
Ney kadang datang mengganggu membawa - bawa perihal Alex entah apa maksudnya dan menyalahkan Rita yang membiarkannya pergi.
"Kamu tuh kenapa sih? Dulu waktu aku memang ada rasa suka sama Alex, kamu yang heboh halang - halangi malah kamu banyak membohongi aku. Sekarang, saat aku tidak sama dia kamu heboh menyalahkan. KAMU HIDUP MAUNYA APA!?" Bentak Rita yang sudah setengah gila.
"Ya aku tidak mengira ternyata dia serius suka sama lu. Dan gue ingin lu kembali sama dia," kata Ney berusaha meyakinkan Rita.
"Buat apa!? Pamor lo!? Supaya lo bisa dekat sama gue terus lu depak Arnila?! Lu pikir ya yang lebih lama temenan sama lu bukan gue, Arnila! Dia sampai rela dijauhi gengnya demi lo! Yang selalu sendirian. Hargai dia dong eh malah lu depak. Lu pikir gue bakalan lupa yang lu chat di grup? Lu yang mentah - mentah bilang gue bakalan depak lu sama Arnila, lu pikir sejak dulu juga lu udah depak gueeeeeee!" Ketik Rita yang tampaknya sudah di ubun - ubun itu ye rasa amarahnya. Apalagi dia diekorin mulu sama Ney kemanapun.
Ney terdiam seharian penuh eh tidak juga 3 hari ada deh. Setelah itu Ney sibuk mencari cara agar bisa kembali seperti semula. Dalam penerawangannya Rita kembali berkumpul dengan banyak teman - teman terutama Diana. Ya elaaah mereka mah memang De Best laaah. Ney mencak - mencak dengan pernyataan Rita yang sangat mencap di hati. Baik Arnila maupun Rita, sudah dibuat Ney semakin kusut.
"Yang salah itu Alex. Dia yang buat kita jadi seperti ini. Kamu tahu kan dia itu punya niat mengadu domba kita," kata Ney yang beberapa hari kemudian membalas. Rita balas apa, dia balas apa untungnya Rita masih konek dengan yang lalu. Arnila? Mereka berdua alpa lagipula Rita tidak ingin menghancurkan rencana bahagia Arnila.
"Ya Alex memang kurang adem campur aduk kita," kata Rita.
"Tuh kaaan memang dia tahu pelakunya. Aku salah apa coba?" Tanya Ney yang kembali senang Rita kini membelanya dan menyalahkan Alex.
"Kesalahan kamu banyak! Mulai dari kamu yang banyak menyalahkan keadaan ke aku dan sekarang kamu mulai berbelok menyalahkan Alex. Merasa kamu suci? Tidak ada kesalahan? Otak kamu yang paling salah!" Kata Rita masih kesal.
"Kok gue sih!?" Tanya Ney protes. Nih kenapa jadi ke arah dia lagi sih?
"Nih, baca!!" Seru Rita yang mengirimkan beberapa isi chat WA beberapa hari lalu. Ney terkejut karena Rita masih menyimpan semua chat darinya. Chat WA dari saat dia memaksa Rita untuk menerima semua info mengenai masa lalu Alex, yang setelahnya memaksa Rita untuk menanyakan kebenarannya. Saat terungkap, mereka bertengkar dan saat Alex pingsan karena penyakit jantungnya kambuh dan ibunya memarahi Rita kenapa bertanya soal masa lalunya, Ney kabur.
Membaca semua itu Ney mengusap wajahnya, dia ingat saat itu dia memang malah menyalahkan Rita, dia senang mendapati Rita kesulitan dan tertawa keras. Dimana otaknya yang waras? Waktu itu pun Arnila bisa menebaknya dan memarahi Ney habis - habisan sampai melontarkan suatu kalimat yang membuat Ney hancur. Kalimat yang masih dia ingat yang keluar dari mulut Arnila adalah :
..."Lu teman yang super jahat banget! Lu jebak Rita dengan memaksa dia melakukan apa yang kamu mau, sekarang lu kabur begitu saja saat Rita kesulitan? LU JAHAT!! Lu tidak akan pernah bisa hidup bahagia sampai kapanpun!!!" ...
Setelah mendengar itu, Ney menangis dan meminta maaf tapi Arnila tidak mau tahu. Arnila sadar perilaku Ney sudah sangat keterlaluan. Dia ingat betapa ramahnya Rita pada mereka berdua meski Ney selalu berkelakuan seenaknya tapi dalam pikirannya tidak pernah terbersit untuk mengatakan sesuatu yang kotor. Tidak seperti Ney dan sekarang Arnila menyesal, Rita hatinya sakit sekali.
__ADS_1
..."Salah Rita sama lu apa sih!? Sampai lu tega berbuat begitu sama dia. Apa pernah Rita protes pada sikap dan kelakuan lu yang mirip PSK? Nggak kan. Dia terima kita baik buruknya, Ney. Lu asli tega banget sama orang yang sudah ikhlas mau jadi teman lu! Lu memang bukan teman yang cocok untuk dia!" ...
Masih teringat jelas apa yang Arnila ucapkan kepadanya di akhir tahun saat dia tersadarkan akan perilakunya yang salah. Pantas saja Rita sulit menerima kembali Ney karena sudah puluhan ribu dimaafkan tapi kelakuan sama saja. Ney kadang berkata sendiri apa yang harus dia lakukan agar bisa kembali bersama Rita?
Ibunya hanya memandangi anak yang keduanya tersebut dengan lesu. Ibunya tahu apa yang terjadi dan hubungan Ney dengan Rita memang tidak akan ada jalan untuk kembali seperti dulu. Mereka akan retak dan berpisah pada jalannya masing - masing. Sebenarnya sih bisa kok dengan ruqyah tapi entahlah Ney sosok wadah yang selalu mudah dihinggapi jin.
"Mengerti!? Awal memang aku juga beranggapan si Alex kampret buat kita ribet. Tapi kelamaan sepertinya aku tahu maksudnya yang kamu sama sekali tidak sadari tapi aku masih belum yakin sih," kata Rita yang sudah tenang.
Ney penasaran nah apa tuh yang sampai Rita sadari, padahal dia pikir Rita itu lemot banget orangnya tapi kalau sudah bisa beranalisa, biasanya berubah. "Soal apa?"
"Analisa aku sih sepertinya dia ingin membukakan kedua mataku MELIHAT kamu itu aslinya seperti apa. Karena nih aku kasih tahu kamu apa pendapat dia soal kamu," kata Rita yang kirim screenshot dari percakapan Alex.
..."Kamu dan Ney bukan teman dekat. Karena aku tidak melihat ada rasa Kedekatan satu sama lain. Sahabat kamu bukan dia ya." ...
Ney bengong membacanya dia membeku sesaat bahkan Alex saja langsung tahu. Ney menahan kepalanya dengan kedua tangannya.
"Tapi...." kata Ney yang ingin membantah tapi tidak kuasa, tidak ada perlawanan lagi.
"Alex yang baru kenal aku atau kamu ataupun Arnila bisa langsung baca apalagi aku yang sudah lama tak kamu anggap ada. Aku sadari daripada hal yang baik, kamu lebih banyak buruknya. Gue nggak pernah ya bikin lu di bully orang, tapi lu sendiri hancur ke gue. No, aku tidak akan menyumpahi kamu karena pada akhirnya nanti kamu akan merasakan sendiri balasannya. Balasan dari orang yang kamu aniaya dengan mulut kamu! Allah swt itu tidak tidur," kata Rita panjang lebar saking kesalnya ya semuanya muncrat.
Ternyata Ney tersadar selama ini dia anggap adu domba ternyataaa oh ternyataaa Alex punya misi lain. Anehnya kenapa dia sama sekali tidak bisa membaca semua itu?! Ney marah, kesal, emosi, sedih semuaaaaa bercampur aduk jadi satu. Dia kecolongan soal Alex. Strateginya boleh juga jadi dia dari awal tidak ada keinginan untuk menjadi dekat dengannya tapi Rita? Ney melemparkan ponselnya dan menggebrak mejanya, lalu keluarlah air mata buayanya. Dia menyesal, menyesali semuanya berawal dari pertemuannya dengan Rita, menyesal bagaimana dia memperlakukan Rita hanya karena... dia iri pada kehidupan yang Rita punya.
Jadi selama ini semua yang dia lakukan sebenarnya termasuk efek dari siasat Alex? Untuk Rita!? 'KENAPA HARUS RITA!? KENAPA HARUS SELALU DIA, BUKAN AKU!?' Teriak Ney yang kemudian terisak - isak. Padahal selama ini dia berusaha terlihat di sekitar orang, mananya dari dia yang salah? Kenapa harus dia yang harus tertarik berteman dengan Rita? Padahal Rita... tidak bisa apa - apa tanpanya tapi semenjak kapan... Rita bisa begitu bersinar? Ney melihat orang - orang yang ada disekitarnya lah yang membuatnya bersinar. Bukan kedua orang tuanya karena Ney tahu, bahwa Rita pun sama stres dengan dirinya. Semua teman - teman baiknya dari SMA sampai Rita sekarang kuliah, selalu dikelilingi aura kebaikan.
Karena merasa kalap, serta merta Ney mengirimkan email pada Alex lalu terhenti. Dia tidak tahu alamatnya..
"Rita, minta alamat email Alex dong. Aku mau damprat dia," kata Ney yang mengambil ponselnya yang sedikit retak.
__ADS_1
Rita yang sedang membereskan buku tulisnya tidak membalas chat dari Ney. Dia sudah tidak mau lagi membuat Alex kesusahan. Hari ini adalah perkuliahan sampai malam hari tidak akan menggubris soal Ney.
"RITA!" Teriak Ney kesal. Dia bingung harus kemana dia mengirim kekesalannya, akhirnya dia keluar rumah dan menumpahkannya di cafe gelap. Entah cafe apa namanya dia mengajak beberapa temannya untuk hang out tapi...
"Lu bukannya lagi ikut kuliah susulan ya,"
"Hei, kita ini mau lulus. Masa lu tinggal kelas lagi? Sori ya hari ini aku mau pergi sama keluarga!"
"Buat apa sih lu masih dengan kegiatan jelek?" Tanya Sonia marah - marah.
"Ya gue bosan nih. Ayolah kita senang - senang. Yuk!" Ajak Ney memelas.
"Daripada lu buang - buang waktu percuma lebih baik belajar deh supaya otak lu yang ngeres tidak kalah dengan anak - anak preman di kelas." Kata Sonia lagi.
Kesal, Ney akhirnya pulang lagi untungnya sebagai penyegar, dia memesan minuman yang agak ada alkoholnya dan pulang agak sempoyongan. Beberapa orang menggodanya dan dia hanya tertawa, itu siang - siang dalam keadaan setengah pusing. Seseorang memegang tangannya dan menggiringnya pulang ke rumah. Ney hanya tertawa terbahak - bahak berkata dengan kacau pada orang yang tak dikenalnya itu.
"Lu tahu tidak. Hidup gue.... hik! Kacau! Tuh perempuan Lemot ninggalin gueh hik! Bagus sih gue soalnya dari awal juga hik! Tidak punya niat temenan sama dia hik!" Kata Ney yang tidak sadar. Jalannya sempoyongan dan orang di sampingnya hanya berjalan berusaha membuat Ney sadar.
"Sadar.. Kamu mau rusak hidup lo pakai minuman keras?" Tanya orang itu.
"Rusak? Hik! Sudah rusak gue! Aku juga berhasil rusak hidup tuh Lemot hik! Gue kira berhasil hik! sedikit lagi hik! Gue tidak terima dia dengan lelaki kaya hik! Apa bagusnya. Gue dongs... bisa kasih dia... apa yang gue punya. Ini hik! ( ke arah *********** )" Lalu Ney tertawa dengan keras dan linglung jatuh ke bawah.
"Sadar, Ney! HEI!!" Bentak orang itu. Ternyata Dins yang memapahnya tapi Ney masih tidak bisa cukup sadar apalagi sesuatu yang diperkirakan olehnya kalau memang benar Rita dan Ney memang bukan teman baik.
"Gue sadar! Lu tahu tidak sih hidup gue kenapa menderita begini? Rita apa bagusnya Rita. Dia itu kuno, kampungan, mana ada selama ini lelaki yang mau sama dia. Kalau bukan aku yang kenalin Alex ke dia, siapa lagi!?" Tanya Ney yang termangu di tangga rumahnya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1