
"Kamu yakin pendapat kamu selama ini benar? Kalau aku sih meragukan ya karena menurutku kamu hanya sok tahu saja," kata Ney dengan kelakuan yang mencerminkan dia ketakutan dengan apa yang Rita katakan itu.
"Aku lebih lama kenal kamu meski kamu sama sekali tidak pernah melihat aku ADA. Dan juga lebih peka soal teman perempuan daripada lelaki. Aku yakin," kata Rita merasa tepat sasaran.
"Terus aku heran kenapa Diana mau ya berteman sama kamu? Yang aku lihat itu, kamu tidak ada apa-apanya," kata Ney. Sifatnya yang menyebalkan itu pantas saja tidak ada yang bisa tahan dengannya dalam pikirannya, entah apa yang dia pikirkan.
"Kamu juga tidak ada apa-apanya kalau mau dekat dengan dia. Aku? Sahabat dia yang selalu di suka maupun duka tidak seperti Anda, yang ada hanya senang saja," balas Rita dengan telak.
Mereka terus saling melontarkan membalas nyinyiran sampai Ney kehabisan kata-kata. Ternyata tidak bisa diremehkan soal Rita ini dipikirnya dia hanya sebatas penurut dan tidak bisa melawan, ternyata lebih garang.
Hanya Arnila yang terdiam menyaksikan kegarangan kedua temannya itu kalau Ney sih memang orangnya senang sekali memancing emosi orang. Sedangkan Rita perempuan kalem yang selalu emosi kalau Ney sudah membicarakan sesuatu yang diluar nalarnya.
Sebelum kenal Alex juga mereka jarang tidak pernah bertengkar intinya always fighting. Sudah bukan peristiwa yang aneh kalau sekarang akibat Ney melihat Rita bisa memiliki hati Alex, tentu membuat Ney terbakar cemburu. Menurutnya hanya Rita tidak pantas bersanding dengannya karena kehidupan Alex sangat glamor.
Sebisa mungkin Ney selalu berusaha membuat hubungan mereka menjadi buruk, apapun termasuk dia tidak perduli kalau harus mengorbankan temannya sendiri untuk menjadi korban. Memang sih kehidupan Alex sangat penuh sisi berduri, banyak sekali orang biasa yang berakhir mengenaskan karena tidak tahan iman.
Tapi Alex sendiri percaya kalau Rita tidak akan sama makanya dia sendiri terus mengejarnya. Dia pun tahu niat dari Ney sebagian baik tapi cukup aneh karena sebagiannya dia membuat suatu hubungan-hubungan ke arah mana-mana. Sebelum semakin jauh, Alex akan berusaha membuat Rita jauh dari Ney tapi toh semakin waktu ke waktu, Allah membuktikan sesuatu kepada Rita sendiri.
"Ngomong-ngomong Diana itu siapa?" Tanya Arnila. Dia merasa tidak mungkin kalau Ney berkenalan dengan seseorang yang tidak dia kenal. Kalau temannya Rita mungkin saja tapi kenapa Ney membahasnya?
"Dia sahabat aku di perkuliahan. Dia juga ada masalah tuh sama Diana, kamu tahu tidak kalah dia habis ditaplok sama sahabat aku tuh," kata Rita.
Arnila kaget membaca. "Hah!? Kenapa?! Serius, Ney? Lu buat masalah apa lagi sih. Heran gue senang sekali sih buat banyak musuh," kata Arnila. Sudah banyak kebanyakan perempuan yang memiliki masalah dengannya gara-gara kelakuannya yang genit dan bicara blak-blakan.
Ney kesaaaaal sekali hari ini dari Arnila yang ternyata mulai membeberkan kebenaran soal dirinya lalu juga Rita yang menyebarkan soal dia ditampar oleh sahabatnya itu.
"Iya aku ditampar. Kenapa? Kamu itu tidak tahu seperti apa perasaan aku," kata Ney yang menangis main-main.
"Oh ya? Seperti apa perasaan kamu? Bagaimana rasanya saat kamu memfitnah aku di depan semua teman kampusku. Puas? Aku miris sekali sama kamu tidak sangka kamu bisa sampai begini," kata Rita bingung.
__ADS_1
"Intinya dia itu iri, Rita. Selain dia ternyata kamu punya teman yang lain yah baginya teman kamu cukup dia saja," jelas Arnila membuat Ney kelabakan lalu diam.
"Sekarang siapa yang sebenarnya kesepian? Perlu teman? Ney, kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Banyak manusia hanya diri kamu saja mau membuka menerima mereka atau tidak. Aku jujur tidak bisa hanya harus menerima satu orang dari lahir sampai besar, temanku itu terus," jelas Rita tertawa keras.
"Iya. Rita marah tidak tahu kamu punya grup? Tidak kan, dia juga punya grup tapi pasti beda sih isinya. Sama-sama saling menghargai lah, kita nih makhluk sosial bukan individual," kata Arnila. Dia sendiri juga saat kuliah memiliki grup dan akibat dirinya memasukkan Ney dalam kelompoknya, alhasil semuanya hancur dan bubar.
"Kamu super egois tapi kamu tidak sadar. Kamu menuding aku, mungkin Arnila juga siapapun egois padahal sebenarnya orang yang sering menuduh itu yang paling bermasalah lho. Aku yakin saat kamu tahu aku dengan Alex, Arnila pasti kamu depak begitu saja dan mulai menyombongkan diri kalau kamu dekat denganku. Sudah jelas," kata Rita mengeluarkan semua pemikirannya.
"Iya sepertinya akan seperti itu sih, Rita," kata Arnila yang sudah kebal dengan Ney.
"Kamu tidak akan apa-apa tuh? Kalau aku sih lebih baik tinggalkan saja. Pemikirannya norak sekali. Bayangkan kita anggap dia sebagai satu-satunya teman, yang dimana dia hanya butuh kita sebagai penonton. Dia pamer segala macam benda yang dia punya," kata Rita yang sudah membara.
"Yahhh sudah biasa kok Rita. Kamu kan kenal dia semasa SMP yah berbeda setahunlah. Aku kenal dia saat dia mau pindah ke Bandung keluar dari Sekolah Dasar. Dulu dia tidak begitu kok baik sekali hanya saja kamu tuh kenapa sih berubah drastis," kata Arnila keheranan.
"Yah pakai nanya. Tahu lah pasti dia kena perundungan entah sewaktu SD atau masuk SMP makanya dia balasnya ke aku. Teman macam apa kamu parah!" Kata Rita yang sebal sekali. Dia harus wudhu untuk menghilangkan kekesalannya dan berlari ke kamar mandi.
Ney yang kemudian memeluk kedua kakinya di lantai dan menggoyangkan badannya perlahan sambil berbicara sendirian. Sambil sesekali menepuk-nepuk kepalanya dan menangis lalu mengomel sendirian. Adik dan kakaknya ada tapi mereka sama sekali tidak ada yang menolongnya. Adiknya sibuk bermain game balapan dan kakaknya sedang berkaraoke dalam kamar.
Sambil mengunyah dia nyerocos entah apa membaca kicauan Rita. "Sudah deh ya Arnila kamu tidak perlu ikut campur segala deh. Ini urusan aku sama Rita. Mana dia? Setelah mengomel sekarang hilang? Kabur dia? Hahaha beraninya hanya segitu doang," kata Ney tertawa.
"SHOLAAAAT!! CHAT TERUS. Mana mungkin kamu bisa dengan Alex tidak pernah sholat. Tinggalkan saja si Ney, kafir dia tuh," kata Rita yang ternyata langsung mengerjakan sholat ashar.
"Ini aku juga mau sholat dulu. Sudah ya aku off deh dari grup sementara waktu sampai urusan kalian selesai. Bicarakan baik-baik ya." Chat terakhir dari Arnila dan dia meninggalkan grup itu.
Membaca itu, Ney meletakkan ponselnya dan menggosokkan jemarinya ke seprai kasurnya lalu mengambil lagi cemilannya. Ney juga entah kenapa dia mulai mengikuti kebiasaan Rita yaitu menimbun makanan. Adik dan kakaknya kadang memaksa meminta kalau tidak diberi, kakaknya akan mengancam memberinya tinju tapi sebelum terjadi, adik lelakinya sudah melemparkan kakaknya keluar kamar Ney.
Dan kakaknya teriak macam orang gila itulah kenapa neneknya memakai lantai dua yang kedap suara karena kelakuan ketiga cucunya yang tidak waras. Soal makanan pun, neneknya sama sekali tidak mau satu meja benar-benar tidak mau tersentuh dengan mereka. Karena sesuatu di masa lalu membuatnya harus terpaksa menjauh dari mereka bertiga kecuali orang tuanya.
Baiklah para pembaca sebelum Anda membaca lagi alangkah lebih baiknya mencuci wajah dulu supaya fresh dan jangan lupa siapkan makanan. Karena bagian ini sangat penuh emosi, senam mengatur nafas sebelum mulai.
__ADS_1
Setelah selesai, Rita pun siap tanding mental dan menyiapkan jempolnya untuk mengetik. Dia melakukan peregangan jempol terdahulu, chat dengan Ney membutuhkan banyak energi karena sifatnya sangat suka menghisap energi. Namun sayang energi positif Rita tidak bisa dia gunakan karena orangnya terlalu banyak energi negatif. Intinya tidak bisa tertolong deh.
"Oke, sekarang urusannya dengan Diana ya apa kamu pikir aku mendapatkan dia menggunakan mantra santet?" Tanya Rita.
Ney yang menunggu chat dari Rita lalu membaca. Dengan bibir yang senyum senang dan sangat aneh dia menjawab, "Iya apalagi. Kamu kan punya Gift," kata Ney.
"Norak lo," kata Rita.
Ney diam membacanya. "Lho, kenapa norak? Kan kamu punya Gift masa sama sekali tidak pernah kamu gunakan sih?" Tanya Ney tidak percaya.
"Memangnya kamu nih lahir di keluarga dukun apa? Bisa-bisanya mikir ke arah situ," kata Rita menohok Ney yang memang Rita tidak tahu seperti apa keluarga aslinya.
"Kan aku juga punya Gift, Rita. Itu dari Allah langsung lho aku ya selama ini selalu menerawang kalau kamu akan bertemu Alex. Tapi kalau kamu sama dia, kamu akan membuat dia mati. Aku lihat da dia meninggal kecelakaan," kata Ney dengan wajah cengengesan sendiri.
"Aku berdoa," kata Rita yang geram tapi terus beristigfar.
"Iya berdoa juga itu akan terjadi kok. Itu penerawangan yang aku terima ya dari Allah," kata Ney dengan bangga. Neh heran sama anak ini dia ngaku Islam tapi kok begitu ya?
"Semoga doa itu terjadi sama kamu atau orang yang dekat sama kamu, Aamiin," kata Rita menyelesaikan perkataannya.
Ney kaget membacanya, Rita membalikkan semua doa Ney. Sebenarnya penerawangan yang Ney mengaku lihat itu tidak ada sama sekali tapi memang dia bisa melihat semacam makhluk halus. Dan soal Gift dari Allah swt itu, kalau benar ada tidak pernah soal keburukan atau kejelekan. Antara musibah bisa untuk seseorang atau banyak orang karena untuk diri sendiri, seperti Rita itu sama sekali tidak ada.
Dan Rita jelas merasa kalau Ney tidak punya Gift sama sekali jadi ada kemungkinan yang dia lihat itu informasi dari para tetuyul yang dia punya. Aneh sekali dia tidak pernah merasa terganggu padahal yang menempel di Rita saja membuatnya susah dekat dengan lelaki.
"Ya habis aneh saja sih sudah dapat Diana, sekarang kamu bisa mendapatkan Alex. Semua itu sangat diluar nalar," kata Ney yang tidak mengerti.
"Iyalah, otak kamu otak tempe. Kurang makanan bergizi, makanya otak kamu lemah. Selama ini kamu hidup juga hanya butuh orang yang bisa melihat apa yang kamu punya kan. Kamu itu sama sekali tidak memerlukan teman, Ney jadi itu tercap di setiap perilaku kamu. Menjadikan kamu sulit mendapatkan teman, apalagi ilmu soal Teman sendiri kamu itu nol," jelas Rita membuat Ney malas membacanya.
Dia tidak mungkin membaca semuanya dan akan melewatinya saja toh dia sudah tahu kalau Rita pasti akan mengirimkan banyak isian. Baru saja melakukan itu, chat Rita datang lagi.
__ADS_1
"BACA!" Seru Rita membuat Ney kaget dan akhirnya ya dia baca juga.
Bersambung ...