
"Oh, benarkah? Saya merasa tersanjung sekali Anda memilih pilihan saya. Tapi apa alasannya?" Tanya pegawai tersebut.
"Ini," kata Alex menunjukkan merk Disney kepada mereka. Fernando juga melihatnya dan cukup mengesankan.
"Hmmm, seleranya bagus juga ternyata perempuan yang disembunyikan oleh Tuan agak glamor," pikir Fernando.
Rita yang sedang makan sereal alhasil bersin keras menyebabkan sereal yang dimakannya harus tumpah. "Wah, siapa sih yang lagi ngomongin?" Tanya Rita yang duduk di kursi dengan kaki berdiri satu. Gaya kalau lagi makan di warung tegal gitu.
Kembali di tempat Alex berada.
"Wow! dia menyukai Disney? Wah, dia tahu barang mewah ya. Merk ini terbatas sekali Tuan, mereka baru kali ini mengeluarkan hijab dan asal Tuan tahu, kami hanya memiliki 5 buah dan yang satu ini adalah sisanya," kata pegawai itu dengan bangga sekali.
"Lalu bisa Anda jelaskan mengenai tema yang ada di hijab ini?" Tanya Alex.
"Ah ya tentu. Perusahaan ini setelah sukses dengan koleksi Little Mermaid, mereka mengeluarkan koleksi Disney lain bertemakan "The Dream Park Series." Kata pegawai tersebut sambil membentangkan hijab itu.
"Cantiknya," gumam Fernando yang ingin juga memberikan untuk adik perempuannya namun tidak berani karena hijab itu tersisa satu buah. Dia berencana akan mencarinya dengan datang langsung ke toko lain.
"Gambaran ini adalah tempat taman bermain Minnie Mouse saat dirinya masih kecil. Semacam memori yang indah dikenangnya lalu perusahaan tersebut menuangkannya kembali dalam hijab. Apa calon kekasih Anda berkarakter sama dengan Minnie?" Tanya pegawai tersebut agak hati-hati.
Alex tertawa membayangkan Rita. "Dia galak sekali persis seperti Minnie juga sangat cerewet tapi penuh dengan energi positif. Ini adalah hadiah kelulusannya dari university," jelas Alex.
"Haaa beruntung sekali," bisik pegawai perempuan yang ada di sana.
Alex tersenyum. "Dia sangat menyukai kartun, menyukai semua tokoh dalam Disney, saya ingin memesan hijab atau gamis yang ada disini," kata Alex memandangi sekeliling toko itu.
Semua pegawai tampak senang sekali karena bila Alex berbelanja disana, akan menjadi poin tambahan untuk mereka semua.
"Tentu Tuan, Anda mau yang mana? Kami juga menyediakan koleksi dari gambaran taman rekreasi Minnie. Mungkin Tuan ingin melihat-lihat dulu?" Tanya pegawai tersebut memperlihatkan koleksi.
"Hmmm saya ingin dia lebih memakai gamis," kata Alex memperhatikan gamis yang indah disana.
"Tentu!" Serunya sangat senang. "Anda mau yang mana?" Tanyanya gembira beserta para pegawai yang lain.
"Semua," jawab Alex tersenyum melihat ke semua gamis yang imut dan cantik.
"HAH!? TUAN MUDA," Teriak Fernando dan semua karyawan.
"Maksudku suatu hari nanti saya akan ajak dia kemari, saat itu bila dia membeli sesuatu dari toko ini tolong berikan," kata Alex menjelaskan membuat semuanya setengah pingsan.
"Baik, Tuan. Kapan kiranya perempuan Anda itu akan datang? Kami akan siapkan segalanya," kata pegawai itu bersiap-siap.
__ADS_1
"Jangan! Dia tidak suka kejutan, bersikap biasa saja. Suatu hari nanti kalau segalanya lancar, dia pasti datang," kata Alex yang audah membayangkan seperti apa wajah Rita saat melihat dunia Disney disini.
"Baik, Tuan," kata mereka semua menunduk kepada Alex.
"SAYA MAU ITU!" Teriak Ibu yang tadi.
Alex kaget mendengar suaranya dan melirik ke hijab yang tengah dipegang oleh pegawai perempuan. Ibu itu berlari dengan kilat tapi terlambat karena Alex langsung mengeluarkan kartunya.
"SAYA LANGSUNG BAYAR! BAYAR!!" Teriak Alex langsung memberikan kartunya dan membuat pegawai laki-laki itu dengan cepat menggeseknya.
"Sudah, Tuan!" Kata pegawai itu menyerahkan kartunya.
Ibu itu sampai dan melihat kertas bon diambil oleh Alex.
"YESSSSS!!! SAYA YANG MENANG!" Teriak Alex bersorak dan semuanya bertepuk tangan. Tegang sekali.
Ibu itu terengah-engah tanpa daya melihat lagi penampakan hijab yang keponakannya kirim. Hijab terbaru dari Disney dengan berbagai macam karakter.
Alex terlihat sangat puaaaas sekali karena telah memenangkan hijab yang terakhir. Ibu itu kemudian memaksa toko untuk menyediakan nya lagi namun kalau pun bisa harus menunggu setahun.
"Coba saja di toko lain. Memangnya Anda pikir toko hijab ini saja?" Tanya Alex agak mengejek.
Alex menggelengkan kepalanya. "Hijab ini sangat penting maaf saya tidak dapat mengalah," kata Alex dengan sopan.
Para pegawai keheranan akan kalimat Alex sebelumnya. Mana ada perempuan yang tidak menyukai kejutan? Tapi mereka kenal siapa Alex sebenarnya dan lebih memilih menunggu perempuan pilihannya datang.
"Carikan bungkus kado yang paling indah. Saya ingin segalanya terlihat sempurna," kata Alex.
"Baik, Tuan," kata pegawai perempuan memilihkan yang paling cocok.
Lalu para pegawai memilihkan kertas kado dan kotak yang istimewa. Mereka juga memberikan bonus berupa pemberat hijab dengan bentuk bunga.
Alex teringat hal lain apa yang paling Rita sukai. "Apa bunga itu ada bentuk Sakura?" Tanya Alex.
"Ada, Tuan. Mau diubah?" Tanya pegawai itu.
Alex mengangguk. Serasi sekali tampaknya, Alex membayangkan Rita pasti sangat cantik mengenakan hijab dan pemberat itu.
Setelah selesai, Alex memperhatikan kado itu dengan senyuman.
"Alamatnya Tuan?" Tanya pegawai tersebut.
__ADS_1
Alex agak ragu dia tidak bisa sembarangan memberitahukan alamat Rita begitu saja. "Bisakah aku meminta alamat rumah kalian semua? Aku tidak bisa memberikan alamat sebenarnya pada dia," jelas Alex.
Mereka semua saling bertatapan dan mengerti.
"Baik Tuan, Anda bisa mempercayakan pada kami. Kalau begitu bagaimana kalau sesuai urutan saja?" Tanya pegawainya memberikan saran.
"Kalau begitu aku saja," kata Direktur toko itu keluar karena tampaknya ada keributan yang terjadi.
Alex tentu saja mengenalnya dan mereka bersalaman. Lalu Alex memberikan alamat Rita dari paket makanan yang dia pernah dapatkan. Alex menguji Rita apakah dia akan memberikan alamat yang sama atau berbeda.
Ternyata sama! Dan diberi bonus berupa ancaman akan menyiksanya nanti.
"Ah... apa perempuan istimewa Anda?" Tanya Direktur itu melihat nama Rita, wajahnya agak kecewa.
"Tolong rahasiakan," kata Alex memohon kepadanya.
Direktur muda itu tersenyum senang. "Baiklah," katanya meski dalam hati mengumpat karena Alex tertarik pada perempuan lain.
"Terima kasih," kata Alex gembira.
"Orang Indonesia ya?" Tanyanya menatap nama Rita saja tidak ada kepanjangannya. Alex masih harus berhati-hati.
"Iya tapi galak sekali," jawab Alex.
"Hahahaha!" Katanya setelah selesai menuliskan alamatnya. Lalu Direktur itu memasukkan kado itu ke sebuah bungkusan yang sudah disiapkan.
"Tuan, mau saya yang kirim?" Tanya Fernando menawarkan diri.
"Iya pastinya. Kalau aku sudah pasti akan heboh," kata Alex menyerahkan pada Fernando.
Syakieb? Ah, dia sedang dinas di negara lain jadi tidak akan bisa membantu lagi.
"Saya akan meminta saudara di Indonesia-Jakarta untuk mengirimkannya," kata Fernando.
"Baiklah, terima kasih. Kita pergi ke tempat lain. Kalau begitu saya permisi terima kasih juga atas bantuannya," kata Alex.
"Iya sama-sama. Nanti datang lagi ya. Setelah ini pasti toko akan ramai pengunjung, kalian bersiaplah," kata Direktur muda itu.
Semua pegawai tentu saja berada di posisi semula. Sambil memandangi punggung Alex yang bidang, Direktur itu kesal karena ternyata Alex sedang jatuh cinta pada perempuan Indonesia.
Bersambung ...
__ADS_1