ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(212)


__ADS_3

"So while I was sleeping for a while, suddenly you guys formed a gossip team? WHO WOULD TAKE YOU TO GO GOSSIP? WORK! IF YOUR WORK IS NOT FINISHED, DON'T HOPE YOU CAN GO HOME! IF YOU HAVE TIME TO SEE, REVIEW YOUR WORK! YOU CAN'T WORK PROPERLY STILL HAVE TIME TO CREATE GROUP!? IF YOU'RE NOT FINISHED BY THIS AFTERNOON, YOU'RE ALL A WEEK STAY IN THE OFFICE. UNDERSTAND!?


( Jadi selama aku tertidur sebentar, tahu - tahu kalian membentuk tim bergosip? MEMANGNYA SIAPA YANG MENYURUH KALIAN BERGOSIP? KERJA! KALAU PEKERJAAN KALIAN BELUM SELESAI, JANGAN HARAP KALIAN BISA PULANG! KALAU KALIAN PUNYA WAKTU LUANG, PERIKSA KEMBALI PEKERJAAN KALIAN! KALIAN TIDAK BISA BEKERJA DENGAN BENAR MASIH PUNYA WAKTU BERGOSIP!? KALAU SAMPAI SORE INI KALIAN BELUM SELESAI, KALIAN SEMUA SEMINGGU MENGINAP DI KANTOR! PAHAM!? )" Kata Alex.


Meledaklah bos mereka setelah mengetahui mereka punya cukup waktu luang malah dipakai bergosip πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘. Mereka semua langsung kabur menuju meja mereka dan sibuk memeriksa ulang pekerjaan mereka. Dalam kantor Wakil, Ibu wakil bergidik mendengar teriakan Alex untunglah hal itu sidah menjadi makanya sehari - hari. Memang buah tidak akan jauh dari pohonnya, bukan hanya anaknya ayahnya pun lebih parah lagi.


Alex lalu melemparkan kertas salah satu pegawainya yang salah mengerjakan, yang lain pun langsung gemetaran saat diperiksa. Tampangnya benar - benar sangat mengerikan, dia juga membuka dasi yang tergantung di lehernya. Meskipun begitu, penampilan itulah yang mampu meluluhlantakkan hati pegawai perempuan yang bekerja disana. Ada juga yang tidak bisa menahan hasrat untuk memilikinya namun sayang kesan seperti itu sudah biasa Alex lihat, malah beberapa langsung dihempas kertasnya tepat di bagian badan yang sengaja mereka perlihatkan.


"You work here not to be a cheap woman. Tomorrow buy more polite clothes, if you don't want your position I'll change to someone else. This is a warning to others too. If you guys work here with the look of a cheap woman, better give me your resignation letter. YOU GOT THAT!?


( Kamu bekerja disini bukan menjadi wanita murahan. Besok beli pakaian yang lebih sopan, kalau kalian tidak mau posisi aku ganti dengan orang lain. Ini peringatan juga untuk yang lainnya. Kalau kalian bekerja disini dengan tampilan perempuan murahan, lebih baik berikan surat pengunduran diri kalian padaku! MENGERTI!? )" Alex langsung kembali ke kantornya dan menutup pintu dengan sangat keras.


Semua karyawan langsung kaget mendengar bantingan pintu. Mereka langsung saling berbisik, tidak aneh juga ada beberapa yang tidak tahan dan lebih memilih mengundurkan diri tapi ada juga yang memang tahan banting. Semua wanita dalam kantor itu langsung mengambil ponselnya dan memilih baju kantor yang formal, seperti yang dipakai oleh Wakil Manager.


"Tampaknya memang ada yang berubah dengan kebiasaan bos kita," kata salah satu pegawai.


Dalam kantornya beberapa pegawai Alex ada orang asing ada juga yang dari negara Indonesia. Kadang juga mereka berkomunikasi berbahasa Inggris atau Melayu atau juga Bahasa.


"Iya. Dulu pertama bekerja disini bos tampaknya tidak masalah pegawai perempuannya berpakaian mini, sekarang meminta mereka semua berpakaian sopan. Menurutku baguslah," kata Jordy yang menurutnya semua pekerja wanita disini terlalu mini pakaiannya.


"Kadang juga bos seperti menggoda mereka kan. Tapi sekarang sepertinya benar gosip bos sudah memiliki kekasih," kata rekan sebelahnya.


"Semoga saja kekasihnya tahan banting ya tapi aku penasaran juga seperti apa penampilannya. Kita sudah tahu kan tipe bos seperti apa," kata salah satu pegawai wanita dari depan mereka.


"Seksi, badan ramping, wajah super cantik, lalu suara mendayu tapi sayangnya beberapa kali juga bos dicampakkan," kata Rani.


"Ternyata uang dan jabatan tidak menjamin seseorang hidup bahagia ya," kata rekan Rani yaitu Talita menimpali juga.


"Aku pernah secara tidak sengaja mendengar bos kita itu tertawa keras. Tertawa yang dengan perasaan geli. Aku baru pertama ini melihatnya begitu," Jordy menanggapi lagi tentunya sambil bekerja.


"Seperti kata Manager, keajaiban jatuh di atas kepalanya mungkin," kata Talita yang langsung dijawab oleh tawa rekan - rekannya.


"Aku juga pernah melihat sekilas, teman perempuan bos ternyata memakai jilbab!" Kata Rani membuat semuanya kaget.


"APA!?" Teriak semua karyawan yang langsung menutup mulut mereka sambil melirik kantor Alex.


"Serius berjilbab!? Cantikkah?" Tanya Jordy dan rekannya.

__ADS_1


"Putih dan berjilbab tapi aku tidak terlalu melihat banget karena kalian tahu kan bagaimana bos kita itu. Sekilas lihat juga bos langsung memasukkan ponselnya ka saku setelah itu, aku tidak punya kesempatan melihat lagi. Tapi memang cantik, putih bersih sepertinya dia deh yang sering membuat bos kita tertawa." kata Rani menjelaskan.


Semua orang langsung terkejut mendengarnya. Tidak disangka banget perempuan berjilbab! Tapi kalau cantik sih yah masih tipenya Alex. Wanita yang menyukai Alex pun langsung Down saat mendengar kenyataan itu.


'Apa aku harus memakai jilbab agar bos melihatku?' Itulah yang dipikirkan mereka sekarang ini. Banyak yang murung setelah tahu ternyata Alex sedang berhubungan dengan yang berjilbab. Pantas saja semua karyawannya diminta memakai pakaian yang sopan. Sebagian orang senang dengan perubahannya tapi sebagian mengutuki Rita karena sudah membuat Alex berubah.


Di sisi lain, Rita merasa merinding tapi dia tidak merasa dingin karena Bandung sedang sejuk udaranya. Mungkin karena banyaknya perempuan yang iri padanya πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†.


Alex lalu keluar karena dia masih saja mendengar beberapa karyawan yang bergosip apalagi dia kaget kalau foto Rita ada yang melihatnya. Dia mulai gelisah dan ingin sekali semua orang melupakannya.


"YOU STILL GOSSIP!?" Teriak Alex dengan suara menggelegar. Suaranya terdengar sampai 2 lantai dibawah dan diatasnya. Semua orang sudah terbiasa dengan teriakannya bahkan kalau Alex tidak ada mereka seperti kehilanganπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


"NO, SIR!!" Teriak semuanya dengan sikap seperti sekumpulan prajurit perang.


"FINISHING ALL YOU WORK!!!" Teriak Alex lagi.


"SIR YES SIR!!!" Mereka jawab dengan kompak bahkan orang - orang yang berada di kantor pun berdiri dan mengucapkannya.


Setelah itu kantor pun hening tidak ada yang bergosip karena mereka semua enggan menginap di kantor bersama dengan bos Setan! Alex lalu masuk dan berharap mereka semua melupakannya. Oh seandainya dia punya Doraemon, dia akan memintanya untuk menghapus ingatan semua orang mengenai Rita.


Akhirnya mereka oun berhenti membicarakan soal Rita dan dirinya, Alex pun melanjutkan pekerjaannya tentu saja dia juga mampu membagikan pikirannya. Dan Astralnya kembali keluar lalu menuju tempat Rita dan yang lainnya. Berharap dia tidak melewatkan cerita Rita.


"Mana kutahu juga soalnya setiap hari Jum'at pasti selalu ada yang bilang, 'Assalamualaikum' terus waktu aku buka pintu, ada angin yang lembut masuk lalu sekelebat ada wangi parfum kesturi gitu. Kan aneh," kata Rita membuat keduanya langsung terhenti ketawanya.


"Wah! Sepertinya benar mungkin kalau itu malaikat. Kamu lihat tampilan mereka?" Tanya Arnila yang mulai tertarik. Dalam sudut pandangnya memang Rita bercerita apa adanya sesuai yang dia alami tentu saja tidak begitu dengan yang Ney lihat. Memang selalu berbeda.


"Lihat dong. Mereka jalan begitu menuju pintu ruang tamu dan ada dua orang. Ibu juga lihat. Bajunya koko putih pakai peci putih juga, aku pikir tamu. Suaranya keren banget deh! Tapi waktu aku buka yang ada malah angin, aku cari orangnya malah tidak ada. Heran ibuku juga," kata Rita yang menawari mereka chiki kentang.


Ney memakannya dengan rakus, Arnila yang melihatnya langsung jutek. Rita menghela nafas. "Makan tuh tenang kamu makan rakus banget seperti belum pernah makan ginian,"


"Takut dihabisin sih," kata Ney yang mengambil banyak belum habis tapi terus menggunung. 'Pantas rejekinya sedikit,' pikir Arnila dan Rita.


"Terus ada kejadian yang lain?" Tanya Arnila.


"Nah di kamar aku kan kasurnya tuh mentok sama tembok kadang disitu juga suka ada suara berisik gitu. Antara cakaran sama suara yang digeser gitu di temboknya karena memang terganggu aku lempar pakai bantal terus aku tendang juga pakai laki," kata Tita sambil makan.


"Kamu tidak takut? Sepertinya kamar yang kamu tempati itu bermasalah ya," kata Arnila yang mengambil lagi chiki kentangnya.

__ADS_1


"Ya takut makanya aku lempar - lempar juga. Iya memang bermasalah itu kamar, setiap tidur aku selalu sakit kepala. Selalu ada yang naik kasur terus berdiri dibelakang kepala jadi seperti kamu tidur, nah aku duduk dibelakang kepala kamu kan otomatis bantalnya miring kan. Ya seperti itu," kata Rita melihat Ney yang sibuk mengunyah. Dan Chikinya hampir habis sama dia sendiri.


"Pantas kamu stres yang alu lihat kurang menikmati tidur. Ney, itu chiki masa mah kamu habiskan sih? Kamu katanya tidak mau makan makanan murahan? Kok chiki kentangnya Rita malah kamu amblas sendiri?" Tanya Arnila yang menyindir.


Ney tersadar lalu menghentikan makannya dan menaruh Chikinya jauh dari dia. "Ah, tidak kok. Ya daripada tidak kalian makan mending buat aku saja," katanya sambil melihat chiki yang masih lumayan banyak isinya.


"Iya nih, aku kan belum makan banyak. Bisa saja jaga gengsi pas ditawarin eh yang paling banyak makannya," kata Rita yang langsung mengambil Chikinya dan melihat ke dalamnya, sudah hampir ludes!


"Hahaha tetap saja dimakan meski makanan murahan! Gengsi itu tidak enak lagian tumben kamu jaga gengsi, biasanya kan suka seenaknya ambil makanan orang," kata Arnila tahan ketawa.


"Ya aku sih inginnya makanan yang kamu beli, Rita tampaknya enak," kata Ney yang melihat satu kantong penuh punya Rita


Tentu saja Rita jaga ketat kantong itu. "Beli dong katanya punya banyak uang. Eh, lupa kamu kan tidak kerja lagi ya. Jadi pantas sih pasti kamu hematin uang kan," kata Rita membuat Ney bete.


"Ya makanya bagi - bagi rejeki dong jangan dibawa semua ke rumah!" Kata Ney yang mendelik.


"Ya situ kan yang nolak tadi makanya bagian kamu sama Arnila di ambil. Mau tidak?" Goda Rita ke Arnila.


"Yaaa... aku tidak ada makanan lagi sih," kata Ney dengan suara pelan.


"Nih gue bercanda kok, ini bagian lu ya jangan minta lagi. Bekal untuk perjalanan ke Jakarta lumayan ey. Makasih ya Rita," kata Arnila senang.


"Sama - sama. Jaga Image tapi malah habisin jatah orang ckckcckck," sindir Rita.


Kemudian Arnila memberikan lagi jatah cemilan Ney, dan dia langsung memasukkannya ke dalam kantong. Berhubung Rita dan Arnila tidak menawarkan lagi makanan mereka terpaksa Ney memakan punyanya sendiri.


"Kok aku jadi merasa kasihan ya sama makhluk tak kasat mata di kamar kamu, Ri," kata Arnila yang menahan tawa.


"Hahahaa buat apa tidak ada manfaatnya juga kan suruh siapa nakut - nakutin. Setelah ruqyah sama guru kamu itu, dari situ ya maaf ya Nila, tidak cocok akhirnya aku lawan sajalah," kata Rita yang membuka cemilannya.


"Ya tidak apa - apa kan tidak semua orang efeknya sama dengan aku. Mudah - mudahan kamu bertemu dengan orang yang lebih cocok ya. Terus kamu selama ini tidak takut melihat yang begituan?" Tanya Arnila yang melipat kakinya ke atas lalu dia peluk.


"Aku lebih takut mati sih, Nila. Kalau diganggu sama 'mereka' ya lawan saja kalau sudah mengganggu banget. Pernah kan ada kunta yang menampakkan diri di belakang yah gegara kejadian yang aku bilang, karena sudah sangat kesal aku lawan. Sudah bodo banget deh edan - edanan itu! Kunta itu tuh berdiri di belakang aku waktu sedang mengerjakan tugas kuliah, itu siang hari padahal Nil. Lagi fokus, eh dia muncul begitu saja ada 4x.nya hanya berdiri tidak ngapa - ngapain tapi kan aku kesal jadinya. Aku bilang saja di saat itu juga, 'Sok maneh rek naon? Pergi atau terima akibatnya!' karena tidak pergi, aku bawa raket kayu untuk pukul kasur itu lho terus aku kibaskan sekuat tenaga ke arah tempat Kunta itu berada," kata Rita sambil memperagakan gayanya waktu itu.


Arnila cekikikan melihatnya tapi wajahnya jadi serius karena ternyata selama ini Rita menghadapi hal yang mistis. Ney sih mendengarkan saja sambil sibuk mengunyah makanannya dengan suara nyap nyap.


"Tapi kan untuk tahu mereka ada di mana, kamu harus BENAR - BENAR bisa melihat, Ri. Lalu bagaimana sampai kamu yakin kunta itu berdiri," kata Arnila. Dia tahu sih kalau Rita memang tidak punya kemampuan Melihat sebenarnya. Kenapa dia jadi bisa karena setannya sendiri yang menampakkan mungkin merasa aneh ya.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2