ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
4


__ADS_3

"Oke oke! Kalau kamu bisa membuka blokiran email aku, aku sudah cukup. Rita memang memblokir semua akun bahkan nomor aku juga lhoo. Jelek sekali ya kebiasaannya masa kamu mau sih sama perempuan seperti itu? Kalau kata aku sih lebih baik kamu cari perempuan lain saja," kata Ney menahan tawa sambil memutarkan rambutnya.


"Baguslah untuk menjaga kewarasannya. Apa tujuan kamu ingin bicara lagi sama dia?" Tanya Nafi masih dengan suara Alex.


Ney kesal dengar jawabannya, sekarang Alex sudah berubah setelah tahu Rita benar-benar tidak punya niat jahat padanya. Tapi Ney tahan sebisa mungkin.


"Aku mau minta maaf sama dia makanya aku mau bicara lewat telepon," kata Ney.


"Bicara lewat itu audah tidak mungkin. Kirim email saja, email kamu sudah terhubung dengan Rita," kata Nafi lalu mematikan ponselnya.


"Eh, tunggu! Aku belum selesai bica..." kata Ney tapi suara tutup ponsel sudah terdengar.


Nafi mengeluarkan nomor kartu dan membakarnya di perapian lalu memasukkan nomor asli miliknya.


Ney menatap ponselnya dan heran. "Kok si Alex dingin sekali ya sama gue? Ah sudahlah lah yang terpenting sekarang email ku sudah terbuka jadi aku akan melancarkan rencana ku. Lihat saja Rita, kamu akan memohon untuk bisa berteman aku lagi. Karena.. kamu tidak punya siapa-siapa," kata Ney sambil tertawa sendirian.


Di tempat lain, Rita sedang berada di sekolahnya menikmati makanan yang diberikan dari para orang tua anak. Pekerjaannya telah selesai dan menikmati hari luangnya.


Ponselnya berdering memberikan notifikasi yang membuatnya Syok! "Ney? Perasaan emailnya sudah aku blokir deh. Kok bisa hubungi lagi? HUUUH! Mau apa lagi sih tuh anak gila?" gumam Rita kesal.


Rita pindah menuju mesjid karena disana lebih sejuk dan bisa membuat kepalanya sedikit ringan kalau membaca email Ney.


Benar saja memang ada email masuk dari Ney, meskipun sangat sebal dan malas membacanya, dia tetap buka. Alex sudah tentu tahu juga karena dia Hack email Rita saking posesifnya.


Alex memutuskan untuk keluar dia tidak mau ikut campur masalah Rita lagi. Dan percaya pada pilihan Rita meski tahu tidak ada kesempatan lagi untuk Ney mendekat.


"Bismillah," kata Rita memantapkan hati membuka email Ney.


Ney :


"Hai Rita, apa kabar? Kamu kemana saja? Aku tidak bisa menghubungi kamu lagi. Aku sedih nih,"


Isi email dari Ney. Ney menunggu pasti Rita akan membalas. Rita membacanya sambil mendengus.


"Huh! Dia pikir aku akan balas apa?" Tanya Rita sambil makan bakso.

__ADS_1


Ney :


"Aku mau minta maaf. Aku sadar memang sudah salah melakukan pembullyan itu sama kamu tapi itu karena Alex yang mengajak aku katanya supaya kamu sadar dan aku sudah menolak,"


Isi email lanjutan.


Ney menunggu lagi dan tetap tidak ada balasan.


Ney :


"Beberapa bulan aku terus memikirkan apa salah aku sehingga kamu blokir semua akun aku dan juga nomor. Aku sekarang kenapa bisa kirim email karena berkat Alex lhoo. Kamu tidak penasaran? Alex saja masih mau lhoo balas telepon aku, aku dapat nomor dia dari Arnila. Kamu kok tidak marahin dia malah aku yang di blokir?"


Ney tersenyum puas menyebut-nyebut nama Alex, tahu kalau Rita menyukainya. Kemudian Ney membereskan rumah sambil bernyanyi senang, sesekali tertawa sendiri.


Kembali 10 menit ternyata tidak ada email balasan. Dia duduk dan merasa aneh, apakah benar Rita memang sudah mengenyahkan dirinya?


"Ckckckc gila ya tuh orang sadar kelakuannya setelah 2 tahun!? Maling mana ada sih memang yang mengaku Maling. Parah!" Kata Rita. Dia tidak lupa membaca bahwa Alex yang membuka emailnya.


Rita menghubungi Alex lewat chat akun gugel. Alex membenarkan dan Rita marah sekali tapi Alex menjelaskan agar Rita mengeluarkan semua kekesalannya. Keluarkan semua kekesalan, kecewanya Rita pada Ney.


"Kalau dia masih sama bagaimana?" Tanya Rita.


"Dia tidak akan pernah menerima kebenarannya, yang penting kamu sudah ungkapkan semuanya supaya tak jadi dosa. Sisanya kamu mau blokir dia, terserah!" Balas Alex.


"Kamu maunya bagaimana?" Tanya Rita kembali.


"Ya kamu masih terima dia tapiiii aku tahu sakitnya kamu bagaimana soal dia. Jangan dekat-dekat, chat juga jangan sering karena dia masih kepo sama kita berdua," balas Alex.


Rita berpikir.


"Tapi lebih baik menjauh sajalah sejauhnya bila kemungkinan dia akan bertindak lebih kasar lagi sama kamu. Kamu sudah cukup gila kan menghadapi aku? Cukup aku laa jangan ada yang lainnya," kata Alex tersenyum.


"Untuk bisa sejauhnya dengan tenang ya memang harus blokir," jawab Rita cepat.


"Zzzz kebiasaan kamu ya. Terserah deh! Asalkan jangan ada yang lain seperti aku, aku tidak mau kamu jadi depresi parah seperti dia," kata Alex mendengus.

__ADS_1


Ney :


"Aku sadar kelakuanku tahun lalu itu sangat parah dan kamu sangat kecewa tapi aku niatnya baik kok. Itu kan artinya teman dan sahabat, Rita. Kamu saja yang tidak mengerti arti Persahabatan sesungguhnya. Kita sudah kenal sejak puluhan tahun dari SMP, aku mengerti kalau kamu itu anak kesepian makanya kamu dekati aku kan? Karena kamu tidak punya teman, harusnya kamu bangga lhoo aku mau jadi teman kamu,"


Isi email dari Ney selanjutnya tentu membuat Rita terbakar amarah. Siapa yang kesepian? Rita kemudian mengirimkan foto dengan kelima temannya semasa SMP. Foto yang membuktikan merekalah teman sejati sampai saat ini.


Ney senang melihat notifikasi email dari Rita dengan profil kelinci cokelat. Saat dibuka, Ney shocking sodaa melihat foto Rita dan kelima sahabatnya dan dibawah terlihat kalimat.


'The True of Friendship is Never See You Rich or Not. There no Bully in our World we Support and Take Care Each Other. Love,'


Ney merasa lemas semua jari-jarinya, tentu dia ingat memang mereka selalu menemani Rita bukan dirinya. Dan kagetnya, dia tidak mengira kalau mereka berenam masih berkontak.


"Jadi selama ini hanya aku sendiri yang tidak masuk circle mereka? Jahat!" Kata Ney merasa ter khianati. Niat hanya selintas meminta maaf tentu berubah.


Ney :


"Oh, kamu masih jadi teman mereka baguslah tapi aku tidak menyangka. Yah, itu terserah kamu sih Rita, aku senang selain aku sahabat kamu,( prettt! ) mereka juga sahabat kamu. Aku senang sekali deh bisa kenal dan dekat sama kamu meski jadinya hancur karena ulah Alex. Kamu masih sama Alex? Wah, sudah cukup lama ya aku tidak tahu kabar kalian. Kenapa kamu blokir aku? Aku kan sudah minta maaf,"


Isi email lainnya. Rita mendengus membacanya. Sudah minta maaf pake masih nanya saja kenapa dia di blokir. Heran bagaimana sih cara dia berpikir?


Ney sudah tahu sejak semasa SMP dia sangat iri melihat kedekatan anak-anak menteri dengan Rita. Mereka juga tidak takut makan di warung pinggiran, selalu tampak tertawa dan bahagia. Sedangkan dirinya hanya bisa memandangi jauh.


Rita balas akhirnya setelah membaca apa kata Alex.


Rita :


"Kamulah yang tidak pernah menganggap aku teman. Kenapa? Karena kamu tidak butuh, kamu sudah cukup dengan diri sendiri. Kedatangan aku sebenarnya sudah jelas terlihat kok kalau kamu tidak suka. Mungkin ... Malu? Karena warna kulitku jauh dengan kulit kamu? Kok aku heran ya, yang aku kenal kamu itu super cuek, tidak peduli apa kata orang. Dan iri karena fisik aku? Bisa ya kamu berpikir begitu itu tandanya... Kamu tidak percaya diri.


Ney, aku berteman sama kamu, kenal sejak SMP karena aku ingin jadi teman kamu tapi... Sudah terbuka jelas kan, kamu yang asli bagaimana. Pikir deh sama kamu dimana saat aku sedang kesusahan, kesulitan, saat aku bermasalah dengan keluarga.


Aku itu butuh solusi, butuh saran dari kamu. Butuh penghangat suasana tapi kamu datang mengejek, menghina. Kelakuan kamu sama dengan kakak aku, kalian berdua itu toxic tahu tidak? Teman? Sahabat? Kamu dan aku? Tidak ada Ney. Kamu itu pengkhianat sejak kamu bergabung dengan Alex untuk merundung.


Menolak? Mana adaaa aku tahu, kamu pasti bergabung karena kelemotan aku atau Alex ada hati kan? Aku tahu dia tipe idaman kamu tapi Allah berkehendak lain. Tahu Ney, lemot aku itu sengaja karena aku ingin tahu karakter kamu. Kamu tidak perlu ngaku-ngaku deh sebagai SAHABAT, karena rupa kamu pun jauh dari seorang TEMAN."


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2