ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(188)


__ADS_3

Kita tinggalkan cerita soal Alex beberapa hari berselang tanpa ada yang aneh - aneh. Ney aman tidak berbuat ulah yang aneh lagi, tampaknya dia perlu suasana untuk mengulang moodnya yang beberapa kali mengalami kegagalan akan masa percintaannya. Karena terlalu berlebihan juga sih ya menanggapi perilaku seseorang. Dins sebenarnya ada sewaktu Ney menghubunginya namun, dia ingin tahu sampai mana ketulusan Ney sebenarnya.


Dins masih terlalu baik menunggu Ney untuk diam di tempat cukup dengan dirinya saja yang masih mau menerimanya. Sebenarnya Rita agak kurang suka sama Dins karena kalau dilihat sebagai kriteria calon idaman sih yahhh... sangat kurang. Sampai sekarang pun Rita sangat aneh kok bisa ya Ney suka sama Dins? Begitupun sebaliknya tapi setelah lamaaa Rita melihat perilaku keduanya, 'Oh memang jodoh sepertinya.' Karena mereka berdua pun 11 12 😂😂 Rita pun lalu mengingat dirinya dengan Alex yang juga sama saja. Tapi berbeda 180 derajat alias Rita adalah kebalikan dari kehidupannya Alex.


Tapi Ney masih tidak percaya kalau Dins benar jodohnya dia masih saja terus menerus mencari - cari yang lain. Rita sama sekali tidak peduli itu urusan dia, karena dia juga punya banyak urusan. Awal Rita kenal Dins adalah saat dirinya masih kuliah D2, saat itu Ney tengah bercerita kalau impiannya adalah mendapatkan pacar atau calon suami anak ITB. Dan kalian tahu, apapun yang diinginkan oleh Ney selalu cepat terkabul itulah juga yang membuat Rita iri kepadanya. Tapi lama kelamaan Rita melihat tingkah jeleknya yang semakin sombong karena semua yang dia inginkan selalu terpenuhi, membuat Rita berpikir, 'Aku tidak mau bila keinginanku cepat terkabul tapi membuat aku menjadi orang yang sombong. Lebih baik lama terkabul tapi permanen.' Pikir Rita.


"Kamu jangan sombong begitu karena semua doa kamu terkabulkan. Kamu harus tetap merendah," kata Rita saat itu.


Ney hanya mendengar tapi tidak pernah benar - benar bisa merendah, dia terus menerus sombong dan pamer kalau semua ucapannya akan selalu dikabulkan. Memang benar sih tapi itu tidak berlangsung lama, sampai Rita menghitung jari. Ternyata apa yang dia mau hanya bertahan selama 3 hari setelah itu, menghilang tanpa jejak. Seperti saat dia ingin dibelikan jam mahal, dia memperlihatkannya pada Rita modelnya.


"Ini tuh jamnya bagus banget! Paling mahal lho, aku mau minta ke mama untuk dibelikan ah. Kamu tidak tertarik?" Tanya Ney dengan wajah yang bangga.


"Tidak ah. Buat apa? Jamku masih bagus kok, ini kan dikasih sama ibuku. Kamu bukannya jam kulit yang dikasih sama mama kamu bulan kemarin masih bagus?" Tanya Rita. Dia lihat Ney tidak pernah memakainya lagi.


"Ah, bosan! Teman - teman aku semuanya pakai jam tangan yang bermerk, masa aku harus yang KW?" Tanya Ney sambil cemberut.


"Ya apapun yang diberi orang tua hargai dong," kata Rita yang agak marah.


"Terserah aku deh!" Pada akhirnya memang dibelikan. Jam tangan Rolex yang harganya waktu itu Rita lihat Rp 3.000.000,-.


Besoknya, saat Rita menuju rumah Ney dia bertemu dengan ojek online yang mengantarkan paket. Lalu bertanya pada Rita mengenai lokasi yang dia cari.


"Permisi, teh. Alamat rumah ini yang mana ya rumahnya?" Tanya Ojolnya itu.


Saat Rita lihat, ternyata itu adalah alamat rumahnya Ney. Lalu Rita penasaran paket apa. Ternyata oh ternyata Jam tangan!


"Oh, ini rumahnya yang itu! Yang di cat krem cokelat," tunjuk Rita. Dia tidak mengatakan bahwa itu adalah rumah yang sedang ditujunya, Rita ingin tahu akan seperti apakah kalau nanti dia datang 5 menit setelah Ojolnya itu datang ke rumahnya.


"Wah, makasih ya teh tadinya takut tersesat soalnya sering kalau di daerah ini." Lalu Ojol itu menuju ke rumah yang ditunjukkan oleh Rita. Kemudian Rita bersembunyi di rumah utama yang menuju ke dalam rumah Ney.


Kenapa Rita berbuat begitu? Karena Ney selalu sumbar mengatakan apapun yang dia beli selalu di tempat yang mahal. Makanya Rita mau lihat reaksinya Ney seperti apa kalau nanti Rita melihat jam tangan barunya itu. Saat Ojolnya itu menghampiri rumah Ney, dia membunyikan Bel yang ada di situ. Kira - kira siapakah yang akan mengambil paketnya?


"Iya..." Jawab seseorang. Kalau dalam serial Detective Conan, pelakunya seperti bayangan hitam ya. Dan ternyata... Ney! Dia langsung mengambil paketnya sambil memandang kiri dan kanan entah siapa yang dia cari.

__ADS_1


Rita sudah bersembunyi dengan baik di balik rumah dan bersembunyi di semak pepohonan yang rindang. Dan dari situ suara mereka sangat jelas terdengar berhubung sepi perumahannya.


"Kang, waktu ke sini ada orang tidak?" Tanya Ney yang masih waspadah HH. 😂


"Oh, tadi ada saya nanyain alamat rumah ini ke Teteh yang lewat di depan. Kenapa ya?" Tanyanya bingung.


"Kira - kira penampakan orangnya seperti apa, kang? Terus apa mau ke jalan ini?" Tanya Ney masih penasaran. Jelas terlihat oleh Rita wajah Ney agak gelisah.


"Wah, saya kurang tahu kalau itu sih. Di depan tapi sepertinya sih bukan ke jalan ini kalau iya kan, sudah ketemu lagi sama saya," jelas supir itu.


"Ney, kamu ngapain sih dari tadi? Nanyain mulu? Itu Ojeknya kasihan dia pasti mau antar paket lagi kan yang lain. Kenapa sih harus ojek online kan bisa pakai pos lain biasanya juga pakai JNE," kata ibunya uring - uringan.


"Kakak kan bisa dapat diskon, lumayan kan. Ya sudah deh paketnya sudah diterima. Terima kasih ya," kata Ney sambil kembali ke rumah.


"Itu dia bisa bilang terima kasih ke orang lain tapi ke aku kok sama sekali tidak pernah ya?" Tanya Rita sendiri. Lalu dia cepat - cepat berganti posisi dan sembunyi dekat pohon yang lebat daunnya. Melihat Ojek online itu sudah pergi, Rita kemudian merapihkan bajunya dan berjalan ke arah rumah Ney.


Dia membuka pagar rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya. Kali ini kita beralih cerita ke masa dulu sewaktu Rita kuliah D2 dan awal mulanya Ney berpacaran dengan Dins. Kemudian terdengarlah suara langkah kaki yang cepat, samar - samar terdengar suara, "Sepertinya paket dari ojek online lagi deh," dibukalah pintu itu dan Ney sangat terkejut.


"Rita!?" Kata Ney dengan suara kaget.


"Eh, ada Rita. Masuk masuk! Ney, buat minum sana!" Kata ibunya.


Ney masih membeku depan pintu, dia lalu curiga pada Rita. Masalahnya tepat banget setelah ojek online pergi, Rita datang. Apa dia yang ditanya oleh ojek itu?


"Kenapa sih? Seperti baru lihat hantu saja kamu," kata Rita yang santai.


"Oh, tidak apa - apa. Hanya kok pas banget ya? Tadi ojek online pergi, lu datang. Apa jangan - jangan..." kata Ney yang menutup pintunya.


"Hah? Ojek online? Oh, iya tadi aku lihat tapi yang nanyain alamat," kata Rita.


Ney membeku lagi di tempat. "Terus? Dia kan bawa paket gitu, kamu lihat itu paket apa?"


"Ya tidaklah buat apa? Kepo banget lihat paket orang, orang ojeknya nanya pakai bahasa bukan memperlihatkan alamat di paketnya," kata Rita berbohong sedikit. Dia sudah tahu paket apa itu.

__ADS_1


Rita melihat Ney tampak bernafas lega, untungnya ibunya tidak ada disitu. Ternyata ibunya mengambilkan segelas air karena Ney tampak masih bengong. Dan kok agak lama ya?


"Memangnya kamu beli apa sih?" Tanya Rita menatap Ney yang sudah biasa.


"Oh, itu kuas untuk tugas kuliah aku, aku disuruh melukis bermacam - macam mata," kata Ney yang lalu duduk di sofa.


"Mata? Kamu tidak seram?" Tanya Rita merinding.


"Seram apanya? Kamu kira akan ada yang keluar apa?" Tanya Ney yang tertawa.


"Rita takut kalau kamu gambar mata, matanya tiba - tiba bergerak. Ini diminum dulu pasti capek kan kesini," kata ibunya.


"Ya ampun! Ini kan bukan Cerita Hantu Di Sekolah eh salah ya Cerita Hantu Di Kampus. Kebanyakan baca novel nih jadi yang ada di novel kamu jadikan kenyataan di dunia nyata," kata Ney sambil tertawa lagi.


"Kamu tuh jangan tertawa ngakak seperti itu. Tidak sopan. Ney suka tertawa terbahak seperti itu ya kalau di luar?" Tanya ibunya mendorong Ney untuk duduk dengan baik.


"Sering banget tante. Diminum ya tan, oh iya ini ada kue buat sekeluarga maaf kalau sedikit," Rita lalu menyerahkan sekotak besar berisi macam - macam kue.


Ibunya menerima dengan senang. "Aduh, datang bawa kue. Padahal mah tidak usah. Tuh kamu kalau main ke rumah Rita suka bawa kue tidak? Malu dong meski kamu lama berteman sama Rita," kata ibunya pada Ney yang langsung mengambil kuenya.


"Ah, tidak usahlah Rita di rumahnya banyak kue. Sekitar rumahnya kan banyak tukang dagang, buang - buang uang!" Katanya sambil sibuk memakan kue sus dengan mulut yang berbunyi 'Nyap nyap'.


"Kamu nih! Aduh maaf ya Rita harap maklum. Anak tante memang orangnya kurang sopan. Sudah mama simpan saja deh nanti kamu habiskan semuanya. Kalian mengobrol deh," ibunya lalu beranjak ke ruangan dalam dan meninggalkan Ney yang duduk sambil memakan kue dengan mulut yang berbunyi.


"Terus, kamu sudah beli jamnya?" Tanya Rita mencoba memancing.


"Oh iya! Nih sudah dong, aku belinya di toko yang bagus dan mahal banget! Bentar ya aku ambil dulu," kata Ney. Rita mendengarnya menghembuskan nafas. Diperkirakan benar saja dan dia akan mulai berbohong. Cukup lama sih Rita membayangkan pasti dia sibuk membongkar paketnya, sambil tertawa Rita memainkan game dari ponselnya.


Akhirnya datang tuh orang sambil jalannya buru - buru dan memberikan jam tangan barunya. Memang asli Rolex sih, masih baru tapi kok bagian kulitnya ada yang mengelupas ya? Tapi Rita diam saja melihatnya.


"Widih! Keren tuh. Beli dimana sih?" Tanya Rita yang mencoba dipasang di tangannya, tampak Ney agak tidak suka melihatnya tapi Rita tidak peduli.


"Di toko dong, di mana lagi. Ini tuh mahal banget!" Kata Ney. Rita lalu memberikannya pada Ney dan sekilas dia seperti menyeka kulit jam tangan itu ke bajunya.

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2