
Telepon itu berakhir begitu saja karena hari ini Syakieb akan bertemu dengan Ney di rumahnya sendiri.
"Selesai bicara dengan Tuanmu?"
Syakieb memutar badannya ke arah suara kecil nan lembut itu. Istri kecilnya menghampirinya dengan penampilannya yang menawan. Istrinya memang imut, mungil, dia setinggi perut Syakieb dengan kedua pipi yang gemoy membuat Syakieb selalu naik libidonya. Inilah yang membuat Syakieb menginginkan seorang anak perempuan karena melihat istrinya yang nan mungil.
"Sudah. Nanti ada yang mau kemari," kata Syakieb tersenyum sambil menundukkan kepalanya untuk mengecup pipi istrinya. Istrinya lalu tertawa menyambut kepala suaminya.
"Haruskah aku cemburu?" Tanyanya yang mengusap wajah suaminya dengan genit.
"Tidak perlu. Dia tidak sebanding denganmu dan aku tidak tertarik," kata Syakieb sambil menarik dagu istrinya.
Mereka lalu saling berciuman selama 5 menit. Syakieb merangkul istrinya dan mendudukkannya di pangkuannya. Ciuman pagi berdua tanpa ada yang mengganggu mereka, apalagi Syakieb langsung otomatis membuka baju istrinya yang kemudian ditahan. Syakieb masih sempat menikmati lembutnya buah dada istrinya, yang dibalas dengan remasan di bahunya.
" Mau sampai kapan kamu meladeni keinginan aneh tuan kamu itu? Aaah..." Tanya Istrinya sambil sesekali menahan gigitan suaminya.
Syakieb lalu sibuk menciumi bibir istrinya dengan ********** dan membuat istrinya tidak mampu menahannya lagi. Lalu semenit kemudian, permainannya dihentikan Syakieb merapihkan baju istrinya yang sudah setengah terbuka. "Malam kita bermain lagi ya sebelum aku pergi ke tempat Tuanku itu,"
Istrinya tersenyum, mereka memang hanya bisa bertemu 3 bulan sekali tapi karena ada paket yang harus diambil, mereka bisa menghabiskan waktu sedikit lebih lama. Sambil merapihkan jas suaminya, dia juga memeluk suaminya yang sangat dia rindukan.
"Tuan kamu sangat senang mempermainkan perasaan orang. Apa dia tidak takut karma?" Tanya istrinya berkata dalam belaian dadanya yang bidang.
Masih dalam posisi duduk, Syakieb pun merindukan belaian tubuh istrinya yang mampu melumatkan dirinya tenggelam dalam kepuasan. "Hahahaha dia sudah dapat banyak karma. Permainan ini akan segera dihentikan secepatnya, sepertinya Tuan merasa pasangannya mulai curiga,"
Istrinya tertawa keras lalu bangkit dari pelukan suaminya dengan posisi masih duduk di pangkuannya, dengan posisi kaki yang terbuka di kedua sisi kaki suaminya. Syakieb memandangi istrinya dan sangat tergiur untuk merasakannya tapi dia harus tahan sampai malam, karena hari ini adalah hari terakhir dirinya bertemu Ney.
"Pasangan Tuan kamu punya intuisi yang tajam ya. Orangnya seperti aku?" Tanya istrinya penasaran.
"Agak mirip. Tapi kamu yang lebih nomor satu di hatiku," kata suaminya yang langsung mencium pipinya.
"Pantas saja Alex sepertinya berlutut di depan dia ya. Tumben biasanya perempuan yang berlutut di hadapannya, kalau begitu mungkin bisa dijadikan sekutu?" Tanyanya.
__ADS_1
"Jangan! Meskipun orangnya bisa sangat memberontak. Tuanku sangat sayang kepadanya karena karena dialah hidupnya menjadi kembali berwarna. Dia jadi sering banyak tertawa dan tersenyum. Bagaimana menurutmu?" Tanya suaminya.
"Ya bagus sih. Aku hanya tidak suka saja waktu pertama bertemu dengannya, dia memandang tubuhku. Untung kamu datang melindungiku," kata istrinya.
"HAHAHA tidak apa - apa, dia tidak akan berani mungkin dia memandangi tubuhmu itu karena teringat mantannya yang dulu. Kamu pasti ingat kan? Tapi dia tidak punya minat sama kamu jadi tenang saja. Dia tampak menyesal dulu saat mantannya itu berhasil merayu dengan tubuhnya yang ternyata..." kata Syakieb.
"Sudah sering dipakai banyak lelaki. Kasihan juga sih, hidupnya sudah serba ada tapi kurang diberi sayang dan cinta yang tulus. Apa dengan yang sekarang akan bertahan? Selain masalah itu dia kan kalau bekerja, kelakuannya seperti Iblis," istrinya sangat ingat bagaimana Alex memperlakukan pegawai dan rekan kerjanya dengan sadis.
"Sudah turunan dari ayahnya juga kan," Syakieb lalu menurunkan istrinya dan merapihkan celana panjangnya.
"Jangan - jangan dia memakai cerita pengalaman kamu ya di masa lalu," istrinya cemberut. Cerita mengenai Syakieb yang terlalu terobsesi itu memang benar adanya tapi sudah tobat setelah istrinya selalu memberikan banyak terapi.
"Untuk mengetahui seperti apa sifat gadis yang sebenarnya yang sekarang aku coba tes. Jangan cemas begichu, itu untuk perintah Tuan. Sebenarnya aku pun sudah tidak tahan harus bertemu lagi dengan anak itu. Kamu tahu kan kalau aku suka yang bersih," kata Syakieb yang kemudian meminum jus jeruknya dalam sekali teguk.
Otot lehernya yang terlihat meneguk jus itu membuat istrinya ingin berlama - lama bermanja dengan Syakieb tapi ya sama dia juga harus menahannya. Suaminya memperhatikan istrinya lalu tertawa.
"Malam ya, kamu bisa puas menjamah aku," Syakieb mengedipkan sebelah mata pada istrinya.
"Baiklaah tapi nanti aku mau lihat juga ya orangnya seperti apa supaya kamu tidak nakal!" Cubit istrinya ke arah pinggang Syakieb yang membuatnya sedikit menyemburkan jus.
Istrinya cemberut dia sama sekali tidak suka kalau disuruh menyusulnya ke negara suaminya berada. Yupz! Malaysia dia akan otomatis bertemu dengan Tuan suaminya yang menurutnya otaknya gila. Alex adalah anak yang selama hidupnya dikelilingi harta berlimpah tapi tidak membuatnya terlihat hidup. Seperti robot tidak ada keinginan atau impian yang terlihat. Dan senang sekali merenungi nasibnya, kadang Alex juga menggoda istri Syakieb. Saat istrinya memarahinya, Alex hanya tertawa namun tawanya tidak mengandung unsur apapun, tawa kosong dan kehampaan. Tawa yang hambar tanpa ada rasa begitu juga dengan sorot kedua matanya yang kosong tanpa ada kehidupan.
"Tenang saja Alex sudah memiliki seseorang yang spesial. Kamu aman, aku jamin!" Syakieb membaca gelagat istrinya itu.
"Baiklah, bulan depan aku ke sana. Kamu jemput ya." Istrinya genit pada suaminya lalu bergegas membuatkan air teh dan juga kue - kue ringan.
Kembali ke tempat Ney di rumahnya, adiknya bengong karena kakak keduanya tidak nampak dari kamarnya.
"Kak Ney sudah pergi?!" Tanya Zayn yang melongo mencari.
"Sudah tadi, sepertinya dia tidak mau kamu temani," kata ibunya.
__ADS_1
"Terus barangnya bagaimana?" Tanyanya yang saat itu memegang ponselnya.
"Tunggu kabar dari Ney saja. Mama yakin dia pasti akan mengembalikannya. Mama tidak suka kalau dia memilih orang itu. Aku ini kan mamanya masa sih Ney tega lebih memilih orang lain? Oh iya kamu yakin barangnya sudah semua? Kok mama seperti merasa masih ada yang tertinggal ya?" Tanya ibunya yang masih tetap merasa ada yang kurang tapi lupa, karena terlalu banyak.
Zayn kemudian melihat - lihat kembali barang yang sudah dikemas dan dihitung. Sepertinya memang sudah semua deh! "Terlalu banyak sih barangnya jadi mama mungkin bingung,"
Kakaknya datang yang habis pulang belanja dengan temannya dari tadi pagi. Dia habis berbelanja banyak baju dan meletakkannya begitu saja di depan mamanya.
"Kok mama masih kurang yakin ya? Firasat mama sih Ney masih memegang sebagian. Tapi apa ya?" Tanya ibunya kepada dirinya sendiri.
"Mama sudah periksa tasnya Ney? Barangkali dia memang menyembunyikan sebagian barang. Kita tahu kan dia seperti itu kalau memang benar - benar ada yang disuka," kata Cyphrin.
"Tapi Ney sudah pergi. Coba mama periksa deh," kemudian ibunya dengan diikuti oleh kedua anaknya, menuju kamar Ney. Mereka memeriksa satu per satu tas yang Ney miliki, apapun yang ada di kamarnya tapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
"Perasaan mama saja. Tidak ditemukan barang lain kan," kata Zayn.
"Iya juga ya. Ya sudah!" Mereka pun kembali ke ruang tamu dan membicarakan apa yang anak pertamanya beli.
Akhirnya Ney sampai di kediaman Syakieb dan dia menganga melihat rumahnya. Mewah dan sangat lucu sekali seperti rumah boneka warna catnya merah muda dan putih. Ada banyak bunga mawar merah berbagai macam warna di depan rumahnya dan Ney terpana. Gila! Kekanakan banget nih yang mendekornya. Masa sih si Syakieb suka yang beginian? Pikir Ney. Tidak lupa, Ney memfoto rumah itu lalu mengembalikan kameranya ke dalam tas.
Kemudian berjalan menuju pintu dengan gayanya yang feminim. Depan pintu terdapat hiasan bunga mawar yang berwarna biru. Ney mencemooh dan tertawa menghina. TOK TOK Ney mengetuk pintu itu dan merapihkan penampilannya lalu datanglah Syakieb membukakan pintu. Dia mempersilahkan Ney untuk masuk, berharap Syakieb akan terkesima dengan penampilannya namun tidak. Dia menjadi sangat tidak percaya diri saat itu karena Syakieb nampak tidak berpengaruh pada penampilannya.
Dalam hati Syakieb dia berteriak, 'Parah banget nih orang. Kulit kurang enak dilihat tapi dia berani memakai baju berlengan pendek dan baju panjang sebatas lutut. Hah! Apes banget hidup gue!' But game must go on.
Ney duduk di sofa yang empuk dengan nyaman, Syakieb dengan mengepalkan tangannya yang tersembunyi dalam sakunya, Syakieb meminta ijin ke dalam. "Sebentar ya," dengan suara yang terkendali.
Ney melihat ke sekeliling ruang tamu itu yang penuh dengan berbagai macam benda yang unik. Syakieb sengaja menukar beberapa barang supaya Ney tidak tahu siapa dia sebenarnya atau termasuk foto istrinya. Datanglah Syakieb dengan membawa sekotak perhiasan dan meletakkannya di depan Ney, Ney kaget melihat kotak itu.
Perhiasan emas yang tampak menyilaukan kedua matanya, Syakieb ingin melihat yang terakhir kalinya bagaimana reaksi Ney saat melihatnya. "Ini..." Ney tercengang melihatnya.
"Anggap saja ini sebagai uang muka kalau kamu setuju jadi anak adopsi kami," kata Syakieb yang kemudian mendorong kotak itu ke depan wajah Ney.
__ADS_1
Ney melihatnya dengan salah tingkah ada hasrat tertampak kalau dia ingin memilikinya tapi dirinya tidak mau menjual harga diri dan keluarganya. Ada 5 pasang anting emas mutiara yang berbeda bentuk, 8 gelang emas yang berkilauan dengan batu diamond kecil, serta 12 kalung yang memiliki bentuk liontin besar dan kecil. Semuanya dikemas dalam satu kotak yang berukuran lumayan besar.
BERSAMBUNG ...