ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
449


__ADS_3

"Lalu bagaimana? Dia kabur?" Tanya Tyas yang tertawa.


"Tidak sih soalnya orangnya muka badak. Waktu itu dia sempat mau berbalik, aku bilang saja "Kalau kamu kabur pulang berarti memang iya ya kamu punya peliharaan Toyol," lalu ya dia diam. Kalau tidak benar kan pasti membantah tapi ini tidak, dan dia pulang," kata Rita.


"HAHAHAHA!!" Semua orang tertawa.


Ney tahu ada yang membicarakannya tetapi tidak bisa mengetahui siapa karena Ua sudah menghalangi kekuatannya untuk menembus Rita.


"Iya Teh bagus itu dia mah sudah sering begitu. Dia ada rasa kaget sekali waktu Teteh menyadarinya kenapa dia kabur karena ya Teteh tidak bawa uang lebih. Atau itu trik?" Tanya Koko.


"Hehehe trik dooong. Aku kan punya kantong saku yang lain di tas. Dan aku periksa itu aman," kata Rita.


"Wohhh jadi menipu dia dulu sebelum kamu tertipu ya. Pasti aneh kan ya dia sama sekali tidak terganggu. Yang lain juga sebal Teh sama dia. Teteh suka mimpi buruk?" Tanya Koko agak menerawang.


"Iya. Sering. Salah satu santet kah?" Tanya Rita.


"Bisa jadi karena orang itu tidak suka dengan Teteh. Sekarang tidak akan mengalami lagi ada koko nih. Kamu takut sama mimpinya?" Tanya Ua Mori yang lewat.


"Yaaa bagaimana ya? Asal bukan ketemu jin saja," kata Rita.


"Mimpimu itu isinya jin jahat. Pernah mimpi soal binatang?" Tanya Koko.


"Sering," jawab Rita.


Mereka agak kesal, entah siapa yang mereka lihat. Ada banyak orang yang mengirimkan teluh kepada keluarga Rita termasuk ayahnya. Tapi yang anehnya ya tetap kenapa hanya Rita saja yang tidak kena?


"Semoga berhasil deh sama Koko dibersihin soalnya di kamar juga kalau sedang mengerjakan tugas sekolah, suka ada suara cakaran sesuatu. Itu apa ya? Aku kira cicak," kata Rita keheranan.


Tyas, Ratih dan yang lainnya melongo mendengarnya.


"Eh, Teteh serius tidak tahu itu apa?" Tanya Ratih bengong.


Rita menggeleng.


"Itu..." kata Ratih lalu ditahan oleh suaminya.


Ryan menggelengkan kepalanya membuat Ratih tidak mengerti.


Koko juga tertahan, tidak bisa menjelaskan karena melihat Rita orangnya sangat parno-an. Akhirnya Koko mencari kalimat yang lebih bisa dipahami.

__ADS_1


"Itu ada yang benci sama orang tua Teteh jadi dikirim yang begituan, niatnya kena semua supaya perilakunya gila. Tapi yang kena fatal hanya Bapak dan Ibu saja juga adik dan kakaknya, kalau Teteh justru itu aneh. Memantul semua," jelas Koko membasahi bibirnya.


"Ooohh," kata Rita menjawab lurus.


"Seram sekali sih sampai ada..." kata Ratih dilirik semua orang.


"Sebenarnya sih Teman Teteh yang toxic itu juga ada niat kirim tapi belum sampai sudah mental semua. Kok bisa sih Teh? Pakai apa gitu?" Tanya Koko tidak mengerti.


"Hah? Memangnya ada ilmu memantulkan begituan? Aku saja baru tahu," kata Rita merasa aneh. Kalau memang benar semua teluh memantul ke lempar balik ke orangnya ya anehlah.


"Sering lho kalau Teteh mau tahu tapi tidak ada yang kena sama sekali. Gagal semua! Nih Ua coba ya kalau mau tahu," kata Ua Mori mengusapkan kedua tangannya.


"Hei hei hei," kata tante Nanako keberatan.


"Sedikiiiit saja. Yang ringan," kata Ua Mori penasaran.


"Kirim begituan itu bukan mainan," kata Tante sambil berjaga takut ada apa-apa.


"Hmmm sudah. Tuh kan gagal, ke lempar lagi," kata Ua menggelengkan kepalanya.


"Mana? Tidak ada," kata Rita mencari.


"Aneh ya bisa bicara dengan khodam tapi tidak bisa melihat begituan," kata tante Nanako lega.


"Lapar sih yang ada," kata Rita memakan bakpao.


"Deuh," kata mereka semua.


Tante Nanako berpendapat bahwa bukan soal kekuatan Rita yang melindunginya tapi ada yang lain. "Sudahlah, kita tidak bisa melihatnya karena kekuatan kita terbatas," kata ibunya Ryan.


Ibunya Ryan, tante Nanako mencoba menembus dan mencari tahu penyebab semua santet yang dikirimkan untuk Rita memantul jauh. Namun benar-benar tidak bisa, Ua Mori berkata ada sesuatu yang melindungi Rita.


Kekuatan yang sangat besar jauh melebihi mereka semua dan pelindungnya sulit ditembus oleh siapapun. Makanya Ney pun selalu penasaran soal Rita karena apapun ucapan serta doa jeleknya tidak ada yang bisa membuat Rita celaka.


Penerawangannya pun selalu gagal, boro-boro terjadi yang ada membuat kekuatan Ney menurun drastis. Seolah-olah ada yang mencabutnya.


Paman Ryan yang paling tertua mencoba melihat saja bukan menembus. Dan terlihatlah sesuatu yang mengerikan tapi menakjubkan.


"Wah!" Katanya terkejut. Semua adik dan kakaknya penasaran, apakah yang dilihatnya?

__ADS_1


"Bisa?" Tanya mereka semua.


"Pelindungnya keras ey. Teteh ini kan tidak punya khodam ya tapi kemampuannya luar biasa banyak sekali," kata Paman itu berkeringat.


"Yang benar!? Sangat besar? Hmmm dengan kekuatan yang dimiliki ayahnya Ratih bagaimana? Itu kan besar sekali khodamnya juga raksasa," kata Ua Mori agak seram.


Paman itu menggelengkan kepalanya. "Tidak ada tandingannya. Kasihan Teteh ini kenapa dia harus memiliki tanggungan yang sebesar itu? Kalau itu semua aktif, kita semua habis," katanya.


Mereka diam membeku.


"Kita harus gulung tikar. Untungnyaaa Teteh itu tidak berminat mengembangkan kekuatannya. Tapi untuk menembus pelindungnya sama sekali tidak bisa. Ada yang menjaganya," kata Paman lalu meminum minuman.


"Apa jangan-jangan pelindung itu..." kata Ua Mori yang memandangi tante Nanako.


Wajah Tante Nanako melembut, kedua matanya tampak bahagia namun sendu sambil memandangi Rita yang sedang makan dengan lahap.


"Kenapa?" Tanya kakaknya yang lain.


"Ah, tidak. Pokoknya kita tidak perlu cemas ada yang kirim santet atau hal jelek, Rita akan baik-baik saja. Gusti Allah SWT yang melindunginya," kata Tante Nanako menjawab semua rasa penasaran.


"Subhanallah. Tapi kok bisa?" Tanya suaminya agak aneh. Ajian apa yang Rita lakukan sampai Allah sendiri yang melindunginya.


"Teteh sering berdoa, siapapun untuk orang yang dikenal atau yang tidak dikenal, untuk dirinya atau untuk orang lain. Termasuk doa istimewa untuk yang Malay. Nanti kalau dia di ruqyah, aura aslinya kelihatan. Kalian bisa lihat warnanya apa, menurut saya warna yang langka," jelas tante Nanako.


Rita sedang tertawa keras menepuk bahu Tyas lalu menggodanya. Tyas agak kesal dengar apa kata Koko.


"Nah, saya sarankan Teteh cukup dengan teman dekat dan sahabat yang Teteh punya sejak lama. Banyak kan? Untuk apalah Teteh masih menemani yang sial itu? Biarkan saja dia, kan sudah sama-sama besar, dewasa juga," kata Koko menyarankan.


"Iya Teh, urusan dia kesepian tidak punya teman kan itu salahnya sendiri," tambah Tyas.


"Sekarang Teteh kembali lagi saja dengan teman Teteh yang TOP sekali deh mereka. Koko percaya! Mereka tidak akan pernah meninggalkan Teteh. Mau keadaan Teteh nanti terpuruk, atau bahagia mereka akan selalu ada buat Teteh. Yang satu itu hanya ada untuk memanfaatkan saja," jelas Koko panjang lebar.


Semakin yakin lah Rita untuk mulai berjaga jarak sejauh mungkin dan sudah cukup mentolerir kan kelakuannya. Benar, mereka sudah cukup dewasa untuk tahu.


"Memanfaatkan dalam hal apa sih, Ko?" Tanya Rita.


"Dia suka menceritakan sesuatu tidak sesuai kenyataan lho, Teh. Dan dia juga cerita sesuatu soal Teteh yang menurut banyak orang baik, menurut dia buruk. Apa yang dia lihat positif, dia ceritakan semuanya negatif," kata Koko.


"Wah. Tidak bisa dipercaya. Benar Ko?" Tanya Rita.

__ADS_1


"Iya. Kita manusia seimbang ya sifat baik dan buruk, atau sifat baik tinggi, yang buruk sedang. Seimbang lah. Tapi kalau dia dalam pandangannya, sifat baik Teteh bagi dia itu ya buruk. Orang lain berbuat baik juga menurut dia ya buruk. Jadi menurut saya jangan deh, cukup cut. Apalagi sampai jadi sahabat, hidup kamu akan hancur. Sok mulai batasi ya Teh," kata Koko dengan memejamkan kedua matanya.


Bersambung ...


__ADS_2