
"Menurut aku sih dia akan berubah sikapnya kalau sudah melihat Alex seperti apa kehidupannya," kata Ney yang menyosor begitu saja semua kalimat yang dia keluarkan tanpa dipikirkan.
"Menurutku tidak. Kenapa? Dia memiliki teman - teman yang baik yang tidak takut membuatnya memilih jalan yang lurus, yang tidak segan - segan memarahinya kalau dia menyimpang. Aku bisa melihat teman yang dia miliki galak semua. Kamu pasti tidak tahu kan? Kamu terlalu mementingkan diri kamu sendiri wajar jadinya kamu tidak bisa melihat orang lain bahagia, itu yang saya tangkap ya. Lebih hargailah orang - orang yang ikhlas dekat dengan kamu sebelum terlambat. Diminum tehnya,"
Ney menelan ludahnya untuk mencerna semua perkataan Syakieb orang yang dia sukai lalu dengan tangan yang gemetar, dia meminum tehnya. Rasanya ingin sekali menangis tapi dia tahan karena gengsi dan malu. Dia ingin sekali lari kabur dari rumah itu secepatnya.
"Kenapa sih semua orang selalu menyanjung Rita Rita dan terus Rita! Orang penting juga bukan," kata Ney kesal.
"Karena sifatnya baik dan kamu terlalu berpikiran buruk tentang semua orang termasuk Rita. Nasehatku jangan terlalu sering berprasangka buruk kepada siapapun, karena suatu hari nanti di saat semua orang memalingkan wajahnya pada kamu, yang tersisa hanya orang yang masih mau menerima kamu. Tapi kalau kamu masih bisa menciptakan kesan baik ke mereka semua maka selamanya kamu akan selalu bersama mereka. Tapi kalau tidak..." kata Syakieb yang memainkan gantungan nada yang bergoyang.
Di saat itu notif ponsel Ney berbunyi, dia melihat isi ponselnya dengan gerakan malas.
"Mau kapan paketnya dikirim?" Tanya adiknya dalam WA.
"Sekarang saja. Gue sudah pusing dengar nih orang banyak ngoceh dari tadi. Buruan!" Suruh Ney.
"Dan kamu berhentilah memaksakan orang - orang untuk selalu menuruti keinginan kamu. Karena tidak ada yang suka dipaksa apalagi saya yakin Alex juga sering memaksa kamu sesuatu kan. Lalu kamu lampiaskan lagi kepada semua orang," kata Syakieb yang melihat gerak gerik Ney yang sudah mulai bosan.
Ney yang sudah sebal mendengar celotehan Syakieb hanya menampakkan wajah juteknya. " Ini, saya tidak bisa. Saya menolak!" Kata Ney yang menyodorkan kertas itu pada Syakieb.
Dengan santai Syakieb menerimanya lalu keluarlah seseorang yang membuat Ney terpana. Wanita mungil tetapi sangat cantik dan juga mungil keluar sambil menenteng baki air teh dan kue. Imut sekali! Ney mengira itu adiknya tapi dia melihat cincin nikah dipakai di jari kirinya, dengan ukiran nama Syakieb. Istrinya memandangi Ney dengan wajah yang tidak suka, Ney merasakan tatapannya yang menusuk dan salah tingkah. Dia merapatkan kedua kakinya, istrinya itu memandangi Ney dari ujung rambut sampai kaki.
"Terima kasih, sayang," kata Syakieb yang kemudian menggenggam tangannya.
Istrinya mengangguk lalu ke dalam rumah lagi sambil membawa baki. Ney nampak tidak percaya menatap Syakieb merasa tidak cocok dengannya.
__ADS_1
"Itu istri kamu?" Tanya Ney setengah tidak percaya.
"Iya. Saya sudah bilang kan kalau saya sudah menikah," jawab Syakieb.
"Tapi menurut aku tidak cocok deh sama kamu. Kamu kan tinggi badannya," kata Ney.
"HAHAHA kalau sudah jodoh memangnya kita sebagai manusia bisa menolak? Kamu juga kalau bukan jodoh dengan Alex apa kamu bisa memaksa? Dari istri saya, saya dikarunia 4 pangeran tampan yang mereka menyebar," kata Syakieb sambil memainkan cincin nikahnya.
Ney iri sekali. "Lalu soal adopsi? Kamu sudah punya anak masih kurang?"
"Untuk menemani istri saya kalau saya kembali bekerja. Dia selalu sendirian, anak - anaknya sudah sibuk kuliah dan bekerja di luar negeri," jelas Syakieb.
"Istri kamu tidak menyukai aku jadi bagaimana mungkin kamu bisa adopsi," kata Ney yang lupa kalau dia sudah menolaknya.
"Lagipula kamu sudah menolak jadi buat apa kamu pertanyakan. Lalu... maaf mahkotanya masih ada di atas kepala kamu," Syakieb menunjukkan mahkota yang masih dipakai Ney. Ney tersadar dia masih memakainya dan menurunkan kembali, meletakkannya dengan hentakan pelan di atas meja.
"Oh iya, aku juga mau mengembalikan semua barang yang pernah kamu beri ke aku meski aku yang minta. Yang sudah aku pakai hanya 4 setelan baju dan beberapa perhiasan. Jangan cemas tidak kotor dan masih tertata rapi," kata Ney dengan nada jutek.
"Oh bagus! Aku pikir kamu akan sengaja tidak mengembalikannya, tadinya aku yang mau meminta kamu mengembalikannya tapi kamu sadar sendiri. Terima kasih," sambut Syakieb sambil tersenyum dingin.
Beberapa jam kemudian sambil menunggu mobil online datang, Ney yang sudah tidak betah berada di sana hanya diam sambil memakan kue dengan bunyi nyap nyap. Serta menghabiskan air teh dan menambahkannya lagi sendiri, saat itu Syakieb meninggalkan Ney sendiri di ruang tamu. Rumah itu memang besar tapi sepi karena memang hanya ada istri dan Syakieb. Ney sama sekali sudah tidak memperdulikan sopan santun, dia hampir menghabiskan semua kue yang ada. Dengan wajahnya yang super bete plus tidak ada orang, tingkahnya sudah seenaknya saja.
Setelahnya Ney memandangi keluar karena mendengar suara mobil yang masuk ke halaman rumah itu. Dia secepatnya memasukkan kue yang tersisa di piring itu ke dalam tasnya. Berpikir kue itu pasti untuk dirinya bukan orang lain jadi kan sia - sia kalau tidak dihabiskan. Lalu Ney keluar bersama dengan Syakieb yang akhirnya muncul setelah Ney selesai memasukkan semua kuenya. Ney berjalan dengan mendekatkan dirinya pada Syakieb, istrinya yang melihat pun sangat kesal dibuatnya.
Sewaktu Syakieb maju ke depan gerbang untuk menyambut mobil itu, istrinya berdiri di samping Ney yang membuat dirinya kaget.
__ADS_1
"Kamu suka suami saya ya?" Tanyanya dengan nada tajam.
"Ya kalau dia belum sih pasti jadi pacar saya, Bu," kata Ney yang salah tingkah.
"Untunglah dia sudah jadi suami saya," jawabnya tanpa memperhatikan pandangan sinis Ney.
Ney terdiam mendengarnya dia sudah malas banget berhadapan dengan kedua orang itu meski dia menyayangkan ternyata Syakieb tidak memiliki ketertarikan padanya.
"Tapi kamu bisa juga ya menarik perhatian dia," kata istrinya yang terus memperhatikan suaminya memindahkan barang.
"Pasti dia tertarik karena aku memberikan yang maksimal," kata Ney yang menutup kedua matanya, dia menyadari tidak bisa berkomentar apapun jadi dia membalas seadanya.
Istri Syakieb yang mendengarnya ingin sekali tertawa tapi ditahannya. "Bukan itu. Dia sebenarnya tidak tertarik dengan tipe seperti kamu, harusnya kamu lebih peka dan sadar diri, dia tipe yang tidak menyenangi perempuan serampangan. Dia tertarik mendekati kamu bukan karena keinginannya tapi tuannyalah yang menyuruh dia menguji kamu. Kalau kamu mau marah, marahlah pada Alex. Kamu kenal dia kan,"
Ney kaget mendengar keterangan yang disebutkan oleh istrinya Syakieb. Dia bengong dan mengepalkan tangannya. Ternyata oh ternyata Syakieb adalah bonekanya Alex dan dia sedang diuji ketulusannya. Dan dia sekarang sadar kenapa Syakieb membicarakan hal seperti jangan berprasangka buruk ternyata itu untuk mengujinya. Dan dia secara otomatis membuka dirinya yang asli.
"Sama dengan tuannya, tipe perempuan yang dia senangi adalah yang berkelakuan seperti putri. Kamu sama sekali tidak sesuai dengan keinginannya. Yah, ini semua permainannya Alex sih ya lagipula..." potong kalimatnya.
Ney bersiap - siap mendengarkan sisa pernyataan istri Syakieb dengan rasa penasaran. Dirinya merasakan perasaan tidak enak mengingat semua kalimat yang dikeluarkannya selalu tidak terdengar enak. Ney merasa tengah dibully parah, mungkin inilah yang dirasakan oleh Rita saat dirinya di bully oleh Ney. Dia merasa dirinya sedang dibully oleh dirinya sendiri karena merasa istri Syakieb agak sama dengan dirinya, hanya berbeda dengan versinya.
"Kamu tidak bisa mempercantik diri kamu sendiri ya? Bekas cacar ini eww bukannya sekarang jamannya banyak obat yang bisa menghilangkan bekas cacar? Terlihat dari hal yang sangat kelihatan oleh mata, kamu sama sekali tidak sayang dengan penampilan diri kamu sendiri apalagi orang lain," istrinya menunjuk dengan jemari lentiknya dari tangan sampai kaki.
Ney kaget sekali dengan perkataan istrinya yang dengan berani mengeluarkan hal yang Ney sama sekali tidak ingin dengar. Rita saja tidak pernah berani mengatakannya yang sayangnya Ney juga salah sangka. Berkali - kali Rita menyindir soal penampilan kulitnya namun Ney sama sekali menyangkal kalau dirinya sudah cukup cantik dengan motif macan tutul.
Ney tidak bisa membalas apapun hanya dengan mendengarkan ada orang lain yang membahas mengenai keadaan kulitnya saja membuatnya sangat kesal. Lah, dia bisa kesal juga ada orang yang sangat berani mengeluarkan pendapat kekurangan dia apalagi selama ini dia sendiri senang menyerang kekurangan orang lain. Dia lupa kalau dirinya juga banyak kekurangan dan semua orang menjaga lisannya sedangkan dirinya sendiri tidak pernah menjaganya. Kalau Rita dan Arnila tahu, mereka pasti akan bersorak.
__ADS_1
"Maaf ya, kalai bicara saya keterlaluan. Saya hanya ingin mengeluarkan pendapat karena sepertinya selama ini kamu lupa, kalau diri kamu juga punya banyak kekurangan. Lupakan suami saya, karena kamu juga tidak mungkin bisa mendapatkannya saya yakin kamu memiliki orang yang sudah sangat dekat mengenal kamu lebih baik. Kalau memang sudah ada terima dia apapun jangan pernah memalingkan lagi wajah kamu pada lelaki lain, itu akan membuatnya menderita. Kamu akan mengalaminya seperti apa rasanya melihat suami sendiri berdekatan dengan wanita lain." Ucap istri Syakieb yang masih melihat suaminya kesusahan mengambil semua barang.
BERSAMBUNG...