ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(127)


__ADS_3

Rita lalu mengaktifkan kembali inbox PB-nya dan mereka mulai chat lagi.


"So?" Tanya Rita yang butuh penjelasan.


"Maaf! Tadinya aku hanya berencana untuk memasukkan foto kakak perempuanku agar kamu cemburu ternyata ... " kata Alex tidak melanjutkan chatnya.


"Tidak membuat aku cemburu meski aku sesaat hanya sedih. Kalau orangnya lebih cantik dari aku, ya mau bagaimana lagi? Itu kan hak kamu lihat kan ulah Ney seperti apa?" Tanya Rita. Dirinya tidak perlu lagi menjelaskan kenapa Rita tidak bisa mempercayai Ney lagi.


"Iya sekarang aku tahu. Biarkan sajalah, kalau kamu tidak suka dengan apa yang dia lakukan apa yang dia katakan. Cukup diamkan saja. Aku senang kamu mau menerima aku lagi," pastinya.


"Jadi itu kakak perempuan kamu? Cantik sekali. Ney saja sampai mendukung kakak kamu. Bagaimana ya wajahnya sekarang?" Rita membayangkan betapa malunya Ney ternyata orang yang dia dukung adalah kakak kandung Alex bukan pacarnya.


"Sangat malu pastinya. Sudahlah tidak perlu kamu pikirkan tentang teman kamu itu, kita bicara tentang soal lain atau soal kita saja. Aku sangat minta maaf, kakakku tahu soal kamu. Aku menceritakannya," Aihhh kakak perempuannya yang sama galaknya itu memang tidak menyukai Rita apalagi semenjak perkara Alex masuk Rumah Sakit.


"Kakak kamu kan tidak suka aku, waktu kamu koma dia pasti marah banget," kata Rita.


"Meledak sebenarnya." Alex kemudian menceritakan apa yang terjadi waktu itu alasan lainnya adalah karena pasti Rita mendekati Alex untuk mengincar uangnya. Alex bersikukuh kalau dialah yang salah bukan Rita karena terlalu BaPer ( Bawa Perasaan ). Yang membuat kakaknya menepuk dahinya sendiri dan mengacak - acak rambut adiknya.


"Ibu kamu bagaimana?" Tanya Rita. Yah, Alex berasal dari keluarga terpandang pastilah rintangannya sama seperti di film yang selalu Rita lihat. Banyak ya cerita soal lelakinya bangsawan lalu jatuh cinta dan menikah dengan perempuan biasa. Termasuk dengan kisah Alex dan Rita. Penasaran kan? Author juga sama hehehe...


"Yah..." kata Alex yang menggantung.


Rita sudah bisa menduga kalau ibunya pastilah keberatan, sama halnya seperti dalam film. "Pastinya tidak suka juga, karena aku tidak kaya seperti kamu,"


"Bukan.. Bukan itu. Aku yakin ada alasan lain ya alasan yang sama dengan kakakku tapi aku sangat percaya kamu tidak seperti itu," Alex berusaha meyakinkan Rita mungkin karena dia sudah sangat putus asa. Terlalu kesepian, hidup penuh kekayaan tidak semua orang bisa bahagia.


"Berapa kali kamu yakin dengan perempuan yang sering kamu kenal?" Tanya Rita penasaran. Klise, sis benar - benar seperti dalam film hidup dia itu.


"..........." jawab Alex.


"Berakhir memilukan sepertinya. Kita berjalan seperti biasa saja dulu ya jangan terlalu berlebihan. Aku takut aku juga bisa mengecewakan kamu," kata Rita. Dia tak ingin terlalu banyak berharap karena Rita juga pernah sangat kecewa pada seseorang.

__ADS_1


Tampaknya Alex sedih membacanya tapi memang itulah seharusnya. Jangan berlebihan. "Tapi jangan blokir aku lagi ya meski kamu akan lakukan itu berkali - kali setelah blokir, kamu buka lagi,"


Rita tertawa keras bagaimana bisa? Sekali blokir ya seterusnya kalau orangnya sangat menyebalkan seperri Ney dan Arnila contohnya. Setelah membaca apa yang Alex katakan sepertinya dia melihat kalau Rita akan banyak memblokir dirinya dan kedua temannya.


"Soal Ney, aku percaya kamu. Dia memang bukan teman yang baik tapi kalau bisa jangan tinggalkan dia. Kamu bisa? Aku tidak akan memaksa kalau kamu merasa tidak nyaman dekat dengannya. Soal aku, kalau aku banyak mengatai kamu yang jahat, tolong maafkan. Biasanya karena aku banyak pekerjaan, aku lelah jadi tidak terkendali emosiku. Aku kesepian kalau kamu tidak ada,"


"Kamu manyun ya?" Tanya Rita yang tertawa geli.


"Kamuuuu!!" Teriaknya. Ya sudah pasti sih. Manis penampakkannya kalau wajahnya memerah. Apa dia sadar ya?


"Kamu kan banyak pekerjaan kenapa bisa sampai kesepian segala?" Tanya Rita tidak mengerti.


"Jangan begitu laa kamu kejam sekali sih," jawab Alex membuat Rita terus tertawa.


"Bekerja saja terus sampai kamu tua!" Kata Rita.


"Ah, maaf aku bilang 'kamu' ke kamu. Aku ini manusia laa bukan robot," kata Alex yang senyum sendirian sambil bekerja. Beberapa orang yang melintasinya sangat aneh melihatnya. Di wilayahnya Alex terkenal sangat galak dan kejam kalau mulai bekerja, tapi sekarang ada kejadian aneh. Semenjak kenal Rita, perawakan Monsternya tiba - tiba seperti kucing, tertawa sendiri, senyum sendiri. Tapi kalau sadar mereka memperhatikannya, Alex akan melemparkan buku ke arah semua penjuru dan orang - orang lari terbirit-birit.


"Tidak apa - apa memangnya kenapa?" Tanya Rita merasa aneh. Kata Kamu biasa kok dalam negara Indonesia kan lalu kenapa dia sampai minta maaf ya?


"Iya. Kata Kamu itu biasa bukan bahasa kasar, bahasa kasar adanya kalau di bahasa Sunda dan bahasa Betawi orangnya Jakarta mungkin ya. Jadi tidak apa - apa," kata Rita dengan santai.


"Lalu ada kisah?" Alex sangat suka mendengarkan banyak cerita dari Rita, menurutnya semua cerita Rita sangat seru meski ada juga yang berlebihan.


"Aku baru di ruqyah," Rita kemudian menceritakannya dan perihal keanehannya yang terakhir.


"Hmm kamu tanya Arnila tidak, apa dia pernah diruqyah oleh orang itu?" Tanya Alex yang merasa aneh juga. Pertunjukkan itu sangat bodoh menurutnya, untuk tujuan apa? Pamer?


"Katanya kalau ruqyah sendiri tidak, hanya untuk rumah. Menurut kamu soal dia terbang itu bagaimana?" Tanya Rita karena dia tahu Alex itu ahli pengetahuan soal Al Qur'an jadi pastinya mudah mengetahui pendapatnya.


"Kalau memang ruqyah seharusnya tidak perlu sampai membaca surat Jin lagipula kamu kan inginnya mengusir kenapa dia tambahkan surat Jin juga?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Apa jangan - jangan aku tertipu?" Tanya Rita takutnya ternyata mereka menyelipkan ilmu musyrik juga. Terbang gitu lho eh terangkat.


"Tidak juga, kamu bisa tidur nyenyak dan kenapa baru terpikirkan untuk ubah posisi kamar?" Tanya Alex yang membuat Rita terdiam. Pasti dia datang lagi kerumah dan melihat keseruan keluarganya yang mendorong - dorong kasur atau meja.


"Lagi - lagi kamu melakukan Astral Projection. Bisa tidak sih kamu hentikan? Kamu kalau seperti itu tandanya tidak percaya sama orang yang kamu kenal dan itu mengesalkan!" Kata Rita. Dia tahu Alex begitu karena traumanya dengan banyak perempuan.


"Maaf hehehe aku merasa tidak aman. Habis kita kan berjauhan satu - satunya yang bisa kulakukan adalah ya begitu. Untuk tahu kamu sedang sibuk apa," jawabnya.


Kesal ingin jambak dia tapi karena jauh jadi susah! "Yah, sudahlah asal kamu jangan intip saat aku lagi mandi atau ganti baju. Kalau begitu jangan panggil mereka lagi deh!"


"Hmmm... ada lagi?" Rita bercerita soal ketertarikan salah satu peruqyah soal kekuatan yang dimiliki Rita, Alex tidak membalas. Rita juga enggan membahasnya lagi baginya soal itu tidaklah penting. Yang terpenting sekarang berapa harikah ini akan bertahan?


"Oh iya besok kami bertiga akan piknik! Mau ikut? Hehehe," kata Rita dengan senang. Dia sudah merencanakan akan memakai pakaian yang sederhana saja dengan rok jeans. Dan akan membawa tupperware besar untuk menaruh makanan buatannya.


"EH!? SUNGGUH!? SEBAAAALLL!!" Teriaknya yah chatnya ya berkapital semua. Hahahaha puas sekali Rita tertawa pasti dia kesal dan menyesal karena rumahnya jauh. "Coba kamu bisa kemari!"


"Hahaha kamu saja yang kemari," kata Rita kegirangan sampai meneteskan air mata.


"Lalu kalian akan melakukan apa? Piknik bukan hanya sekedar jalan - jalan saja kan?" Tanya Alex yang kesal ingin sekali memakan makanan yang di buat oleh Rita. Dengan kondisi Astral, dia melihat Rita membuat semacam Onion Cheese yang lezat. Membuatnya sangat frustasi karena ingin memakannya juga. Hehehe kasihan..


"Kita diharuskan membuat 3 cemilan. Aku 3, Ney 3, dan Arnila 3. Jadi ya lumayan banyak kan. Bagaimana? Langsung saja kemari sekaligus kita bertemu," Rita ingin sekali Alex bisa mencicipi makanan buatannya, dijamin super duper lezatto!


"CURAAAAANG!!! Aku ingin mencicipi masakan kamu. Apa bisa kamu kirim bekunya?" Tanya Alex yang memang sangat niat sekali dia.


Rita kaget tapi dia memang ingin juga sih kalau bisa Alex memakannya. Sambil menjawab, Rita memikirkan bagaimana ya caranya? Kalau langsung dikirim memang ongkos kirimnya sangat mahal! 1,5 juta kiriman paket ke Malaysia.


"Yang benar sajalah. Cemilannya tidak seberapa, dudul!" Jawab Rita yang masih tertawa tapi juga memikirkan jalan keluar lain.


"Aaaaaa! Kenapa sih kita harus berbeda negara? Coba kalau dekat,"


"Rugi aku kalau kita dekat setiap ada masalah pasti kamu kabur ke rumahku. Terus mengganggu aku kemana - mana. Makan juga pasti selalu dirumahku. Syukurlah kita berbeda negara meski sangat disayangkan ya HAHAHA!!" Teriak Rita yang sebisa mungkin menahan tawanya. Karena di ruang tengah kebetulan ada banyak saudaranya yang datang berkunjung.

__ADS_1


Alex mengirimkan emoji kesal dan juga sedih. Dia memang sangat suka makan apalagi setelah tahu kalau Rita sangat senang membuat cemilan.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2