ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
423


__ADS_3

Ney juga sadar dengan semua kesalahannya tetapi egonya terlalu tinggi untuk mengakui semuanya dan terus berkata bahwa Rita terlalu berlebihan. Dia tahu caranya terkesan memaksa seakan-akan tidak ada hari lagi. Ternyata yang tidak terduga membuatnya harus mengalami hal pahit.


Ney berpikir ada yang bisa membuat Rita tunduk yaitu dengan mengancamnya menggunakan nama Alex. Dia sangat puas sekali beberapa kali tepat sesuai dugaannya, Rita bisa ditundukkan.


Sampai suatu hari Rita pun muak sekali. "Kamu itu bawa-bawa nama Alex supaya aku bisa tunduk ya? Memalukan sekali ya karena banyak kalah makanya nama dia kamu bawa. Kalau tahu, dia pasti meledak," kata Rita.


"Lah iya tahu tidak Alex itu membela aku terus karena aku ini tidak pernah salah. Sadar dong kasihan deh ya Alex lebih bela aku dari pada situ HAHAHA," kata Ney membuat Rita kesal.


"Aku akan melaporkan apa yang kamu lakukan dan kita lihat saja bagaimana responnya. Siapa ya yang bilang jangan suka melibatkan orang lain lagi?" Tanya Rita langsung menyimpan chatnya.


"Hahaha aku tidak takut tuuh paling juga kamu pura-pura lapor. Sudahlah Rita mengaku saja akui kesalahan kamu," kata Ney sangat senang.


Kemudian Rita benar mengirimkannya. Saat Alex membacanya dia bertanya.


"Kenapa aku dilibatkan? Itu kan urusan dia sama kamu. Untuk apa membawa-bawa namaku?" Tanya Alex kesal sekali.


"Mana kutahu. Kamu juga kan selalu bela dia jadi kenapa tidak senang nama kamu dibawa dia," kata Rita.


Alex jengkel sekali setiap obrolan yang Rita katakan, isinya "Ingat lho aku bisa melaporkan kamu pada Alex," atau "Alex itu hanya membela aku bukan kamu. Kasihan,".


"Aku akan bilang sama dia. Dengar Rita, aku sudah muak aku tidak mau lagi menyakiti kamu. Memang aku yang mengajak mereka merundung kamu, maaf. Tapi kalau hal ini aku tidak ingin dia membawa atau mengancam kamu memakai namaku, seharusnya dia menghadapi kamu," jelas Alex.


Setelahnya sudah bisa dipastikan Ney menerima email keras dari Alex untuk berhenti menyalahkan orang lain dan menggunakan namanya sebagai pelindung.


"Seharusnya kamu gunakan otak dan menyadari semua kesalahan kamu bukannya menggunakan nama saya sebagai tameng kamu. Dan bersikaplah baik pada Rita dia tidak sesuai pemikiran kamu." Itu isi dari Alex.


Ney kaget sekali mendapatkan email peringatan sejak itu dia tidak pernah lagi membawa nama Alex. Dia mengeluarkan air mata palsu untuk apa yang sudah dia lakukan. Mengira Alex akan memberikan dukungan nyatanya justru membuatnya marah.


Apalagi Alex menyarankan dia harus bersikap baik pada Rita. "Dia pasti bangga sekali Alex berkata begitu padaku," kata Ney marah sekali.


"Kalau Ney mengatakan apapun membawa namaku lagi, beritahu aku ya" kata Alex.


"Oke," jawab Rita.


Setelah itu setiap Ney bicara dia tidak pernah lagi membawa nama Alex. Rita juga hanya membicarakan sesuatu yang lain dalam grup. Kalau ditanya, dia menjawab yang agak kurang minat.


Lalu berganti lah selesai dengan urusan Ney dan Arnila. Alex berulah dan Rita juga meledak. Akhirnya mereka berdua bertengkar hebat dana chat. Tentu Alex dengan mulut dan otak kasarnya bila sudah temper, melukai Rita.


Rita lalu meninggalkan Alex sampai setahun lamanya. Keadaan Alex memburuk saat Rita pergi, dia berkali-kali dapat serangan jantung. Ibunya cemas sekali begitu juga kakaknya.


Dia memeriksa chat apa saja dengan Rita dan kaget kalau mereka bertengkar hanya karena Rita terlalu fokus bekerja dan tidak ada perhatian lagi pada Alex.


"Dasar bodoh," kata kakaknya yang mencubit pipi adiknya itu.


Alex sedih sekali kini lagi-lagi Rita pergi darinya karena Alex sendiri yang membuat ulah.


Setahun berlalu akhirnya, selama itulah Alex menyembuhkan dirinya sendiri benar-benar banyak merenung. Lebih banyak bertobat lagi dan berharap Allah masih mau memberinya kesempatan dengan Rita.


Selama koma itu berkali-kali wajah Rita terlintas di dalam benaknya. Apalagi dia seakan melihat Rita menangis selama 3 hari membuatnya sangat terluka. Alex dalam bentuk rohnya ketika diantara 2 dunia, menatap Rita dan memeluknya.


"Maafkan aku, Rita," kata Alex dalam rohnya itu.

__ADS_1


Setelah itu kembali kepada masa sekarang dimana semuanya kembali masing-masing. Kembali pada isi email dengan Arnila yang menceritakan bagaimana Alex menghubungi mereka.


"Aku tidak menyangka selama berteman lama dengan kamu dan Ney jadi seperti ini ujungnya. Rita kamu terlalu sensitif seharusnya aku memaksa Ney untuk memikirkan cara yang lain. Sampai-sampai saat dia membawa nama Alex agar kamu nurut," kata Arnila dalam email-nya.


Rita menghela nafas saat-saat itu adalah saat sulitnya apalagi dia memang menyukai Alex dan Ney tahu. Makanya dia memanfaatkan Alex agar Rita tunduk. Rita memang sudah tahu niatnya dan itu bukan karena iseng karena semakin keterlaluan,Rita laporkan semuanya.


"Ya aku juga sadar terlalu sensi sama kalian. Maaf ya sudahlah memang teman kamu itu super parah untung yang seperti dia hanya satu," balas Rita yang saat itu sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan guru lain.


"Bu Rita, mau disini sampai jam berapa?" Tanya Bu Ratih.


"In sha allah jam 5 saya pulang, Bu," kata Rita.


"Okey," katanya meneruskan pekerjaannya.


"Aku sama sekali tidak habis pikir apa sih yang ada di dalam benaknya Ney soal kamu. Sampai keterlaluan caranya," kata Arnila.


"Aku sudah memaafkan kalian sejak tahun lalu tapi kalau harus kembali seperti awal kita ya, aku tidak bisa lagi," kata Rita terus terang.


"Iya, aku tahu tidak apa-apa bukan hanya kali ini kok, Rita. Dia bermasalah seperti ini sudah banyak puluhan orang. Kamu mungkin yang 20 apa 25 gitu. Tenang saja. Lalu ada email dari Ney?" Tanya Arnila dalam emailnya.


"Kapan dia kirim?" Tanya Rita yang membuka semua email dan memeriksanya.


"Lho? Malam kemarin tidak ada? Atau hari ini mungkin," kata Arnila.


"Hmmm tidak ada. Aku di sekolah kan email selalu on," kata Rita memfoto untuk bukti.


"Kata dia sudah kirim email, aku kira benar," kata Arnila kesal ternyata dia ditipu.


"Hahaha dia itu tukang bohong. Mana mungkin dia mau Arnila, orangnya saja super egois dia pasti merasa sama sekali tidak bersalah. Coba saja kamu tanya, aku yakin dia beralasan," kata Rita tertawa kecil.


"Ohhh dia.. kita kembali berkomunikasi kok. Dia juga minta maaf terus sampai 50x," jawab Rita.


"Hahaha oh begitu kelihatannya dia juga merasa bersalah sekali ya. Apalagi... terlalu banyak membela Ney tapi kamu tahu kan kalau sebagian Ney memang ingin membantu kamu? Meski caranya tidak elegan," kata Arnila.


"Iya aku selalu tahu tapi kalian selalu menjudge aku salah terus kan," kata Rita. Setelahnya Ruta membuka kembali nomor Arnila dan Arnila menceritakan apa yang Alex katakan hari lalu.


"Setahun itu aku harap kamu harus bisa membatasi Ney, Rita karena dia memang orangnya minus. Cerita apapun kamu harus saring berkali-kali kalau dia tebak kamu yang aneh-aneh jangan didengarkan. Kalaupun benar, kamu jangan katakan iya soalnya dia nanti semakin sombong," kata Arnila di dalam WA nya.


"Iya, baiklah," kata Rita. Sekarang hatinya sudah paling sedikit. Meksi masih tetap saja masih kurang.


"Aku kasihan lihat kamu, Rita. Aku juga menangis kok bisa-bisanya Alex terus membela Ney daripada kamu tapi dia akhirnya tersadar kamu yang kirim dia laporan kan. Katanya dia menyesal sudah banyak membela Ney ternyata malah dimanfaatkan untuk serang Rita bukannya sadar diri," kata Arnila.


"Hmmm begitulah," kata Rita tidak bisa banyak komentar. Dia sudah kehabisan rasa empati.


"Setelah itu Ney dimarahi super parah Rita, dikatai juga dan membuat Ney terdiam. Aku juga bilang ke dia kalau Rita sejak aku kenal sama sekali tidak pernah berpikir aneh soal dia. Soal dia bilang kamu selalu membencinya, yang aku lihat kamu ikhlas kenal dia," kata Arnila.


"Kepribadiannya yang bagus dikiiit sekali banyaknya minus. Heran," balas Rita.


"Iya Rita, kan aku juga mengalami hal yang tidak enak. Kamu pasti waktu itu terasa sakit sekali ya melihat Alex terus bela Ney," kata Arnila.


"Terluka sekali deh lebih sakit daripada dicakar kucing. Alex banyak cerita soal komanya sampai dia pasrah kalau waktunya diambil tiba-tiba wajah aku muncul dan dia lihat aku menangis," kata Rita.

__ADS_1


Arnila yang membacanya juga sedih sekali. Kenapa Rita dan Alex harus menghadapi ujian tersulit seperti ini? Tapi Arnila mengerti Allah lebih tahu. Allah tak mau Rita susah nantinya jadi Dia memperlihatkan orang-orang yang menurutnya kurang baik.


"Wah! Sepertinya Allah ingin dia sadar melihat siapa yang paling sedih dan mengingatkan kesalahannya, Rita," kata Arnila.


"Iya, dia bilang begitu juga. Dia bilang Allah belum bisa menerimanya karena dia sadar banyak menyakiti alu dengan tempernya, kata-katanya tajam lebih dari pisau," kata Rita tertawa.


"Hahaha syukurlah dia sudah sadar, Rita. Alhamdulillah," kata Arnila tertawa juga.


"Lalu Ney sudah tunangan?" Tanya Rita.


"Loh? Kamu tidak tahu?" Tanya Arnila.


"Alex yang cerita, yah kamu tahu lah. Ada perayaan ya?" Tanya Rita.


"Iya kamu diundang? Eh mana mungkin juga sih," kata Arnila.


"Tidak. Mana ada. Kamu?" Tanya Rita sambil mengerjakan buku absensi guru.


"Tidak juga. Hanya keluarga dia dan Dins saja. Sekarang belum ada email?" Tanya Arnila tidak percaya.


'Tidak adaaaa Arnila, jangan berharap deh dia mau mengaku salah. Dari dulu juga dia itu anti maaf orangnya," kata Rita menjelaskan.


Berapa kali pun Rita periksa tidak ada email masuk selain dari para guru atau karyawan lainnya.


"Ya sudah aku suruh deh keburu dia menikah," kata Arnila menchat Ney.


"JANGAN!" Teriak Rita.


"Lho kok jangan?" Tanya Arnila.


"Kalau kamu suruh dia sama saja tidak tulus kan mengatakannya. Biar dia yang sadar sendiri," kata Rita tidak mau sampai Arnila bersusah payah.


"Kalau tidak diingatkan aku tahu dia akan kirim email. Kalau sama sekali tidak minta maaf bagaimana?" Tanya Arnila.


"Biarkan saja kita serahkan pada Allah saja, yamg penting bagian kamu sudah selesai. Dia mau menikah artinya dia sudah harus dewasa kan normalnya, tapi seperti yang kita tahu dia sudah bersalah saja masih ego. Sudah biarkan saja bukan urusan kamu juga," kata Rita.


"Okelah kalau begitu aku tidak akan urus kalian lagi. Soal Ney juga aku sudah angkat tangan, lebih baik kalian saling menjauh saja antar obrolan di WA jangan bertemu lagi," saran Arnila.


"Kalau tidak salah, kamu tahu dia sudah dikeluarkan lagi dari pekerjaannya," kata Rita.


"Ah, serius? Aku tidak tahu. Dia bekerja dimana? Kok kamu tahu? Jangan-jangan..." kata Arnila curiga.


Diceritakan lah semuanya, Arnila kaget bukan kepalang. Soalnya tempat bekerjanya jauh dari kriteria Ney dan dia tertawa saat semua karyawan tidak ada yang tidak berkerudung. Selalu ada masalah dengan karyawan dan guru, mengganggu pekerjaan Rita dengan banyak mengeluh.


Malamnya Rita mengobrol dengan Alex. "Aku benar-benar minta maaf," kata Alex mengirimkan emoji menangis.


"Iya iya aku kan sudah terima sudah dong jangan terus meminta maaf. Yang penting kamu jangan ulangi lagi saja," kata Rita sudah pusing membacanya.


"Aku sudah bodoh sekali membela Ney terus ternyata dia malah menyerang kamu menggunakan namaku," kata Alex yang sangat sedih saat itu.


" Ya memang kamu bodoh kan. Dia kirim santet kali makanya buat kamu sebegitu bela dia," kata Rita meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Tidak mungkin dia berani laa. Kamu sedang apa sekarang?" Tanya Alex yang kembali bahagia. Allah mengabulkan doanya.


Bersambung ...


__ADS_2