
Alex memegang kepalanya dan melongo, rekan kantornya melihat itu dan sepertinya sudah baikan lalu kenapa dia sampai terkejut. Selama ini Rita sama sekali tidak pernah berkata apapun yang aneh, tapi semenjak dia membuka kotak rahasianya, itu langsung On?!
"Benar ya? Aku kan sudah bilang dan menyebutkan segel. Siapapun yang bisa membuka kotak ini, mereka akan langsung terhubung dengan yang membukanya. Kamu ya? Padahal selama ini tidak ada yang bisa membukanya," kata Rita menjelaskan.
"SIALAN! Maksudmu aku jadi tidak bebas? Ada alasan kenapa kamu membuat kotak itu karena ada jutaan, yang kecil - kecil pun ada!" Alex memegang kepalanya dengan kebingungan dan menggaruk - garuk. Ada banyak sekali! Dan itu tersusun dengan rapih, tidak mengherankan Alex begitu terkesan. Kalau disimpan dalam rumah, itu semua memenuhi satu rumah besar.
"Semuanya memiliki permata yang berbeda sesuai dengan ketertarikan mereka agar mereka tidak bosan dan tidak memberontak. Meski semuanya senang permata tapi soal warna berbeda, ada yang mirip kotak make up Sailor Moon juga?" Tanya Rita apa Alex juga bisa melihat yang itu.
"Iya! Ada. Apa itu?" Tanya Alex, dia benar - benar ingin memiliki beberapa kotak yang diciptakan oleh Rita. Cosmic berwarna pink benar - benar sangat mirip dengan yang dimiliki Sailor Moon alat untuk berubah wujud.
"Aku kan suka Anime, semuanya aku buat dengan niat untuk menyegel kekuatanku. Kamu juga pasti lihat kan aib yang aku sembunyikan?" Tanya Rita manalah ada dia tidak tahu pastinya lebih suka tahu duluan.
"Ah ya, maaf. Tapi aku akan menerima kamu seperti kamu menerima masa lalu aku," kata Alex melanjutkan. Toh itu bukan keinginan Rita tapi jin yang menempelinya sangat tidak menyukai kedatangan Alex.
"Paling bawah kan ya. Aku harap kalau ada yang bisa menggapainya, dia bisa menggenggamnya sendiri atau kalau sudah tahu, bisa diletakkan lagi kedalaman dan biar itu membusuk. Tapi kamu malah membukanya!" Kata Rita dengan kesal sekali.
"Tenang saja aku tidak akan membukanya, aku akan meninggalkan ini di paling dalam sekalipun. Yang ini aku tidak perlu. Jadi kamu masih marah? Masih dendam?" Tanya Alex khawatir.
Yah mau bagaimana ya kalau kalian punya barang kesayangan lalu diambil teman sendiri dan bilang kalau itu sudah jadi miliknya. Kalian mau bagaimana? Kalau Author sih, ingin sekali lempar dia ke lautan. Dan meninggalkannya disana sampai dimakan hiu. Sayangnya Alex jauh, jadi sulit bagi Rita untuk memukulnya.
"Sudah tidak sih asalkan kamu biarkan aku meluapkan kekesalan dan tidak ikut banyak bacot, aku akan tenang sendiri. Kebalikannya kan sama kamu kalau sedang marah," kata Rita. Yah memang Rita bisa lebih cepat tenang kalau dibiarkan lebih baik lagi kalau dicuekkan.
Alex tenang tapi tebakan Rita memang benar, dia tadi kan memang sedang berkomunikasi dengan Ameera. "Aku lega," kata Alex tiba - tiba mengirimkannya yang keluar dari mulutnya.
"Tapi kalau soal aku akan menghajar kamu itu sungguhan akan terjadi kalau kita nanti bisa bertemu," kata Rita mengepalkan kedua tangannya.
Alex tentu saja kaget Rita masih ingat dengan kekesalannya. Rita tampaknya sangat tahu kalau Rita sudah sulit ditenangkan.
"Kamu bukan orang dewasa kelakuannya, aku tidak tahu sampai mana bisa bersabar dengan kamu. Soal kotak? Kamu tertarik? Toh sudah sebagian kamu buka," kata Rita yang menyerah.
"Boleh buat aku?" Tanya Alex tidak menduga. Tentu saja dia sangat senang menerimanya.
"Lagipula juga belum ditawari pun sudah kamu genggam kan? Aku bisa lihat kamu memasukkannya ke dalam diri kamu sendiri. Aku kan bisa buat lagi!" Kata Rita dengan mudah.
"Nanti aku minta lagi ya!" Kata Alex semangat.
"Enak saja!" Kata Rita.
__ADS_1
"Oh iya aku melihat ada yang lebih besar tapi jaraknya sangat jauh. Kamu tahu?" Tanya Alex pada Rita.
"Hah? Ada? Bentuknya seperti apa?" Tanya Rita yang kebingungan.
"Aku mau menjangkaunya tapi dia bergerak cepat sekali dan ada di pojokkan, sepertinya itu hidup. Kamu pernah berhadapan dengannya?" Tanya Alex penasaran. Apa ya itu?
"Aku tidak tahu," kata Rita lalu bangkit dan duduk bersila, dia berbikir 'Memangnya ada apa sih?'
"Kamu ingin tahu? Aku bisa membuat kamu menghadapinya," kata Alex yang ingin tahu.
"Itu bukannya kamu saja ya," kata Rita menebak. Alex yang penasaran sekali ingin tahu apa itu.
"........."
"Kamu yang penasaran bukan aku. Karena kamu tidak bisa menjangkaunya kamu membuat aku penasaran kan supaya aku mau melihatnya," kata Rita menebak.
" ........ "
"Tapi aku aneh juga sih kadang ada bintang - bintang hitam yang keluar tapi aku tidak tahu itu apa. Caranya bagaimana?" Tanya Rita ingin tahu kalau memang ada caranya ya bolehlah.
"HUWAAAAAA!!!" Teriak Rita yang tentunya suaranya itu didengar oleh semua orang. Rita merasakan ada sesuatu di belakangnya dan itu berputar pelan. "LU GILA APA!?" Teriak Rita mengetikkan itu.
"KENAPA!? Ada apa sih!?!?" Tanya Alex kebingungan. Pastilah ada yang terjadi pada Rita .
"Tutup mata apaan! Dia datang sendiri tahu!" Kata Rita yang kaget sekali. Tentulah dia sambil meminta maaf telah mengagetkan semua orang.
"HAAAAH!?" Teriak Alex tidak kalah heboh.
Yups! Sesuatu yang berputar - putar itu entah kenapa mendatangi Rita dengan kilatan kecepatan tentunya dalam benaknya dan Rita merinding makanya teriak, dia juga serius kaget lalu bangun berdiri dan melihat kebelakang nya. Prita agak mendengar jeritan kakaknya dan melihat kakaknya seperti mencari sesuatu.
"Kakak kamu kenapa tuh?" Tanya seorang teman Prita.
"Paling lihat tikus atau kecoa," kata Prita mereka lalu melanjutkan obrolannya.
Di tempat Rita, dia juga masih deg - degan. "Aku didatangin dong! Boro - boro deh tutup mata segala. Belakangku terasa ada yang berputar. GILA APA!" Teriaknya.
Jadi itu datang kilat? Seram juga. "Lalu? Kamu lihat semuanya?"
__ADS_1
"Pokoknya gila deh. Lihat sih meski bukan sama kedua mata ini. Seram banget! Berputar - putar seperti kardus yang ditusuk panah kecil itu lho," kata Rita yang lupa mengingat apa namanya.
"Hah?" Tanya Alex yang juga kebingungan.
"Bantalan panahan gitu lho yang tengahnya berputar - putar warna merah," kata Rita yang sebisanya menjelaskan.
"Ohhh aku tahu! Iya iya yang panahan itu. Lalu?" Tanya Alex.
"Hmmmm menyeramkan dan berputar - putar... meski tidak cepat, lalu seperti ada pecahan bintang kecil di sekitarnya. Ah! Penampakkannya seperti ini!" Kata Rita yang mencari sesuatu yang agak mirip.
"Seperti apa? Hei! What are you doing laaa jangan buat aku penasaran," Kata Alex yang memaksa ingin tahu, dia yakin pasti ada sesuatu yang lebih besar tapi dia sendiri tidak bisa melihatnya. Ada berwarna hitam berputar tapi itu memojok jauh darinya dan sangat sulit diraih. Seperti benda itu bebas bergerak karena hanya itu saja yang mungkin tidak bisa diraih oleh Rita.
"Ini," kata Rita sambil mengirimkan sebuah gambar yaitu Galaksi Bimasakti.
"WHAT!? YOU SEE THIS!?" Teriak Alex yang lemas tepat saja sesuai yang dia lihat dari kejauhan tapi benda itu tidak ingin dijangkau olehnya. Dia ambruk ke kursi kantornya masih dengan memandangi foto yang dikirimi oleh Rita.
"Are you ok, bos? What happen? ( Kamu tak apa, bos? Ada apa? )" Tanya rekan kantornya yang sudah bersiaga takutnya Alex kambuh sakitnya.
Setengah layar terlihat jelas oleh rekannya foto Bimasakti kiriman dari perempuan yang pernah dia lihat, dia keheranan membuat bosnya syok setelah melihat foto itu.
"Ya aku yakin, ini yang aku lihat. Kamu tidak apa - apa?" Tanya Rita karena tumben juga Alex tidak membalas.
"Tidak apa - apa. Apa semuanya sudah datang?" Tanya Alex yang kemudian bangkit dari kursinya meskipun wajahnya pucat.
"Sudah. Tapi saya pasangkan tanda Danger di depan pintu agar tidak ada yang mengganggu. Yakin kamu tidak apa?" Tanya rekannya yang khawatir.
"Ya. Jangan beritahukan my mom dia selalu panik," kata Alex yang kemudian menyiapkan kertas sesuatu.
"Saya akan siapkan semuanya di ruangan rapat." Kata Rekannya meyakinkan Alex.
Alex mengangguk lalu membalas Rita. "Kita sudahi saja dulu ya. Saya ada rapat penting setidaknya kamu sudah tahu kalau ada yang lain hidup dalam diri kamu."
Rita membacanya dan melihat jam dalam ponselnya. Sudah pukul 12 siang, waktunya mereka membeli makan siang. Agak berat tapi 'Itu' sudah tidak ada lagi semenjak Rita mengusirnya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1