju, parutan wortel dan daun bawang di atas Dumpling. Kukus selama 15 menit.


"WOOOW!!!" Seru Rita dan Prita melihat hasilnya lumayan juga.


"Besok Rita mau piknik dan sekalian kirim paket buat temannya yang tidak bisa hadir. Jadi ya sekalian saja dibuat banyak," kata ibunya. Rita kaget ibunya tahu kalau dia akan mengirimkan paket juga buatannya.


"Wajar ibu tahu. Kamu beli tupperware murah pasti buat bungkusin untuk teman kamu yang 'lain' kan," kedip Rita sambil berbisik.


"Kamu cerita ya?" Tunjuk Rita menggunakan centong nasi.


"Tidak dong. Sudah kenal juga ibu seperti apa, terutama teteh juga sama saja. Insting sih sepertinya," mereka berdua memandangi ibu mereka yang ikut memasukkan Dumpling ke wajan rebusan. Kemudian menyiapkan piring kecil dan garpu sesuai jumlah orang.


"Rita nanti ambil sekitar 10 ya sisanya bisa kita makan sama - sama," katanya sambil menghitung.


Semuanya bersorak girang, mereka juga menyiapkan saus keju dan saos sambal sebagai pelengkap. 15 menit kemudian Dumpling siap disajikan dan mereka semua memakan sama - sama. Enak!!


10 itu 6 untuk piknik, sisanya paket untuk Alex. Rita menyiapkannya dulu untuk besok dan Alex, sisanya dimakan bersama keluarganya.


"Bagaimana? Enak kan? Berarti bagus nih kalau kemampuan memasaknya diasah lebih jauh lagi," kata ibunya sambil menyikut kakaknya yang lahap makan Dumpling.


"Iya iya maaf deh. Ternyata enak bangeeet. Tahu begini kenapa tidak dari dulu saja kamu belajarnya? Dari SMP," kata kakaknya sambil sibuk mengunyah.


"Yah kan sekolah sibuk kerjain banyak tugas sekarang kerja sambil kuliah juga. Masak hanya kalau ada waktu luang saja. Selanjutnya siap, Pri?" Tanya Rita yang melihat adiknya semangat makan. Keluarganya bersorak karena masih ada masakan lagi yang akan Rita buat.


"Memangnya harus bawa berapa makanan?" Tanya kakaknya.


"Tiga," jawab Rita yang bergegas menuju dapur disusul dengan adiknya. "Sekalian praktek sekarang besok tinggal ditata rapi,"


Ibunya melihat kotak bekal yang Rita beli tampilannya sepertinya murah, berbeda dengan kotak bekal yang selalu Rita bawa untuk ke sekolah. "Kamu beli kotak yang lain?"


"Iya tapi itu murah kok jadi ya beli beberapa saja deh. Mau dikirim untuk teman yang tidak bisa datang juga kan sisanya untuk wadah piknik tapi dibedakan kok,"


Ibunya hanya manggut saja terserah mau buat siapa. "Mau dikirim berapa buah? Jangan terlalu banyak kan hanya untuk satu orang,"

__ADS_1


"Aku yang beli bahannya dari hasil uang mengajar bukan punya ibu kok. Jadi terserah Rita mau dikirim berapa,"


Ibu lalu terdiam membuat suasana tidak nyaman. Lalu Prita menarik kakaknya untuk masak yang lain lagi. Bahannya juga sudah siap semua.


"Sudah, kita masak yang lainnya saja yuk. Ibu hanya cemas saja mungkin karena kamu terlalu banyak yang dibeli," kata Prita menenangkan kakaknya.


Ibunya memang kadang suka ikut campur, apapun yang Rita beli menggunakan uangnya, ibunya suka mengomel. Soal makanan juga mengomel tapi ujungnya tetap saja harus dibagi juga untuk ibu. Kan curang!


"Oke untuk cemilan selanjutnya. Kita akan buat Crabstick Melt. Silakan para hadirin menunggu dengan sabar lagi ya!" Kata Prita dengan ceria seperti MC memasak.


"Kita tunggu, Ateu!" Teriak ketiga keponakannya yang sudah menghabiskan putaran pertama. Sambil memegang perut mereka lalu minum air putih.


"Enaaak!" Kata Anotte lalu duduk manis lagi menunggu putaran kedua.


...CRABSTICK MELT...


Bahan : 30 buah Crabstick


Keju mozarella / quickmelt, dipotong


memanjang


3-4 sdm tepung terigu


30-40 ml air atau secukupnya


Tepung roti / panir, minyak goreng,


mayonaise, dan sambal secukupnya


Cara Membuat :


Bentangkan Crabstick menjadi lembaran,


Isi dengan potongan memanjang keju, gulung.


Campurkan dan balur dengan tepung yang sudah dicampur dengan air,


Lalu celupkan ke dalam tepung panir / roti, goreng.


Untuk hidangan besok, Rita masukkan Crabstick yang sudah dibalut tepung panir ke dalam freezer jadi besok tinggal digoreng saja. Untuk Alex karena dalam perjalanan panjang, Rita akan menyimpan dari freezer ke dalam plastik.


"WOOOH! Makan enak!!!" Seru mereka semua setelah melihat hasil buatan Rita dan Prita. Lumayan besar juga hasilnya karena dibalut dengan 2 bahan tepung. Lalu semuanya mengambil 1 buah dan memakannya. Renyah suaranya dan empuk dalamnya, dan rasa keju yang lumer pun berasa menggoyangkan badan mereka.


"Asyik! Ada keju! Wow lihat punya aku!" Semuanya melihat ke arah Dryan yang memperlihatkan kejunya paling panjang saat ditarik.


"Enak! Coba setiap hari!" Kata Anotte yang memegang 1 crabstick lainnya di tangan kiri.


"Nanti kamu eneg makannya masa setiap hari?" Tanya ibunya yang juga sama sedang menarik kejunya.


"Dan kantong ateu jebol." Kata Rita yang menghayati sekali buatannya.


Semuanya tertawa dan menikmati cemilan buatan Rita. "Oke, yang terakhir!"


"Ini juga kamu simpan 10 buah? Banyak sekali!" Kata tetehnya yang sayang karena masih ingin lagi.


"Tenang saja masih banyak kok di dapur tinggal digoreng saja," jawab Prita memberi jawaban akan kegundahan anggota keluarganya. Rita tertawa saat tetehnya semangat untuk menggoreng sendiri.


Bapaknya Rita sendiri bukan tipe orang yang suka makan makanan asing dan aneh. Tapi karena melihat ketiga cucunya makan dengan enak, bapak akhirnya mencoba juga dan ketagihan. Untung buat banyak jadi tidak cemas habis juga dan mereka menanti cemilan yang ketiga.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2