
Happy Reading.
Joice dan Dion masih berada di dalam mobil dan bergerak menuju ke apartemen pria itu. Sedangkan Joice akan pulang ke apartemennya, setelah mengantarkan Dion karena tadi dia mendapatkan telepon dari atasannya yang mengatakan bahwa Joice tidak perlu ke rumahnya.
Dan hal tersebut membuat Dion putar arah dan kembali ke arah apartemen tempat tinggalnya karena Joice yang memaksa.
"Bukankah seharusnya aku mengantarkanmu dulu, nanti aku bisa pesan taksi untuk pulang," ucap Dion tanpa menghilangkan konsentrasinya pada saat menyetir.
Sejak tadi sebenarnya dia merasa sangat gugup bisa satu mobil kembali bersama Joice.
Gadis yang mampu membuat hatinya jungkir balik tidak karuan.
"Gak perlu, gue antar lo sampai apartemen saja," jawab Joice tanpa menoleh ke arahnya.
Dion benar-benar tidak habis pikir dengan hati dan perasaannya, kenapa setelah 3 tahun berlalu rasa cinta itu masih ada di sudut hatinya untuk wanita di sampingnya ini.
Padahal menurutnya banyak wanita yang lebih dari wanita ini, Joice memang wanita sederhana yang tidak suka berdandan, berbeda dengan wanita diluar sana yang suka menghabiskan uangnya untuk membeli skin care dan perawatan.
"Joice, apakah lo udah punya pacar?" tanya Dion hati-hati.
"Belum, mas, gue mau fokus dulu di karir, menjadi orang sukses dan bisa membuat orang yang berada di sekitar gue bangga!" jawab wanita itu dengan tegas.
Dion pun pasrah dan tidak ingin bertanya kembali.
Akhirnya mereka sampai di apartemen, "lo gak mau mampir ke apartemen gue?" tanya Dion pada Joice.
Gadis itu menggeleng, dia sudah tidak ingin terjerat lagi kedalam asmara yang masih ada di dalam hatinya untuk Dion.
"Kapan-kapan aja, Mas, habis ini gue juga ada acara!" tolak Joice.
Dion menghela nafas, sepertinya memang masih sangat sulit untuk membujuk Joice, tapi itu tidak masalah karena dia akan mulai pendekatan lagi kepada wanita itu.
Di sisi lain.
Fara mengerjabkan matanya ketika mendengar ucapan Vera ketika sedang menerima telepon.
Sebenarnya Fara ingin tahu dengan siapa Vera berbincang di telepon, kenapa dia mengucap kan nama 'Jim' dan pria itu telah batal bertunangan.
'apa aku boleh berpikir kalau memang itu Jimmy?'
__ADS_1
"Ayolah Bro, move on!! Jangan kek pria yang lemah, Ck!"
" ..... "
"Iya, gue tau kalau nasib lo tuh emang gak bagus, takdir pasti akan berpihak sama lo suatu saat nanti!"
"....."
"Gue gak bisa kalau sekarang, ini lagi kumpul ama sepupu gue yang baru aja nikah, mungkin lain kali bisa!"
Fara merasa bosan dan memilih untuk memainkan ponselnya.
Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat sebuah berita yang ada di salah satu situs.
PERTUNANGAN SALAH SATU DOKTER DAN PENGUSAHA MUDA DI INDONESIA BATAL KARENA SANG CALON TERKENA KASUS SAMPAI TERJERAT KEPOLISIAN
Ternyata dugaan nya benar, dengan adanya kasus Lidia pasti berdampak terhadap hubungan perjodohan itu. Ya, situs berita tadi memang memberitakan tentang pertunangan Jimmy dan Lidia.
Sungguh Fara tidak menyangka jika nasib sahabatnya akan jadi seperti ini. Mungkin ini memang yang terbaik untuk Jimmy dan juga Lidia.
Apakah Jimmy tahu apa yang terjadi dengan Lidia sampai wanita itu harus berurusan dengan polisi. Ah, sebaiknya nanti dia menghubungi sahabatnya itu dan menceritakan semua masalah yang terjadi hari ini.
Sedangkan Vero dan Keill sudah berbincang-bincang menghiraukan dua wanita yang ada di samping mereka.
Usia mereka baru 28 tahun, dan masih belum terlalu tua menurutnya.
"Belum ada yang cocok bro, lagian usia gue juga belum tua-tua amat, santailah," jawab Vero mengambil minuman yang ada di atas meja.
"Nikah itu ibadah, kita juga dijauhkan dari hal-hal buruk yang nantinya menjadi bumerang untuk kita sendiri." Ucap Keill.
Vero tergerak setelah mendengar ucapan Keill yang tentunya sedang menyindir dirinya itu.
Vero akui bahwa dia memang bukan pria yang baik-baik, dia sudah lama menjadi pria yang suka one night stand.
Tapi sepertinya sudah lama dia tidak melakukan hal itu karena ancaman dari Vera, saudara kembarnya.
Ya, Vera selalu bisa membuat kakak kembarannya itu bertekuk lutut. Meskipun dia tetap bisa melakukan hal itu dengan sembunyi-sembunyi tapi Vera selalu tahu dengan apa yang dia lakukan.
Vero menghela napas, dia tidak bisa marah kepada saudara kembarnya itu yang menceritakan semuanya pada Keill.
__ADS_1
Karenanya semua rahasianya hampir Keill ketahui kebenaran tentang dirinya.
"Gue pasti nikah kalau udah ketemu dengan cewek yang tepat, seperti istri lo itu bro, cantik dan Sholihah!"
"Aduhh, aww!!" Vero meringis ketika mendapatkan bogeman mentah di perut sisi kanan sepupunya itu.
"Lo nggak akan bisa mencari cewek yang seperti istri gue, karena istri gue itu kecantikan tiada duanya. Cantik hati dan juga wajahnya!" Jawab Keill bangga.
"Iya-iya gue tahu, lo tuh emang cowok alim dari dulu, jadi dapatnya yang baik-baik, tapi meskipun gue cowok gak bener, kalau nikah ya tetep pengen nyari cewek baik-baik, Bro!"
"Dasar maruk!! Semuanya mau di embat!" sindir Keill.
"Ya gak apa-apa donk, namanya juga usaha nyari yang terbaik, gue gak mandang dia harus kaya dan berpendidikan, asalkan dia cinta tulus ma gue dan mau nerima gue apa adanya itu udah cukup," ujar Vero.
"Cieee, ada yang curhat!" Vera sudah selesai mengangkat telepon dari sahabatnya dan kemudian dia duduk di samping Fara.
"Tuh, adek lo satu itu juga udah lama jomblo, belum punya gebetan, yang di urusin cuma buku dan laptop," seloroh Vero.
"Mana bisa dapet pacar kalau yang dipacari cuma begituan," Lanjut Vero masih ingin menggoda adik kembarannya itu.
"Bang Keill, Vero tuh di bikin tobat, biar mulutnya gak suka nyinyirin orang!!" semuanya tergeletak mendengar ucapan Vera.
Fara sejak tadi hanya bisa diam mengamati interaksi ketiga orang itu.
"Udah cukup bincang-bincang nya, sekarang kita siap-siap untuk makan malam," ucap Mama Rara yang memang sudah menyiapkan berbagai menu di makan malam hari ini.
"Ehmmm, Tan,!"
"Ada apa, Vera?" tanya Rara.
"Maaf tante, seperti nya aku nggak bisa ikut makan malam di sini karena ada yang ingin bertemu dengan ku!" ucap Vera.
"Waduh sayang sekali, padahal Tante udah masak banyak banget untuk kalian semua loh!" jawan Rara dengan raut wajah sendu.
"Iya Tante, maaf ya?" Vera sebenarnya merasa tidak enak tapi dia juga harus bertemu dengan sahabat nya malam ini.
"Sory, ya bro, bro! gue harus pergi dulu," ucap Vera pada ketiga orang itu.
Wanita itu kemudian berlalu pergi untuk menemui seseorang.
__ADS_1
"Apa kamu sudah melihat berita yang beredar hari ini, Mas?" tanya Fara pada Keill.
Bersambung