ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(96)


__ADS_3

Lagu: Automatic


Penyanyi: Utada Hikaru


...Nanakaime no beru de juwaki wo totta kimi...


...Namae wo iwanakutemo...


...Koe de sugu wakatte kureru...


...Kuchibiru kara shizen to kobore ochiru merodii...


Ibunya Alex hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, sedangkan ayahnya menanyakan pada istrinya dengan siapa Alex berbicara karena sejak bangun sudah sibuk.


...Demo kotoba wo ushinatta shunkan ga ichiban shiawase...


"His friend from Indonesian," kata ibunya sambil tersenyum dan ayahnya lalu menganggukkan kepala lalu menghampiri Alex dan berkata,


...Iya na koto ga atta hi mo ...


...Kimi ni au to zenbu futtonjau yo...


...Kimi ni aenai My Rainy Days...


...Koe wo kikeba jidoiteki ni Sun Will Shine...


"Chui shite kudasai ( berhati - hatilah )." Membuat Alex memandangi ayahnya dengan kesal. Alex sudah sering tertipu oleh perempuan dari Indonesia sampai pernah diperalat untuk mengeluarkan uang. Kasihan.


"Still contact with her? ( masih kontak dengannya? )" Tanya Ibunya sambil membereskan setengah piring yang sudah kosong dari meja makan.


Alex memandangi ibunya sekilas. "Yes," jawab Alex yang terus sibuk memperhatikan hpnya membuat ibunya penasaran dan sesekali memiringkan kepalanya untuk melihat apa yang dia katakan. Alex mengetahuinya dan menutupnya dengan tangan satunya lagi.


"Are you sure she won't play with you like the others? ( kamu yakin dia tidak akan mempermainkanmu seperti sebelumnya? )" Tanya ibunya yang cemas. Dulu Alex sampai mengalami depresi karena sering tertipu, Author ingin sekali ketawa terbahak saat membuat adegan ini. Sampai ibunya memanggil dokter untuk menyuntikkan obat penenang kepada anaknya itu.


...It's Automatic soba ni iru dake de...


...Sono me ni mitsumerareru dake de...


...Dokodoki tomaranai...


...No to wa ienai I Just Can't Help...


"I do not think so. I'm sure she's not that kind of girl ( aku pikir tidak akan begitu. Aku yakin dia bukan perempuan seperti itu )," jawab Alex yang masih tersenyum senang membalas chat pada Rita. Ibunya hanya berharap semoga saja gadis itu benar - benar bisa setia padanya sampai mereka bisa dipertemukan.


"Can you guarantee it? ( kamu bisa menjaminnya? )" Tanya ibunya yang duduk didepan Alex dan bertopang dagu.


...It's Automatic dakishimerareru to...


...Kimi to Paradies ni iru mitai...

__ADS_1


...Kirakira mabushikute...


...Me wo tsuburu to sugu I Feel So Good...


...It's Automatic...


"Sure! ( tentu! )" Kata Alex dengan wajah yang ceria. Semenjak berbagai kejadian yang terjadi pada anaknya tentang banyaknya musibah yang harus dia lihat, jujur itu adalah masa terberatnya. Dan ibunya enggan anaknya tersakiti lagi yah, namanya manusia. Sudah sangat lama sekali ibunya tidak pernah melihat keceriaan yang tertampak pada anak lelaki tampannya itu. Sedikit ada ketenangan soal gadis bernama Rita ini tapi akankah semuanya baik - baik saja? Mengingat seperti apa watak dan sifat anaknya.


"According to me, she is the same. You stop like that, just accept the match that Mom prepared for you. Forget whoever it is you know now. Mom do this only for your good ( menurut ibu, dia sama saja. Kamu berhentilah seperti itu, terima saja perjodohan yang ibu siapkan untuk kamu. Lupakan siapapun itu yang kamu kenal sekarang. Ibu lakukan ini hanya untuk kebaikan kamu )," ibunya mengatakan itu sambil membelai kepala anaknya dan menggenggam tangannya.


...Aimai na taido ga mada, fuan ni saseru kara...


...Konna ni horeteru koto wa...


...Mou sukoshi himitsu ni shite oku yo...


...Yasashisa ga tsurakatta hi mo...


...Itsumo hontou no koto wo itte kureta...


Alex tersenyum kepada ibunya tapi sedikit kesal karena ibunya terlalu ikut campur urusannya. Alex ingin mencari yang benar - benar tulus kepadanya bukan karena dia anak gudangnya uang, tapi benar - benar tulus menerimanya. Alex tahu banget kalau ibunya melakukan itu untuk membahagiakannya tapi kadang sudah terlalu keterlaluan. Alex ingat pernah mengatakan pada Rita soal dia yang dijadikan boneka oleh orang tuanya. Sebenarnya itu adalah kekesalan yang dia alami, aslinya Alex tahu orang tua Rita tidak seperti itu malah jauh. Alex merasa sangat bersalah saat itu tidak seharusnya dia melampiaskan kekesalan pada ibunya pada Rita. Dan dia berusaha keras agar Rita kembali padanya apalagi saat tahu Rita menangis saat Alex membullynya, mendengar tangisan Rita membuat hati Alex hancur. Bukan itu niatnya tapi kenapa jadi berbeda?


"Mom, try to stop setting me up with other people I don't know or who I don't like. I want to find it myself ( bu, cobalah berhenti menjodohkan aku dengan orang lain yang tidak aku kenal atau yang tidak kusukai. Aku ingin mencari sendiri )," kesal karena ibunya tidak pernah mau mengerti kalau Alex sendiri memiliki kebutuhan yang hanya dia sendiri ingin dapatkan. Dengan kemampuannya bukan dengan koneksi ibunya atau bahkan ayahnya.


...Hitori ja nakenai Rainy Days...


...Yubiwa wo sawareba hora ne Sun Will Shine...


...Karadajuu ga atsuku nattenkuru...


"Memangnya kamu bisa? Yang sebelumnya itu saja ibu tahu kamu sudah dikhianati berkali - kali tapi herannya kamu terus bersikukuh mau menikahinya. Dia sudah hamil ya dengan mantannya?" Tanya ibunya tegas. Alex yang mendengarnya menepuk dahinya dan menggaruknya meski tidak gatal.


"Hah!? Noooo she's not! ( tidaaaak dia tidak begitu! ) Ya ampun, Mom, aku benar - benar mencintainya! Meski dia mengkhianatiku berkali - kali," kata Alex terkejut ibunya bisa mengatakan begitu meski kadang, Alex bertanya - tanya apa dulu Kayla sempat hamil? Tapi Alex menghilangkan pikiran itu mana mungkin!


"Ya kamu kan bodoh! Makanya Mom sampai bertanya ke semua orang, apa ada dia berusaha santet kamu!" Kata ibunya sambil mengumpulkan piring dan mangkuk yang sudah kosong.


"Ohh kenapa Mom juga berpikir seperti itu?" Tanya Alex yang berpikir kompak sekali apa yang Rita katakan sama dengan ibunya kini.


"Memang kenapa? Ada yang berpikiran sama dengan Mom?" Tanya ibunya dengan penasaran.


Alex menciut menatap ibunya yang sangat ingin tahu. Alex sangat ketakutan bila ibunya sudah penasaran karena pasti akan bertingkah nekat. Kalau tidak diberi jawaban, ibunya akan secepat kilat merebut hpnya dan akan mulai menanyakannya pada Rita. Tentu saja.


"Rita bilang begitu juga," jawab Alex dengan pelan. Ibunya terdiam lalu beberapa menit kemudian tertawa dengan keras membuat Alex terkejut dan hanya bengong menatap ibunya.


"Why you laugh laaa. Not funny ( kenapa ibu tertawa laaa. Tidak lucu )," kata Alex yang mulai manyun. Melihat itu, ibunya gemas dan mencubit kedua pipi Alex langsung saja Alex kesakitan dan berusaha melepaskan diri.


"Ya pantas saja kalau Rita juga berpikir begitu, apa dia bertanya kalau mantan kamu itu hamil?" Tanya ibunya yang duduk lagi depan Alex sambil memperhatikannya makan.


"Tidak sih tapi aku baca, ada selintas dia pikir ke arah itu," kata Alex sambil mendengus.

__ADS_1


"Baca hati orang kamu tahu kalau itu tidak sopan? Kamu masih saja melakukannya? Kalau begitu kamu masih sama dengan yang dulu waktu bersama Kayla," kata ibunya yang beranjak pergi ke dapur mengambilkan jus jeruk untuk anaknya.


Alex menghentikan mengunyah sarapannya dan berpikir 'jadi aku masih sama?' Pikirnya.


...Harahara kakusenai, iki sae dekinai...


...I Just Can't Help It...


...It's Automatic...


"Dengan kelakuan kamu seperti itu, apa tidak terpikir bagaimana jadinya? Kalau sama dengan yang dialami Kayla bagaimana? Dia selingkuh karena kamu mengekang dia. Pantas saja Rita meledak karena kamu sering membaca hatinya itu artinya kamu tidak mempercayai dia. Kalau percaya, mau nantinya kamu akan kecewa lagi atau tidak. Biarkan saja! Namanya juga hidup. Tidak ada yang berjalan dengan lancar kan," ibunya menuangkan jus jeruk di hadapan Alex.


Tapi Alex melanjutkan lagi makannya dan tidak memikirkan itu. "She says I am so stupid! Still able to accept it after being betrayed so many times and then continuing to want marry her. I read, she said if Kayla was pregnant with her ex boyfriend first and then because I still like her, willing to marry her. If she was in my position, it's better to accept the match from Mom and be happy.


( dia bilang aku sangat bodoh! masih bisa menerimanya setelah dikhianati berkali - kali lalu terus ingin menikahinya. Aku baca, dia bilang apa Kayla hamil dengan pacarnya dulu lalu karena aku masih suka, rela menikah dengannya. Kalau dia ada di posisi aku, lebih baik menerima perjodohan dari ibu dan bahagia)," kata Alex sambil cemberut mengatakannya, ibunya hanya tertawa melihatnya.


"Wah, dia tahu juga ya soal itu. Lalu kenapa tidak setuju?" Tanya ibunya yang cengengesan.


"Mooooooom!!" Kata Alex kesal dan membalas chat dari Rita lagi.


...Akusesu shite miru to utsuru Computer Screen no naka...


...Chikachika shiteru moji te wo atete miru to...


...I Feel So Warm ...


"I only want the best for you ( ibu hanya ingin yang terbaik buat kamu )," jawab ibunya dengan kedua mata yang lembut menatap anaknya. Sambil mengecup kepala anaknya yang paling dia sayangi.


"Thanks, mom. Aku pergi bekerja dulu ya," Alex mengecup kedua pipi ibunya dan pergi dengan setelan khas layaknya pegawai kantoran. Keren banget!


...It's Automatic soba ni iru dake de...


...Itoshii nante omowanai...


...Tada hitsuyou na dake...


...Sabishii kara ja nai...


...I Just Need You...


...It's Automatic dakishimerareru to...


...Kimi to Paradise ni iru mitai...


...Kirakira mabushikute ...


...I Feel So Good...


...It's Automatic...

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2