ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(287)


__ADS_3

"Iya maaf makanya, jangan blokir aku lagi ya. Kamu tidak tahu rasanya bagaimana aku hanya sedih waktu aku menolak aku," kata Alex yang menghapus air matanya yang jatuh, dia menangis tersedu - sedu. 🙄🙄🙄🙄


"Iya aku menolak kamu menjadi temanku karena baru kali ini ada orang yang minus kelakuannya seperti kamu. Sama saja dengan kelakuan si Ney! Amit - amit deh gue harus nerima orang seperti kamu. Lagipula kamu kan sudah sering kena tolak, kenapa harus sedih saat itu terjadi denganku?" Tanya Rita dengan jutek.


Alex terdiam iya juga sih, sambil berusaha mengeringkan air matanya dia berpikir. Selama ini ada begitu banyak wanita plus yang jilbab juga ada sampai dia di pukul, di tendang, di tampar, di tolak juga pernah tapi tidak sesakit rasanya saat Rita memblokirnya. Padahal kan blokir dengan penolakan ya sama saja, tapi terasanya lebih berbeda. Ada kekecewaan pada dirinya menyadari selama ini semua orang menolak kehadirannya, sikapnya yang asli hampir semua orang tidak ingin melihatnya. Kebanyakan mereka hanya ingin Topengnya saja bukan Realnya.


"You don't know it feeling so bad for me. I don't know why ( Kamu tidak tahu rasanya buruk bagiku. Aku tidak tahu kenapa )," kata Alex yang menyadari sesuatu dalam hatinya.


Jadinya Rita merasa iba pada Alex apa sebegitu sedihnya dia Rita blokir? Apa dia tidak merasa lebih buruk membentak orang yang dia tidak kenal lalu menjadi musuh? Seenggaknya Rita harap dengan blokiran nya membuat Alex sadar kalau sikapnya sama sekali tidak baik.


"Kamu bukannya senang kalau aku blokir? Kan aku juga susah kamu mengerti kan, apalagi sama sekali tidak sesuai yang kamu mau," kata Rita.


"Aku merasa tidak enak apa yang kamu alami. Aku benar - benar minta maaf soal kelakuan aku kemarin, aku sedang banyak pekerjaan dan sangat ingin chat dengan kamu tapi... kamu juga sibuk dengan urusan lain aku hanya takut kalau kamu tiba - tiba saja berpindah," kata Alex dia bersikap egois.


"Ya itu hak aku mau bicara dengan siapa saja. Jangan atur - atur deh, kamu nih aneh banget memangnya kamu tidak punya teman? Selain aku pasti ada kan yang ajak kamu bicara," kenapa terasanya Alex hanya ingin dirinya bicara dengan dia saja ya? Tapi Rita tidak bisa begitu dia adalah makhluk sosial, butuh banyak teman yang selalu bisa memberinya solusi.


"Ada. Tapi selama ini aku merasa nyaman sama kamu, meskipun memang kamu diluar ekspektasi yang aku inginkan. Benar - benar diluar nalar banget bisa kenal dan entah kenapa aku tidak takut mengungkapkan siapa aku lalu bagaimana sikap, sifat sampai kebiasaanku. Yang selama ini selalu aku sembunyikan, hanya kamu saja satu - satunya yang bisa membuat aku nyaman. Mungkin itu yang membuat aku sedih sewaktu kamu blokir aku," kata Alex yang akhirnya bisa menenangkan dirinya meski masih tersedu - sedu. Untungnya hari itu di kantornya sedang libur jadi dia sendirian dalam kantornya.


"Kamu nangis ya?" Tanya Rita hanya menurut perasaannya saja sih. Dari kalimatnya dia nampak sedih sekali dan sudah pasti lagi menangis. Bertanya sambil tertawa, entah kenapa juga Rita masih bisa menerima Alex.


".........."


"Eyyy buat apa kamu menangis segala? Yang jahat selama ini kan kamu, harusnya aku yang menangis. Cengeng banget lelaki tuh. Bukan salah aku ya," ternyata benar! Dia sedang menangis dan Rita tertawa terbahak - bahak.


"........ aku sadar semua kesalahanku tapi jangan blokir lagi ya kalau kamu kesal aku marah, baca saja jangan dibalas sampai aku bisa mereda sendiri," kata Alex.


"Yakin itu jalan keluarnya? Kamu akan lebih meradang lagi kan. Kalau harus didiamkan sampai sebulan, aku tidak masalah sih," kata Rita yang tidak percaya.


"........."


"Begini saja, aku buat aturan buat kamu," kata Rita yang teringat apa kata Arnila.


"Rule?? Why???" Tanya Alex dengan khawatir.


"Supaya kamu tidak seenak jidat kamu membentak aku. I will take your money," kata Rita dengan mantap.

__ADS_1


Alex melongo membacanya dia terkejut apakah Rita juga sama matrenya dengan kebanyakan wanita yang pernah dia jajah? "WHAAAAAT!? SO WHEN IM POOR WITHOUT MONEY YOU WILL KICK ME OUT!? LIKE ANYONE ELSE!? ( APAAAAA!? JADI SAAT AKU MISKIN TANPA UANG KAMU AKAN MENGUSIRKU!? SEPERTI ORANG LAIN!? )"


"Hah? Bukan begitu maksudnya, bego! Kamu mikir apa sih?" Tanya Rita merasa heran.


"eh... bukan itu? Lalu apa laaa aku kira kamu mau ambil semua uangku," kata Alex.


"Ya memang tapi bukan buat aku. Makanya dengar dulu penjelasan ku sampai selesai. Apanya yang pintar, bodoh begini juga," kata Rita yang entah apa yang Alex pikirkan.


"........" Alex tidak bisa berkata apa - apa dia mengakui kalau memang bodoh sekali. Mengingat perkataan kakaknya kalau Rita itu out of box otaknya, jadi dia akan melihat dulu pemikirannya.


"Aku akan menerapkan denda buat kamu karena kamu sering banget bentak, bicara kasar, kata - kata yang keluar juga sudah super banyak. Untuk tulisan kasar seperti S.H.I.T, D.A.M.N, dll itu dihargai 100RM ya," kata Rita.


"Ah gampang itu. Uang 100RM tidak ada artinya buat aku. Lalu?" Tanya Alex yang merasa mudah sekali dendanya.


"Per kata, bodoh!" lanjut Rita.


"Eh? Hahahaha mudaaah sekaliiii. Aku tidak takut. Masih ada?" Tanya Alex membeku. Per kata? Tapi itu gampang dia punya lebih dari 100RM apalagi tanpa diketahui oleh Rita, dia punya banyak pekerjaan sampingan.


"Kamu sudah kena denda ya untuk bentakan kamu yang kemarin malam. Itu dihargai 1000RM," kata Rita.


Lalu Rita menSSkan perkataan dia yang kemarin. Alex bengong melihatnya ternyata Rita masih menyimpannya.


"Dan karena bukan hanya satu kalimat tapi ada 2 jadi semuanya 2000RM," kata Rita yang menghitung.


Alex bengong dan mengutuk dirinya sendiri. "Tapi..."


"Karena aku makan hati gara - gara kamu, rasa dendamku aku buang ke denda ini. Dimulai dari kemarin ya," kata Rita yang mulai menuliskan semuanya.


"OOooh...." benar juga memang Alex sendiri juga merasa Rita sepertinya sangat sedih setelah dibentak olehnya. "Baiklah. Deal kan?"


"Belum ada satu lagi," kata Rita. Yang satu ini inisiatif takutnya Alex melakukannya sampai berkali - kali, Rita memang dilahirkan jauh dari bentakan orang. Sebisa mungkin dia meminimalisirkan kemarahan orang sekitarnya berbeda dengan bentakan dari kedua orangtuanya.


"Baiklah, aku siap! Yang penting kamu tidak memblokir aku lagi," kata Alex sambil menghela nafas kali ini baginya tidak akan mudah marah seenaknya dan dia juga menganggap sebagai latihan agar dirinya menjadi lebih baik lagi.


"Taati ya dendanya kalau kamu protes ditambah 50RM. Nah yang terakhir kamu kena denda 5000RM kalau mengumpat sampai berkala atau setiap hari sampai aku muak. Selesai. Mudah kan?" Tanya Rita yang tersenyum.

__ADS_1


"5000RM!?!?!? Kamu gila!? Bagaimana bisa kamu menerapkan denda sebesar itu!? Nanti aku kena marah my mom kan. Dikurangi," pinta Alex dengan mengiba.


"Kenapa mahal? Karena ucapan yang keluar dari mulut itu sangat berharga. Kamu seenaknya bicara cas cis cus dengan isi kasar tahu tidak sih kalau itu membuat orang yang keterimanya sakit? Kecuali kalau memang kinerja mereka buruk atau memang punya salah sama kamu, tapi kalau yang tidak punya? Lisan kita itu sangat berbahaya, itu bisa membuat kita beruntung atau sial kan tergantung dari lisan. Busa membuat orang semangat atau bahkan membuat mereka depresi sehingga bunuh diri kan parah banget," jelas Rita.


"Benar juga sih tapi kalau begitu aturannya, tekor aku!" Kata Alex yang kemudian menyalahkan dirinya kenapa suka sekali memarahi orang.


"Ya itu sih kenapa juga kamu seperti itu. Itu aturan berlaku kalau kami chat aku saja, kalau selain aku ya sesuka kamulah," kata Rita.


"Owh! Aku kira ke orang lain juga? Syukurlah lalu uang dari denda itu mau kamu apakan?" Tanya Alex penasaran pastinya Rita menghitung juga sih dan dia masih was - was. Dilain pihak kakaknya juga ikut membaca chat mereka berdua dan berpikir Rita memang cerdas sambil tertawa.


"Setelah terkumpul, kamu bantu orang - orang sekitar kamu bisa saudara, orang di jalanan, mesjid juga bisa, ya begitulah. Sedekah kan bisa menghilangkan dosa yang lalu," kata Rita senyum dan memang menyiapkan sebuah buku kecil.


Alex bernafas sangaaaaat lega sekali ternyata benar sekali apa yang dikatakan kakak perempuannya tentang Rita. Sepertinya kakaknya, Jasmine banyak tahu mengenai Rita mungkin sudah waktunya dia mengubah kebiasaannya.


"Kalau begitu giliran aku," kata Alex yang juga tidak mau kalah.


"Jangan sudah - susah ya," kata Rita dia sendiri malah takut pada syarat denda Alex karena, kadang Alex memberikan syarat diluar kendalinya.


"😅😅😅mudah kok. Kalau kamu bilang aku 'Bodoh, Idiot, bego' kena denda Rp 5000," kata Alex sambil tersenyum.


"Not Deal," jawab Rita cepat.


"Kok begitu???" Tanya Alex keberatan.


"Masalahnya kamu memang pure 3 jenis itu jadi maaf ya ganti saja yang lain," kata Rita sambil tertawa.


"AAAAAAA! Ya sudah, kamu kena denda kalau meledak dan marah - marah, per kalimat Rp 5000. Sudah!" Kata Alex yang juga tahu kalau memang Rita suka marah tidak jelas.


"Kamu lho yang paling sering. Yakin tuh?" Tanya Rita.


Jasmine tertawa membacanya memang kalau dibandingkan dengan Rita, adiknya lebih banyak marah - marah. Alex juga sama sekali tidak mau kalah jadi apa bisa Rita membuatnya mengeluarkan uangnya?


"DEAL!!" Teriak keduanya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2