ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(235)


__ADS_3

"Awal - awal iya tapi dari mengalah itu nyatanya saat aku disalahkan dia kabur kan. Setelah itu, aku tobat! Tidak mau lagi jadi budak dia jadi aku melawan. Aku bilang saja, 'Pretttt memangnya aku takut! Coba sana kamu laporkan saja. Amit - amit ya kamu apa - apa serba Alex. Kamu tuh lebih takut sama orang yang punya banyak uang ya pantas kelakuan lu amit - amit! Heh, lu lapor ke dia juga si Alex bakalan laporan ke gue! Jangan mengira ya aku tidak tahu apa - apa! Sana lapor, gue tidak takut!'" Kata Rita.


"HAHAHAHA ya pastilah aku laporkan. Orang tidak tahu apa - apa juga," kata Alex tertawa.


"Terus sudahnya dia bilang, 'Bener ya gue laporin nih. Tuh Alex bakalan marahin kamu, rasain!'" Kata Rita.


"Hah? Tapi tidak ada chat kok hanya kamu saja," kata Alex.


"Ya memang. Kamu kan waktu chat ke Ney kalau sudah selesai kamu off dia kan jadi dia tidak akan bisa chat kamu," kata Rita tertawa.


"Iyalah, aku cuma mau chat sama kamu saja. Aku beritahu kamu ya meskipun aku chat dia itu bukan isi soal yang romantis atau bagaimana. Aku juga sering kok beritahu dia atau memberi saran untuk lebih menghargai kamu. Tapi sepertinya dia senang sekali buat memancing emosi kamu, nanti lagi kalau dia begitu. Tahan! Dia bicara apa, jangan dipedulikan. Orangnya sangat bermasalah melebihi aku ya. Lalu? Sepertinya kamu buat jebakan ya," kata Alex senang.


"Pembuat masalah? Ohh iya juga ya dia selalu menarik emosi padahal aku lagi santai. Ya dia bilang sudah laporan kan terus aku bilang ke dia, 'Kata Alex mau bilang apa? Sampaikan saja pada Rita,' kamu kan pernah bilang begitu waktu aku chat kalau Ney mau melaporkan sesuatu. Nah aku perlihatkan ke Ney dengan Arnila. Ney langsung beku di tempatnya, Arnila tertawa. Terus alu tunjukkan juga tampilan inbox chat kamu ke dia, itu di off jadi aku bilang, 'Kamu mau bilang apa? Bisa kamu kirim chat ke dia. Beraninya hanya bicara saja. Nih buktinya bisa chat dia?' Rasain lu!" Kata Rita dengan senang.


"Aku rasa Ney pasti langsung sebal. Setelah itu ada dia mengancam? Jangan takut ya. Kamu bukan tipe penakut sih," kata Alex sambil makan malam.


"Ya tidak berani lagi kalau dia begitu lagi aku suka bilang "Bulshit!" Karena dia memang beraninya di mulut saja. Ngomong - ngomong kamu pernah memarahi dia ya. Kenapa?" Tanya Rita sambil memakan cokelat.


"Dia terlalu ingin ikut campur. Banyak bertanya lalu aku bilang, 'Kamu Sahabatnya kenapa kamu jadi bertanya ke saya?' Banyak bertanya soal apa yang kamu suka, visi misi, banyaklah. Aku heran kan yah soal Buddy itu ternyata memang kamu salah lihat artinyaπŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘. Aku minta maaf juga ya sudah salah paham," kata Alex merasa tidak enak.


"Hahaha aku juga maaf ya pelajaran bahasa Inggris banyak yang lupa sih. Aku mengajar TK Kelas A jadi yah begitu hehehe... memang aneh sih ya kenapa bertanya ke kamu soal aku?" Tanya Rita dia merasa aneh juga. Ya memang selama ini kan dia juga tidak menganggap sebagai teman.


"Karena kamu mulai dekat dengan aku, mungkin dia merasa sudah dekat juga dengan aku kan sudah jadi mantan. Mantan pun aku tidak mau lah, dia cari tahu kita sudah lebih kenal lama pastinya aku mungkin sudah punya banyak info soal kamu. Jadi aku marahi saja apalagi saat dia bilang dia tahu seperti apa masa laluku dan memberitahukannya ke kamu. Saat kamu tahu, aku jadi sangat membencinya kamu. Awalnya tapi saat aku menyelami isi pikiran dan hati, kamu sama sekali tidak pernah menyinggung soal masa lalu aku. Kamu lebih penasaran soal kegiatan sehari - hari aku. Why?" Tanya Alex.


"It's not important to me. What matters is who you are now, who is in the present. What do I ask about your past? ( Itu bukan hal yang penting bagi aku. Yang penting adalah diri kamu yang sekarang, yang ada di masa sekarang. Buat apa aku pertanyakan masa kamu yang dulu )?" Kata Rita yang merasa aneh kalau Alex terus memikirkan itu.


"You accept all about me? My past was bad and I regret when I got to know you all this time ( Kamu menerima semua tentang aku? Masa lalu aku buruk dan aku menyesal saat bisa kenal denganmu sampai selama ini )," kata Alex.


"I'm not perfect either, you too, everyone. Your past story is dark, my experience can't be called pleasant either ( Aku juga tidak sempurna, kamu juga, semua orang. Cerita masa lalu kamu kelam, pengalaman aku juga tidak bisa disebut menyenangkan )," kata Rita.


Iya memang Alex tidak menangkap pemikiran lain mengenai masa dia yang telah berlalu meskipun Alex masih saja menyesalinya. Alex pun mulai melepas kenangan buruknya dulu dan mulai mencoba berjalan lagi. Pemikiran Rita sangat bersih dan memang hanya hal yang ringan yang ada di benaknya. Pemikiran tentang Ney pun sama sekali tidak ada meski dia merasa heran kenapa dia harus melakukan hal itu padanya sampai sekarang.


"Tapi aku heran kok dia bisa tahan sih memakan buatannya sendiri apa dia tidak pernah mengukur bumbu saat masak? Garam di kentangnya itu kamu juga pasti lihat kan," kata Alex yang tidak habis pikir mengenai makanannya.


"Hahahaha! Saat melihat dia memasukkannya ke dalam kotak bekal, aku berharap kamu tidak koma," kata Rita tersenyum sambil berganti baku dengan baju tidurnya.


Saat menunggu balasan Alex, Prita dan kedua temannya masuk sambil senyum. "Apa?" Tanya Rita dengan datar.

__ADS_1


"Ini nih Prita ajak lihat lemari makanannya," kata Anne sambil malu - malu.


"Mau lagi dong keripiknya masih banyak kan," kata Prita. Mereka lalu membuka lemari makanan tempat Rita dan terpukau melihat isinya. BANYAAAAKKKK BANGET!! Cokelat, susu, permen, apapun ada semua.


"Benar kan, aku tidak bohong!" Kata Prita dengan bangga.


"Wah gila ini mah. Kalau tinggal di luar negeri, setahun bisa tidak keluar rumah! Teteh bisa habiskan semua sendirian?" Tanya Karla.


"Ya tidak sendirian sih. Kalau tidak ada makanan, banyak yang masuk ke sini tapi harus bilang," lirik Rita melihat adiknya mengambil samyang rebus.


"Hehehe... Prita mau samyang ya! Ini rasa baru kan, ada 2 lagi tuh! Boleh boleh. Mereka juga mau," kata Prita yang langsung mendorong kedua sahabatnya.


"Itu mah Prita saja, teh! Maksa lagi!" Kata Anne tersipu.


"Mau yang mana? Ambil saja. Keripik juga kalau mau lagi ambil saja. Tanyain itu anak - anak teteh atau kamu ambil saja, Pri. Takutnya semua malah diborong seperti waktu itu," kata Rita sambil membuka lebar lemarinya.


"Oh iya ya sampai Ray manyun karena mau ambil lagi makanan kan. Ya sudah Prita ambil 3 cokelat Lagie dan 3 botol yoghurt susu ya. Kalian mau apa?" Tanya Prita melihat ke arah sahabatnya berdiri.


"Aku sih mau keripik teh. Tuh Karla katanya mau topokki," tunjuk Anne. Lalu Karla memukul keras Anne sampai kesakitan.


"Kalau ada sih.. tapi apa saja deh boleh," katanya malu - malu.


Ketiga ponakannya langsung menyambut dengan sumringah dan berterima masih pada Rita. Terdengar suara seru dibelakang kamarnya Rita lalu Rita kembali ke ponselnya dan melihat Alex membalas.


"Rita? Helloooo..." katanya. Rita tertawa membacanya.


"Maaf maaf ada iklan sebentar," kata Tita yang sudah kembali.


"Apa?" Tanya Alex penasaran. Ney kah?


"Sahabat adikku dan adikku sendiri meminta cemilan. Lalu aku sekalian membagikan untuk tiga keponakan dan ibunya," kata Rita.


"WOW! Kamu punya banyak makanan?" Tanya Alex. Rita lalu memfotokan lemari makanannya dan mengirimkannya pada Alex. "WHOT!? SEBANYAK ITU!? Heaven's...." katanya dengan emoji terkezut.


"Iya hehehe aku kalau ada tugas kan suka lapar jadi ya sudah aku banyak beli makanan. Hampir penuh jadi sekitar dua minggu tidak perlu belanja dulu," kata Rita bangga.


"Asiknyaaaa 😭😭😭kalau aku ada disitu semuanya aku rampok!" Kata Alex 😝😝😝.

__ADS_1


"Aku sudah siapkan jebakan untuk tikus besar kalau nanti mencuri," sambil memfotokan raket listrik pada Alex.


"Sebel!" Kata Alex 😒😒.


"Sini kalau berani!" Kata Rita tertawa.


"Buat dipukul? Tidak mau!" Kata Alex pasti manyun.


"Mau dikasih kue tidak? Ya sudah tidak rugi juga," kata Rita jahil.


"Mauuu! Kirim sini bertemu dengan pamanku lagi 😝😝," kata Alex.


"Boleh boleh. Paman kamu ganteng sih, nanti bayar ya," kata Rita sengaja membuat Alex cemburu.


"Tidak jadi! 😀😀😀kamu hanya ingin bertemu pamanku saja!" Kata Alex.


🀣🀣🀣🀣 "Kamu yang bilang lho titipkan pada pamanmu lagi? Kasihan lho dia nanti dikejar Ney lagi bagaimana? Mau buat masalah lagi? Kamu tidak kapok ya?" Tanya Rita.


"😝😝😝tapi kamu suka kan. Kalau aku tidak ada pasti kesepian," kata Alex dengan percaya diri.


"Lalu kamu apakan makanan Ney yang berbumbu bahaya itu?" Tanya Rita sengaja mengalihkan topik.


"πŸ˜’πŸ˜’my mom banned me for eat it more, apa kamu pernah mencampurkannya ke berbagai makanan? My mom do that tapi karena terlalu asin ya sama sekali tidak ada efek apapun," kata Alex.


"Aku juga sama. Semua orang melepehkan makanan buatan Ney, kasihan sih tapi memang tidak enak. Waktu dimakan darah mereka naik dan merasa pusing. Kalau punya Arnila sih aman, tapi punya Ney tidak ada lagi yang mau memakannya termasuk aku. Tapi kalau nanti Ney bertanya, kamu jangan sampai bilang tidak enak ya meskipun dia tidak punya perasaan, tapi dia ada sedikit rasa buat kamu sih," kata Rita.


"Tentu. Kamu masih bisa berbuat baik padanya meskipun dia sudah banyak berbuat jahat sama kamu. Itulah sebabnya aku suka kamu hehehe," kata Alex dengan wajah yang memerah. Dia sangat malu sekali mengakuinya, saat itu.


"Dia percaya diri sekali soal apapun termasuk masakan. Aku yakin saat makan yang ada di benaknya hanyalah 'Mengalahkan Rita' masak itu kan harus memakai hati, rasa senang makanya yang tidak pandai masak saja pasti enak. Kalau Ney sih sama sekali tidak punya itu," kata Rita.


"Dia itu insecure banget sama kamu tapi aku yakin kamu sama sekali tidak tahu. Banyak iri dan cemburunya dengan keluarga kamu yang hangat, sedangkan dia jauh dari itu. Sebenarnya normalnya tindakan kami yang tidak peka itu ada baiknya juga kalau saja Ney bisa lebih berpikir normal. Kamu itu sangat menyenangkan. Terutama soal masakan, dia sangat tidak terima kalau harus mengakui masakan kamu memang enak," kata Alex.


"Dia keceplosan waktu makan bareng itu katanya buatan aku enak! Tumben!" Kata Rita.


"Yang aslinya tidak begitu, masa lalu dia tidak menyenangkan dan lingkungannya tidak ada perubahan. Sayang sekali, kalau aku masih punya kakak, orang tua yang selalu siap membimbing juga kedua sahabat. Kalau dia tidak ada waktu dia ikut bully, yang aku baca hanyalah soal 'kamu anggap dia teman jadi kamu harus rasakan apa yang aku rasakan saat dibully oleh teman sendiri.' Makanya aku merasa kamu sama dia tidak cocok tapi kamu kenapa anggap dia sebagai Sahabat kamu? HAHAHA ternyata karena kamu salah baca artinya. Ya Allah!" Teriak Alex.


"Maaf deh, aku memang bodoh. Tapi kalau soal masakan tidak ya. Anyway, tadi pagi kamu bangun jam berapa?" Tanya Rita penasaran.

__ADS_1


BERSAMBUNG ...


__ADS_2