ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
366


__ADS_3

Ney memang dekat sekali dengan teman lelaki tetapi Rita kebalikannya Ney, sedangkan Arnila temannya separuh lelaki dan separuh lagi perempuan. Tidak mengherankan soal hati memang hanya Ney saja yang berbeda. Berteman dengan Ney memang sangat melelahkan apalagi kalau sudah perkara dengan teman dan sahabat perempuan. Apa yang ada dalam pikirannya selalu berbeda dengan pikiran orang lain dan dia sering kali merasa lebih tahu mengenai segalanya.


Rita yang kekurangan dalam mengerti lelaki sedangkan Ney yang kurang mengerti dalam urusan perempuan, seharusnya mereka saling bisa melengkapi tapi ternyata hanya khayalan saja. Apalagi Arnila yakin bila Rita tidak bisa disatukan dalam satu ruang.


Kalau saja Ney tahu Rita bisa membuatnya dapat diterima oleh semua orang kalau saja dia mampu mendengarkan semua sarannya, begitu juga dari Arnila.


"Jadi semua temannya itu ada feedback ke dia?" Tanya Ney yang terdiam selama ini hanya dia sendiri yang menginginkan sepenuhnya dapat perhatian dari orang yang dia harapkan.


Tentu saja itu malah membuat semua orang tak terkecuali Rita kebosanan dan memilih meninggalkannya. Arnila juga sama dengannya yang pernah meninggalkan Ney selama sebulan karena semena-mena.


"Kamu sadar kan? Dia itu bosan sama kamu sejak lama, semenjak kenal kamu karena kamu sendiri yang ingin menjadi pusat perhatian. Sedangkan Rita orangnya tidak bisa seperti itu," kata Arnila yang berlanjut dengan menelepon Ney.


Dalam suara Ney dia agak sedih karena tidak sesuai yang diinginkannya, apalagi sekarang Rita semakin jauh darinya. Yang Ney lihat, Rita selalu menikmati setiap waktu yang dia punyai.


"Aku hanya..." kata Ney yang lalu dipotong oleh Arnila.


"Rita itu jiwanya bebas, Alex sama dengan kamu nanti dia pasti akan merasakan saat Rita lebih memilih menjauh karena terkekang. Kamu tidak bisa berharap mereka yang memberikan perhatian, mereka yang memanjakan kamu. Mereka akan lebih memilih mencari yang lain ketimbang bertahan dengan orang yang ingin menjadi Pusat," kata Arnila lagi.


"Karena bosan? Bukan karena dia suka lelaki lain?" Tanya Ney dalam teleponnya.


"Iya karena bosan. Menurut aku sih Rita sulit menerima rasa cinta lelaki dengan cepat. Tidak seperti kamu yang lihat langsung ada rasa suka atau cinta, kalau Rita lamaaaa sekali keluar perasaan. Jadi mustahil kalau dia pergi dari Alex karena ada lelaki lain. Mengerti kan perbedaan Rita sama diri kamu?" Tanya Arnila memberikan pengertian.


Ney diam mendengarnya, dia agak kecewa karena selama ini beranggapan kalau Rita sama seperti dirinya. Memang sih Rita lebih terjaga dari sentuhan yang bukan muhrimnya berbeda dengan Ney yang bebas. Dari segi pergaulan, obrolan dengan orang lain, meskipun hobi mereka sama yaitu menyukai komik. Tapi soal jumlah buku yang mereka punya sangat jauh sekali.


"Tapi kalau soal hal kemampuan Sixth Sense, dia itu sama lho dengan aku, Nil. Setara malah," kata Ney yang keukeuh ingin sama.

__ADS_1


"Soal itu Rita lebih jauh besar dari kamu hanya memang orangnya tidak suka hal-hal aneh kan. Selama ini juga dia selalu menyembunyikannya dengan rapih karena memang tidak mementingkan hal itu. Kamu lebih lama kenal dia masa sama sekali tidak bisa menangkap apa yang dia tidak suka sih?" Tanya Arnila merasa aneh.


Menurut pendapatnya, pendapat dari Rita sepenuhnya benar kalau Ney sama sekali tidak membutuhkan teman. Dia hanya butuh beberapa orang yang mau memuji dan lebih melihat kelebihannya. Soal nasihat apapun tidak akan pernah dia terima sebelum dia merasakan sendiri saat semua orang benar-benar meninggalkannya.


"Masa sih kemampuan dia lebih besar dari gue?" Tanya Ney tidak percaya. "Selama aku kenal dia, tidak pernah tuh dia bicara yang aneh atau seperti yang aku sering alami," kata Ney.


"Yaa kan dia tidak suka Ney memang tidak pernah dipakai, kalau yang aku baca sih sampai membusuk dia simpan di sana terus. Beda dengan kamu punya, kamu gunakan seenaknya untuk kamu sendiri tapi kalau dia tidak," kata Arnila dalam telepon.


Ney tentu saja keki saat tahu kekuatan Rita lebih besar dari miliknya, untungnya saja tidak dia pergunakan jadi Ney masih lebih tinggi. "Lalu soal Alex apa dia tahu episode dengannya?" Tanya Ney agak sebal.


"Mungkin," jawab Arnila.


"Lho kenapa mungkin?" Tanya Ney.


"Kemampuannya sudah bangun sejak dia SMP tapi orangnya memang tidak peka kan, dia anggap itu hanya mimpi. Kalau kamu kan dibangunkan, kalau dia sudah bangun sendiri tapi cuek saja. Soal Alex mirip kamu tapi beda gender," kata Arnila.


Arnila menangkap pikirannya Ney. "Jangan senang dulu deh meski mirip aslinya kalian berdua tidak disukai oleh Rita tapi yah kalau Alex sih karena punya segalanya dan seorang lelaki juga, dia bisa membuat Rita luluh. Ingat luluh ya bukan berlekuk lutut ke Alex alias sembah dia," kata Arnila memperingatkan Ney.


Ney langsung kesal mendengarnya. "Kok bisa sih? Versi aku tapi jodohnya sama Rita? Kenapa tidak sama aku saja?" Tanya Ney sebal sekali. Ini yang sama sekali dia tidak terima.


"Ya memang begitu diberi dari Allahnya terus mau bagaimana lagi. Memangnya kenapa sih? Sepertinya kamu tidak terima," kata Arnila membuat Ney diam, dia enggan membuat temannya itu meledak lagi.


"Tidak apa-apa hanya kenapa sih sepertinya Rita selalu berada di atas aku terus ya," kata Ney merajuk dengan pancaran mata yang tidak bisa menerima.


"Hah? Rita tidak ada di depan siapapun kok. Sepertinya kamu harus berhenti berpikiran yang negatif deh. Rita itu tidak pernah ada pikiran menyaingi siapapun," kata Arnila membuat pengertian.

__ADS_1


"Ya menurut aku saja sih. Jadi Alex itu jodohnya Rita?" Tanya Ney dengan suara yang Arnila tahu sekali.


"Wallahu alam ya tapi sepertinya begitu karena aku lihat jalurnya mereka berdua memang saling bersatu nantinya," jelas Arnila yang merasa aneh.


"Kamu yakin Rita akan bahagia kalau pun kita nanti tidak ada di sampingnya? Aku sih kurang yakin si Rita bisa melakukan apapun, dia itu kalau ada masalah pasti lari, Arnila," kata Ney meyakinkannya.


"Seperti kamu? Menurut aku tidak deh, Alex yang akan membantunya. Sudah deh soal Rita, kamu tenang saja sudah ada Alex yang nanti akan bantu dia mau dia melakukan apapun. Dia akan sangat bahagia kita tidak perlu ada lagi berkeliaran di sisinya," jelas Arnila.


Itulah yang tidak diinginkan oleh Ney, Rita akan ditemani oleh banyak orang dan teman baru mungkin benar apa kata Arnila, kalau posisi mereka berdua nanti tidak akan ada di tempat Rita. Untuk menarik Rita agar kembali ke semula pun sudah tidak mungkin, dalam hatinya sudah ada penolakan. Enggan lagi mengalami hal yang membuatnya rugi seumur hidup.


"Kira-kira bisa tidak ya aku sama dia kembali seperti semula lagi? Eh bagaimana kalau kita menginap? Supaya lebih erat lagi terjalin tali pertemanan kita," usul Ney tanpa mempertimbangkan apa yang dirasakan Arnila dan Rita sendiri.


Arnila menarik nafas, dia tahu betul kalau Ney sedang berusaha membuat kembali tali pertemanan dengan Rita menjadi utuh lagi dan itu mustahil. "Dengar ya Ney, untuk urusan itu tidak akan mungkin ada. Mengerti tidak sih kamu ini? Kita yang sudah merundung dia, sudah tidak mungkin bisa kembali seperti dulu," jelas Arnila.


"Aku yakin Rita itu pemaaf selama ini aku yang selalu berbuat kesalahan sama dia, itu selalu dimaafkan. Aku yakin kita yang salah berbuat begitu tahun lalu pasti akan dia maafkan dan kita bisa kembali seperti semula kan," kata Ney bersikukuh.


"MUSTAHIL. Mengerti? Hati dia itu sudah sangat terluka dan apa yang kita perbuat akan selalu membuat dia membuat batasan. Soal menginap untuk acara pertemanan? Dia tidak akan mau, Ney. Berhentilah hanya memikirkan kamu sendiri, pikirkan perasaan dia juga!" Seru Arnila yang sudah gemas juga.


Mereka terdiam selama beberapa menit dengan Ney yang menitikkan air matanya. Ney tidak mau sampai posisinya harus digeser begitu saja oleh orang lain, bukan karena butuh teman. Dalam pikirannya kalau Rita menerima semua yang dilakukannya, dia bisa mengendalikan Rita untuk kepentingannya. Dan itulah yang Arnila tangkap. Ini harus diselesaikan sebelum terlambat.


"Kamu kalau terus menerus menggantung atau bergantung pada Rita sesuai keinginan kamu dengan anggapan Rita akan punya banyak hutang budi sama kamu, hentikan saja," kata Arnila dengan tegas.


"Kenapa sih? Aku ini melalukan yang baik untuk dia demi kebaikan dia sendiri," kata Ney yang suaranya habis menangis.


"Buat dia atau buat kamu? Kalau kamu terus ada di sampingnya, kamu akan membuat banyak masalah, Ney. Bukannya membuat Rita nyaman sama kamu, tapi malah mengganggunya. Sekarang kamu pilih sebelum terlambat, tinggalkan Rita dengan semuanya atau kamu yang akan ditinggalkan dia?" Tanya Arnila memberikan pilihan.

__ADS_1


Dalam penerawangannya pun Rita akan menjauh dari mereka berdua dan posisi mereka akan ditempati beberapa orang yang lebih bisa dipercaya. Meski memang benar mereka berdua akan dimaafkan lalu Rita tidak lagi memikirkan mereka, tapi posisi mereka memang tidak ada lagi dalam hatinya. Dan gawatnya bila Ney terus memaksa, akan menyebabkan masalah baru tentunya yang sengaja dibuat oleh Ney sendiri.


Bersambung ...


__ADS_2