
Paginya, Alex bangun lalu mandi dengan suasana hatinya yang senang lagi selesai mandi dia memakaikan parfum kesukaannya ke seluruh tubuh seksinya. Menatap jamnya menunjukkan pukul 6 pagi masih ada waktu untuk menyapa Rita pagi itu. Dia semangat untuk bekerja lagi, jadi Rita itu menjadi sumber semangatnya tapi dia juga sangat nakal selalu menguji Rita. Padahal efeknya sangat berpengaruh pada kelangsungan hidupnya.
Kalau Author sih lebih baik menghindari masalah yang membuat bertengkar tapi kalau Alex terlalu penasaran buat Rita marah. Imbasnya... ya dia kena tinggal karena Rita sudah malas.
"Good morning! Aku hari ini kerja, kamu tidak kemana - mana kan. Sekali lagi aku mau minta maaf, aku benar - benar bodoh dan hari ini aku akan membayar dendanya. Total semuanya 1.150RM ya. Aku akan sedikit sibuk hari ini kemungkinan membalas chat agak sulit tapi aku akan usahakan untuk meluangkan waktu chat dengan kamu. Maaf aku sudah blok kamu," kata Alex yang kemudian mempersiapkan berkas untuk ke kantornya sambil sesekali melirik ponselnya menunggu balasan.
Di tempat Rita, dia juga sedang berganti baju diajak Prita untuk lari pagi sekitar komplek perumahan mereka. Melihat Alex membalas chat tumben sekali sepagi ini dia chat dan membacanya. Maaf mudah sekali setelah banyak membuatnya kesal apalagi harus terus diuji sama si bodoh!
"Ya tidak apa - apa. Tumben kamu bisa blokir aku heran saja sih," balas Rita lalu mengambil celana panjang trainingnya dalam lemari.
Alex secepat kilat menyambar ponselnya dan membalas chat dari Rita. Dia memang sangat menantikan balasan dari Rita, berharap Rita tahu kalau selama ini chat darinya selalu dia prioritaskan daripada pekerjaannya. Tapi yaahhh... Rita kan tidak bisa lihat dia seperti itu di benaknya ya sama saja 😂😂😂.
"Kamu tumben jam segini sudah bangun. Kalau aku sih kan kerja, mau melakukan apa?" Tanya Alex heran.
"Mau senam pagi dan joging dengan adikku. Mumpung sekarang tidak sedang bekerja jadi aku punya waktu melakukan aktivitas yang adikku selalu kerjakan. Ya sudah kerja yang rajin ya kalau sibuk jangan chat dengan aku dulu. Kita chat kalau kamu ada waktu rehat saja." Kata Rita yang tidak mau sampai dia terlalu memikirkan soal dirinya.
Kemudian Alex tersenyum bahagia, hatinya entah kenapa berbunga - bunga, lega karena Rita sudah tidak marah lagi dengannya. Rita juga sudah tidak memikirkan apa yang Alex lakukan kepadanya. Rita lalu ingat kalau Alex kadang suka lupa juga sama janjinya namanya juga horang khayah kadang pasti pelit.
"Jangan lupa bayar dendanya!" Kata Rita lalu off netnya.
Alex tertawa membaca pesan terakhir Rita lalu menyiapkan sejumlah uang untuk dia masukkan ke dalam mesjid. Alex kemudian turun ke lantai bawah lalu masuk ke ruang makan, dimana ibunya sedang menyiapkan sarapan dan ayahnya yang membaca koran. Meskipun mereka memiliki 10 pembantu, tapi ibunya selalu menyiapkan sarapan dan memasak. Para pembantu mengerjakan seperti pel lantai, setrika, mencuci baju, atau membersihkan perabotan rumah. Apapun kecuali soal memasak karena anak dan suaminya lebih suka istrinya yang memasak.
Ibunya memandang Alex dengan keheranan. "There is something? How can you wake up in the morning? ( Ada sesuatu? Tumben kamu bisa bangun pagi? )" Tanya ibunya sambil menyeduhkan kopi untuk anaknya.
"Hehehehe mom, l want an sandwich. l'll just take dad's ( Hehehehe mom, aku mau sandwich. Aku ambil punya ayah saja )," kata Alex yang kilat menyambar milik ayahnya.
Ayahnya yang memang sudah tua sama sekali kalah menghindari roti isi miliknya yang digapai oleh Alex. "Hey hey hey!!" Dengan sedikit marah bercampur tawa.
__ADS_1
"Aleeeexxxx..." kata ibunya yang mendamprat dirinya.
Alex hanya tertawa lalu memakan roti isi ayahnya dengan cepat sebelum ibunya menyuruhnya mengembalikan apa yang dia ambil. Mengetahui roti isinya sudah habis dilahap, ibunya menggelengkan kepala dan membuatkannya lagi.
"Who was angry yesterday ya? ( Siapa yang kemarin marah - marah ya )" Tanya ibunya menggoda Alex.
Alex terdiam menutup kedua matanya, benar saja kalau kedua orang tuanya mendengar bantingan bantal dan makian dari anaknya. "l misunderstood Rita, mom. I was angry even though she suggested something. Very stupid ( Aku salah paham soal Rita, mom. Aku malah marah padahal dia menyarankan sesuatu. Bodoh sekali )," Alex menertawai dirinya.
Ayahnya tentu saja hanya bisa memahami nama yang Alex keluarkan karena sedikitnya Ayahnya mengerti apa yang Alex sedang utarakan.
"Oh yea? What are you talking about? ( Oh ya? Apa yang kalian bicarakan? )" Tanya Ibunya yang penasaran sampai anaknya semarah itu.
"Secret! I apologized to her earlier, thank God she didn't think about what l had done. She has also woken up for gymnastics. Mom, maybe she's my destiny because the two of us can wake up in the morning ( Rahasia! Aku minta maaf padanya, syukurlah dia tidak memikirkan lagi apa yang aku perbuat. Dia juga bangun pagi untuk senam. Mom, mungkin dia takdirku karena kami berdua kebetulan bisa bangun pagi )," kata Alex sambil tersenyum.
Ibunya kaget mendengar itu lalu ayahnya hanya tertawa saja. Lalu mereka berdua tertawa mendengar Alex katakan, Alex tentu saja heran.
"Benar, mom?" Tanya Alex menggunakan bahasa.
"Ya memang begitu. Kamu ini sudah mau menikah nampaknya?" Tanya ibunya penasaran.
Segera saja Alex mengambil tasnya dan menyalami mereka berdua, dirinya masih belum tahu apakah siap untuk berencana menikah lagi atau tidak. Ibunya sangat mengharapkan dirinya sudahi ingatan mengenai Kayla dan pindah ke lain hati. Tidak sabar juga untuk memiliki cucu dari Alex dan itulah kenapa ibunya sangat gencar menjodohkan dia dengan saudara atau anak temannya. Padahal mereka semua sangat kepincut dengan Alex tapi yah... mereka suka karena hartanya atau fisiknya saja.
"Daaaaad! l'll go first afraid to be late! Mom!!! l'm off!!! ( Ayaaaaah! Aku pergi duluan takut kesiangan! Mooom!!! Aku pergi!! )" Kata Alex yang langsung bergegas menuju gerbang rumah daripada harus mendengarkan ceramah ayahnya mengenai pernikahan. Alex tampak bersemangat lagi dan disambut oleh supirnya yang menyapanya setiap pagi.
Dalam ruang makan, ayahnya melipat koran lalu menghabiskan sarapannya. "See? Alex will be fine. Are you sure you still want to introduce Ameera? there doesn't seem to be a chance. Give up ( Lihat? Alex akan baik - baik saja. Kamu yakin masih mau memperkenalkan Ameera? Sepertinya tidak akan ada kesempatan. Menyerahkan ),"
Ibunya menggelengkan kepala, beliau masih belum bisa yakin kepada Rita ini. Apalagi belum pernah sama sekali mereka bertemu, nampaknya sama seperti biasanya Alex terlalu berangan tinggi. Meskipun ibunya hanya memiliki 1 syarat akankah Rita memenuhi syarat itu?
__ADS_1
"Not yet. I still want to try again, Ameera we already know. Rita? We're still wondering about her presence, okay? ( Belum. Aku masih ingin terus mencoba lagi, Ameera kita sudah kenal. Rita? Kita masih belum tahu apa kehadirannya ada, ok? )" Kata istrinya yang memang masuk di akal juga sih, selama ini mereka berdua atau ibunya chat dengan Rita sendiri mungkin itu bisa orang lain. Apalagi soal lingkup lingkungannya juga masih banyak tanda tanya.
Ayahnya berpikir memang ada benarnya juga sih. "That is true. So? ( Itu benar juga. Jadi ? )" Tanya suaminya.
"I will promise to meet her parents. Husband, can you come? ( Aku berjanji untuk menemui orang tuanya. Suamiku, kamu mau ikut? )" Tanya istrinya yang sudah membuat jadwal pertemuan.
Ayahnya menarik nafas lalu mengeluarkannya dengan kasar, dirinya tidak bisa menolak istrinya kalau sudah ada keputusan. "Okay, but don't take long, l have an appointment to meet a client too later at 2 p.m ( Baiklah, tapi jangan kelamaan, aku ada janji bertemu dengan klien juga jam 2 siang ),"
"Yes, calm down ( Ya tenang saja )," kata istrinya yang meminum teh mawarnya dengan anggun. Alex harus bersiap - siap menyambut gelombang perjodohan lagi saat dirinya sekarang tengah semangat dengan Rita.
Sepertinya akan ada gelombang lain yang menerpa mereka berdua. Ibu Alex sudah merencanakan matang - matang dan Alex harus mau menurut apa kata ibunya. Seharian itu Alex bekerja sambil sesekali mencari waktu luang untuk chat dengan Rita. Sedangkan Rita masih saja senam dan olahraga dengan adiknya lalu beli jajanan untuk menjadikannya energi.
Setelah itu ibunya pukul 10 pagi mendatangi kediaman rumah Ameera yang tidak kalah megah dan super mewah dan juga kedua orang tuanya yang sangat akrab dengan orang tua Alex.
"Haaai apa kabar? Sudah lama ya kita tidak bertemu lagi. Ameera ayo siapkan teh buat 4 orang ya nak," pinta Bundanya.
Ibunya Alex tersenyum gembira melihat Ameera lagi yang masih saja tetap cantik dengan kulitnya yang glowing. Ameera mengangguk tersenyum lalu menuju ke dapur dan menyiapkan teh. Tidak ada pembantu dalam rumah megah itu karena memang sengaja agar Ameera tidak menjadi anak yang manja. Perilakunya yang dulu seperti preman sekarang sudah terlihat berubah menjadi lembut layaknya perempuan. Ameera menjadi lebih gemulai dan sopan dari dulu yang kata - katanya parah sekali karena salah pergaulan.
"Silakan, makcik ( Ibu )," kata Ameera dengan nada yang lembut lalu duduk di sebelah bundanya.
"Aduh, terima kasih ya. Bagaimana kabarnya Meera?" Tanya ibunya Alex sambil meminum tehnya.
"Alhamdulillah saya baik. Saya mau ambilkan kue dulu," katanya lalu beranjak pergi lagi ke ruang teh.
Segera saja ibunya Alex mendekati ibunya Ameera dan agak berbisik menanyakan perihal Ameera yang apa sudah punya calon.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1