
"Ampun deh! Berarti banyak ya orang yang tidak memperhatikan gizi seimbang. Ternyata kamu juga sama saja toh, Ri!" Kata Arnila menyelipkan emoji menepuk dahinya.
"Ya habis bagaimana? Kalau memperhatikan gizinya sudah keburu sakit lambung jadi ya sudah apa saja yang penting kenyang. Tuh benar kan?" Tanya Rita yang membela dirinya. Rita tertawa - tawa pasti dikira mereka dia juga menjalankan pola hidup Rasul.
"Ya itu salah tapi bagaimana ya, jaman kita berbeda dengan Rasul sih," kata Ney membalas.
"Di jaman Rasul tidak ada burger, coca cola atau makanan aneh. Jadi mereka bisa lebih bergizi kalau makan apapun, micin juga tidak ada. Lalu kesukaan Rasul itu madu. Siapa yang suka mencampur madu dengan air?" Tanya Rita.
"Akuuuu!" Jawab Arnila semangat. "Aku lebih suka langsung meminumnya tanpa dicampur air. Enak!"
"Iyyuuuuh," jawab Rita dan Ney bersamaan.
"Ya ampun, itu enak. Kamu tidak suka, Rita? Madu kan bisa untuk menyembuhkan sakit juga bisa," kata Arnila aneh kalau mereka berdua tidak menyukainya.
"Kalau aku tidak suka madu karena rasanya terlalu manis, Nil," jawab Rita. Membayangkan penampakan madu yang keluar dari botol saja sudah membuat Rita eneg apalagi kalau meminumnya.
"Hah? Bukannya kamu suka yang manis - manis?" Tanya Ney.
"Suka tapi terlalu manis jadi tidak suka. Kental bagaimana lihatnya," kata Rita merinding.
"Kamu sendiri?" Tanya Arnila pada Ney.
"Suka kalau terpaksa," kata Ney.
"Sama saja! Kamu juga Ri?" Tanyanya.
"Iya hehehe. Kalau darurat saja meminumnya," jawab Rita cengengesan.
"Yang aku tahu juga Rasul itu makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang," kata Arnila melanjutkan.
"Maksudnya sebelum lapar dan sesudah kenyang? Jangan berlebihan, Nila?" Tanya Rita tidak mengerti. Maksudnya?
"Ya seperti itu tapi lebih jelasnya kapasitas perut kita itu terbatas dan dibagi 3 bagian: sepertiga untuk makanan zat padat, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk udara. Yah kalau sebelum kenyang, berhenti jangan semua makanan kamu masuk ke perut. Perut juga kan perlu waktu untuk mencerna semua," jelas Arnila. Terbayang dirinya pernah terlalu kenyang sehingga membuat perutnya sangat sakit sampai kentut pun susah. HAHAHAHAHA!
"Kamu pesan makanan sebanyak itu harus ada jeda juga Ney, jangan semua dimasukkan pasti sakit itu perut," kata Arnila mengingatkan.
"Jangan lupa berbagi kalau tidak habis," entah saran Rita dilakukan atau tidak tapi apa salahnya.
__ADS_1
"Betul! Kalau tidak habis juga bisa dibawa pulang untuk dirumah," kata Arnila setuju. Rita dan dirinya suka seperti itu. Untuk orang rumah pasti senang sekali kalau dibawakan makanan meski sedikit.
"Makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa - gesa. Ini sih kamu banget Ney, dimana - mana kalau aku perhatikan makan tuh seperti sedang dikejar sama hantu atau apa," kata Rita jadi ingat saat dirinya makan dengan Ney di suatu tempat. Sudah begitu, kedua tangannya sama - sama bergerak dan mengunyahnya sama sekali tidak enak dilihat.
"Waktu itu harus dipergunakan sebaiknya. Memangnya kamu, makan 1 kentang saja sampai 1 jam," kata Ney seingat dia, Rita makan kentang lama banget sampai - sampai Ney gemas melihat kantong kentangnya yang masih penuh.
"Iya karena aku lama, tiba - tiba kamu main ambil saja tanpa bilang dan menghabiskan semuanya sedangkan aku masih lapar. Melihat itu, aku marah dan kamu seenaknya suruh aku beli lagi karena kamu juga masih belum kenyang! Morotan teman banget sih!" Kata Rita kesal karena hal itu masih saja dia alami.
"Habis kamu makannya lama!" kata Ney.
"Iya boleh kamu bantu tapi kamu harus bilang dulu dan lihat orangnya lagi lapar atau tidak. Memang tidak sopan kalau kamu membantu tapi sampai menghabiskan milik orang lain," balas Rita. "Tahu sopan santun dong ke aku seperti entah kalau ke orang lain yang belum kamu kenal,"
"..............." ya sama saja.
"Memangnya kamu kalau makan lama?" Tanya Arnila memastikan kalau Ney tidak berbohong.
"Iya. Itu namanya menghayati rasa dan kenikmatan bumbunya. Meresapi gitu lho," jawab Rita.
"Hahahaha iya ya benar banget harus menghargai orang yang sudah membuatnya meski mesin sekalipun yang mengolahnya. Kami kalau ajak adik atau kakak bagaimana? Apa mereka juga seperti Ney yang sembarangan ambil makanan kamu?" Tanya Arnila.
"Bahahahaha!" Keduanya tertawa.
"Iya sih ibuku juga sama seperti itu kalau aku makan, suka dipalak juga. Katanya kan uangnya dari mama," jawab Arnila.
"Next!" Kata Rita pada Arnila.
"Cepat tidur dan cepat bangun. Rasul tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Kalian berdua tidur jam berapa?" Tanya Arnila setelah menjelaskan.
"Aku sih kalau sambil nonton bisa jam 1 baru tidur apalagi sekarang masuk Alex ya sama saja sih," kata Rita.
"Kalau aku sih nunggu jam 3," kata Ney.
"Ya sama saja kamu juga begadang," kata Rita. Tapi kenapa menunggu jam 3? Tahajud? Apa dia tidur dulu?
"Kamu tidak tidur jam 3 ngapain? Tahajud?" Tanya Arnila. Rita baru saja mau bertanya eh sudah keduluan.
"Iya dong! Aku kan rajin!" Jawabnya pastinya dengan bangga. Ya ya ya...
__ADS_1
"Woi, tahajud itu harus tidur dulu! Kalau tidak tidur, itu sholat malam yang jam 12 malam itu mulainya!" Kata Rita takutnya selama ini Ney selalu mengira sholat tahajud tapi tidak tidur.
"Tidak kok bisa tanpa tidur," kata Ney menurutnya begadang sampai jam 3 itu ya sudah termasuk ke dalam persiapan sholat tahajud.
"Diwajibkan tidur dahulu. Supaya bisa bangun, kamu jangan tidur kemalaman jadi bisa pas bangun di jam 3. Betul tidak, Rita? Kamu juga selalu mengerjakan tahajud kan?" Tanya Arnila. Kok bisa tahu ya? Pikir Rita.
"Iya. Aku juga suka tahajud tapi tidur dulu meski 5 detik juga itu sudah masuk dalam tidur. Itu kamu sudah kebiasaan mengerjakan tahajud tanpa tidur itu namanya tetap saja sholat malam. Berarti selama ini yang kamu kerjakan ya rajin sholat malam," kata Rita.
Sholat tahajud biasanya dilakukan pada sepertiga malam, yaitu dengan melaksanakan dua rakaat sholat atau tidak terbatas dan ditutup dengan sholat witir. Sebagai amalan sholat malam, umumnya bagi siapa saja yang ingin menunaikan sholat tahajud HARUS tidur terlebih dahulu baru bisa mengerjakan sholat tersebut.
"Wah ketahuan nih rajinnya cuma melakukan sholat dua rakaat doang itu juga sunah tapi tata caranya salah," kata Arnila menggelengkan kepalanya.
"Aku susah tidur sih banyak kerjaan pas siang," jawab Ney beralasan. Kalau begitu sholat ya bukan tahajud itu sih sholat malam. Haaa....
"Mana adaaaaa!" Rita dan Arnila bersamaan.
"Dimana - mana ibu Rumah Tangga kalau siang banyak kerjaan, tidurnya bisa selalu cepat, nih kamu hidupnya terbalik semua! Kamu kan belum jadi ibu Rumah Tangga masih single! Selalu saja bisa buat alasan," kata Rita nyengir kuda. Kebayang ya kalau kuda menyengir bagaimana?
"Hahaha curiga siangnya sibuk cari selingkuhan dari Dins kan!" Kata Arnila membuat Ney terdiam membalasnya.
"Ih kamu parah! Masa masih saja mencari lelaki yang lebih baik? Sudah tentu untuk kamu Dins itu yang paling baik," kata Rita tidak mengherankan dia selalu mencari masalah toh orangnya juga mencari.
"Satu - satunya lho yang menerima kamu meski kelakuan kamu negatif kalau kamu sama sekali tidak bisa menghargai kehadiran dia, kamu sudah keterlaluan! Kita lanjutkan... biar itu dia pikirkan sendiri, Ri saran kita sepertinya sudah tidak pernah bisa dia anggap benar," Arnila pun sudah angkat tangan.
"Iya biarkan sajalah kalau macam - macam nanti dia yang kena bukan kita. Lanjoooot!" Rita semangat untuk kajian muslimah ini bersama Arnila, sayangnya dia teman Ney.
"Kebiasaan tidur kalian seperti apa?" Tanya Arnila ini pasti materi selanjutnya.
"Aku selalu miring dan menghadap kanan," jawab Rita.
"Aku kemana saja," jawabnya Ney singkat. Dia sepertinya sedang dalam mood yang kurang nyaman karena selalu diceramahi secara terus menerus. Toh untuk kebaikan kan.
"Ney kalau tidur motah sih," kata Rita dia pernah melihat Ney tidur sewaktu Rita datang ke rumahnya untuk main. Padahal sudah janjian tapi Ney malah tidur sampai sore. Kebluk banget orangnya kadang kalau janjian, dia sendiri yang melanggar jadinya Rita malas main lagi ke rumahnya.
"Terkadang Beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar lalu kemudian kembali ke sebelah kanan. Lalu istikamah melakukan puasa sunat, di luar puasa Ramadhan. Contohnya puasa Senin - Kamis, ayyamul baidh, puasa daud, puasa enam hari pada Syawal. Nah kalian bagaimana?" Arnila bertanya. Banyak juga ya dan hebatnya semua puasa itu dijalani, tidak terbayangkan bagaimana cara membuat jadwalnya.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1