ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(320)


__ADS_3

Ameera terkejut, Alex mampu membaca maksudnya dia kesal lalu mengambil beberapa daging dan sayuran lalu duduk bersama kakaknya Alex.


"Kenapa kamu duduk disini, Meera?" Tanya saudara perempuan Alex.


"Takpe. Saya tidak ingin mengganggu perbincangan Alex dengan yang lain, lagipula dengan terlihatnya kami bersama sudah cukup mesra kan," kata Ameera yang memakan dengan gestur seorang Princess. Ameera sebenarnya anak seorang kerajaan juga namun karena perilakunya yang begajulan, alhasil keluarga utamanya menendang dia keluar istana karena dirasa akan mempermalukan mereka. Ya memang benar sih, berpacaran pun sudah berapa puluh kali tapi kalau sampai hubungan intim hanya baru dengan Ojon.


"Hmmm kabarnya yang dekat paman itu puan Indo bukan sesama negeri sini," kata Miura sambil mulutnya penuh dengan daging dan sayuran.


Mereka semua menatapnya dengan tertawa. "Kamu mirip sapi kalau seperti itu. Selesaikan dulu makannya! Baru bicara!" Teriak adiknya yang menutup wajahnya dengan saputangan.


"Iya iya padahal aku sudah senang lho, paman akan memperkenalkan dengan kita tapi ternyata orangnya Tante Ameera. Kalau tante kan tidak aneh ya, kalau benar paman pasangannya puan Indo, kita nanti punya saudara dari negara sebelah dong!" Kata salah satu sepupu lain yang antusias. Sebagian keponakannya sangat menyambut sekali perempuan yang sedang dekat dengan Alex.


Kicauan para sepupu perempuan membuat sepupu lelaki yang terpisah dari tempat duduk mereka otomatis melihat ke arah lain. Mereka sangat berisik sampai beberapa orang tua mereka menyuruh jangan terlalu berisik. Para orang tua bersenda gurau dengan ibu Alex yang memujinya semakin muda.


Ameera yang mendengarnya agak ciut meskipun memang benar misinya hanya sampai kabar mengenai Rita padam tapi dalam lubuk hatinya keluarlah benih bunga kepada Alex seperti dulu. Tapi dia tahu dimana tempatnya saat ini pun Alex sepertinya tidak menaruh rasa suka kepadanya.


"Kalau nanti paman kalian kenalkan, apa kalian akan menyukainya?" Tanya Ameera sambil mengunyah dengan anggun.


"Kenapa? Tentu saja!" Kata A antusias.


"Kak Ameera takut terkalahkan ya?" Goda salah satu keponakan Alex.


Dalam hati memang Ameera agak takut karena selama ini gelar Queen Of Beauty adalah dirinya di negeri Malaysia itu. Semua khalayak mengelokkan dirinya sebagai Ratu yang tiada saingannya. Yah memang sangat cantik sekali dia sejak dulu tapi perilakunya jangan dipikir sama dengan gelarnya. Tidak ada yang tahu seperti apa yang dia lakukan di kedalaman gelar itu.


"Tapi kalau paman menganggap puan terdekatnya itu istimewa berarti kecantikan bukan segalanya dong," kata B membuat yang lainnya berpikir.


Ameera terasa tertohok mendengar kalimat itu. Dirinya selama ini selalu menganggap kecantikan nomor satu, dibandingkan kebaikan, kehormatan. Dia pun merasa penasaran seperti apakah puan yang sangat diistimewakan oleh Alex sehingga sampai dia sembunyikan melebihi dari Kayla. Karena itulah Ameera selalu melakukan perawatan sebulan sekali ke Paris dan membeli produk kecantikan yang harganya selangit. Meskipun tetap saja jatuh hatinya pada pemuda kampung dari Inggris dengan kulit yang hitam legam. Yang jago sekali berbahasa Indonesia karena ayahnya seorang warga sana, ibunya Inggris.

__ADS_1


"Kecantikan itu nomor yang kesekian, nomor satu itu adalah Hati. Kalau kalian menyukai seseorang itu menggunakan hati bukan paras. Kadang seseorang yang parasnya cantik dalamnya busuk, banyak kan. Entah ya dengan tante yang satu ini bagaimana." Kata seorang putri dari perusahaan Angkara menepuk bahu Ameera. Lalu melenggang pergi bersama keempat sepupu yang lain.


Mereka tertawa cekikikan melihat wajah Ameera yang merah padam tapi dia tidak pedulikan. Salah satu sepupu Alex memang sangat membencinya karena saat kontes dirinyalah yang berhasil menyabet gelar itu dan menerima banyak hadiah. Sekarang soal puan Indo itu, secantik apakah orangnya?


"Masih saja Sarah tidak menyukai kamu. Jangan diambil pusing ya," kata ibu Sarah memegang tangan Ameera.


"Iya takpe, saya tak ambil hati. Apa kabar makcik?" Tanya Ameera lalu mereka mengobrol. Beberapa keluarga memang tak menyukai Ameera tapi banyaknya mereka suka karena memandang Ameera yang sangat cantik jelita dan juga baik.


Keluarganya pun tak lupa turut datang juga karena ibunya Alex pun mengundang. Mereka tampak sangat akrab satu sama lain, sahabat ibunya Alex lebih terkesan genit sih karena anaknya jadi dengan Alex. Sebenarnya Jasmine agak keberatan dari banyaknya puan di Malaysia, kenapa juga harus Ameera yang menjadi puan penghapus kabar itu. Jasmine juga agak tidak nyaman dengan Ameera karena kesehariannya yang lebih parah dan untungnya bukan dia yang Alex sukai.


Ameera kemudian makan dagingnya dengan lahap kapan lagi dia bisa makan daging berkualitas tinggi dengan keluarga besar Alex. Dia bisa bebas makan sebanyak yang dia suka, keluarga Alfarizki memang tidak pernah segan - segan mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk bisa menikmati daging yang best! Tahu begini, sedari dulu saja dia terus mengejar Alex sampai dapat sampai tidak terkalahkan oleh puan indo itu.


"Ameera ini kan sudah sedari lama ya suka Alex. Setelah tahu Alex ternyata dekat dengan orang lain lebih dulu, bagaimana?" Tanya C yang duduk sebelahnya.


"Tunggu selain Ameera kan ada putri dari Company Vec yang juga sama - sama menyukai Alex dari usia 10 tahun. Itu bagaimana?" Tanya salah satu kerabat Alex.


Setiap ada acara besar, dia selalu hadir dan mencari kesempatan dengan Alex namun Alex tidak juga menyadarinya dan malah mengobrol biasa dengannya. Tapi karena responnya membuat Alex datar, dia tak pernah lagi berbicara dengannya. 🤣🤣🤣. Tapi tak pernah terlihat kecewa dia terus mengaguminya dan sering banyak bertanya pada Jasmine. Tapi masalahnya saat itu Alex sudah memiliki tambatan hati, niat dirinya yang ingin menyatakan pun berkali - kali gagal.


"Ah, benar juga ya Sharee. Dia yang paling santer daripada Ameera. Tapi dia hanya datang untuk acara besar saja kalau keluarga sih tidak ada. Kabarnya dia gagal lagi mau menyatakan cinta," kata A. Yang lainnya tertawa sudah bukan tontonan biasa lagi memang selalu gagal.


"Memangnya Alex terlihat suka juga?" Tanya Ameera penasaran.


"Tidak ada rasa sepertinya. Paman pernah bilang tidak mau punya istri yang dia kenal dari negara ini. Maunya dari luar wah kalau benar yang dari Indonesia itu dong!" Sebagian antusias mereka juga senang sekali karena sebagian negara yang belum masuk dalam daftar keluarga besar adalah negara Indonesia.


Ameera tersenyum dia pun kini memiliki calon suami dari negara tersebut, seperti keluarga besar lainnya, keluarganya pun menuliskan berasal dari negara mana saja yang sudah mereka punyai. Tentu saja oleh gubernurnya akan diberikan hadiah besar bagi siapa saja keluarganya memiliki menantu orang Indonesia.


"Aku kaget juga mengenai kedekatan Alex dengan puan Indo. Kalian sudah pernah melihat foto orangnya?" Tanya Ameera sengaja agar mereka berusaha mencari tahu.

__ADS_1


"Tidak ada yang tahu, paman orangnya sangat rapi dan terorganisir sepertinya paman akan menyiapkannya untuk menjadi sebuah kejutan," kata sepupunya yang lain.


"Kalian tidak penasaran? Hanya fotonya saja. Aku yakin itu ada di dalam ponselnya," kata Ameera berusaha mengompor.


Kakaknya Alex mendengar soal itu tampaknya Ameera berusaha keras untuk tahu. Tapi akan sulit juga karena Alex memindahkan fotonya ke file yang terkunci.


"Aku harap paman masih dekat dengannya," celetuk seseorang. Ameera hanya makan saja tidak perduli dengan siapapun yang tak menyukainya.


"Kita bisa melihat karakter Indonesia yang lain seperti apa dari dirinya kan?" Ucap sepupu yang lain.


"Kalau sampai disembunyikan itu tandanya dia sangat istimewa kan," mereka semua sangat tidak sabar untuk melihat seperti apakah penampakan Rita yang suatu hari akan dibawa oleh pamannya. Sekilas membuat Ameera cemburu, dalam hatinya dia sakit bukan mengenai Sharee tapi mengenai puan Indo yang kini menempati hatinya.


"Sharee tahu juga soal ini?" Tanya Sepupu lain.


"Sudah. Dia sedih katanya kenapa nasibnya tidak berpihak kepadanya padahal yakin kalau ini sudah waktunya," kata saudara Alex.


Ameera senang sekali saingannya itu kalah cepat dengannya. Meskipun sekarang mereka berdua sama - sama memiliki rasa yang berbeda.


"Tapi menurut aku lebih baik Ameera, dia kan lebih terlihat dan ada dan juga kita sudah kenal baik apalagi negerinya juga bersebelahan dengan kita. Sedangkan yang Indonesia kalian hanya sekedar yakin orangnya ada?" Tanya saudara sepupu yang bernama Tania. Sebenarnya dia juga menaruh hati pada Alex. Mereka memang saudara tapi kabarnya bisa saling menikahi sesama saudara yang penting bukan sepupu dekat. Tania salah satu sepupu jauh dari keluarga ayahnya yang warga Jepang.


Tania juga merupakan perempuan paling tua diantara sepupunya. Mereka semua serentak terdiam kalau Tania sudah berbicara, tidak ada seorangpun yang bisa melawannya. Paling bijaksana, wibawa, dan anggun dialah saingan bagi Ameera dan tak menyangka kalau Ameera dibela olehnya. Tentunya untuk menarik perhatian Alex pula yang duduknya tak jauh dari Ameera.


"Tania datang!" Ucap salah satu sepupu lelaki kemudian segera saja mereka semua bergabung begitu juga Alex.


Alex menghormati Tania karena bijaksananya terhadap semua anggota keluarga yang jauh, baru bergabung atau yang sudah lama. Usianya pun terpaut beberapa tahun di atas Alex, tapi menurut kabar benarlah kalau Alex tidak masalah dengan usia siapapun. Apalagi Alex kini duduk sebelahnya, sudah tentu membuatnya ingin berteriak karena senang tapi ditahan.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2