
Di bekam juga sudah dilakukan oleh Rita tapi tetap saja tidak ada efek hanya segar saja ke badannya karena racun - racun yang bersumber dari makanan atau minuman sudah dibuang.
"Bagaimana?" Tanya Rita menunggu jawaban Arnila.
"Iya katanya mereka akan datang. Mau jam berapa?" Arnila memberi informasi.
"Sebisanya mereka saja aku selalu ada kok di rumah. Oh iya biasanya datangnya berapa orang?" Tanya Rita lagi.
"Sendiri atau berdua sama gurunya Ustadz. Sebentar ya aku kabari Ustadz dulu,"
"Nil, tarifnya berapa?"
"Hmmmm tanya mereka sajalah takutnya berbeda," kata Arnila.
"Kamu dong. Kan kamu sudah jadi langganannya. Tidak apa - apa katakan saja,"
Beberapa menit akhirnya Arnila memberitahukan. "2,5. Bagaimana? Masih mau? Memang sih mungkin mahal ya tapi kalau di aku Alhamdulillah berhasil," kata Arnila. Duh, sebenarnya keberatan ya tapi Rita menghargai uluran bantuan Arnila jadi ya sudah deh dicoba dulu saja.
"Sebentar," Rita kemudian menceritakannya pada orangtuanya dan mereka setuju. "Oke!"
"Siap! Aku hubungi mereka dulu ya nanti aku hubungi kamu lagi," Beberapa jam Rita menunggu masih belum ada balasan. Ney menjapri,
"Kamu jadi diruqyah?"
"Jadi. Aku lagi menunggu keputusan waktunya dari Arnila. Kenapa? Kamu tahu Arnila suka di ruqyah?"
"Tahu," jawabnya.
"Kenapa kamu tidak mencoba?" Tanya Rita penasaran. Seumur hidup perlulah manusia di ruqyah untuk menyegarkan jiwa rohani sekaligus menyembuhkan luka dalam diri.
"Aku sih baik - baik saja," jawabnya.
"Kamu tidak sadar kalau kamu itu 'sakit' maksudku jiwa kamu hanya kamu tidak sadar saja. Siapa tahu kepribadian kamu begitu karena ada campur tangan dari jin juga," kata Rita secara gamblang. Sakit tuh berada langsung ditampar sama panci.
"Itu urusan aku," jawabnya yah paling juga sambil mendelik atau entahlah.
"Iya tahu urusan kamu. Aku cuma kasih saran buat kewarasan kamu saja. Biar tidak selalu berpikiran negatif ke semua orang,"
"Memangnya akan ada efek?" Tanya Ney, dia mengalihkan topik.
"Mudah - mudahan. Aku sering tidak tidur karena yang-kamu-pasti-tahu-kenapa," macam Harry Potter saja yang mengkodekan nama Voldemort.
"Oh." Jawab Ney singkat dan sekianlah chat mereka berdua berakhir. Sekali - kali garing biar tidak bosan ya.
Ini dalam hati Ney:
__ADS_1
'Gila si Rita seriusan dia mau di ruqyah! Tapi mungkin bagus sih supaya kemampuan dia itu tidak melampaui punya aku. Merasa kemampuannya paling tinggi saja sudah songongnya dan buat apa juga aku harus ruqyah? Aku baik - baik saja kok tidak ada yang salah dengan aku, apa yang sudah aku punya buat apa aku bersihkan? Aku masih memerlukan itu semua untuk kehidupan aku.'
Orang yang lebih mengedepankan makhluk astral sebagai kebutuhannya patut diwaspadai. Apalagi dia sampai meragukan keberadaan Allah SWT dan tidak mengakui adanya kebenaran Al Qur'an, sudah sangat parah. Mungkin efek dia terlalu banyak yang dipelihara kali ya. Setelah pengalaman yang Rita alami, dia yakin kalau Ney memang punya Toyol ( aka Tuyul ) karena uang Rita selalu hilang tak berjejak. Dan Ney juga pernah keceplosan soal Toyol ini. Ternyata Toyol mudah didapat tapi serem ya, banyak orang memelihara untuk mendapatkan kekayaan. Kalau kasus Ney sih pastinya untuk mengumpulkan uang dari orang yang ada di dekatnya.
Kalau dia sudah tahu ada Toyol kenapa tidak diusir yang ada dia biarkan. Apa dia tidak merasa terganggu dengan cibiran orang - orang meski dia bilang bukan dia yang lakukan. Serius kalau kalian tahu saja seperti apa penampakan Ney, pasti tidak akan mau dekat - dekat apalagi sudah ada sejarah cerita mistisnya. Semua orang yang dekat sama dia, isi dompet akan mengempis menjadi daun kering bukan sihir bukan sulap karena toyoooolll.
"Rita, kata Ustadznya mereka bisa datang sekitar jam 7, ruqyahnya berlangsung selama 4 jam," Itu juga tergantung dari jin yang ada di dalam diri kamu bisa lama bisa sebentar," jelas Arnila.
"Kalau lama tarifnya lebih mahal ya?" Rita harus siap - siap menyumbang juga.
"Tidak sama saja. Mau pendek mau lama sama saja kok,"
"Rugi ya kalau pendek," Rita tertawa karena tertampang uang 2,5 melayang tidak berarti kalau ruqyahnya sebentar.
"Hahaha bisa saja. Persiapkan diri saja ya jangan banyak pikiran. Nanti cerita ya seperti apanya," kata Arnila.
"Oke!" Balas Rita semoga semuanya lancar! Kemudian dengan perasaan senang Rita memberitahu soal itu pada Alex. Berharap Alex akan senang mengetahui Rita akan melakukan peruqyahan.
"You will do Ruqyah? ( kamu akan melakukan ruqyah )?" Tanya Alex setelah Rita memberitahunya.
"Iya. Aku sudah lumayan terganggu dan berat,"
"Yes, you better try it. Is there something else? I feel you like hesitating ( ya, lebih baik kamu coba saja. Apa ada sesuatu yang lain? Aku merasakan kamu seperti ragu )," Alex mengenai targetnya dengan apa yang Rita rasakan.
"I wonder. I feel there is a bad omen but not from the Jinn ( bagaimana ya? Aku merasakan ada pertanda buruk tapi bukan dari Jinnya ),"
"Tidak enak. Dia seperti semangat ingin membantuku jadi aku paksakan saja untuk menyetujuinya," kata Rita.
"You want me to say it to Arnila? Jadi kamu bisa tenang," kata Alex yang merasa Rita terlalu memikirkan perasaan orang.
"No! Kamu harus bisa belajar menghargai bantuan yang ditawarkan orang lain meski kamu merasa tidak memerlukannya," kata Rita. Berbicara dengan Alex seperti merasa dia sedang diuji dan Rita tidak suka.
"Orang tua kamu bagaimana tanggapannya?" Tanya Alex.
"Mereka setuju sih," kata Rita. kata 'sih'nya itu menurut Alex pasti ibunya juga kurang setuju.
"Ya sudah semoga tidak terjadi apa - apa," tumben Alex bicaranya agak sedikit. Kenapa ya? Apa sakit jantungnya kambuh lagi?
"Kamu tidak ada penglihatan? Biasanya kamu suka bicara yang aneh - aneh," Rita merasakan sesuatu yang aneh pada Alex tapi mungkin hanya perasaannya saja.
"Hahaha saat ini tidak mungkin karena aku sibuk bekerja. Kamu tidak mengalami sesuatu?"
Oh iya ya dia kan bekerja pasti waktu chat dan kapasitas chatnya berkurang. "Contohnya?" Tanya Rita.
"Seperti mencurigai ku," kata Alex. Kok bisa ya dia berpikiran begitu? Jadi semakin aneh.
__ADS_1
"Curiga soal apa?" Tanya Rita membuatnya sangat penasaran.
"Ah tidak. Aku sedang sibuk nih, besok mungkin aku tidak bisa chat kamu," Rita agak sedikit sedih kenapa ya dia sepertinya ada yang berbeda.
"Sakit kamu kambuh lagi?" Tanya Rita takutnya karena itu.
"Bukan. Bukan soal itu hanya ... sibuk banget! Aku takut memaki kamu lagi," kata Alex.
"Oh... hahaha oke tidak masalah," kata Rita tertawa. Namun kemudian dia merasakan sesuatu soal Alex tapi Rita tidak yakin dengan ala yang dia lihat di benaknya. Intuisinya memperlihat sesuatu Alex yang sedang berjalan dengan seorang perempuan. Chat mereka terhenti di situ dan Alex tidak membalas apapun lagi. Biasanya dia selalu teriak kalau tidak ada topik atau Rita tidak menchatnya lagi.
Mungkin itulah kenapa Alex beralasan sedang sibuk bekerja, Rita tidak mempermasalahkannya tapi kenapa tidak bilang jujur kalau keberadaannya merupakan gangguan. Rita merasa seperti tertusuk dan perih rasanya. Tapi kemudian teringat kalau mereka berdua hanyalah teman penyintas tidak lebih.
Astrid S.
...From everything to nothing at all...
...From every day to never at all...
...And everyone says that I should be sad...
...Is it normal that...
Tapi Rita bukan siapa - siapa jadi itu adalah haknya untuk menyukai seseorang. 'Biarlah bodoh sekali kalau aku sampai memakai hati untuk orang yang tidak kukenal' Pikir Rita. Dia memantapkan hati agar Allah SWT bisa memberikan teman pengganti untuknya.
...I don't feel sorry for myself...
...Care if you're hands touch somebody else ...
...Wouldn't get jealous if you're happy...
...It's okay if you forget me...
Rita hanya berdoa semoga seseorang diluar sana biasa menerima Alex bagaimanapun keadaan dia yang sebenarnya bukan hanya dari fisiknya saja dan materi yang dia punya. Karena Alex pantas mendapatkan seorang wanita yang baik juga meskipun masa lalunya buruk. Toh yang menilai hanya Allah SWT bukan manusia.
...I don't feel empty now that you're gone...
...Does that mean it didn't mean nothing at all?...
...But I'll tell you what the worst is...
...It's the way it doesn't hurt...
"Kamu aneh. Kamu yakin oke?" Tanya Rita yang terus menerus mempertanyakan sampai Alex jujur.
15 menit, 20 menit, 30 menit dia baru membalas. "I'm fine. Why?"
__ADS_1
"Tidak seperti Alex biasanya, kamu selalu tertarik obrolan yang baru dan atau seperti itu. Ada masalah ya?" Rita masih bersabar ingin tahu sampai mana Alex bisa terus sembunyikan cerita tentang siapa perempuan yang bersamanya.
BERSAMBUNG ...