
Rita termenung membacanya sementara itu tugasnya kini telah selesai dan saatnya membuat program untuk kelas yang ditugaskan kepadanya. Rita membuat contoh karya yang nanti akan diberikan kepada guru kelas. Sulit sekali menjadi administrasi di sekolahnya.
"Kalau memang tidak suka kenapa sih tidak pergi saja? Bebas kok tidak perlu jadi teman aku juga," kata Rita.
"Ya kalau dia pergi, mungkin seperti kekurangan korban makanya mau dia tidak suka juga terus menempel ke kamu. Kamu orangnya terlalu baik sih Rita mudah simpati, iba sedangkan dia orangnya tidak tahu malu dan tidak ada kesadaran. Tapi aku berharap dia secepatnya sadar kalau kelakuannya itu membuat orang membenci dia," kata Arnila mengungkapkan segalanya.
"Hmmm yah, susah kalau orang seperti itu Arnila. Dibaikin salah dicurangi salah," kata Rita yang mulai membuat sketsa tugas kelas.
"Kamu tahu kan dia selalu sendiri, dia itu apapun yang dikerjakannya selalu berlebihan kalau mulai cerita. Aku kenal kamu, kamu terlalu percaya sama dia, Rita. Sampai tidak sadar kalau dia uang sering bilang kamu itu bukan teman sejati," ungkap Arnila membuat hati Rita teriris.
Kenapa baru sekarang terasa perihnya? Bukankah sudah biasa Ney memperlakukannya semena-mena? Buat apa juga merasa di tipu?
Rita bengong membacanya, membuat rencana tugas buyar! Kalau saja Alex membaca apa yang dikatakan Arnila, apa yang selalu dia usahakan untuknya mungkin... membuat Alex sadar.
Sisi lain Ney penasaran kenapa grup jadi sepi? Firasatnya sudah tentu Rita sedang chat dengan Arnila, mau menembus mereka pun sudah tidak bisa lagi. Ada perasaan tidak enak, dalam pikirannya Arnila bisa saja membuka semua aib Ney pada Rita.
"Yang aku sering perhatikan kalau kamu bilang sesuatu sama dia, itu akan membuat dia menjiplak perkataan kamu," kata Arnila.
"Ah, masa sih Ar. Sampai menjiplak segal?" Tanya Rita tapi mungkin juga sih. Kadang apa yang Rita katakan, Ney pernah menjiplaknya tapi dulu.
"Ih serius. Tidak percaya kan? Aku sering lho dengar dia bicara apa yang kamu katakan. Hanya bedanya, kamu mengatakannya dengan hati jadi orang yang mendengarnya terasa tergerak kan," kata Arnila.
"Iya," jawab Rita.
"Kalau Ney, dengan emosi. Tetap saja mau dia jiplak kelakuan orang, bicara, sampai nada tidak akan ada orang yang mau dekat. Karena, omongan sama sifatnya bertolak belakang," jelas Arnila membuat Rita mengerti.
"Tunggu jadi menurut kamu dia mencari teman dengan menjiplak isi obrolan orang lain?" Tanya Rita tidak percaya.
"Nah itu! Tapi kalau kamu berkata jelek ke dia, dia akan bilang kalau kamu mengatakan itu ke dia," kata Arnila.
"Wah! Itu sih seperti maju kena, mundur kena dong. Lebih baik diam kalau begitu," kata Rita. Kenapaaaaa baru sekarang dia bertemu Arnila dan kenapa juga harus ada kejadian tidak mengenakkan baru dirinya tahu semua ini?
__ADS_1
"Memang lebih baik diam mengatasi dia. Diam atau pergi menjauh. Intinya kalau kamu bicara buruk, dia akan menyebarkan pada semua orang agar dia menjadi korban. Jadi nantinya banyak orang yang menyerang kamu. Begitu," kata Arnila susah payah mengetik dengan panjang.
"Kalau begitu alasan kamu aku jangan mengundang dia ke pernikahan aku bagaimana?" Tanya Rita.
"Dia akan menyebarkan keburukan kamu. Itu kesadaran dia sendiri ya karena dia tidak suka kamu mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia dari dia," kata Arnila. Dia melihat kemungkinan itu akan terjadi.
"Selama ini juga dia ke teman-teman aku begitu," kata Rita ingat kejadian sampai Diana menamparnya dulu.
"Tapi tidak ada yang kena kan karena mereka sudah lebih tahu kamu bagaimana. Jelek baiknya, mereka menerima. Kalau ada orang yang tidak menyukai kamu, bagi dia itu adalah kenikmatan. Makanya aku sarankan, jangan undang dia kalau kamu menikah. Aku maunya kamu hidup bahagia bukan menderita," kata Arnila.
"Hmmm baiklah. Lalu kalau misalkan aku menikah bukan dengan orang asing, apa dia akan bicara buruk?" Tanya Rita.
"Tidak, dia juga tidak akan datang karena tidak ada keuntungan untuk dia. Misalkan kamu menikah dengan orang Indonesia, dia mungkin tidak akan datang karena orang-orang biasa. Tapi beda kalau kamu menikah dengan orang asing, lalu kamu undang dia itu adalah kesempatan emas untuk dia. Menyebarkan aib," kata Arnila membuat Rita merinding.
"Jahat ya. Aku kira dulu dia memang baik," kata Rita agak menyesal sudah kenal Ney.
"Memang begitu dia mah. Iri dengan kehidupan orang yang bahagia. Padahal kan belum tentu dalamnya, hanya karena pro orang-orang memilih menyembunyikan masalah," kata Arnila.
"Jadi intinya memang mereka tidak dekat ya," kata Alex berpikir.
"Aku juga baru tahu kata yang ruqyah begitu sih. Arnila itu bukan sahabatnya, Arnila juga sudah bilang begitu. Teman dekat juga bukan karena Arnila memiliki tujuan rahasia dekat dengan Ney. Menurut kamu soal apa ya?" Tanya Rita.
Berhubung Alex pernah memberitahu bisa membaca pikiran orang, mungkin dia sudah tahu lebih dahulu.
Alex mencoba menembusnya tapi ada pelindung yang menghalangi mirip dengan Rita. "Aku... tidak tahu," kata Alex meski sudah susah payah.
Rita tertawa. "Wah, tumben! Pikiran aku bisa tuh kamu baca. Masa Arnila tidak bisa?" Tanyanya sambil cengengesan.
"😤. Kalau kamu mudah sih, meski sudah terbaca isinya tidak ada yang penting," kata Alex agak aneh.
"Yang penting itu disimpan di luar, yang di dalam banyaknya pemikiran," kata Rita tertawa lagi.
__ADS_1
"Soal aku atau Ney juga tidak ada," baca Alex. Hanya soal makanan dan Anime saja.
"Lebih baik diungkapkan daripada disimpan dalam hati atau pikiran," balas Rita.
"Hmm benar juga. Seharusnya kalau Ney memang bisa baca pikiran kamu, dia lebih bersikap dewasa. Toh kamu sama sekali tidak ada pikiran negatif tentang siapapun. Seharusnya ya tapi yang terjadi lebih mengerikan," kata Alex membuat Rita setuju.
"Karena siapa ya? 😒," kata Rita.
"🤣🤣🤣. Apa sekarang di grup masih heboh?" Tanya Alex yang tidak berhenti tertawa.
"Tuuh masih koar-koar dia soal hasil konsul aku kemarin," kata Rita menatap notif di grupnya.
Alex merenggangkan punggungnya lalu menatap jam di kamarnya. Sudah jam segini kalau tidak cepat, takutnya keburu sore.
"Oke deh kalau begitu, yang sabar saja. Aku mau pergi nih kemungkinan pulangnya malam. Kamu ada jadwal ruqyah kan?" Tanya Alex.
"Iya," jawab Rita langsung.
"Nanti cerita ya," kata Alex yang tidak akan bisa mengganggunya atau datang kesana.
"Tidak mau," balas Rita.
"Pelit. Nini pelik," kata Alex tertawa.
"Biarin! Aki peyot," balas Rita yang tertawa juga.
Berakhirlah chat mereka dengan saling mengejek dan akhirnya harus sama-sama bersiap untuk pergi. Alex sudah siap dengan mobil pribadinya beserta Fernando sebagai supirnya
Alex akan mengirimkan sesuatu pada Dita, namun satu hal yang Alex lupa lakukan adalah : Menanyakan alamat Rita. 🤣🤣🤣🤣
Bersambung ...
__ADS_1