ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(65)


__ADS_3

Akhirnya mereka saling membentuk lingkaran kecil sambil melihat apa yang ditulis Anggara.


Ney: hai, ini aku Ney


"Dia tidak tahu malu banget ya orangnya," ucap Merlin penasaran kok dia bisa segigih itu untuk mendapatkan perhatian dari kekasihnya. "Muka badak sepertinya "


Anggara: Tahu dari mana kamu nomor aku?


Ney: Dari teman kamu yang namanya Sipoy. Aku mau bicara sama kamu


Anggara: Ada apa? Oh ya yang tadi aku minta maaf ya, karena aku memang tidak suka menjelekan Rita, dia sahabatku sejak SMA


Ney: Oh, gitu... aku hanya bicara seadanya saja kok. Aku tidak suka dia selalu bergantung sama kamu


Anggara: Yang kamu lihat dari Rita itu semua salah, aku yang sangat mengenal dia. Terus kamu mau chat apa?


"Jangan berkepanjangan bilang saja kamu undang dia besok," kata Rita mengingatkan. Anggara tersenyum karena Rita pasti tidak suka kalau Ney terlalu dipermainkan.


*Ney: Ingin kenal kamu lebih dalam saja. Boleh kan? Kali kita sama - sama cocok


Anggara: Buat apa? Yang aku rasa kita tidak cocok satu sama lain apalagi soal kamu menyinggung Rita dengan jelek, bagiku tidak ada kecocokan


Ney: aku minta maaf deh


Anggara: Kalau kamu mau dekat sama aku, seharusnya kamu tidak menjelekan teman aku yang teman kamu juga. Entah ada maksud apa kamu bilang begitu. Cocok dalam hal apa? Pacar?


Ney: Ya kali pertama aku kenal kamu, aku sudah suka


Anggara: Jangan deh. Kamu sudah punya kekasih tolong hargai dia, jangan lirik orang lain. Hargai perasaannya


Ney: Lho? Aku belum punya pacar kok*


"Widih! Percaya diri banget teman kamu nih," Kata Anggara sambil tertawa keras. Merlin hanya memperhatikannya ingin tahu kenapa sih nih orang genit banget sama lelaki lain? Sesuai yang diceritakan oleh Rita soal Ney yang sudah kembali dengan mantannya kenapa masih berani mencari orang lain?

__ADS_1


"Wah parah dia! Bilang single bagaimana kalau sampai pacarnya tahu ya?" Tanya Rita yang masih fokus pada isi chat. Heran nih perempuan bohongnya sudah tingkat tinggi, apa dia selalu bilang begitu ya ke semua lelaki?


"Tuh yang seperti ini saja dia masih bisa - bisanya bilang single. Kamu minat sama dia?" Merlin menatap Anggara dengan sangat tajam membuat Anggara menggaruk - garukkan rambutnya.


"Yang benar saja! Kamu lebih cantik dan cemerlang dibandingkan dia, kalau aku pilih orang ini pasti Rita mengacak - acak jadwal kuliahku dan aku tidak akan bisa lanjut kuliah ke MIT," kata Anggara dengan sedih dan lebay lalu Merlin tertawa dan mengacak rambutnya. Ya kebucinan mereka terlihat dan Rita hanya menatap mereka dengan tatapan datar.


"OHOM!!!" Kata Rita yang suara batuknya sengaja dikeraskan. "Kalian berbuat begitu nanti saja setelah Anggara memberikan undangan. Aku juga mau chat Alex dia sudah berisik ting tong ting tong," Kemudian Rita langsung mengetik 'wait minute' dibalas emoji kesal oleh Alex.


Anggara: Oh iya aku punya undangan buat kamu untuk besok


Ney: Undangan apa?


Anggara: Makan malam


Ney: Oh! Aku pasti datang!


"Kamu tidak bilang supaya ajak Rita?" Tanya Merlin.


"Kalau benar dia teman Rita dengan pernyataannya kemarin sore, dia pasti ajak kamu, Ri. Tapi kalau tidak, pikirkan lagi untuk dekat dengannya," kata Anggara sambil menepuk bahu temannya itu. Kemudian mereka bertiga menunggu tentang info dari Ney yang sampai 30 menit pun tidak ada kabar.


"Iya," kata Rita.


"What for? You don"t believe her? She is your friend you can trust ( Untuk apa? Kamu tidak mempercayai dia? Dia temanmu kamu bisa mempercayainya ),"


"I'm not sure ( aku tidak yakin)," setelah kejadian di cafe itu, rasa percaya Rita pada Ney semakin menyusut apalagi ditambah dengan kejadian yang telah lalu. Makin menyusutlah dan itu bukan salah Rita.


"There is something? You look disappointed. Tell me ( ada sesuatu? Kamu terlihat kecewa. Beritahu aku ),"


"Ney bilang padaku kalau aku tidak seharusnya berada disekitar temanku dan pacarnya yang dimana dia tidak tahu kalau perempuan itu pacar temanku, karena aku sangat jauh dibawah mereka," sesaat kemudian Alex terdiam memikirkan apa yang harus dia katakan pada Rita.


"Apa mereka pernah memberitahumu seperti apa standar teman yang mereka inginkan?"


"Tidak," kata Rita sambil berpikir. Ya, Anggara tidak pernah malu berteman dengan Rita meski terkadang Rita agak malu dengan kepribadiannya yang jauh dengan Merlin.

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa kamu sibuk memikirkan perkataan Ney? Biarkan saja dia mau berkata apa, yang penting mereka berdua menerima kamu apa adanya kan. Lalu untuk apa kamu mengujinya kalau memang sudah pasti Ney masih seperti itu?"


"Karena aku kira dia tidak begitu, maksudnya dia kan sudah kembali dengan mantannya mungkin saja dia akan menolak ajakanku," kata Rita yang ternyata memang mustahil.


"Impossible juga sih. Kalau kamu bilang kemana juga dia pasti akan ikut,"


"Iya. Tapi sudahlah, semoga besok akan menjadi pembelajaran buat dia," kata Rita yang berharap Ney tidak seperti itu lagi, semoga dia mulai kapok. Ya semoga.


"Kamu pergi lagi? Pasti tidak bisa chat," kata Alex yang mengirimkan emoji kesal.


"Bisa kok, aku sudah beli kuota. Oh iya kamu kenal Merylissin?" Tanya Rita. Dia lalu menceritakan semuanya pada Alex soal siapa Merlin lalu Alwx terdiam.


"Memang ada beberapa keluarga yang menjodohkan anak perempuannya kepadaku," kata Alex dengan gembira. "Tapi satu perempuan yang menolak ku dia adalah Mery. Ternyata pacarnya teman kamu ya. Dunia ini sempit. Lalu bagaimana kabarnya? Bagaimana bisa dia jadi dengan pacarnya?" Tanya Alex yang penasaran. Rita lalu bercerita awal mula Anggara naksir dengan Merlin.


"Aku yang membuat Anggara menyatakan cintanya pada Merlin karena ternyata mereka berdua saling suka," kata Rita dengan bangga.


"Oh! WOW! Jadi mak comblangnya kamu diantara mereka? That's good ( itu bagus )!"


"Kamu pernah tertarik dengan Merlin?" Tanya Rita ingin tahu. Alex kan playboy dia bisa jadi dengan wanita manapun tanpa menggunakan hati.


"Aku tertarik pada semua wanita hanya Mery yang menolakku dengan mentah. Dia sangat cantik dan punya masa depan yang gemilang, lelaki mana yang tidak mau dijodohkan dengannya,"


"Dia menolakmu? Karena?" Tanya Rita aneh. Alex memiliki perawakan yang atletis dan sangat tampan. Rita selalu diberikan foto - foto Alex dan ya, perempuan mana yang tidak menyukainya tapi sayangnya dia sangat posesif.


"Karena aku playboy, dia berkata bahwa tidak akan ada wanita yang akan bertahan denganku karena aku senang mempermainkan perasaan wanita. Mendengar itu dulu tidak ada rasa, hanya kemudian membalasnya dengan sikap angkuh. Aku banyak ditinggalkan oleh semua wanita saat mereka tahu aku sakit jantung yang seperti kaca! Saat itu aku berpikir memang sudah nasibku pasti sial. Keluargaku memiliki banyak uang tapi anaknya sendiri tidak ada yang mencintainya. Ironis kan,"


Rita yang membaca chatnya sangat sedih pasti ada alasan kenapa dulu dia sampai playboy. "Pasti sakit ya,"


"You think? ( menurutmu? ) Saat itu aku berpikir tidak peduli seberapa lama Allah SWT menghukum ku dengan jantung bagai kaca ini, aku tidak akan pernah berkesempatan mendapatkan kebahagiaan sejati lalu tiba - tiba aku bertemu denganmu,"


"Are you happy? ( apa kamu bahagia? )," Tanya Rita sambil tersenyum.


"Of course. When I first met you, I gave up. Before with you, I met a lot of hijab women but most of them are also not good. Then I met you, wishing you were different from the others. I often berate you but even though you always cry, you are always there. When I fell because my heart relapsed I had surrendered you must have gone. But my mom says that you keep waiting for my consciousness. And knowing you, I can laugh as much as I can and be so satisfied that my stomach hurts ( pertama berkenalan dengan kamu, aku sudah menyerah. Sebelum dengan kamu pun aku bertemu banyak dengan perempuan jilbab tapi kebanyakan mereka juga tidak baik. Lalu aku bertemu dengan kamu, berharap kamu berbeda dengan yang lain. Aku sering mencaci maki kamu tapi meskipun kamu selalu menangis, kamu selalu ada. Waktu aku jatuh karena jantungku kambuh aku sudah pasrah kamu pasti pergi. Tapi ibuku bilang kalau kamu terus menunggu kesadaran ku. Dan dengan mengenal kamu, aku bisa tertawa sebanyaknya dan sangat puas sampai aku sakit perut )."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2