ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(351)


__ADS_3

"Ya memangnya kamu tidak bagaimana gitu waktu kenal dia pertama?" Tanya Ney yang agak aneh. Baru kali ini dia memiliki teman yang kalau bersama lelaki tidak ada pemikiran lain.


"Biasa saja. Jadi kalau kamu cari info hanya untuk mendapat pujian dan rasa terima kasih alias membantu tanpa tulus, lebih tidak perlu sok bantu aku deh. Buat kamu saja infonya," kata Rita sambil minum Cimory.


"Aku car info itu untuk kamu supaya kamu tahu dia itu aslinya bagaimana," kata Ney berusaha menjelaskan hanya saja memang bukan keinginan Rita juga. Ney hanya berusaha menjadi seseorang yang lebih bisa dekat dengan Rita tapi nyatanya salah strategi.


"Termasuk masa lalunya?" Tanya Rita. Memang sih dia sebenarnya ingin tahu tapi menyadari kalau lebih baik Alex saja yang menceritakan segalanya tapi Ney menolak, makanya Rita sangat tidak suka.


"Ya iyalah. Dia itu super parah dulunya. Kamu tidak tahu kan? Makanya aku cari tahu banget teman aku kan ada yang kenal dia, Rita," kata Ney.


"Tapi itu tidak baik memang sih aku juga terbersit ingin tahu tapi aku pikir lagi biar Alex saja yang cerita. Tapi kan kamu sendiri yang maksa aku harus tahu segalanya. Ya makasih kalau kamu maksudnya agar aku hati - hati kan sama dia?" Tanya Rita.


"Iya," kata Ney yang akhirnya Rita sadar.


"Aku sudah tahu kok dari awal kamu maksudnya begitu tapi sekali lagi aku tidak meminta kamu seperti itu sampai kepo menjalar ke segalanya. Kalau aku benar butuh, pasti aku minta tolong tapi kamu sendiri yang mencari tahu dan aku malah yang kena getahnya. Jadi Tidak Terima kasih harusnya kamu bilang aku dulu. Tidak ada kan. Mengetahui masa lalu orang itu perbuatan baik atau buruk?" Tanya Rita pada Ney dengan emosi yang datar.


"Tidak usah tanya deh ya buruklah! Memang kenapa?" Tanya Ney yang penasaran kenapa juga Rita bertanya begitu.


"Lalu setelah tahu itu buruk kenapa kamu memaksa aku buat jadi sama Alex? Padahal dulu itu aku sudah mau berhenti chat sama dia karena kasar ternyata orangnya. Kamu juga pasti tahu kan kasarnya dimana. Omongannya," kata Rita yang selesai membaca 1 komik.


Ney termenung. Memang ada kejadian saat Rita mau berhenti chat, dirinya lah yang terus memaksa Rita dengan banyak mengatakan alasan. Memojokkan kalau Rita yang salah agar masih mau mengobrol dengan Alex yang seperti itu ciri orang yang pandai memanipulasi perasaan orang dan sama sekali tidak direkomendasikan untuk dijadikan teman sih.


Ney juga pernah dikatai oleh Alex saat dia marah karena Ney memberitahukan soal masa lalu tanpa ada pemberitahuan, apalagi Rita juga ternyata sama sekali tidak memperdulikan soal masa dulu. Ney pun lemas seakan semua usahanya ternyata tidak membuat Rita menjadikannya sebagai orang yang dekat. Aneh ya menurut Rita kok bisa - bisanya cari tahu soal orang lain untuk dianggap sebagai Sahabat. Fix ya Ney itu kurang berpengalaman atau kurang ilmu soal arti Sahabat yang sebenarnya. Dan kata - kata Alex kepadanya pun memang sangat parah. Disini tidak akan dicantumkan seperti apa yang Alex katakan karena kalau dicantumkan, bisa - bisa ada peringatan dari Editor Noveltoon hehehehe...


"......." kata Ney. Apa yang Rita ketikkan entah kenapa semuanya menohok dengan apa yang dia lakukan.

__ADS_1


"Sampai aku bilang aku php-in dia segala, orang aku biasa saja sama dia," kata Rita yang membuka komik yang lain. Akhirnya dia punya waktu luang juga membaca semua komik yang banyak dia beli namun tidak sempat dibaca. Koleksi komiknya lebih banyak daripada Ney, Rita memiliki kamar tersendiri untuk buku kesayangannya itu sedangkan Ney hanya ada di dalam kamarnya saja ditumpuk begitu saja.



".........." Ney tidak mampu berkata apapun.


"Siapa juga tuh yang bilang kalau aku sakiti hati dia segala, orang dianya saja yang kepedean padahal lebih sering kena sakit hati perempuan lain kan yang jadi pacar dia hanya karena uangnya," kata Rita.


"........" benar juga sih lelaki macam Alex yang sering merasa paling ganteng sewilayahnya pasti sering kena permainan perempuan lain. Ney juga menyadari kenapa dia baru sadar itu sekarang, ya memang benar kalau dia mengejar sesuatu demi keuntungannya sendiri. Meski katanya untuk menolong Rita. Sampai tidak bisa berpikir apapun dan melihat apapun.


"Siapa juga coba yang super pede kalau aku sama dia akan jadi kekasih, yang ada jadi musuh tahu! Sama dengan judul novel ini. Huh!" Kata Rita bete banget.


"Yaaa itu sih... aku hanya menduga saja, kan kalau kamu betul jadi dengan Alex ya aku juga pasti kena efek besarnya gitu. ( Bagian ini langsung dia hapus seketika, tapi tentu saja Rita sudah melihatnya ). Ya pokoknya aku tahu kok kalau kamu suka sama dia juga kan. Hayo ngaku! Sudah banget sih jujur yaaa..." kata Ney dengan senang bisa membalikkan perkataan Rita kepadanya.


"Oh, dia tahu juga? Soalnya dia memang manis banget sih terus benar - benar buat gimanaaa gitu tapi sama aku juga dia tidak memberikan hatinya," kata Ney yang agak sedih. Baginya dia suka Alex karena fisik dan kayanya saja.


"Suka itu banyaaaak maknanya, Ney. Suka yang bagaimana dulu maksud kamu karena si Alex juga salah. Dia kira aku suka karena cinta," kata Rita menjelaskan. Apa Ney juga hanya tahu rasa suka itu artinya cinta ya?


"Kamu kan memang suka Alex kan," kata Ney lagi. Yah memang dia tidak mengerti berarti.


"Kan aku sudah bilang memangnya harus sampai 100x supaya kamu tidak banyak menanyakan itu lagi?" Tanya Rita keheranan.


"Ya lalu kalau suka kenapa tidak seperti aku atau perempuan lain?" Tanya Ney. Ney dan Rita adalah kepribadian yang seperti minyak dan air. Sudah kalau disatukan karena dari visi dan perilaku keduanya sangat bertolak belakang. Sampai sekarang pun Author juga heran kok bisa tahan ya? Oh iya kan aku yang nulis kisah mereka ya.. Rita bisa tahannya karena dia tidak peduli dan cuek juga tapi dia sangat suka memperhatikan siapapun yang dekat dengannya. Soal Ney memang sedikit ada unsur baiknya selebihnya, no no. Ney juga berpendapat sama karena dalam pemikirannya apa yang dia lihat tentang siapapun itu semuanya terbalik.


"Hanya suka saja bukan cinta, Ney. Seperti aku fans sama Prince Mateen ya itu bukan cinta tapi rasa suka ibaratkan penggemar lah. Ya seperti itu aku suka Alex hanya sebatas suka, kagum, suka dengan pemikirannya ya sudah sisi lainnya yang ada inginnya aku hajar dia sih. Orang aku belum pernah ketemu dia secara langsung juga jadi aku tidak mau sembarangan memberikan Cinta yang sesungguhnya atau hati. Aku tidak mau seperti kebanyakan perempuan yang bisa sembarang kasih rasa cinta tapi akhirnya selingkuh atau kecewa," jelas Rita agar Ney mengerti.

__ADS_1


"Kok seperti kamu menyindir aku ya?" Tanya Ney bete.


"Mana ku tahu itu pendapat soal aku memangnya aku bilang maksudnya itu kamu? Banyak keleees perempuan macam itu bukan kamu aja," kata Rita tertawa memang dia tidak bermaksud menyindir hanya sepertinya Ney merasa seperti itu.


"Oh, begitu," kata Ney yang langsung biasa saja tadinya dia sempat emosi juga tapi melihat Rita memang biasa saja, ya dia yang salah paham. Ney mengaktifkan kemampuan 'Melihat'nya pada Rita dengan begitulah dia bisa tahu Rita sedang apa, merasa bagaimana. Tapi tetap saja bisa dengan mudahnya dia terbawa emosi padahal seharusnya dia bisa berhati - hati ya, memang tidak bisa mempergunakan kemampuannya dengan kreatif sih.


"Nih ya biar kamu tahu saja aku tidak suka lelaki alay dan lebay. Si Alex itu lebay parah tahu!" Kata Rita teringat pada percakapannya yang lalu.


"HAHAHAHAHA!" Kata Ney tertawa keras dengan agak lebay juga.


"Perempuan lebay wajar, tapi kalau lelaki aneh lah. Makanya aku hanya suka saja sama dia karena jujur sih dari wajah sampai kaki memang... yahhh... menarik hormon gairah perempuan sih tidak heran kalau dulu dia banyak melakukan hal - hal seperti berzina. Orang super kaya seperti itu banyak ya masa lalunya kelam yang terpenting sekarang kan tidak begitu. Mungkin," kata Rita semoga benar dia sudah tobat. Kalau ternyata masih, amit - amit deh!


"Iya memang parah banget kapan ya kita bisa ketemu secara Realnya? Aku juga penasaran sih," kata Ney membayangkan seperti apa Alex.


"Buat apa kamu penasaran kan sudah langsung lihat sampai di balik bajunya segala. Kalau bertemu mau ajak kamu diajak dia ke motel?" Tanya Rita yang merinding.


"........ iya juga ya.. jadi serem badannya gede lho dipeluk dia saja sepertinya akan remuk. Kamu hati - hati kalau nanti bertemu. Hancur semua pasti," kata Ney tertawa. Tapi dalam hati tidak masalah kalau Alex membawanya kesana juga ( agak mirip si Ameera mesum ini mah ). Kalau sampai hamil kan bisa ....


"Atau jangan - jangan kamu akan senang banget ya kalau Alex ajak kamu ke hotel," tebak Rita.


Ney kaget! 'Apa si Rita bisa baca isi hati gue juga ya? Nebak tapi kok mengena banget sih!?' Pikir Ney. "HAH!? Ya nggaklah! Serem banget sih nebaknya,"


"Oh ya? Kamu kan agak mesum juga orangnya. Pacaran kamu saja sama yang mantan di SMP sudah jauh kan. Kamu sendiri cerita kalian pernah saling ******. Lalu sama Dins juga mungkin yaaa sudah sampai berhubungan intim?" Tanya dan tebak Rita. Karena pergaulan Ney itu totalitas parah banget karena dia anak Jakarta. Ada kemungkinan saat tinggal di Bandung pun kebiasaannya di Jakarta ya masih menempel. Hampir mirip Alex yang Rita rasa tapi kalau Alex sudah bisa menghentikan semuanya meski Rita tidak tahu juga karena mereka sangat jauh.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2