
"Oh, kali kamu tuh seperti Ney sampai tahu masa lalunya Alex segala," kata Arnila. Itu membuat Rita sangat penasaran apa iya dari kemampuannya atau dia tahu dari saudaranya Alex juga? Soalnya semua omongan dia kurang lebih tidak bisa dipercaya.
"Padahal aku sih asli tidak peduli banget sama masa lalu orang, itu kan area privasi mereka. Seperti kamu tahu kalau aku pernah sama Jin, tapi kamu ungkapin ke luar itu tandanya kamu sengaja mau buka aib orang. Entah supaya apa," kata Rita membuat Ney terdiam. Sedangkan Arnila memikirkannya.
"Kalau untuk kebaikan?" Tanya Arnila.
"Memang ada untuk kebaikan? Kalau peringatan bisa saja tapi kalau orangnya tidak pernah berbuat yang aneh - aneh tapi tiba - tiba dia kasih tahu di saat segrup sama orang lain, menurut kamu bagaimana?" Tanya Rita ke Arnila.
"Dia sengaja mau mempermalukan temannya sendiri," Rita mengangguk. Melirik Ney yang kini terlihat salah tingkah mendengar kalimat mereka. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya atau hanya sekedar membantah.
"Meski mungkin dalam mulutnya agar temannya tidak lupa, tapi hati siapa yang tahu ya. Orang seperti itu tidak layak dijadikan teman biasa, teman dekat atau sahabat. Hati - hati ya Nil, kalau ada tipe seperti itu lebih baik kamu cari yang lain deh," Arnila tersenyum kecut dan mengangguk, tahu kalau Rita menyindir seseorang.
"Pemaksaan juga kan tidak baik ya,"
"Iyalah buat apa juga? Kalau misalkan Alex mau cerita ya aku dengarkan tapi kalau tidak, buat apa harus memaksa? Seperti yang wajib saja suami juga bukan," Rita kemudian mencari spot stand yang menjual sushi begitu juga Arnila. Ney hanya terus bertingkah sibuk dengan hp atau jemarinya.
"Ya kalau tahu kan kamu bisa bertindak sesuai kenyataan," kata Ney tanpa memperhatikan Rita.
"Yang aku penasaran sih seperti apa masa lalu kamu, Ney bukan Alex. Karena kamu memaksa aku harus tahu, tidak salah dong kalau aku juga memaksa masa lalu kamu seperti apa," kata Rita berkacak pinggang ke arah Ney yang membuat Ney tidak membalas lagi.
"Memang kamu mau cari tahu apa?" Tanya Arnila yang heran.
"Iya, mau apa kamu cari masa lalu aku?" Tanya Ney juga sambil meninggikan kepalanya.
"Kalau tahu masa lalu kami seperti apa, aku bisa mengambil kesimpulan kenapa perilaku kamu aneh. Alias tidak seperti Arnila atau orang lain? Alex aneh tapi wajarlah dia banyak cerita soal masih bayi sampai sekarang, nah kamu kan sama sekali tidak ada. Arnila juga banyak cerita ke kita, kenapa cuma kamu saja ya yang aku rasa kamu menyembunyikan sesuatu,"
"Ya buat apa juga aku banyak cerita soal aku. Kan tidak penting,"
"Kalau begitu jangan protes kalau aku juga menganggap kamu bukan orang penting buat aku," kata Rita. Arnila posisi di tengah dan menghela nafas kalau sudah mulai debat, lebih baik dia diam saja masalahnya Rita dan Ney bakalan sejajar. "Dan bukan urusan kamu juga soal Alex dan aku,"
"Jadi kamu tidak penasaran soal masa lalu aku, Ri?" Tanya Arnila.
__ADS_1
"Kalau kamu, aku rasa tidak ada yang aneh perilaku kamu juga baik tidak aneh seperti teman sebelah kamu," Ney langsung mendelik tajam ke arah Rita tapi tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Oh, begitu. Jadi kamu akan tertarik kalau dirasa ada yang salah ya?" Tebak Arnila. Rita mengangguk selama tidak ada yang mengganggunya dengan hal pemaksaan, Rita tidak akan penasaran.
"Kalau tidak ada yang memancing dan memaksa kehendak, ya biasa saja meski ada yang aneh sekalipun. Tapi kalau seperti yang ini, ya sudah jadi seperti lawanku saja perilakunya. Tapi aku masih sopan kok," kata Rita.
"Seperti bunglon ya," kata Ney. Arnila menatap Rita yang takut marah lagi.
"Memang itu julukanku. Masa kamu baru tahu sih selama ini? Ya ampun!" Ney kesal setiap dia berkata apa, Rita selalu bisa menjawabnya dengan telak. "Kita jadi makan kan? Aku lapar berat. Sudah habis minumannya tapi masih lapar," kata Rita tertawa sambil memegang perutnya yang berbunyi.
"Iya iya mau makan dimana?" Tanya Arnila karena sekitar Mall hanya ada kedai saja.
"Foodcourt lt 4 kan," jawab Ney melihat ke arah eskalator. Mereka lalu menuju ke lantai 4 sambil berjalan, Rita ingin tahu soal benar apa tidak, setepat apakah Ney bisa tahu apa yang dia pikirkan.
"Coba kamu tebak aku mau makan apa?" Tanya Rita menepuk Ney yang sibuk melihat - lihat.
Ney kebingungan tapi langsung sadar. "Kamu lagi memikirkan makanan yang mau dibeli?" Tanya Ney.
Ney tampak sedang berpikir dan memusatkan satu tangannya ke dahinya. Apa harus begitu ya? Arnila tertawa kecil melihatnya, tiba - tiba hpnya Rita mengeluarkan notifikasi dan itu juga terdengar oleh mereka berdua. Sudah pastilah Alex. "Sushi." begitu yang Alex ketik dan Rita tertawa dengan mengirimkan jempol.
"Apa katanya?" Tanya Arnila penasaran tapi tidak meminta melihat chat Alex. Begitu juga Ney.
"Kamu sendiri? Sudah ketebak aku sedang memikirkan makanan apa? Ini Alex saja dia sudah langsung tahu,"
Ney panik karena keduluan Alex. "Sebentar sebentar pastinya makanan Jepang kan? Berhubungan dengan itu pasti.... Chicken Katsu! Benar kaaaan," katanya sambil menunjuk dengan tangannya.
"Kalau Arnila?" Rita menatapnya dan dibalas wajah datar.
"Sushi," jawabnya.
"Kamu sama Alex tepat! Bagaimana sih kamu? Kok malah Arnila yang benar jawabannya. Wah ini sih sepertinya cuma karangan kamu saja bisa tahu apa yang aku pikirkan!" Kata Rita kecewa.
__ADS_1
"Habis pikiran kamu sama sekali tidak bisa aku baca! Tapi kok Alex bisa langsung tahu ya? Lu juga! Kok bisa?" Tanya Ney kebingungan.
"Kamu tidak bisa membacanya? Serius?" Tanya Rita ingin lebih yakin. Kalau memang tidak bisa berarti ....
"Tidak bisa. Aku tidak bisa baca apapun kok kamu bisa sampai aku tidak tahu?"
"Karena aku sedang mencoba menyembunyikan apa yang aku pikirkan tapi Arnila bisa tahu ya. Lawan kuat nih," jawab Rita membuat Ney terus merasa aneh.
Arnila tersenyum. "Rita tidak pernah menyimpan pikirannya dalam hati atau pikiran, apa yang dia pikirkan akan langsung dia keluarkan. Kebanyakan orang kan menyimpan sesuatu dalam hati atau hanya dipendam makanya kita bisa membaca. Tapi kalau Rita apa yang dipikirkannya adalah apa yang akan dia lakukan langsung. Terus iya ya kamu bisa menyembunyikan apa yang kamu pikirkan,"
"Alex cuma bisa baca pikiranku kalau hatiku bicara, seperti tadi aku kan nanya mencoba kalian tebak makanan, nah aku katakan itu dalam hati langsung Alex bisa tahu jawabannya. Kalau kamu dalam pikiran makanya aku seperti mengambangkan makanan yang aku mau samar - samar. Makanya kamu ga akan bisa membaca apapun,"
"Kok bisa sih, Rita? Sampai menyembunyikan dari pikiran dan hati?" Tanya Arnila. Dia saja sulit melakukan hal begitu.
"Tidak tahu juga sih. Hanya dalam hati, aku tidak mau siapapun bisa baca apa yang aku pikirkan dan itu terbaca sama Alex. Jadi Alex itu bisa bacanya kalau aku bicara dalam hari. Kalau pikiran, aku buat ngambang sih. Ya sudah bisa deh," kata Rita yang sebenarnya memang aneh juga kenapa sampai bisanya.
"Wah, sampai kamu bisa menyimpulkan begitu?" Tanya Arnila aslinya dia kagum banget dengan Rita ini. Bukan hanya baik saja tapi dia punya kemampuan yang tidak bisa diremehkan. Arnila bisa menangkap sesuatu yang sangat besar di dalam diri Rita tapi dia tidak mau sesumbar.
"Terus, bagaimana Alex kalau tidak bisa membaca pikiran kamu?" Tanya Ney yang berusaha Rita melupakan soal dia tidak cukup tepat menebak.
"Frustasi dia. Sampai maksa apa yang sedang aku pikirkan. Lucu banget!" kata Rita tertawa.
"Kamu sengaja ya? Pasti kamu memikirkan Chicken Katsu tapi kamu ubah jadi sushi kan," Ney kesal karena salah tebak.
"Kalau memang iya, Alex pasti sudah duluan tahu dan dia pasti marah - marah. Nih lihat," Rita memperlihatkan isi chat dari Alex pada mereka berdua.
"Kata Alex, dia juga ingin kamu suruh kirim sushi ke dia," kata Ney yang langsung tertawa. Rita melihatnya dan memang benar. Dia lalu mengirimkan banyak gambar sushi dan mengirimkannya. Ney tampak ingin terus melihat apa yang Rita balas biasanya sih ingin ikut nimbrung juga. Biasanya suka suruh Rita kirim ini kirim itu tapi Rita hanya memperlihatkannya sebentar.
"Nih aku kirim sushi banyak buat kamu dimakan sampai habis ya," Rita kirim dan menunggu sebentar balasannya. Ney mendekati Rita dan melihat apa yang dibalas Alex, dia mengirimkan emoji sibuk makan dan Rita tertawa. Arnila memperhatikan Ney yang tampak kepo dan seperti ingin mengidekan sesuatu tapi sebelum terjadi, Rita menyimpan hpnya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1