
"Lah, parah!" Kata Tyas dan Rita bersamaan.
"Memang parah sekali, Koko juga tidak mengerti dengan pemikirannya. Nah soal si Malaysia ini bicarakan saja secara baik-baik tapi dia banyak bohongnya sih teh. Hati-hati saja," kata Koko.
"Bohong kenapa sih, Ko? Kenapa tidak jujur saja," kata Rita yang memang tidak menyukai kebohongan.
"Yaaa... bohong soal siapa dia teh," kata Koko agak menyembunyikan siapa Alex sebenarnya.
"Nanti juga Teteh tahu siapa dia atau... kita kasih tahu saja nanti," kata Ua Mori kasih kode ke Koko.
"Tapi saya tidak suka sama itu orang. Sering buat orang sekitarnya menangis termasuk perempuan. Jahat deh sangat egois karena... dia terlahir... dari keluarga begitu," kata Koko memelankan suaranya sambil menatap kakinya yang telanjang.
Rita dan Tyas saling berpandangan. Siapakah Alex sebenarnya?
"Iya sih siapapun yang dekat dia pasti akan sering menangis. Tapi itu karena dia selalu kena tipu perempuan sih, banyak penjilat juga. Jadi susah melihat orang yang memang benar jujur dan bersih," kata Ua Mori menyimpan gelas kopinya.
"Nih lagi marahin dia, akhirnya mengaku juga. Kata dia kenapa orang itu malah memberitahu," kata Rita tertawa.
"Bilang sama dia jadi orang berhenti banyak berbohong. Dia takut teteh berubah kalau tahu dia siapa," jelas Koko meminum kopinya.
"Cieeee Malaysia. Oh iya Teh, Tyas bukan depan mau ke Malaysia kali mau nitip supaya Tyas lihat itu keberadaan orangnya hehehe," kata Tyas menggoda.
"Wah asyik sekali! Ada piknik?" Tanya Rita yang agak cemburu. Dirinya sama sekali belum pernah bepergian ke luar negeri. Kapan coba?
"Iya Teh piknik perusahaan sama sahabat Tyas juga. Kalau Teteh mau, bisa minta ke Tyas buat memata-matai dia. Jadi penasaran, ganteng Teh? Koko juga kelihatannya tahu nih," kata Tyas memandangi Koko yang tersedak.
__ADS_1
"Tahu dong. Ganteng ya kan laki-laki tapi lebih ganteng aku lah," kata Koko bergaya.
"Setara sih. Haaahh tapi sama-sama orang aneh. Kalau Koko jadi adik atau kakak dia, tidak terbayangkan," pikir Rita.
Koko yang tentu saja membaca serta paman dan bibinya langsung tertawa.
"Saya tidak mau jadi kakak atau adiknya dia. Bebal begitu," kata Koko tertawa.
"Tapi mirip sih, Ko. Kesannya setara begitu. Dulu Koko nakal ya?" Tanya Rita menebak.
Yang lain langsung tertawa. "Nah lho Koko disukai sama Rita nih," ledek yang lain.
Koko jadi salah tingkah lalu menyadari sesuatu. "Iya duluuuu sekarang sudah tobat dong," kata Koko agak malu-malu.
Rita membuat wajahnya berekspresi datar. "Ya sama saja kan Ko. Wajah sama meski beda, gantengnya setara, kelakuan setara. Kalau bertemu bagaimana ya?" Tanya Rita sambil berpikir.
Rita mengangguk. Rita kemudian menceritakan semuanya dan mereka bengong. Hanya Koko dan paman bibi Ryan yang mengerti maksudnya. Tapi agak salah juga langkah Rita.
"Ihh Teh, kok malah dikasihin sih? Dia kan sukanya sama Teteh," kata Tyas beranggapan kalau Rita hanya mau php.
"Ya kan bukan siapa-siapa. Suka sih Teteh juga," kata Rita memakan kue mangkok.
"Lama tidak mereka pacarannya?" Tanya Ratih yang menghela nafas
"Ya mana ada si toxic bisa lama berhubungan dengan laki-laki. Selingkuh dia katanya kan jauh tidak mungkin tahu, eh tapi dia tahu dong," kata Rita tertawa.
__ADS_1
Mereka semua menggelengkan kepala, mereka tahu betul seperti apa orangnya dan memang hanya Dita yang tidak menyadarinya.
"Memang tukang selingkuh dia mah. Teteh pasti tahu kan," kata Koko.
"Iya atuh da lihat banget. Waktu SMP pacaran sudah seperti ganti baju tapi tidak ada yang ganteng sih. Ya segitu saja," kata Rita mengingat-ingat.
"Teteh tahu apa yang dia cari dari mereka?" Tanya Ratih.
"Ya bosan saja kan orangnya," kata Rita.
"Itu benar tapi ada yang lainnya teh. Kalau Tyas lihat sih dia cari lelaki yang punya banyak uang. Lelaki kaya, harta banyak dan mobil mewah tapi ya itu tidak ada yang dia dapat," kata Tyas.
"Iya apalagi saat dia tahu Teteh malah kebalikan dari dia ya panaslah," kata Koko.
"Iya ya kalau memang benar Teteh sekarang sama Malaysia ini sudah tentu dia kepanasan Teh. Pasti dia bilang kalau seharusnya dia yang dapati Alex," tebak Koko yang lainnya juga setuju.
"Iya memang," jawab Rita bengong.
"Ya iyalah," jawab Ratih.
"Tapi kenapa Alex mau ya jadi sama Ney? Kalau Tyas sih ogah deh," kata Tyas agak aneh.
"Tanya Koko deh, pasti sudah tahu tuh," kata Wean melihat Koko dengan gaya kerennya.
Kemudian Koko bercerita soal awal mula kenapa Rita dibully oleh Ney, temannya dan Alex. Membuat mereka semua geram sekali dan Alex merasa merinding lalu bersin.
__ADS_1
Bersambung ...