
"Menurut kamu bagaimana? Aku yakin sebenarnya kamu pintar dalam berpikir seperti Detective Conan yang sering kamu tonton kan jadi aku mau tahu bagaimana isi pemikiran kamu. Pasti kamu punya banyak dugaan kan," kata Alex yang yakin kalau Rita punya sebuah jalan keluar dari kasus dia.
"Menurutku masalah utamanya di sini kamu deh," tebak Rita yang yah berpikiran mungkin saja karena Alex memang orangnya ribet dan rusuh.
"Oh ya? Lalu?" Tanya Alex entah seperti apa wajahnya saat Rita menjadikan dia sebagai pelaku.
"Karena aku sudah tahu kamu seperti apa. Ini dugaan aku saja ya, menurutku mantan kamu depresi berat karena kelakuan kamu. Betul tidak?" Alex tidak membalas tandanya bisa saja tepat! Lalu Rita melanjutkan, "Selama berhubungan dengan kamu selama seminggu, aku juga merasa gerah banget! Bagaimana kamu melarang aku melakukan sesuatu, mendatangi ke suatu tempat, makanya aku selalu diam - diam melakukannya tanpa kamu tahu. Tapi aku yakin kamu bisa tahu lewat bisikan hatiku makanya aku tidak berpikir tentang itu hehehehe," kata Rita.
"KAMU YAAA!" Teriak Alex pastinya dia merasa kena tipu hahaha.
"Berhenti. Kita sudah tidak ada hubungan lagi jadi buat apa kamu marah - marah? Siapapun perempuan yang berdekatan dengan kamu dan sampai memiliki hubungan, kalau kamu terlalu mengekang ya siap - siap saja mereka maupun aku akan sembunyi - sembunyi hahahahaha!!" Tawa Rita memikirkan soal waktu itu. Hanya ke Alfamart saja Alex sudah heboh saat tahu Rita jalan sendiri dan sore hari.
"Oh, begitu ya lihat saja nanti juga kita akan lebih dekat dari sebelumnya! Saat itu kamu akan bagaimana yaaaa," Kata Alex dengan yakin. Bisa jadi dia melakukan penerawangannya lagi.
"Jangan - jangan selingkuh juga kali ya," tebak Rita bercanda.
"JANGAAAN.... Buat perbedaan dong! Masa kamu juga sama kelakuannya sama yang sebelum sih? Ayo teruskan lagi dengan penyelidikan kamu itu," kata Alex yang pastinya deg - degan kalau mengalami hal seperti itu lagi.
"Bercanda kok ingin tahu bagaimana respon kamu makanya kamu harus mulai mengatur diri kamu sendiri agar jangan terlalu begitu. Jangan di - amin - kan ya! Jadi menurut aku kenapa mantan kamu selingkuh itu karena kamu sendiri yang bermasalah. Kamu PO-SE-SIF," akhirnyaaaaaaa keluar jugaaa jawaban dari kasusnya dia itu.
Alex terdiam dan mengetikkan, " .........." saja. Tepat sekali dugaan Rita dan mengenai sasaran targetnya.
"Iyalah! Seminggu sama aku saja aku ingin putus saja, kacau semua sama kamu tuh! Berpikir memang lebih baik berteman saja dulu. Kamu punya banyak ketakutan! Ini itu kamu rusuh sendiri, rese sendiri. Aku jadi mikir ini misalkan ya kalau kamu jadi suamiku, bisa jadi kamu pasang alat penyadap dan banyak alat. Mengaku hayo!!" Kata Rita dengan nada serius meski hanya dalam chat, nada kalimat bisa terlihat kan.
__ADS_1
"HAHAHAHA!! Bisa jadi. Ya aku kan cemas takut kamu kenapa - kenapa karena kamu senang jalan sendirian kemana - mana,"
Rita meragukan alasan Alex, dia tahu bukan itu sebenarnya jawabannya. "Bukan cemas kata aku sih. Tapi kamu takut aku diambil orang? Ada yang suka sama aku dan aku terima dia. Seperti pacar - pacar kamu sebelumnya yaa agak trauma juga kan karena itu. Aku bukan kucing yang langsung mengekor orang lain!" Kata Rita menjelaskan. Rita tahu juga kalau Alex sangat takut kehilangan meski mereka hanya dekat via medsos.
"Hahahaha itu kamu tahu. Ya maklum sajalah itu tandanya aku sangat .... ke kamu. Tahu kan isinya?" Tanya Alex yang membuat Rita bertanya - tanya 'apa ya isi titik - titik itu?' Pikir Rita. Rita memang kurang peka orangnya tidak salah juga kalau Alex kadang suka marah tidak jelas hahahaha. Kasihan.
"Tidak jelas ah! Tidak mengerti! Itu apa isi titik - titiknya?" Tanya Rita terus terang.
"Huuuh! Masa kamu tidak tahu? Ayolah coba kamu pikirkan isi jawabannya kira - kira apa,"
"Nanti dapat apa?" Tanya Rita lagi.
"Nanti aku berikan kamu sesuatu yang tidak akan pernah kamu lupa deh," kata Alex.
"Pasti mesum," Alex membalas dengan banyak emoji tawa. Ya pasti dia begitu, sudah ketebak juga.
"Habiiiis...." kata Alex tidak meneruskan. Rita merasa kasihan pada nasibnya yang kurang beruntung hanya satu. Dirinya yang harus memiliki jantung bagai kaca yang bisa pecah kapanpun, membuat kebanyakan orang yang mengenalnya hanya sebatas saat dia sedang tidak kambuh saja.
"Mungkin juga karena kamu sering meneror mereka, yang aku alami mungkin baru sebagian kecil saja, aku suka kok lelaki yang posesif. Karena setiap aku kenal seseorang, baru kenal ya mereka sudah yang seperti 'kamu milik aku'. Asli aku tidak suka orang yang begitu, makanya banyak juga yang aku tinggalkan. Mantan kamu sepertinya lebih parah ya?"
"............" jawab Alex.
Rita hanya menghela nafas sebelum melanjutkan. "Kamu bilang dia pendiam dan penurut, ada kemungkinan kamu banyak omongan ke dia," lanjut Rita masih banyak pendapat yang dia dapatkan dari kasus Alex.
__ADS_1
"........." Lagi.
"Lalu kamu itu kan orangnya tidak mau dibantah, jadi mungkin kamu ancam dia sesuatu. Benar tidak sih?" Tanya Rita soal ini takutnya salah jadi hanya sebuah tebakan saja.
"Kalau itu kejadian sama kamu bagaimana?" Tanya Alex. Wah! Kalau dia sampai bertanya begitu tidak salah lagi deh semua dugaan Rita.
"Aku kepret kamu pakai sapu lidi yang besar untuk membersihkan dedaunan di taman. Sekali tebas, kamu loncat sampai Inggris!" jawab Rita.
"WAAAAAHHH hahahahaha apa itu kepret?" Tanya Alex. Oh iya dia kan tidak tahu bahasa Sunda ya.
"Ask your mom ( tanyakan pada ibumu )," kata Rita. Beberapa menit kemudian tidak ada kontak dari Alex dia pasti menanyakannya.
".........." kata dia. Pasti sudah tahu apa artinya.
"Nah, tahu kan apa artinya sekarang? Pendiam, kamu marah pun pastinya dia tidak melawan seperti aku. Kesalahan kamu banyak, pasti kamu salahkan ke dia semua. Playing Victim. Mikir dong! Kamu yang salah kenapa harus dia yang terima! Bodohnya kamu sama dengan Ney. Salah dia, malah menyalahkan aku jadinya kan aku stres!"
"Maaf," jawab Alex dia benar - benar yang bersalah banget soal memojokkan Rita pada sesuatu yang tidak pada tempatnya.
"Dia yang kepo cari tahu masa lalu kamu, sampai suruh aku mojokkin kamu segala saat aku kena amarah ibu kamu dan kamu sendiri, kemana dia? Kabur tahu tidak? Ya salahnya aku memang terlalu nurut sama orang yang tidak punya itikad baik. Aku jadi bertanya - tanya pada ketulusan dia yang apakah dia serius mau membantu atau menjatuhkan di hadapan kamu dan ibumu!" Kata Rita yang masih sangat sakit pada kelakuan Ney. Baginya hal itu akan sangat sulit dia lupakan begitu saja.
"Aku tahu salah sekali mempercayai Ney. Aku tidak tahu apapun soal kamu ataupun soal Ney, tadinya aku pikir dia akan melakukan sesuatu yang membuat kamu mengerti tapi ternyata..."
Kembali pada persoalannya, "Penurut. Saking penurutnya menurutku ya kamu menyuruh sesuatu pada dia dalam banyak hal sampai dia mengalami depresi. Itulah egoisnya kamu, sama seperti yang terjadi sama aku. Kamu bukan orang yang bisa menerima kekurangan orang lain, kalau menurut kamu mereka tidak sesuai dengan kriteria kamu, kamu seperti berusaha keras membanting mereka. Lalu sudah rusak, kamu datang bagai malaikat dan menawari mereka pengobatan. Menurut aku, kamu penipu!" Alex tidak berkata apa - apa toh itu semua adalah pemikiran Rita yang dia rasakan sendiri.
__ADS_1
"Janganlah seperti itu. Kamu tidak sempurna juga, sadar! Lihat cermin, seperti apa kamu sebenarnya. Hargai apa yang mereka punya, terima kelemahan kekurangan mereka. Kehidupan kamu akan menjadi lebih baik lagi, lapangkan hati kamu untuk menerima semua yang tidak sesuai. Aku kan juga banyak kekurangan, sholat saja masih bolong - bolong, kadang niat puasa akhirnya malas. I'm not perfect ( aku tidak sempurna )," kata Rita membuat Alex tidak bisa berkomentar apa - apa.
BERSAMBUNG....