ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(83)


__ADS_3

"Kamu saja yang bilang pada ibuku kalau berani," tantang Rita.


"Tidak ah! Apa urusannya?" Tanya Ney ya mana berani dia, cuma berani membuat masalah.


"Ya sudah. Jangan suka ikut campur deh, coba ini coba itu supaya aku bagaimana. Membantu itu niatnya bukan seperti yang kamu lakukan sekarang! Kamu kenapa sih suka memaksa begitu ke aku? Maksa banget suruh aku harus beritahu ibuku segala, mau buat masalah lagi ya. Pantas tidak ada seorangpun yang tahan dekat sama kamu!" Kata Rita kesal bukan kepalang.


Ney tidak menjawab dan memang iya, dia bermaksud membuat masalah baru dengan menarik soal ibuku mungkin agar ibuku menolak Alex. Sudah tahu sedikit tapi Rita tidak mau lagi seperti masa sebelumnya yang akhirnya kacau. Ney sama sekali tidak mengerti bagaimana baiknya menghadapi situasi tersulit pun. Jadi soal yang ini, cukup Rita sendiri yang menangani!


"Aku setuju dengan Rita. Soal Alex, biar itu menjadi urusan Rita, kamu cukuplah jangan suka memaksa apapun aku lihat sendiri ya saat kamu memaksa Rita untuk berbuat sesuatu, saat dia kena masalah, kamu sama sekali tidak menjelaskan apapun pada Alex. Terjadilah kekacauan, bukannya kamu mengakui salah tapi kamu malah menyalahkan dia, Ney. Ibu dan keluarganya cukup tahu nanti kalau memang Rita berjodoh dengan Alex, nanti kalau mereka bertemu. Lagipula Alex saja tidak banyak cerita soal kamu ke ibunya kan?" Tanya Arnila. Menurutnya teman satu - satunya itu memang sudah sangat keterlaluan dan herannya dia sama sekali tidak sadar atau mungkin pura - pura.


"Ibunya yang langsung bertanya karena Alex selalu menyembunyikan apapun darinya," jawab Rita.


"Hah!? Jadi kamu suka ngobrol dengan ibunya?" Tanya Ney dan Arnila bersamaan.


"Iya. Banyak bertanya, bertanya juga soal kamu yang sepertinya sudah tahu kenapa kamu tidak pernah ada kabar lagi dengan Alex dan Alex berbicara lagi denganku," kata Rita ingin tahu seperti apakah respon Ney.


"Kamu biasanya kamu selalu menceritakan apapun sama ibu kamu. Kali ini kenapa tidak?" Tanyanya oh, ternyata responnya ya gitu saja tapi tidak tahu apa yang dia katakan pada Arnila. Pastinya merasa menjadi korban juga sih.


"Buat apa? Jawabannya masih sama. Soal Alex itu urusan aku, kalau nanti ternyata berjodoh sama Alex, biar aku yang menemani dia menghadap ke orangtuaku. Soal masa lalunya aku tidak masalah, itu kan di masa lalu bukan sekarang. Buat apa kamu yang keukeuh aku harus tahu semua soal dia biar dia sendiri yang ceritakan kalau berkenan," jawab Rita dengan santai. Rita tahu banget kalau Ney itu sebenarnya yang paling kepo karena dia bisa dapat info hanya dari Rita sendiri. Ney tahu Rita bukan orang yang gampang berbohong karena Rita terlalu polos dan berpegang teguh dengan hukum Islamnya.


"Ih, kamu tidak tahu foto - fotonya parah banget. Kamu tidak tahu kan dia sudah tidak perjaka lho," Rita membayangkan wajahnya Ney yang sangat puas banget memberitahu masalah yang sangat privasi banget. Ney memang sering nyinyir pada Rita tapi Rita tidak tahu kenapa Ney begitu tidak menyukainya. Padahal meski terpaksa Rita selalu membelanya di hadapan semua orang.


"Ya ampun kamu sampai tahu soal itu juga? Kamu dapat dari mana sih?" Tanya Arnila yang penasaran.


"Aku punya teman yang bisa dipercaya, aku banyak dikasih foto Alex. Nih ya aku tunjukkan pokoknya kamu setelah lihat ini aku yakin, kamu akan berpikir ulang. Soalnya dia itu bukan kriteria kamu meski dia kaya," kata Ney yang membuat Rita terdiam tapi diamnya Rita bukan karena ragu tapi dia ingin tahu sampai mana Ney akan bertindak.

__ADS_1


Ney lalu mengirimkan banyaaakkk foto - foto yang menurutnya sangat WAH! Penampilan Alex di masa lalunya yang kelam. Foto pesta dengan teman - temannya yang berbaju terbuka dan memegang segelas minuman alkohol. Lalu foto saat dirinya memegang pinggul perempuan dengan memakai bikini dan memeluknya. Sangat banyak, Rita hanya menghela nafas melihatnya dan dia menyimpan beberapa fotonya untuk menjadi bukti pada Alex tapi Rita memikirkannya lagi dan menghapus semuanya.


"Wah parah banget!!" Seru Arnila. 8 foto dengan gaya berbeda. Ada juga foto yang lehernya dia dijilat sama temannya mungkin. Rita rasanya ingin muntah melihatnya dan selintas ada segumpal rasa sedih dalam hatinya.


"Bagaimana? Parah kan? Sudah lebih baik kamu lupakan Alex deh," lanjut Ney membuat Rita memanas.


"Kamu tidak bisa menyuruh Rita begitu. Rita pasti punya keputusannya sendiri, Ney." balas Arnila, hanya Rita uang berhak memutuskan maju atau mundur.


"Kamu aneh ya Ney, awal - awal kamu membela banget Alex dan seperti memaksa aku harus jadi sama dia, sekarang kamu menghina dia bilang aku harus mundur. Mau kamu apa sih? Aku kasih tahu ya teman yang asli itu tidak akan mengambil keputusan plin plan seperti kamu. Apa tujuan kamu sebenarnya? Aku serius tidak mengerti sama kelakuan kamu yang seperti ini," Ney tidak membalas.


"Iya juga ya. Ney kamu seperti sengaja membuat Rita meragukan Alex. Kalau kamu memang ikhlas membantu, bantu dengan dukungan ya kan, Ri? Oke sih kamu memberitahu Rita soal kejelekannya tapi bukan hak kamu menyuruh Rita untuk mundur,"


"Setuju dengan saran Arnila. Aku tetap berterima kasih ya sama kamu yang sudah mencari informasi tapi soal keputusan itu, bukan hak kamu. Dan kenapa jadi kamu yang heboh mencari - cari info segala? Aku kan tidak menyuruh kamu? Kalau membantu cukup dengan kamu memberitahu soal foto, ya sudah. "Ini lho aRita, aku dapat beberapa foto tentang Alex. Sekarang keputusan ada pada kamu" udah cukup begitu," kata Rita.


"Ya aku kan peduli sama kamu makanya aku cari tahu,"


"Dia tidak akan cerita Rita, aku yakin!"


"Ya sudah tidak apa - apa kok jadi kamu sih yang rese? Mau dia bilang atau tidak, terserah dia dong! Aku tidak memaksa!" kata Rita lagi sambil masih ada rasa penasaran soal Ney.


"Kalau ternyata tidak bilang apa - apa kamu masih mau lanjut? Nanti di akhir kamu pasti menyesal!" Kata Ney tampaknya masih berjuang soal Rita yang harus tahu.


"Berarti dia anggap masa lalunya memalukan dan tidak ingin aku sampai tahu. Biarlah, lagipula kita masih berkenalan bukan dalam hubungan mau menikah. Itu pasti akan ada waktunya toh dia suka keceplosan menceritakan sesuatu dan lebih baik kamu jangan suka kepo dengan kehidupan orang lain deh. Ingat ya kamu juga tidak sebaik dia kehidupannya!" Rita mengingatkan.


"Kamu mengancam nih?" Tanya Ney.

__ADS_1


"Iya kalau kamu mulai macam - macam, aku tahu banget lho kamu seperti apa sewaktu masa SMA sampai kuliah soal kelakuan kamu sampai kebiasaan!" yah kalau harus mengancam ya mengancam deh karena dia sudah keterlaluan! Rita juga tidak mau tapi Ney selalu berusaha membuat Rita jatuh dihadapan Alex. Dan Ney akan membuat dirinya merasa sangat malu melihat kelakuan Rita.


"Wah, berhenti sampai sini! Kami sudah keterlaluan sampai Rita mengancam! Hati - hati doa Rita juga sakral bisa selalu terkabul, Ney," kata Arnila.


"Kamu pasti sering mendoakan aku yang jelek - jelek kan," kata Ney.


"As you want , I will do it! ( sesuai yang kamu mau, aku akan melakukannya! )" kata Rita yang langsung membuat Ney terdiam.


"Janganlah, Rita. Kita maklumi saja ya, kamu kan sudah tahu Ney seperti apa," Arnila menjapri Rita. Pikirnya sangat mengerikan bila Rita sudah mengeluarkan doa meskipun Rita pastinya tidak akan melakukannya.


"Amit - amit banget kita ketemu orang kaya dia!" Tegas Rita pada Arnila.


"Ujian kan. Kita berdua sudah diuji lama dengan Ney mungkin sekarang seperti keputusan kamu bagaimana selanjutnya. Sudah sudah jangan didengarkan, Ri," kata Arnila.


Kembali ke grup, Rita membalas. "Aku sudah tahu semua masa lalunya,"


"Hah!? Tahu dari siapa?" Tanya Arnila.


"Dari orangnya sendiri," kata Rita.


"Kalau begitu kenapa aku harus memberitahu kamu soal fotonya? Lalu kenapa kamu suruh aku yang bertanya sama dia padahal kamu sudah tahu? Sengaja ya mau menjebak aku? Kamu mancing dia?" Tanya Ney bertubi - tubi.


"Iya aku sengaja karena aku merasa sepertinya kamu sengaja membuat aku panas lalu aku menggertak Alex, dan apa yang kamu inginkan akan terjadi. Benar tidak? Aku baru tahu kalau kamu orangnya manipulasi. Kamu yang kepo sendiri bukan aku dan aku sudah jelaskan juga siapa sebenarnya yang punya sifat kepo,"


Tanggapan Rita yang terakhir tampaknya membuat Ney tidak bisa berkata apa - apa. Lantas Rita lalu mengirimkan ciri - ciri apa saja yang ada pada seseorang dengan sifat manipulasi dan hampir semuanya masuk kedalam kepribadiannya Ney. Dan dia sama sekali tidak membalas yang artinya bisa jadi memang begitu adanya. Kalau tidak, dia pasti akan membantah tapi sayangnya Rita banyak men-skakmat Ney habis - habisan.

__ADS_1


"Eh? Serius? Ney manipulasi?" Tanya Arnila menjapri Rita.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2