ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(89)


__ADS_3

"Betul juga. Kalau kita masih sholat secara otomatis kan kita butuh pertolongan Allah SWT ya?" Tanya Arnila.


"Nah iya kalau sering sakit sih memang kita lemah saja. Seperti kamu Rita, kamu kan sering sakit berarti Allah itu membenci kamu. Memangnya enak dibenci sama pencipta sendiri?" Kata Ney yang mengejek Rita. Heran super heran sama orang ini entah dia sengaja berkata begitu agar diperhatikan Rita atau memang sebenarnya dia bukan orang yang bersyukur ya?


"Sepertinya kamu deh yang butuh psikiater, Ney," kata Rita menduga.


"Kok gue? Ya kamulah yang suka berhalusinasi," tandas Ney tidak menerima. Dia aja tidak suka lalu kenapa mengharuskan Rita pergi ke psikiater?


"Otak kamu letaknya salah sepertinya. Apa jangan - jangan waktu kamu lahir, kamu pernah kelempar jauh sampai tol ya? Pasti ada yang error di dalamnya," kata Rita sambil termenung. Baru kali ini bertemu dengan orang yang ilmunya nol banget! Bagaimana sih cara orang tuanya mendidik Ney waktu kecil?


"Kamu ya kurang ajar! Aku normal!" Kata Ney yang mulai naik emosinya.


"Manusia normal mana ada yang berpikiran seperti itu. Aku lebih senang ya kalau berdiskusi ini dengan Alex dan Arnila mereka masuk lho apalagi benar - benar orang Islam yang pikirannya tuh maju. Daripada kamu yang isi otaknya bermasalah, ilmu agama nol, aku bertanya - tanya apa jangan - jangan ayah kamu tidak pernah mengajarkan ilmu agama?" Rita semakin penasaran mengenai itu.


"Setidaknya sedikitlah ada ilmu soal ke arah yang baik tapi sepertinya Ney cuma punya ilmu mistis sama pacaran," kata Arnila yang ikut menimpali.


"Kamu jadi ikut - ikutan ya semenjak Rita mulai bela kamu, Arn! Siapa teman kamu yang sebenarnya sih!?" Kata Ney mulai galak.


"Halah, teman. Teman macam apa kamu yang tendang dia hanya karena hidupku akan berubah? Dan malah kamu mengangkat diri sendiri dengan bilang setara sama aku? Ih, tidak ingat kamu? Mulai pikun ya sama omongan sendiri," kata Rita.


"Wah benar ya menghadapi kamu tuh, Rita harus sungguh - sungguh banget ya,"


"Kamu duluan yang macam - macam pakai memanfaatkan aku pula untuk mencapai tujuan kamu! Maaf ya, aku tidak sebodoh itu!" Huuuh kesaaaaaaallll!!


"Kamu yang bermasalah kok jadi aku sih! Kamu itu sering sakit! Aku yakin otak kamu sebenarnya yang sakit! Arnila juga sama penyakitan. Kalau aku sih selalu sehat jadi sudah pasti aku yang lebih disayang. Buktinya apapun yang aku minta dengan berdoa, dikabulkan langsung tidak seperti kamu. Kelamaan prosesnya hahahaha," kata Ney yang terlalu bangga dengan dirinya sendiri. Iya memang cepat dikabulkan tapi cepat juga kembalinya.


"Otak aku alhamdulillah diberi dengan baik tanpa cacat mental. Sehat terus tanpa jarang sholat tapi permohonan selalu terkabul? Hati - hati jangan - jangan itu pertanda Istidraj. Bahagia tapi tidak berkah hiiiiiyyyy lebih menakutkan. Bicara itu berlandaskan ilmu bukan seenak mengucap saja. Kamu jarang sakit semenjak kecil?" Rita bergidik kalau memang benar begitu keadaannya, serem juga.


"Iya dong!" Jawab Ney dengan cepat.

__ADS_1


"Kamu yakin?" Tanya Arnila yang pastinya lebih tahu banget. Lah dia yang paling dekat dengan Ney masa iya tidak tahu isinya. Ney tidak membalas, dia lupa kalau ada Arnila di grup.


"Berarti ada yang salah," bukan maksud Rita tidak menerima kalau Ney selalu sehat tapi dengan perilakunya yang seperti itu mungkin sehat dalam artian lain.


"Dimana bermasalahnya? Jangan ngaco ya! Kamu juga kalau bicara jangan ngasal!" Tukas Ney yang tampaknya sudah kesal dengan perkataan Rita.


"Aku tidak asal karena aku sudah tahu kenapa Allah SWT selalu memberi aku sakit ataupun Arnila sakit. Kamu tahu tidak ada alasan baik dibelakangnya? Nih aku beritahu ya buat kamu yang rendah ilmu pengetahuan soal sepele yaitu sakit. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya Allah akan menghapuskan dosa - dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran - kotoran besi." Lu tahu artinya?" Tanya Rita pastinya ya Ney malas membaca isi chatnya. Dia tahu kalau Rita sangat senang mengetik sesuatu panjang - panjang bahkan terlalu panjang. Yah, soalnya tidak bertemu sih.


"Mana aku tahu," jawabnya.


"Iyalah mana kamu tahu, tahunya soal ilmu lelaki mulu atau uang. Sepertinya kamu juga tidak pernah sadar kalau punya dosa," jawab Rita.


"Jadi sakit itu menghilangkan dosa yang kita perbuat, kan? Kalau begitu kalau sakitnya super parah?" Tanya Arnila yang mengambil posisi.


"Nah simak ya Arnila ini juga buat kamu sendiri nih karena kasus kita sama, tukang sakit. Sakit bisa menghindari kita dari siksa api neraka dalam riwayat yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, "Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dan api neraka." Ih bersyukur banget kalau kita berkesempatan mendapatkan sakit. Biarkan saja Nil, orang yang menghina kita penyakitan atau fisik lemah, kita yang merasakannya dapat keamanan dari api neraka! Nikmat mana yang kau dustakan! Daripada orang yang jarang sakit itu sih melalui proses lewat api," kata Rita memotivasi Arnila dan juga dirinya sendiri.


"WOW! Sebagian pastinya kita mengeluh soal sering banget aku sakit. Ternyata di baliknya ada keuntungan yang besar! Alhamdulillah," balas Arnila. Mungkin ya, Rita menduga Arnila itu sebenarnya punya banyak ilmu tausiah juga hanya karena Ney orangnya tidak bisa menerima pemasukan, jadinya dia sengaja mengungkit. Seperti ada kesempatan untuk bertukar pikiran apalagi Arnila tahu pasti kalau Rita memang lebih suka berdiskusi tentang hal ini. Sayangnya Arnila bertemu pertama dengan Ney bukan dengan Rita. Kalau saja.... waktu bisa diputar ulang.


"Mananya yang hindari api neraka kalian kan masih hidup," kata Ney.


"Nanti kalau sudah meninggal, duh ternyata kamu lebih bego dari Alex, ya! Masa hal itu saja yang sepele kamu tidak tahu sih? Makanya belajar banyak soal agama jangan materi mulu! Belajar agama itu perlu buat nanti kehidupan kita ke jenjang yang lebih atas,"


"Kalau soal duniawi terus sih kapan kita berpikir buat bekal di akhiratnya?" Tanya Arnila.


"Dalam hadis Riwayat Muslim, "Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa - dosanya." kata Rita meneruskan. Yang seperti ini Alex pasti tahu artinya.


"Alhamdulillah ya berarti kita harusnya bersyukur banget sering diberi sakit. Berarti artinya Allah SWT tidak mau kita punya terlalu banyak dosa kan," kata Arnila.


"Ya anggap saja begitu justru seram lho yang karang sakit," balas Rita. Bersyukur dirinya memang sering sakit terutama perubahan cuaca.

__ADS_1


"Berarti ada yang salah ya?" Tanya Arnila. Ini chatnya seperti Rita dan Arnila yang terus menyindir Ney karena kata - katanya yang terbilang cukup aneh. Entah sengaja atau bagaimana sih.


"Itu salah satunya. Sakit bisa menjadi sumber kebaikan bagi seseorang jika dia bersabar. Nah kalau disini, aku juga kadang tidak sabaran ya, kalau sakit dinikmati saja bisa tidur lama hehehe," kata Rita sambil ketawa sendiri.


"Tidur terus kan tidak bagus, Ri. Kalau aku malah semakin pusing," kata Arnila.


"Kan minum obat pastinya ada yang mengandung obat tidur kan,"


"Hahahaha oh iya ya kok aku tidak kepikiran ke sana ya? Pokoknya jangan banyak mengeluh ya. Pusing sedikit juga ternyata itu ada pahalanya," Arnila pura - pura kurang info kalau menurut Rita karena aslinya Arnila lebih pintar otaknya dari Ney.


"Iya aku juga baru tahu sebenarnya kalau sakit itu berpahala,"


"Tuh kan kamu baru tahu tapi sudah sok tahu kasih tahu aku!" Kata Ney yang tiba - tiba balas. Iya dia sukanya begitu kalau tahu ada yang Rita lakukan salah, baru dia seperti yang dapat keuntungan untuk menjelekan Rita.


"Kalau kamu tidak mau tahu, ya diam aja kenapa sih? Aku kan tidak memaksa, lagipula mendengarkan apa kata orang itu juga ada pahalanya! Kalau tidak mau dapat, tutup grup deh! Aku juga sudah malas chat sama kamu," kata Rita.


"Jangan ditutup dong! Biarkan saja Ney, Rita kita sama - sama sudah tahu kalau dia itu anti mendengarkan tapi giliran dia bicara, kita wajib dengarkan," Arnila mencegah Rita untuk block grup.


"Kamu memang suka ya block orang,"


"Oh iya dong tapi aku paling suka block orang seperti kamu!" kata Rita yang sangat malas dari awal dengan grup ini tapi dia mau karena Arnilanya yg mengajak.


"Sudaaah, kapan selesainya ini?" Tanya Arnila yang sudah bosan melihat Rita dan Ney berantem. Tidak di chat tidak pas ketemu, pasti berantem! Sama dengan Alex hanya belum tahu seperti apa kalau sudah bertemu.


"Teruskan saja Nil penjelasannya iya ya tidak perlu dipedulikan orang yang sukanya menyalahkan! Teruskan," pintar Rita yang enggan membalas chat Ney lagi. Begitu juga dengan Ney.


"Oke, dengar ya kalian berdua eh salah baca! Nanti kita harus bertemu buat menjelaskan agar semuanya jelas. Pahalanya tuh banyak banget dari 1 detik rasa pusing itu, Ri, Ney. Kita bisa dapat 1000 pahala kan banyak tuh,"


"Hmmmm baru tahu aku kira sakit itu tidak ada keuntungannya tahu begitu sih dengan senang hati kalau sakit, aku senang," kata Rita yang berusaha membuat dirinya kembali ceria.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2