
Kakaknya memesan makanan mewah bernama English Wagyu Beef Pie, wih penampakkannya yang sangat menawan, Alex tergiur untuk menusukkan garpunya tapi sayang gerakkan tangan kakaknya terlalu cepat dan Alex tidak mendapatkannya. Mereka bertiga berada di restoran bergaya barat di Malaysia agak dekat dengan Tower Petromax eh salah Petronas. Pie daging yang harganya bujubuneng senilai $1.000 kalau diubah menjadi Ringgit itu sekitar 4.225 RM, nah kalau diubah menjadi Rupiah hitung saja ya sendiri.
Makanan Sultanos! Alex menyenggol kakaknya untuk meminta makanannya tapi tidak diberikan oleh kakaknya.
"Jasmine," kata ibunya dengan tajam.
"Mom nih selalu memanjakan Alex tapi aku tidak," kata Jasmine yang terpaksa memberikan makanan pesanannya pada Alex.
Ibunya menghela nafas memang dari bayi, ibunya lebih mengutamakan Alex karena sakit yang Alex miliki. Sedangkan ke anaknya yang lain, beliau tahu pastilah kurang tapi mau bagaimana lagi saat itu sangat mengkhawatirkan. Jantung Alex sempat tidak berdetak saat dilahirkan dan cemasnya luar biasa.
"Maafkan Mom ya kamu jadi kurang kasih sayang tapi sekarang melihat Alex sudah bisa mandiri, Mom sudah tidak terlalu cemas apalagi jantungnya semakin kuat karena sudah banyak dikecewakan. Rita bagaimana ya?" Jasmine memandangi ibunya dengan sedih dan melirik adiknya yang makan dengan lahap.
"Tuh dengar! Mom berjuang keras mempertahankan nyawa kamu. Awas saja kalau kamu sampai mengecewakan! Kamu juga terlalu lebay masa hanya karena masalah yang kamu buat, malah kamu sendiri yang masuk Rumah Sakit?" Mendengar itu ibu dan kakaknya tertawa dengan keras, sedangkan Alex cemberut.
"Kamu terlalu menggunakan perasaan padahal Mom yakin Rita itu orangnya cuek," ibunya yang masih tertawa menggeleng - gelengkan kepalanya. Semenjak Alex berteman dengan Rita, kelakuannya yang seperti anak kecil keluar begitu saja dan itu menjadi hiburan menarik untuk mereka berdua.
Lalu pesanan makanan Alex keluar. Penang Asam Laksa yang sangaaat membuat dirinya terpesona. Ibunya memandangi Alex yang sangat gembira menerima pesanannya.
"Kamu suka sekali laksa ya? Mom senang," Alex tersenyum pada ibunya.
"Rita bisa tidak ya memasak laksa?" Jasmine melirik Alex yang terdiam.
"Iya juga ya," jawabnya berpikir. Akan senang sekali rasanya kalau Rita bisa memasak masakan Laksa kesukaannya.
"Kamu bertanya tidak pada dia. Apa dia bisa memasak?" Tanya ibunya sambil menikmati Alex yang makan.
"Aku yakin bisa kalau ada makanan yang baru asalkan ada resepnya dia bisa," kata Alex yang kemudian iseng mencari resep laksa.
"Iya ya orangnya memang suka masak juga. Apapun yang dia bikin selalu enak karena dia memasaknya dengan hati dan pikiran 'pasti lezat'!" kata Kakaknya yang membuat ibu dan Alex kagum.
__ADS_1
"Meskipun tidak sampai menjadi ahli," sambung ibunya yang kemudian menganggukkan kepalanya. Jasmine dan Alex saling berpandangan, semoga saja ibu mereka setuju.
"Nanti kalau bertemu aku ingin meminta dia membuatkan kue brownis untukku," kata Alex dengan semangat.
"Rakus ya," kata Jasmine sambil mencubit pipi adiknya. Saat Alex mau membalas cubitan kakaknya, ibunya berkata,
"Tapi kan sekarang kamu di banned dia. Bagaimana urusannya coba?" Pertanyaan ibunya ini kembali membuat Alex terjatuh dari alam khayalannya ke Bumi alias tanah.
"I forgot!" teriak Alex lalu memandangi ibu dan kakaknya tapi mereka hanya terus tertawa sambil makan. "Oh, Moooomm... itu nanti saja dipikirkan. Aku boleh kan memesan lagi yang lain?"
Ibunya mengangguk memang seperti itu keadaan Alex, badannya besar soal makan makanan sangat kuat sekali.
"Dasar Gentong Sangu!" Kata kakaknya yang langsung menahan tawa. Alex tidak perduli dijuluki apapun yang penting dia bisa makan banyak lagipula dipikirannya Rita jangan sampai tahu soal julukan keluarganya itu.
"*I want to order... this Ice Cream Sundae, One Portion Sushi and One Portion Dimsum. Thanks,"
"Ok, Sir. Please wait*." Kata pramusaji itu kemudian menutup buku menunya dan berjalan ke arah dapur.
"Oh, kan ada resepnya," kata Alex yang lalu meminum air putih. Makanan putaran pertama habis dia lahap dengan senang.
"Kamu harus bekerja keras kalau istri kamu nanti membuat menu - menu yang kamu suka. Kalau menikah keperluannya lebih banyak lho,"
"Eh?" Tanya Alex bengong.
"Mom berharap kamu sudah bisa melupakan kejadian dengan Kayla. Lupakan saja, dia sudah tenang di alam lain, kamu mulailah mencari yang cocok kalau menolak yang Mom sarankan. Mom ingin punya cucu dari kamu," Alex menundukkan kepalanya dan termenung. 'Melupakan Kayla? Apa aku bisa? Siapa yang akan bisa menerima aku lebih dari Kayla?' Pikir Alex.
"Not your fault. Kami tahu kejadian yang sebenarnya. Jangan cemas. Banyak berdoa semoga kamu diberikan calon yang lebih bisa dipercaya," kata Jasmine menepuk bahu Alex dengan lembut. Begitu juga dengan ibunya yang memandanginya dengan lembut.
"Aku akan bekerja keras mengumpulkan banyak uang. Apa yang dibuat oleh istriku nanti meski bukan kesukaanku, aku akan dengan senang hati memakannya. Apa kalian tahu? Rita pintar membuat makanan barat dan Asia, dia lebih senang makanan luar daripada negaranya sendiri. Tapi dia bisa membuat masakan rumah, aku ingin mencoba semua masakan yang dia bisa buat," kata Alex yang berusaha mengalihkan topik.
__ADS_1
"Ya, Mom percaya Rita pasti bisa. Tapi kamu harus berusaha meyakinkan dia dulu kan," lalu pesanan ibunya datang yaitu makanan paling mewah dan besar, bernama Zuppa Toscana. Kalau di Indonesia seperti zupa - zupa yang suka ada di acara pernikahan. Tapi ini lebih besar ukurannya, sebesar tangan pria bapak - bapak. Alex dan kakaknya melihat juga dengan sangat menggiurkan dan ibunya menggeser makanannya di tengah, kedua anaknya menyambut untuk mencicipi.
"Hmmm THIS IS SOOO DELICIOUS!" Kata Alex sambil terus menjilati sendoknya.
"Thanks, Sir. Hope you all enjoy it." kata pramusajinya meletakkan beberapa tisu lalu datanglah 3 pesanan makanan Alex lainnya dan mereka meletakkannya di atas meja.
"Parah banget makanan disini. Kalau nanti kamu bisa bertemu Rita, saat di Malaysia kamu harus memperkenalkan dia makanan barat ini. Dia pasti langsung jatuh cinta," mendengar perkataan Jasmine membuat Alex tambah bersemangat.
Ibunya menatap anak pertamanya dan Jasmine terus memakan yang dia pesan. Jasmine terlihat setuju dengan kehadiran Rita tapi tidak begitu dengan ibunya. Bukannya tidak suka hanya cemas apakah Rita juga akan menjadi seseorang yang dekat dengan Alex yang lalu mengkhianatinya. Meski ibunya tahu seperti apakah Alex dahulu kala tapi kalau sampai berkali - kali disakiti, ibu mana yang tega melihat tangisan kesedihan anaknya. Meski Alex menangisinya dalam hati pun.
Pastinya juga ada sedikit rasa ingin menghalangi bila Alex anak lelaki yang paling disayanginya harus jatuh cinta lagi dengan perempuan Indonesia. Karma apa yang ditakdirkan oleh anaknya ini? Sudah 8 kali anak lelakinya mengalami percintaan yang pahit dan hampir semuanya tidak ada yang menyambung lagi dengan perempuan Indonesia. Coba kalian renungkan. 8x!
Bukan jahat namun, kejadian dulu pun sampai sulit dilupakan. Alex yang berkali - kali ditipu sampai ingin mengakhiri hidupnya. Ibunya hanya takut terjadi lagi dengan Rita, dalam pikirannya kenapa anaknya selalu menemui jalan yang menyakitkan? Ada apa sih dengan Indonesia? Kenapa anaknya lebih tertarik dengan warga Indonesia? Sepertinya beliau lupa kalau sanak saudaranya kebanyakan dari Indonesia 😂😂😂.
Apakah karena kehidupannya di masa lalu? Inikah balasannya? Kehidupan Alex maksudnya ya bukan ibunya. Dia terus diperkenalkan oleh wanita Indonesia sampai menemukan yang benar? Sungguh Allah itu Maha Mengetahui, ada kejutan undian apakah di balik pertemuan takdir kocak antara Rita dan Alex.
🤩Hmmm pembahasan ini bisa jadi nanti dibuat Season - Season lainnya ya para pembaca! 🤩
Saat makan sebenarnya Alex memikirkan bagaimana caranya dia menjelaskan soal kesalahpahaman yang Rita lihat? Dia tidak mau sampai harus putus kontak dengan Rita, baginya Rita seseorang yang bisa membuatnya tertawa lepas dan bebas. Hanya dengan Rita dia bisa menjadi dirinya yang asli meski itu membuat Rita banyak terluka dan tergeletak di lantai.
Alex ingin seseorang yang bisa menerima seluruhnya dan mungkin hanya Rita saja tapi dia menyadari juga kesalahannya yang berusaha mengubah Rita. Padahal dia sendiri tidak sempurna, setelah Rita memutuskan kontak saat dia membullynya ada perasaan sakit di dadanya. Seperti kekosongan mengisi kembali hatinya dan dia sadari bahwa perbuatannya sangat keterlaluan. Dia ingin diterima semua cacat dan sifat iblis malaikatnya tapi tidak menerima kekurangan Rita, kelemahannya apalagi soal gaya fashionnya.
Rita tidak pernah sekalipun mengatur Alex hanya meminta dirinya tidak menyentuh barang haram lagi, hanya itu!
"Mom?" Tanya Alex yang agak takut - takut dan berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Ya?" Jawab ibunya yang masih sibuk memakan makanannya.
"Apa ada syarat untuk Mom kalau aku bawa calon?" Tanyanya yang gelisah hanya ingin mencari tahu. Takutnya Mom tidak akan menerima Rita sepenuhnya karena dia berasal dari keluarga biasa.
__ADS_1
Mereka berdua berhenti makan dan memandangi Alex. "Jangan begitu, I only ask,"
BERSAMBUNG ....